Awalnya
saya tidak tahu tanaman rumputan yang terdapat di antara bunga-bunga yang
terjajar di taman depan kelas tempat saya mengajar yaitu SDN 1 Pandari
Kecamatan Ngunut. Awalnya saya menganggap itu hanyalah rumput liar selayaknya
rerumputan gulma yang perlu untuk dicabut biar tidak mengganggu tanam utama. Untungnya
saat itu (dua tahunan yang lalu) saya
sempat menanyakan kepada rekan guru lain yang lebih lama bertugas di situ guna
untuk mengusir rasa penasaran yang terus menggelayuti pikiran.
Alangkah
terkejutnya saat saya mendapatkan jawaban dari beberapa rekan guru tersebut,
beliau-beliau secara serempak dan dengan penjelasan yang senada mengatakan
kalau tumbuhan – rumputan tersebut bernama Kitolod yang konon memiliki daya
guna untuk kesehatan mata. Hal ini diperjelas dengan realita yang telah
diterapkan oleh bapak Kepala Sekolah yang sebelumnya yang terbukti
penglihatannya masi sangat baik – masih dapat membaca tanpa mengenakan kaca
mata walau beliaunya sudah purna tugas 5 tahun yang lalu.
Selanjutnya
saya pun berusaha melengkapi informasi terkait dengan bunga Kitolod dengan
mencoba berburu informasi yang terdapat di internet. Kemudian dari
perselancaran tersebut saya memilih salah satu artikel yang berjudul “Sayang
Dilewwtkan, Ini 7 Manfaat Bunga Kitolod bagi Kesehatan” terdapat di halodoc.com
dan telah ditinjau oleh dr. Rizal Fadli pada tanggal 08 Desember 2022 yang lalu
(https://www.halodoc.com/artikel/sayang-dilewatkan-ini-7-manfaat-bunga-kitolod-bagi-kesehatan?srsltid=AfmBOoq4FGXg3LArV5szZdFs0pOtZ8THxWhZ4BDYWB8Bjs9dPPVnapS1).
Dan dari artikel tersebut disebut terdapat 7 manfaat yang dapat diperoleh dari
bunga Kitolod baik bagi kesehatan tubuh kita.
Secara
singkat ketujuh manfaat bunga Kitolod tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan pengobatan kanker
2. Mengobati penyakit katarak
3. Mengobati asma
4. Berperan sebagai antibiotik alami
5. Membantu mengobati iritasi pada mata
6. Membantu penyembuhan sakit gigi
7. Mengatasi radang atau sakit tenggorokan
Setelah saya berhasil mengumpulkan informasi yang cukup baik dari cerita getok tular dan didukung informasi ilmiah maka tindakan berikutnya saya lakukan yaitu praktek penerapian mata dengan menggunakan bunga kitolod. Penerapian dilakukan cukup dengan meneteskan air rendaman bunga kitolod ke mata yang kita ingingkan atau bisa juga kedua-duanya. Namun saya menyarankan penetesan sebaiknya dilakukan satu persatu saja tidak boleh diberikan secara bersamaa pada kedua mata. Hal ini perlu diperhatikan karena sensasi rasa sakit dan juga rasa panas sangat terasa khusus untuk tetes yang pertama. Sensasi berupa rasa sakit ataupun panas muncul karena reaksi saraf mata terhadap air rendaman bunga kitolod tapi tidak perlu kawatir karena sensasinya hanya berlangsung sebentar saja dan setelah itu rasanya kembali normal.
Sementara itu sensasi semacam itu
tidak akan terasa untuk penetesan kedua maupun tetesan ketiganya – paling tidak
inilah sensasi yang saya rasakan saat mencobanya. Sedangkan sensasi positif
berupa perubahan yang terjadi pasca pemberlakuan treatmen tersebut yaitu mata
terasa saya lebih nyaman, lebih enteng dan penglihatan juga lebih terang.
Sementara itu aturan yang pasti
terkait penggunaan bunga kitolod belum saya temukan namun hanya berdasarkan
filing atau keyakinan saja, diantaranya yaitu:
1. Penggunaan bunga kitolod dalam jumlah hitungan ganjil, bisa 3 atau 5 saja karena bila
jumlahnya semakin banyak maka reaksi yang ditimbulkan semakin keras.
2. Bunga kitolod diremdam minimal 1 menit sebelum air rendaman digunakan.
3. Saat reaksi sedang berlangug setelah penetesan air rendaman kitolod mata tidak boleh
dikucek – digosok karena dimungkinkan terjadinya kerusakan saraf mata.
Semoga
secuil pengalaman ini bermanfaat dan bisa membersama dalam kondisi yang sehat
dan penuh keberkahan, aamiin.













