Bulan Juli
ini, boleh dibilang bulan yang cukup wah bagi saya pribadi. Hal ini terlepas
dari pandangan dan juga penilaian orang lain berdasarkan persepsi mereka
terhadap apa yang saya alami tadi. Toh ini hanyalah sebatas apresiasi terhadap
diri sendiri yang saya sangat berbeda dengan yang saya lakukan dibulan-bulan
sebelumya. Paling tidak apa yang saya lakukan mampu menjaga konsistensi dan
menyetabilkan motivasi literasi saya, yang mencakup reading, writing,
publishing dan sharing. Hal ini menurut saya sangat penting terutama bila
dikaitkan dengan keprofesian saya, yaitu sebagai guru. Tentunya harus memiliki
pengetahuan yang cukup dan juga wawasan yang memadai baik terkait secara
langsung maupun tidak langsung dengan sisi akademik pembelajaran yang saya
ampu.
Sesuatu yang
membuat wah tersebut minimal ada tiga items yang keseluruhannya terkait erat
dengan peng-upgrade-an kemampuan literasi saya. Yang pertama dari ketiga hal
tersebut yaitu berupa keikutsertaan saya dalam kegiatan webinar sebanyak 4 kali
dan keempat-empatnya dengan nara sumber yang sama yaitu Bu Lulut Wilujeng.
Sedangkan yang menjadi tema pembahasan dari webinar tersebut seputar
pemanfaatan aplikasi Microsoft 365 berupa sway maupun kayzala untuk menunjang
pemberajaran jarak jauh dengan berbasis jaringan internet (daring). Tentunya
tema ini memiliki urgensitas yang sangat signifikan dalam situasi emergensi
(darurat) karena terjangan pandemi corona melanda dunia saat ini.
Namun ada satu
hal yang perlu disayangkan dari kegiatan kulwebinar ini karena dari keempat
keikutsertaan saya hanya satu momen yang bisa saya ikut secara baik yaitu
webinar ke 4 yang digelar oleh PGRI Tulungagung. Dan terus terang hasil dari
kulwebiner tersebut kurang maksimal karena berbagai alasan yang salah satunya
dipicu oleh kekurang pintaran saya dalam memanajemen waktu. Sedangkan tiga
kulweb lainnya gagal untuk bisa bergabung karena terkendala oleh sulitnya
jaringan dan juga kekurang tahuan saya tentang aplikasi yang dipakai. Dari
kegagalan di kulwebiner ini akhirnya saya munculkan sebuah anekdot pembelaan
diri ketika teman-teman Guru Pegiat Literasi Tulungagung (GPLT) menanyakan
permasalah yang menyebabkan saya gagal untuk join dalam kegiatan tersebut.
Anekdot atau lelucon yang sempat saya
lontarkan tersebut adalah “Saya gagal gabung di kulwebiner karena hanya
muter-muter terus yang akhirnya jadi tersesat malah masuk ke webbingung dan
webbekgoreng lengkap dengan lalapan dan sambel terasinya yang lezat banget di
lidah.”
Unsur wah yang
kedua pada bulan Juli ini yaitu berupa penambahan koleksi yang cukup lumayan
untuk melengkapi daftar bacaan di pustaka pribadi saya. Penambahan tersebut
mencapai tigapuluhan buku dengan judul berbeda yang mengupas tema kajian yang
cukup beragam. Tentunya hal ini sangat baik untuk memberi asupan yang bergizi
dan memiliki value added (nilai tambah) yang sangat bagi diri saya.
Terutama bagi otak saya dalam upaya
memperluas wawasan maupun dalam rangka untuk menjaga kewarasan logika akademik.
Bahkan hal ini juga sangat berguna untuk
menambah amunisi kepenulisan saya biar aktifitas literasi tidak
mengalami lockdown karena mengalami writingl block. Buku-buku tersebut adalah
sebagai berikut:
111. Mendaki Tangga Iman Dari Syariat
Dan tarekat Menuju Hakekat (2009) karya Sayyid Haidar Amuli yang diterjemah oleh Irwan Kurniawan, M.Ag.
222. Kisah-Kisah Teladan Pencerah Hati
(2010) karya Achmad Mufid A.R.
3 3. Meraih Lemuliaan Dengan Takwa
Meneladani Takwa Rasulullah dan Para Sahabat (2007) karya Supriyanto Abdullah
444. Shalat sungguh Dahsyat Berbagai
Keutamaan Shalat Wajib dan Shalat Sunnah (2014) karya Farid Al-Anshari
diterjemah oleh Kholid Abdillah
555. Ayat-Ayat Percepatan Memperoleh
Rezeki (2012) karya Mauhammad Hanifiyah
666. Kebiasaan Manusia Super Bahagia
(2013) karya DH. Ismail Al Faruqi, S.Ag., M.Si. dan DR. H. M. Syahrial Yusuf,
SE, MM.
777. Jokowi Orang Desa Yang Luar Biasa
(2014) karya Sandhy Aditya B.
888. Cerdas dengan Bermain (2013) karya
Bunda Nisrina
999. Mengetahui Problema Kesehatan Anak
( 2013) karya dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A., M. Biomed
1110. Mengenal, Mencegah, dan Mengobati
Gangguan Kesehatan pada Balita (2011) karya dr. Arief Dwi Sudarmoko
1111. Tanya Jawab Perkembangan dan
Kesehatan Balita (2012) karaya Yuyun Wulandari
1112. Anakku Hebat Penuh Bakat Menemukan
Potensi dan Bakat Anak Sejak Dini (2014) karya Muhammad Subhi Abdussalam
1113. Rahasia Hamil Cantik, Aktif, &
Sehat (2013) karya Kara Nina
1114. Membaca Garis Tangan Anak (2009)
karya Anne Hasset dan diterjemah oleh Ade Fiea
1115. Olahraga Dan Makanan Sesuai
Golongan darah (2015) karya Ida saraswati
1116.
