This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 18 Maret 2024

Ternyata Pintu Masih Terbuka

poto dokpri

Barusan saya melihat pesan yang masuk via wa di hp saya ternyata sudah ada seambreg (setumpuk notifikasi) yang tercatat didalamnya. Tentunya ini sebagai hal yang sangat lumprah dan sekaligus biasa-biasa saja. Mungkin bukan hanya bagi diri saya sendiri tetapi juga dengan rekan-rekan semua karena no wa saya terafiliasi dengan banyak group mulai dari group alumni sekolah, group keprofesian, group kepenulisan, group lingkungan, dan juga group-group lain yang kesemuanya memiliki urgensitas masing-masing.

Dari sekian banyak pesan yang masuk tidak keseluruhannya melainkan hanya beberapa  yang menjadi prioritas didasarkan pada tingkat atau skala kepentingannya. Tindakan yang saya tempuh ini mengingatkan saya pada sebuah buku yang saya temukan di perputakaan UMM kampus 3 ketika waktu itu saya mencari literatur untuk mendukung skripsi yang saya buat waktu itu – akhir tahun 1994. Walaupun buku tersebut sempat terselesaikan. Buku tersebut berjudul First Things First yang ditulis oleh Stephen R. Covey.

Sedangkan group yang terprioritaskan minimal ada dua yaitu wa keluarga dan wa dari group kedinasan (group sekolahan).  Group wa sekolahan mendapatkan skala prioritas karena dari sini informasi kedinasan yang sifatnya penting dan mendesak disampaikan.  Seperti halnya pagi ini, yaitu kkira-kira jam 07.43 WIB di wa group sekolah terdapat 3 pesan masuk yang diunggah oleh bapak Kepala sekolah yang memberitahukan tentang pengusulan peserta Ukom baru non sasaran dan yang kedua terkait Lini Masa Pelaksanaan uji Kompetensi tahun 2024. Setelah membaca unggahan tersebut saya mencoba membuka SIMPKB saya dengan niatan untuk mencoba daftar lagi karena berkas kelengkapan saya tidak bisa terkirim hingga batas dateline – Jumat, 15/3/2024-23.59 WIB. Dan alhamdulillah saat membuka akun id saya ternyata file sudah terkirim dan saya tinggal menunggu tahap berikutunya yaitu waktu pelaksanaannya saja. Tentu ini kabar yang sangat menggembirakan karena tahun kemarin saya sempat gagal karena terkendala jawaban soal test esainya gagal terkirim hingga batas waktu yang ditentukan dan sebagai resikonya saya harus menunggu undangan ujian pada tahun berikutnya.

Ujian Kompetensi (UKom) ini boleh dibilang sangat penting karena hasil atau pencapaiannya berguna untuk menunjang kelengkapan persyaratan untuk kenaikan jenjang jabatan dan sekaligus untuk kenaikan tingkat saya ke levet yang lebih tinggi satu strip.  Sedangkan tujuan utama dari Program Uji Kompetensi yaitu untuk melakukan pengukuran dan penilaian terhadap penguasaan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural bagi pendidik dan tenaga kependidikan. menduduki jenjang jabatan setingkat lebih tinggi.

Semoga saja kali ini – tahun ini saya bisa melewati semua tantangan ini secara baik sehingga mampu memenuhi kelayakan untuk mencapai titik tersebut. Aamiin.

Pandansari, 19 Maret 2024

 

Rabu, 06 Maret 2024

Belajar Membuat Catatan Buku

 


Poto Dokpri

Sudah beberapa harian ini saya berusaha selalu mengakrabi kembali salah buku karya Prof Ngainun Naim yang berjudul, ” Teraju Strategi Membaca Buku & Mengikat Makna.” Walaupun itu terkadang cuman berlaku beberapa menit saja, yaitu untuk mengisi waktu senggang yang ada – (padahal santai terus). Oh ya, sebenarnya buku ini pernah tuntaskannya pada kisaran bulan Desem 2020 yang lalu yaitu pada saat mendapatkan sebagai hadiah saat mengikuti webiner terkait literasi yang diselenggarakan oleh PGRI Tulungagung dan pada saat itu Prof. Ngainun Naim sebagai narasumbernya.

 Sedangkan alasan yang melatarbelakangi sedikitnya ada 3 items. Pertama, kerena buku ini merupakan kumpulan resensi buku maka didalamnya terdapat banyak contoh yang bisa digunakan sebagai acuan bagi kita untuk membuat resensi secara baik. Dengan kata lain saat membaca saya melakukan proses ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) yang meliputi cara langkah-langkahnya, cara menulis dan meramunya, dan keruntunan logika alurnya.

Alasan yang kedua, saya juga ingin membuat catatan tentang buku-buku yang saya miliki ataupun buku yang penah saya baca – buku pinjaman. Dan kalau bisa catatan/resensi tersebut juga ingin diterbitkan dan terdokumentasikan dalam bentuk buku. Walaupun pada akhirnya setelah menjadi buku yang membaca hanya diri ataupun anak saya tidak jadi masalah.

Sedangkan alasan yang ketiga atau yang terakhir yaitu saya ingin memberikan penghargaan atas karya tulis – buku yang hasilkan oleh penulisnya yaitu dengan cara turut membeli dan juga meresesninya. Sedangkan salah satu penulis tersebut adalah  Roni Dewar AlhaFiz Romlan yang berjudul “Teras Aksara Mengabadikan jejak Menjaring Makna.” Dan semoga selepas ini bisa dilanjut untuk buku-buku lainnya.