This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 Juli 2020

AKU, BUKU DAN LITERASIKU


Bulan Juli ini, boleh dibilang bulan yang cukup wah bagi saya pribadi. Hal ini terlepas dari pandangan dan juga penilaian orang lain berdasarkan persepsi mereka terhadap apa yang saya alami tadi. Toh ini hanyalah sebatas apresiasi terhadap diri sendiri yang saya sangat berbeda dengan yang saya lakukan dibulan-bulan sebelumya. Paling tidak apa yang saya lakukan mampu menjaga konsistensi dan menyetabilkan motivasi literasi saya, yang mencakup reading, writing, publishing dan sharing. Hal ini menurut saya sangat penting terutama bila dikaitkan dengan keprofesian saya, yaitu sebagai guru. Tentunya harus memiliki pengetahuan yang cukup dan juga wawasan yang memadai baik terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan sisi akademik pembelajaran yang saya ampu.

Sesuatu yang membuat wah tersebut minimal ada tiga items yang keseluruhannya terkait erat dengan peng-upgrade-an kemampuan literasi saya. Yang pertama dari ketiga hal tersebut yaitu berupa keikutsertaan saya dalam kegiatan webinar sebanyak 4 kali dan keempat-empatnya dengan nara sumber yang sama yaitu Bu Lulut Wilujeng. Sedangkan yang menjadi tema pembahasan dari webinar tersebut seputar pemanfaatan aplikasi Microsoft 365 berupa sway maupun kayzala untuk menunjang pemberajaran jarak jauh dengan berbasis jaringan internet (daring). Tentunya tema ini memiliki urgensitas yang sangat signifikan dalam situasi emergensi (darurat) karena terjangan pandemi corona melanda dunia saat ini.

Namun ada satu hal yang perlu disayangkan dari kegiatan kulwebinar ini karena dari keempat keikutsertaan saya hanya satu momen yang bisa saya ikut secara baik yaitu webinar ke 4 yang digelar oleh PGRI Tulungagung. Dan terus terang hasil dari kulwebiner tersebut kurang maksimal karena berbagai alasan yang salah satunya dipicu oleh kekurang pintaran saya dalam memanajemen waktu. Sedangkan tiga kulweb lainnya gagal untuk bisa bergabung karena terkendala oleh sulitnya jaringan dan juga kekurang tahuan saya tentang aplikasi yang dipakai. Dari kegagalan di kulwebiner ini akhirnya saya munculkan sebuah anekdot pembelaan diri ketika teman-teman Guru Pegiat Literasi Tulungagung (GPLT) menanyakan permasalah yang menyebabkan saya gagal untuk join dalam kegiatan tersebut. Anekdot  atau lelucon yang sempat saya lontarkan tersebut adalah “Saya gagal gabung di kulwebiner karena hanya muter-muter terus yang akhirnya jadi tersesat malah masuk ke webbingung dan webbekgoreng lengkap dengan lalapan dan sambel terasinya yang lezat banget di lidah.”