Yoga untuk Pasangan suami Istri
(2011) karya Eduard de Grave dkk.
1117.
Ini Dia Zat Berbahaya di balik
Makanan Lezat! ( 2014) karya Rosmauli T., A.Md.Keb dkk.
1818. Good Luck Menciptakan Kondisi Untuk
sukses dalam Kehidupan Dan Bisnis (2013) karya Alex Rovira dan Fernando Trias
de Bes
1119.
Kuliah Jurusan apa? Fakultas
Teknologi Pertanian Jurusan Ilmu Dan Teknologi Pangan (2015) karya Chitra
Savitri
2220. Agar Anda Dibayar Lebih Mahal (
2012) karya Abdi wibowo
2221. Siapapun Bisa Menerbitkan Buku!
Rahasia Membuat Buku Mulai Mencari Ide, Menulis, Hingga Menerbitkan (2012)
karya Ahmad Fatzin Karini
2222. Cara Mudah Cari Sponsor Event
(2010) karya Sonta Frisca Manalu
2223. 50 Kreasi Bros Anting Untuk
Kerudung (2014) karya Iva Hardiana
2224. Buku Pintar Mempertajam Foto dengan
Photoshop (2015) karya Dila Candra Kirana
2225. Jurus Anadalan Photoshop (2014)
karya Sholechul Azis
2226. Kumpulan Lagu Wajib Nasional &
Daerah (2017) karya Tim Redaksi
@Dafa Publishing
2227. Bhinneka Tunggal Ika (2014) karya
Bayu Adi
2228. Buku tentang sepak bola (saat ini
masih dibawa anak saya dan belum sempat mencari)
2229. Buku belajar menulis untuk anak (saat
ini masih dibawa anak saya dan belum sempat mencari)
3330. Yang dua buku judulnya sama yaitu
nomor 10 & 27
Mungkin ada
yang penasaran tentang banyaknya anggaran yang harus saya keluarkan dari dampet
untuk itu semua. Menurut saya pribadi tidak banyak. Bahkan bisa dibilang cukup
kecil bila dibanding dengan tunjangan profesi yang saya terima – yang salah
satu tujuan pemberian tunjangan tersebut berfungsi untuk mengembangkan
kemampuan profesionalitas kerja di bidang pendidik. Selain itu juga relatif
kecil bila buku itu saya beli saat buku itu baru terbit. Saya cukup mengeluarkan
duit dikisaran 300k saja. Itu pun sudah termasuk dua kulwebiner 2 x 20k untuk
ongkos pembuatan sertifikatnya. Sedangkan
untuk bukunya sudah termasuk onkirnya. Pengeluaran ini pasti sangat beda bila
buku-buku pas lagi trending di masa-masa baru terbit. Tentu sangat berat karena
harus merogoh kocek cukup dalam. Bayangin saja, seandanya perbuku dibikin harga
rata-rata 40k terus dikalikan 30an buku kita akan menemukan hitungan Rp 1,2 jt.
Saya pun tentu tidak sanggup untuk membelanjakan uang sebanyak itu hanya untuk membeli buku. Ya karena harus memikirkan juga kebutuhan
keluarga.
Apakah buku
sebanyak itu bisa terbaca semua ya??? Jawabannya insyaallah bisa. Tapi tidak
seketika itu terbaca secara langsung. Ya karena pasti ada unsur penghambat lain
diantaranya harus menjalai tugas dinas, tugas keluarga dan juga kemampuan baca
kilat yang belum begitu saya kuasai. Dan seandainya kemampuan baca kilat saya
kuasai mungkin untuk melahap buku-buku tersebut tidak membutuhkan waktu yang
lama, mungkin 4 hari sudah kelar. Karena dengan kemampuan baca kilat
kapabalitas baca seseorang bisa diupgrade dengan kecepatan 1 halaman/detik. Bila
kecepatan ini saya kuasai untuk melibas satu buku mungkin hanya butuh waktu
30an menit dan paling lama 1 jam. Itu pun sudaha dilakukan pengulangan dua atau
tiga kali. Oh ya, terus terang saja pengadaan buku yang cukup banyak ini salah
satunya rerinspirasi oleh tip inspiratif DR. Ngainun Naim tokoh literasi dan
kepenulisan yang berfesi sebagai dosen di IAIN Tulungaggung yang mengatakan yang penting miliki dulu bukunya dan nanti sewaktu-waktu dibutuhkan kita tinggal membacanya.
Unsur wah
ketiga di bulan Juli ini yaitu saya mulai aktif lagi dalam kegiatan literasi
bukan saja dalam hal membaca (reading) yang dikarenakan banyaknya buku baru walaupun produk lama. Tetapi juga dalam aktifitas literasi disektor kepenulisan mulai menemukan spirit baru lagi, terutama menulis di blog pribadi saya. Selain itu, juga dapat melakukan finishing penulisan kata pengantar buku antologi Mengikat
Jejak Covid-19 yang insyallah segera siap dikirim ke penerbit untuk diurus
NISNnya.
Tegalrejo,
30/07/2020












