Puasa Ramadhan merupakan puasa yang
hukumnya wajib dan harus dilakukan oleh umat Islam pada bulan suci
Ramadhan. Karena hukumnya wajib maka
bila dilanggar dan tidak dilakukan tentunya si pelanggar akan mendapatkan sanksi
berupa dosa serta neraka. Sedangkan bagi yang melaksanakan akan mendapatkan
reward mulai dari pelipatgandaan pahala yang didapat, pengampunan akan
dosa-dosanya, dan bahkan mendapatkan surga.
Namun dalam unggahan ini saya bukan bermaksud untuk mengulas keutamaan bulan Ramadhan dari sisi tersebut karena salah satunya saya tidak memiliki kapasitas untuk melakukannya. Melainkan saya akan hanya ingin berbagi pengalaman imajiner yang saya lakukan dalam rangka silaturrahmi ke tiga rekan (klien yang namanya saya rahasiakan) yang letaknya boleh dibilang sangat. Ke-tiga tempat tersebut yaitu: yang pertama ke desa Pukem kecamatan Mataram Marga kabupaten Lampung Timur yang jaraknya kira-kira mencapai km dengan waktu tempuh 15. - Kamis, 23/04/2021, 21.30 WIB). Yang kedua, saya harus meluncur ke Citra Indah Bojong Jonggol Bogor dengan waktu tempuh dikisaran 10, 30 menit. Dan yang ketiga yaitu ke Kelurahan Gambut Kecamatam Gambut Banjarmasin yang berjarak 1.128,0 km yang membutuhkan waktu tempuh selama 39 jam – (Selasa, 27/04/2021, 20.50 WIB).
Ya karena travelingnya dilakukan secara imajiner maka waktu yang dibutuhkan tidak begitu lama yaitu dikisaran 15 – 25 menit. Itu pun sudah PP (Pergi Pulang). Tentu saja aktifitas ini tidak membutuhkan ongkos yang banyak karena cukup dengan beberapa rupiah saja untuk beli paketan internet. Selain itu, kunjungan model ini juga tidak terlalu menguras tenaga dan juga tidak terlalu melelahkan karena cukup pencet dan tunul-tunul tombol HP dan setelah tersambung cukup pejamkan mata. Aktifitas penerapian bisa dimulai.
Kunjungan pertama yaitu pada puasa ke sebelas tepatnya hari Kamis, 23/04/2021 pukul 21.30 WIB. Dalam kesempatan tersebut saya diminta bantuan untuk menerapi klien (anak kecil) yang mendrita sakit typus dan dalam waktu satu bulan dalam penanganan medis belum sembuh. Dan Alhamdulillah – singkat cerita esok paginya ibu si anak tersebut mengabarkan kalau buah hatinya sudah membaik dan tidak rewel lagi. Kasus serupa juga pernah terjadi pada salah satu suami rekan di Guru Pegiat Literasi Tulungagung yang mengalami penyakit yang sama dalam tempo yang hampir sama dan reaksi yang dirasakan juga hampir sama, yaitu langsung terasa enak.
Kunjungan yang kedua yaitu pada puasa ke tiga belas tepatnya hari Minggu, 25/04/2021 pukul 10. 30 WIB. Di lokasi ini saya dimintai tolong untuk menrapi seorang yang merasakan nyeri yang luar biasa dibagian tulang belakang hingga kedua kakinya merasa sakit untuk digerakkan. Rasa sakit ini muncul diperkirakan efek dari penyuntikan obat bius pada sumsum tulang belangnya saat menjalani operasi cesar dalam proses pelahiran anaknya. Padahal penyuntikkan tersebut sudah terjadi 10 tahunan yang lalu. Dan Alhamdulillah setelah diterapi katanya langsung membaik dan langsung bisa menuntaskan pekerjaannya untuk mencuci baju.
Untuk kasus ini treatmen yang saya lakukan bertujuan/berfungsi untuk membenahi beberapa poin dan sekaligus untuk pemrograman ulang pada bagian-bagian:
1. Pankreas dibenahi kenormalanya dan
produktivitas insulinnya
2. Pembersihan/penormalan kadar gula
dalam darah agar tidak terlalu kental sehingga oksigen
dalam darah meningkat. Terus skala darah diprogram pada level 160.
3. Pember fleg/kerak akibat
gula/kolesterol yang menutupi sel-sel reseptor yang akhirnya
mengganggunya dalam menyerap gula dari darah tuk dirubah jadi energi.
4. Pembersihan saraf tulang belakang
dari kotoran yang mengganggu dan menghambat aliran
energi utama dalam tubuh.
5. Pemrograman sistem saraf otak/kepala
biar normal dan enteng serta tidak gampang pusing
Semoga tulisan ini bermanfaat dan mampu memantik rasa optimism untuk hidupa sehat tanpa obat bisa terbangun pada kita semua atas idzin, ridhlo dan pertolongan Allah SWT, aamiin.
Tegalrejo-Tulungagug, 27/04/2021.

