Unsur wah yang kedua pada bulan Juli ini yaitu berupa penambahan koleksi yang cukup lumayan untuk melengkapi daftar bacaan di pustaka pribadi saya. Penambahan tersebut mencapai tigapuluhan buku dengan judul berbeda yang mengupas tema kajian yang cukup beragam. Tentunya hal ini sangat baik untuk memberi asupan yang bergizi dan memiliki value added (nilai tambah) yang sangat bagi diri saya. Terutama  bagi otak saya dalam upaya memperluas wawasan maupun dalam rangka untuk menjaga kewarasan logika akademik. Bahkan hal ini juga sangat berguna untuk  menambah amunisi kepenulisan saya biar aktifitas literasi tidak mengalami lockdown karena mengalami writingl block. Buku-buku tersebut adalah sebagai berikut:
111. Mendaki Tangga Iman Dari Syariat Dan tarekat Menuju Hakekat (2009) karya Sayyid Haidar Amuli  yang diterjemah oleh Irwan Kurniawan, M.Ag.
222. Kisah-Kisah Teladan Pencerah Hati (2010) karya Achmad Mufid A.R.
3 3. Meraih Lemuliaan Dengan Takwa Meneladani Takwa Rasulullah dan Para Sahabat (2007) karya Supriyanto Abdullah
444. Shalat sungguh Dahsyat Berbagai Keutamaan Shalat Wajib dan Shalat Sunnah (2014) karya Farid Al-Anshari diterjemah oleh Kholid Abdillah
555. Ayat-Ayat Percepatan Memperoleh Rezeki (2012) karya Mauhammad Hanifiyah
666. Kebiasaan Manusia Super Bahagia (2013) karya DH. Ismail Al Faruqi, S.Ag., M.Si. dan DR. H. M. Syahrial Yusuf, SE, MM.
777. Jokowi Orang Desa Yang Luar Biasa (2014) karya Sandhy Aditya B.
888. Cerdas dengan Bermain (2013) karya Bunda Nisrina
999. Mengetahui Problema Kesehatan Anak ( 2013) karya dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A., M. Biomed
1110. Mengenal, Mencegah, dan Mengobati Gangguan Kesehatan pada Balita (2011) karya dr. Arief Dwi Sudarmoko
1111. Tanya Jawab Perkembangan dan Kesehatan Balita (2012) karaya Yuyun Wulandari
1112. Anakku Hebat Penuh Bakat Menemukan Potensi dan Bakat Anak Sejak Dini (2014) karya Muhammad Subhi Abdussalam
1113.  Rahasia Hamil Cantik, Aktif, & Sehat (2013) karya Kara Nina
1114. Membaca Garis Tangan Anak (2009) karya Anne Hasset dan diterjemah oleh Ade Fiea
1115. Olahraga Dan Makanan Sesuai Golongan darah (2015) karya Ida saraswati
1116.  Yoga untuk Pasangan suami Istri (2011) karya Eduard de Grave dkk.
1117.  Ini Dia Zat Berbahaya di balik Makanan Lezat! ( 2014) karya Rosmauli T., A.Md.Keb dkk.
1818. Good Luck Menciptakan Kondisi Untuk sukses dalam Kehidupan Dan Bisnis (2013) karya Alex Rovira dan Fernando Trias de Bes
1119.  Kuliah Jurusan apa? Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Ilmu Dan Teknologi Pangan (2015) karya Chitra Savitri
2220. Agar Anda Dibayar Lebih Mahal ( 2012) karya Abdi wibowo
2221. Siapapun Bisa Menerbitkan Buku! Rahasia Membuat Buku Mulai Mencari Ide, Menulis, Hingga Menerbitkan (2012) karya Ahmad Fatzin Karini
2222. Cara Mudah Cari Sponsor Event (2010) karya Sonta Frisca Manalu
2223. 50 Kreasi Bros Anting Untuk Kerudung (2014) karya Iva Hardiana
2224. Buku Pintar Mempertajam Foto dengan Photoshop (2015) karya Dila Candra Kirana
2225. Jurus Anadalan Photoshop (2014) karya Sholechul Azis
2226. Kumpulan Lagu Wajib Nasional & Daerah (2017) karya Tim Redaksi  @Dafa  Publishing
2227. Bhinneka Tunggal Ika (2014) karya Bayu Adi
2228. Buku tentang sepak bola (saat ini masih dibawa anak saya dan belum sempat mencari)
2229. Buku belajar menulis untuk anak (saat ini masih dibawa anak saya dan belum sempat mencari)
3330. Yang dua buku judulnya sama yaitu nomor 10 & 27

Mungkin ada yang penasaran tentang banyaknya anggaran yang harus saya keluarkan dari dampet untuk itu semua. Menurut saya pribadi tidak banyak. Bahkan bisa dibilang cukup kecil bila dibanding dengan tunjangan profesi yang saya terima – yang salah satu tujuan pemberian tunjangan tersebut berfungsi untuk mengembangkan kemampuan profesionalitas kerja di bidang pendidik. Selain itu juga relatif kecil bila buku itu saya beli saat buku itu baru terbit. Saya cukup mengeluarkan duit dikisaran 300k saja. Itu pun sudah termasuk dua kulwebiner 2 x 20k untuk ongkos pembuatan sertifikatnya.  Sedangkan untuk bukunya sudah termasuk onkirnya. Pengeluaran ini pasti sangat beda bila buku-buku pas lagi trending di masa-masa baru terbit. Tentu sangat berat karena harus merogoh kocek cukup dalam. Bayangin saja, seandanya perbuku dibikin harga rata-rata 40k terus dikalikan 30an buku kita akan menemukan hitungan Rp 1,2 jt. Saya pun tentu tidak sanggup untuk membelanjakan uang sebanyak itu hanya untuk membeli buku. Ya karena harus memikirkan juga kebutuhan keluarga.

