Sebenarnya tulisan ini merupakan catatan untuk hari yang ketiga kemarin – Kamis, 27/05/2021. Ya karena beberapa alasan yang menyebabkan catatan ini menjadi tertunda dalam proses pengekskusi-an serta finishingnya. Tapi tidak apalah. Toh apa yang akan ditulis masih lekat dalam ingatan saya. Selain itu, tulisan ini juga tidak dituntut untuk harus segera selesai saat itu juga. Hal ini bisa disiasati dengan model performa tulisannya dari bentuk tulisan yang strait news menjadi tulisan yang berbentuk feature. Tentu dengan pengubahan ini tulisan akan menjadi lebih enak dibaca dan juga tidak segera menjadi basi – out of date. (Untuk pembahasan tulisan strit news dan feature insyaallah diunggah pada tulisan berikutnya).
Dua diantara alasan yang menyebabkan kemenundaan tersebut yaitu: pertama, salah satu rekan guru yang kemarinya minta diterapi menceritakan tentang hasil konsultasinya di RS. Era Medika dengan dr. Yasin yang menyebutkan bahwa perubahan kadar gulanya sangat baik yaitu dikisaran 129. Padahal pengecekan tersebut rekan saya dalam kondisi tidak puasa. Tentu ini sebuah berita yang sangat menggembirakan bagi saya karena tindakan terapi yang diberikan memberikan dapak positif. Dan juga ini pasti sangat menyenangkan bagi rekan guru tersebut.
Dan alasan yang kedua yaitu, saat mendengarkan curhatan rekan guru tersebut saya sambil membuka FB untuk melihat unggahan status dari rekan-rekan FB. Dari sekian banyak unggahan status saya mendapati sebuah postingan yang cukup menarik perhatian. Unggahan tersebut diunggah oleh salah satu rekan penulis yang tergabung dalam blog Tokoh Terpopuler, blog Risalah Misteri, blog Suara Konsumen. Dalam unggahan statusnya menceritakan tentang keluhan/sakit yang dialami anak lakinya, yang lokasi sakitnya terletak di paha kanan dekat selangkangan dan sudah berlangsung agak lama.
Setelah membaca unggahan tersebut, kemudian saya berinisiasi untuk menawarkan bantuan untuk menerapinya dari kejauhan. Siapa tahu reaksinya cukup baik. Dan alhamdulillah tawaran tersebut diterima. Singkat cerita terapi jarak jauh antara Jakarta Selatan dan Tulungagung berlangsung. Kira-kira penerapian memakan waktu di kisaran 15 menit. Setelah terapi selesai, saat dikonfirmasi si anak mengatakan kalau rasa sakitnya sudah lumayan berkurang. Untuk penerapian berikutnya, saya menunggu hasil rontgen yang akan dilakukan hari itu biar tindakan terapi yang dilakukan lebih efektif dan bisa lekas sembuh.
Itulah dua alasan yang melatar belakangi kepenulisan USP H3 yang ingin mengupas tentang hari libur karena peringatan Waisak 2565. Sebuah hari libur yang membuat badan lelah, capek dan berkeringat karena harus memotong beberapa pohon randu yang kemudian ditanam lagi untuk persediaan pakan dua ekor kambing yang baru saja dibeli.
Selain itu saya juga ingin menarasikan tentang gerhana bulan total – Super Blood Moon yang sangat langka karena peristiwa ini sangat jarang terjadi. Menurut perkiraan informasi bmkg.go.id dijelaskan bahwa Super Blood Moon berlangsung mulai pukul 18.09 - 20.51 WIB. Dan yang menambah istimewa lagi dari Super Blood Moon ini, selain rembulan tampak kemerahan yang ukurannya terlihat lebih besar dari biasanya. Sedangkan keberlangsungan dari proses gerhana total ini mulai dari fase awal (P1) hingga fase akhir (P4) memerlukan waktu selama 5 jam 5 menit 2 detik. Sementara itu, proses gerhana totalnya dari puncak awal (U2) hingga puncak akhir (U3) terjadi selama 18 menit 44 detik.
Gerhana, entah itu gerhana Bulan ataupun gerhana Matahari dianggap sebagai peristiwa langka karena kejadian ini tidak setiap saat bisa terjadi. Melainkan membutuhkan persyaratan khusus yaitu adanya posisi kesegarisan - posisi garis lurus antara Matahari, Bumi dan Bulan (gerhana Bulan); dan Bulan, Bumi dan Matahari (gerhana Matahari). Secara teoritis garis besarnya bisa dijelaskan seperti itu. Dan penjelasan ini juga diterangkan pada mapel Tematik IPA SD kelas VI.
Bahkan materi tentang gerhana, baik matahari maupun Bulan, kedua-duanya diangkat menjadi materi USP mapel IPA yang diujikan pada hari ketiga. Gerhana Bulan dijadikan materi uji nomor 35 dalam bentuk soal pilihan ganda. Sedangkan yang gerhana Matahari ditampilkan pada soal uraian dengan nomor soal 40.
Tentu saja momen semacam ini akan tertancap kuat dalam memori otak bawah sadar murid-murid karena mereka mengalaminya secara langsung dan sekaligus mendapatkan penguatan lewat pengerjaan soal ujian IPA pada besok paginya. Dan mungkin pelibatan secara langsung model begini yang dimaksud dalam pembelajaran Contex-tual Learning, sehingga siswa/murid akan mampu merekonstruksi informasi yang diperoleh menjadi pengetahuan.
Semoga bermanfaat.
Kacangan, Sabtu, 29/05/2021














