This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 31 Januari 2024

Ketika Alam Turut Mendukung

 

Ketika Alam Turut Mendukung

foto ilustrasi diambil dari SipBuletin

Maaf ini hanya sebuah cerita terkait pengalaman yang saya alami dalam kurun waktu tiga hari yang lalu – mulai hari Sabtu sampai hari Senin. Mungkin saja coretan ini kurang menarik atau bahkan kurang berfaedah dan hanya buang waktu saja untuk sekedar membacnya. Tapi tidak apalah yang saya yakini tulisan ini akan bergerak perlahan menapaki jalurnya untuk menmukan takdirnya sendiri.

Awal cerita bermula pada sabtu soere, 29/01/2014 saya menerima telpon dari seorang bapak yang seingat saya beliau adalah pensiunan polisi yang rumahnya berada di arah selatan UIN SATU Tulungagung. Beliau mengkonfirmasi akan berkunjung ke rumah saya untuk berkonsultasi tentang suatu hal, tapi bukan terkait masalah pol ithik maupun pol luahan juta bahkan miliaran. Melainkan berkonsultasi masalah kesehatan salah satu keluarganya. Tapi sayangnya sore itu tidak bisa datang karena terkendala hujan dan akhinya berpesan untuk datang besok hari Minggu.

Besoknya hari Minggu kira-kira mendekati 12 WIB beliau beserta istri dan putrinya datang ke rumah. Untuk memulai perbincangan kami pun saling menanyakan kabar daan berharap semuanya baik-baik saja. Sesaat kemudian pasutri tersebut menceritakan keluhan yang tengah dialami oleh putrinya yaitu menderita miom dan saat ini tengah menunggu antrian untuk dilakukan MRI yang diperkiraan pada bulan Maret. Dan untuk menunggu masa antrean tersebut si ibu mengajak putrinya untuk minta bantuan terapi dengan harapan bisa segera sembuh dan tidak perlu disayat pisa operasi yang menyakitkan dan juga mahal. Langkah ini ditempuh dengan pertimbangan bahwa salah satu saudaranya yang tinggal di desa Doroampel yang mengalami kasus yang sama katanya sembuh dan tidak jadi operasi.

Kemudian saya menyela untuk menanyakan keluhannya yang pernah saya bantu terapi yaitu aoutoimun – lupus. (Merunut keterangan di blog ALODOKTER penyakit aoutoimun didefinisikan sebagai kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang akan menyerang tubuhnya sendiri. Dan lebih lanjut penyakit autoimun diklasifikasika menjadi 80 jenis, salah satunya berupa LUPUS. Untuk jenis ini memiliki ciri-ciri keluhan berupa demam, nyeri sendi dan otot, ruam kulit, sariawan, bengkak di tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak napas, pucat, dan sangat dimungkinkan sampai terjadi pendarahan).

Menurut penjelasan ibunya keluhan tersebut sudah bisa teratasi (sembuh) karena sejak mendapatkan treatmen terapi kira-kra dua tahunan yang lalu keluhan seperti yang disebutkan diatas tidak dialami lagi. Seain itu si ibuk juga menceritakan kalau putrinya juga sudah menemukan jodoh – telah menikah dengan orang Jawa Barat.

“Alhamdulillah kulo derek seneng nyogane sampun sehat ugi sampun imah-imah. Malah sampun saget dijabaraken – alhamdulillah saya turut gembira putrine sudah sehat dan juga sudan menikah. Malah sudah bisa dijabarkan” sela saya sambil tersenyum.

Menanggapi banyolan tersebut mereka bertiga sedikt bingung dengan apa yang saya maksud dijabarkan dan setelah saya jelaskan bahwa kata dijabarkan itu berhasil dipindahkan dari Jawa Timur ke Jawa Barat karena putri jenengan menkah dengan orang Jawa Barat, kalau tidak salah ingat daerahnya kalau tidak Ciamis ya Cikampek. Pokoknya masih dekat dengan rumahnya mas Roni Dewar Alfis Romlan. Saya sedikit lupa karena pikiran saya lebih terfokus pada inti permasalahanya – keluhannya saja.

Setelah menyimak penjabaranya saya tersebut mereka bertiga baru mantuk-mantuk sambil tertawa. Pokoknya mereka terlihat sangat ceria.

Sejurus kemudian topik pembicaraan saya tarik kearah yang benar karena telah mengalami keterbelokkan secara sengaja dalam pembicaan (istilah jawanya nylenting) terkait dengan keluhan Miom putrinya. “Lajeng sak meniko kersane jenengan pripun – lalu setelah ini maunya ibu/bapak bagaimana?”tanya saya. (Miom merupakan benjolan yang tumbuh di dinding rahim bagian dalam atau bagian luar, yang mana kondisi ini dapat memicu timbulnya gejala berat yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan atau sulit hamil. Sedangkan yang ditengahai sebagai penyebab timbulnya miom yaitu terjadinya lonjakan hormon estrgen dan progesteron dan juga dimungkinkan riwayat miom dari keluarnga. Kedua hormon tersebut sifatnya masih terdakwa – istlah hukumnya karena belum bisa ditemukan penyebab yang sebenarnya dari kasus ini).

“Maunya ya minta diterapi dulu sambil menunggu antrean MRI siapa tahu bisa sembuh seperti keponakannya yang di Doroampel. Jadi tidak perlu dioperasi karena menurut dokter yang menanganinya kalau miomnya tidak dihilangkan akan menyulitkan untuk punya momongan” jelas si ibuk.

“Oh ngoten kersanipun – oh begitu maunya”, balas saya.

Kalau begitu nanti saya coba bantu terapi untuk mengatasi miomnya dan sekaligus menormalkan/mengontrol hormon pemicunya. Khusus untuk miomnya nanti saya coba memanfaatkan energi petir dan kebetulan saat itu cuaca mendung dan dibarengi adanya gludug – guntur. Momen atau keadaan ini harus segera dimanfaatkan sebaik mungkin karena energi yang dihasilkan sangat besar, apalagi kalau dibarengi adanya petir. Penerapan energi ini fungsinya sama dengan kemoterapi dari sisi medis. Dengan penerapan terapi mode ini efek samping seperti yang diakibatkan oleh kemoterapi mulai dari, mual-mual, muntah, badan sakit semua, rambut rontok bisa dihindari.

Dan akhirnya semoga mbaknya cepet sembuh serta segera mendapat momongan tanpa harus melalui proses operasai, baik itu miomektomi maupun  histerektomi. (miomektomi merupakan salah satu prosedur pembedahan yang dilakukan guna untuk mengangkat mioma uteri maupun histerektomi yaitu prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat rahim bagi para wanita di usia yang sudah tidak subur).

Oh ya hampir lupa, terapi ini dilakukan tanpa harus menyentuh pasien dikarenakan saat treatmen terapi berlangsung seorang terapis cukup mengalihkan atau menyalurkan (mentransfer) energi alam ke tubuh pasien dengan niatan untuk penyembuhan. Dengan demikian terapi ini bisa dilakukan secara langsung dalam artian jarak dekat maupun jarak jauh – long distance teraphy dan hal ini juga diterapkan pada kasus ini karena pasien berada di Surabaya.