Apakah buku sebanyak itu bisa terbaca semua ya??? Jawabannya insyaallah bisa. Tapi tidak seketika itu terbaca secara langsung. Ya karena pasti ada unsur penghambat lain diantaranya harus menjalai tugas dinas, tugas keluarga dan juga kemampuan baca kilat yang belum begitu saya kuasai. Dan seandainya kemampuan baca kilat saya kuasai mungkin untuk melahap buku-buku tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama, mungkin 4 hari sudah kelar. Karena dengan kemampuan baca kilat kapabalitas baca seseorang bisa diupgrade dengan kecepatan 1 halaman/detik. Bila kecepatan ini saya kuasai untuk melibas satu buku mungkin hanya butuh waktu 30an menit dan paling lama 1 jam. Itu pun sudaha dilakukan pengulangan dua atau tiga kali. Oh ya, terus terang saja pengadaan buku yang cukup banyak ini salah satunya rerinspirasi oleh tip inspiratif DR. Ngainun Naim tokoh literasi dan kepenulisan yang berfesi sebagai dosen di IAIN Tulungaggung yang mengatakan yang penting miliki dulu bukunya dan nanti sewaktu-waktu dibutuhkan kita tinggal membacanya.

Unsur wah ketiga di bulan Juli ini yaitu saya mulai aktif lagi dalam kegiatan literasi bukan saja dalam hal membaca (reading) yang dikarenakan banyaknya buku baru walaupun produk lama. Tetapi juga dalam aktifitas literasi disektor kepenulisan  mulai menemukan spirit baru lagi, terutama menulis di blog pribadi saya.  Selain itu, juga dapat melakukan finishing penulisan kata pengantar buku antologi Mengikat Jejak Covid-19 yang insyallah segera siap dikirim ke penerbit untuk diurus NISNnya.

Tegalrejo, 30/07/2020



Selasa, 28 Juli 2020

EFEKTIFITAS TERAPI BIOENERGI DALAM PENYEMBUHAN BELL'S PALSY

Beberapa minggu yang lalu saat saya berkunjung ke SMPN 2 Ngunut - Tulungagung dalam rangka  untuk menjalankan misi penyerahan  buku bacaan yang telah dihibahkan oleh seorang teman yang ada di Tangerang. Kebetulan beliaunya - mbak Kayla  seorang penjual buku. Penghibahan tersebut yang salah satunya dilatarbelakangi oleh ketidak sesuaian antara kiriman  dengan buku yang saya pesan. Sebagai permintaan maaf, beliau berpesan kalau buku-buku tersebut didonasikan ke taman baca atau perpus yang terdekat dengan domisili saya. Kemudian buku tersebut saya bagi menjadi dua yaitu: 8 buku untuk LABADO GPL Tulungagung dan yang 7 buku saya taruh di kelas 4 SDN 1 Kacangan guna untuk menunjang Gerakan Literasi Sekolah. Semoga buku-buku tersebut mampu mendatangkan banyak kebaikan baik bagi penulisnya, donaturnya dan juga pembacanya. Aamiin.

Saat penyerahan buku tersebut kami sempat berbinjang-binjang cukup panjang dan melebar karena yang diobrolkan sampai kemana-mana. Materi obrolan yang disasar mulai dari proyek kepenulisan buku Mengikat Jejak Covid-19, penerapan tinyurl, prospek GPLT kedepan ketika kepengurusan PGRI beralih tangan, dan yang terakhir pembicaraan nyelonong kesalah satu tokoh sinior PGRI yang didaulat menangani Gerakan Literasi yang ada di Tulungangung. Dari situ dikabarkan kalau beliaunya sedang sakit dan ijin off dalam memberikan komentar selama dua minggu. 

