Selasa, 28 Juli 2020

EFEKTIFITAS TERAPI BIOENERGI DALAM PENYEMBUHAN BELL'S PALSY

Beberapa minggu yang lalu saat saya berkunjung ke SMPN 2 Ngunut - Tulungagung dalam rangka  untuk menjalankan misi penyerahan  buku bacaan yang telah dihibahkan oleh seorang teman yang ada di Tangerang. Kebetulan beliaunya - mbak Kayla  seorang penjual buku. Penghibahan tersebut yang salah satunya dilatarbelakangi oleh ketidak sesuaian antara kiriman  dengan buku yang saya pesan. Sebagai permintaan maaf, beliau berpesan kalau buku-buku tersebut didonasikan ke taman baca atau perpus yang terdekat dengan domisili saya. Kemudian buku tersebut saya bagi menjadi dua yaitu: 8 buku untuk LABADO GPL Tulungagung dan yang 7 buku saya taruh di kelas 4 SDN 1 Kacangan guna untuk menunjang Gerakan Literasi Sekolah. Semoga buku-buku tersebut mampu mendatangkan banyak kebaikan baik bagi penulisnya, donaturnya dan juga pembacanya. Aamiin.

Saat penyerahan buku tersebut kami sempat berbinjang-binjang cukup panjang dan melebar karena yang diobrolkan sampai kemana-mana. Materi obrolan yang disasar mulai dari proyek kepenulisan buku Mengikat Jejak Covid-19, penerapan tinyurl, prospek GPLT kedepan ketika kepengurusan PGRI beralih tangan, dan yang terakhir pembicaraan nyelonong kesalah satu tokoh sinior PGRI yang didaulat menangani Gerakan Literasi yang ada di Tulungangung. Dari situ dikabarkan kalau beliaunya sedang sakit dan ijin off dalam memberikan komentar selama dua minggu. 

Karena rasa penasaran, saya pun mendesak untuk diberitahu tentang sakit yang dialami oleh beliaunya. Temen saya yang berprofesi sebagi pustakawan di SMPN 2 Ngunut tersebut menerangkan kalau beliaunya - Kung Hari menderita Bell's Palsy.  Untuk melengkapi literatur serta pemahaman saya tentang trauma ini saya pun melakukan perselancaran di dunia maya dan saya memilih SMARTER HEALTH sebagai acuan saya dalam unggahan ini serta dilengkapi dengan pengalaman saya saat melakukan lanhkah-langkah penerapian yang saya berikan.

Menurut keterangan dari blog SMARTER HEALTH dijelsakan bahwa "Bell’s Palsy merupakan kondisi medis ketika adanya kelemahan sementara atau kurangnya kemampuan bergerak pada satu sisi wajah. Biasanya, kondisi ini membaik dengan sendirinya dalam waktu 9 bulan."  Waktu 9 bulan tentunya sebuah rentang waktu yang cukup lama dan menyiksa bagi yang mengalaminya, kecuali bagi mereka yang bisa menikmati dan mensyukurinya.
Lebih jauh lagi dijelaskan bahwa "Saat seseorang terkena bell’s palsy, otot-otot di salah satu sisi wajahnya akan melemah atau mengalami kelumpuhan. Kondisi ini hanya akan mempengaruhi salah satu sisi wajah sewaktu-waktu, menyebabkan sisi tersebut menjadi kaku." Gejala ini sama persis dengan yang dialami Kung Hari dan juga tetangga saya dua tahun yang lalu. Alhamdulillah tetangga saya sudah sembuh normal dalam waktu yang lebih cepat, mungkin dikisaran satu bulan saja. Jadi tidak harus 9 bulan seperti perkiraan medis yang diacu oleh blog SMARTER HEALTH tadi.  

Lho kok bisa secepat itu? Mungkin pertanyaan semacam itu terlitas dibenak anda semau. Ya alhamdulillah bisa. Terusa penanganan bagaimana dan dengan metode apa atau dengan mengkonsumsi oabat apa? Jawabannya cukup sederhana saja, cukup dilakukan terapi bioenergi jarak jauh dan jarak dekat dan juga tdak perlu minum obat. Cukup minum air putih saja. Maka metode ini juga ingi saya terapkan untuk membantu senior saya - Kung Hari  tersebut. dan alhamdulillah dalam tempo dua minggu sudah baikan dan mendekati 100% new normal (baru waras/baru normal). 

Trauma ini seringkali menjangkiti orang yang memiliki rekam medis yang berlatar belakang DM atau  orang yang sedang dalam masa pemulihan dari infeksi suatu virus. Bahkan keluhan ini bisa dipicu oleh berbagai keluhan lainnya, mulai dari: Flu, Campak jerman, Penyakit pernapasan, Infeksi sitomegalovirus, Cacar air dan herpes zoster, Luka dingin dan herpes genital, dan Penyakit tangan, kaki, dan mulut. 

Sedangkan gejala-gejala yang mengawali terpaparnya Bell's Palsy menurut SMARTER HEALTH diantaranya sebagai berikut: Mulut kering; Kehilangan selera makan; Kelopak mata atau sudut bibir melengkung; Iritasi mata, seperti kekeringan atau produksi air mata yang berlebihan; dan Kelumpuhan total pada salah satu sisi wajah yang terjadi secara berangsur-angsur selama 2 hari.

Penerapan  metode terapi bioenergi yang saya berikan baik jarak jauh maupun jarak dekat, secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Baca basmallah dan dua kalimah Syahadat - satu kali (bagi yang muslim)
2. Niat siap untuk diterapi dan mohon kesembuhan pada Allah SWT atas penyakitnya.
3. Mata dipejamkan selama proses penerapian berlangsung - kira-kra 15 menit.
4. Bila tahap 1, 2, dan 3 sudah dilakukan maka tretmen penerapian bisa dilakukan.
5. Selesai dan syukuri perubahan yang terjadi apapun pencapaiannya.

Semoga postingan ini bermanfaat walaupun sebatas penambahan wawasan agar hidup kita tidak was-was karena kita selalu waras. Aamiin.

Kacangan, 28/07/2020

0 komentar:

Posting Komentar