Alhamdulillah, siang ini saya telah merampungkan penulisan sebuah kata
pengatar untuk buku Resolusi Literasi Tahun 2020. Sebuah buku antologi
dari teman-teman guru di wilayah Kabupaten tulungagung yang tergabung dalam
komunitas Guru Pegiat Literasi Tulungagung atau yang lebih familiar
dengan sebutan GPLT. Sesuai dengan judulnya, buku ini banyak membahas
tentang program kerja yang lebih menyerupai sebuah impian yang ingin diwujudkan
dalam rentang waktu satu tahun kedepan. Lebih tepatnya tahun 2020. Dan impian yang
disasar adalah kegiatan literasi khususnya dalam hal kepenulisan.
Kata pengantar buku Resolusi
Literasi Tahun 2020 ini saya beri judul Menyusun Resolusi Literasi,
Membangun Konsistensi Wujudkan Mimpi. Kata pengantar merupakan karya tulis
kedua saya untuk genre ini. Sebelum ini saya telah membuat sebuah kata
pengantar untuk buku antologi saya bersama 15 murid SDN 1 Kacangan. Buku
tersebut berjudul Ternyata Kami Bisa.
Dari penulisan dua kata
pengantar tersebut saya menempati posisi yang agak berbeda yaitu: untuk buku
pertama selain sebagai kontributor/penulis naskah saya memainkan peran sebagai
editor. Sedangkan untuk buku yang kedua, selain sebagi contributor saya
berposisi sebagai penyunting naskah. Sebenarnya esensi dari kedua posisi ini hampir
sama yaitu membenahi atau mengedit sebuah naskah agar sebuah tulis enak dibaca
sehingga layak untuk dipublikasikan baik dalam bentuk cetak ataupun dalam
posisi digital. Untuk buku Ternyata Kami Bisa, saya memiliki kewenangan penuh
untuk melekukan editing - memodivikasi naskah murid-murid saya agar tulisanya
menjadi baik dan alur ceritanya menjadi runtun. Sehingga koherensi –
ketersambungan dan keholistikan – keutuhan cerita bisa terbentuk secara apik.
Sedangkan untuk pengantar buku Resolusi Literasi Tahun 2020 penulisan
kata pengantar dalam posisi sebagai penyunting. Dalam posisi ini, cara
kerjanya juga hampir sama dalam proses penditan naskah. Tapi sedikit lebih
ringan dan memiliki keterbatasan dalam melakukan pengolahan kalimatnya. Hal ini
dikarenakan si penulis mengingkan orinilas karyanya. Walaupu kailmatnya sedikit
belepotan tapi ada prestice atau kebangaan tersendiri yang dirasa, katanya
begitu.
Entah apapun nama dan
posisi kepenulisan yang saya tempati saat menulis kata pengantar baik sebagi
editor maupun penyunting naskah itu bukanlah sesuatu yang mendasar untuk
dipermasalahkan melainkan lebih penting lagi untuk konsisten dalam berkarya. Karena
menurut saya pribadi, kedua kata pengantar tersebut memiliki fungsi yang
relatih sama yaitu untuk menghantarkan pembaca poda topik yang dibahas dalam
buku yang akan dinikmatinya. Dengan kata lain, lewat kata pengantar tersebut
saya bertugas untuk membangun, membentuk dan sekaligus menggiring opini pembaca
terhadap buku yang diberikan hantaran teresebut.
Kacangan, 14 Maret 2020








0 komentar:
Posting Komentar