Karena rasa penasaran, saya pun mendesak untuk diberitahu tentang sakit yang dialami oleh beliaunya. Temen saya yang berprofesi sebagi pustakawan di SMPN 2 Ngunut tersebut menerangkan kalau beliaunya - Kung Hari menderita Bell's Palsy.  Untuk melengkapi literatur serta pemahaman saya tentang trauma ini saya pun melakukan perselancaran di dunia maya dan saya memilih SMARTER HEALTH sebagai acuan saya dalam unggahan ini serta dilengkapi dengan pengalaman saya saat melakukan lanhkah-langkah penerapian yang saya berikan.

Menurut keterangan dari blog SMARTER HEALTH dijelsakan bahwa "Bell’s Palsy merupakan kondisi medis ketika adanya kelemahan sementara atau kurangnya kemampuan bergerak pada satu sisi wajah. Biasanya, kondisi ini membaik dengan sendirinya dalam waktu 9 bulan."  Waktu 9 bulan tentunya sebuah rentang waktu yang cukup lama dan menyiksa bagi yang mengalaminya, kecuali bagi mereka yang bisa menikmati dan mensyukurinya.
Lebih jauh lagi dijelaskan bahwa "Saat seseorang terkena bell’s palsy, otot-otot di salah satu sisi wajahnya akan melemah atau mengalami kelumpuhan. Kondisi ini hanya akan mempengaruhi salah satu sisi wajah sewaktu-waktu, menyebabkan sisi tersebut menjadi kaku." Gejala ini sama persis dengan yang dialami Kung Hari dan juga tetangga saya dua tahun yang lalu. Alhamdulillah tetangga saya sudah sembuh normal dalam waktu yang lebih cepat, mungkin dikisaran satu bulan saja. Jadi tidak harus 9 bulan seperti perkiraan medis yang diacu oleh blog SMARTER HEALTH tadi.  

Lho kok bisa secepat itu? Mungkin pertanyaan semacam itu terlitas dibenak anda semau. Ya alhamdulillah bisa. Terusa penanganan bagaimana dan dengan metode apa atau dengan mengkonsumsi oabat apa? Jawabannya cukup sederhana saja, cukup dilakukan terapi bioenergi jarak jauh dan jarak dekat dan juga tdak perlu minum obat. Cukup minum air putih saja. Maka metode ini juga ingi saya terapkan untuk membantu senior saya - Kung Hari  tersebut. dan alhamdulillah dalam tempo dua minggu sudah baikan dan mendekati 100% new normal (baru waras/baru normal). 

Trauma ini seringkali menjangkiti orang yang memiliki rekam medis yang berlatar belakang DM atau  orang yang sedang dalam masa pemulihan dari infeksi suatu virus. Bahkan keluhan ini bisa dipicu oleh berbagai keluhan lainnya, mulai dari: Flu, Campak jerman, Penyakit pernapasan, Infeksi sitomegalovirus, Cacar air dan herpes zoster, Luka dingin dan herpes genital, dan Penyakit tangan, kaki, dan mulut. 

Sedangkan gejala-gejala yang mengawali terpaparnya Bell's Palsy menurut SMARTER HEALTH diantaranya sebagai berikut: Mulut kering; Kehilangan selera makan; Kelopak mata atau sudut bibir melengkung; Iritasi mata, seperti kekeringan atau produksi air mata yang berlebihan; dan Kelumpuhan total pada salah satu sisi wajah yang terjadi secara berangsur-angsur selama 2 hari.

Penerapan  metode terapi bioenergi yang saya berikan baik jarak jauh maupun jarak dekat, secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Baca basmallah dan dua kalimah Syahadat - satu kali (bagi yang muslim)
2. Niat siap untuk diterapi dan mohon kesembuhan pada Allah SWT atas penyakitnya.
3. Mata dipejamkan selama proses penerapian berlangsung - kira-kra 15 menit.
4. Bila tahap 1, 2, dan 3 sudah dilakukan maka tretmen penerapian bisa dilakukan.
5. Selesai dan syukuri perubahan yang terjadi apapun pencapaiannya.

Semoga postingan ini bermanfaat walaupun sebatas penambahan wawasan agar hidup kita tidak was-was karena kita selalu waras. Aamiin.

Kacangan, 28/07/2020