Pergantian
tahun merupakan sebuah momen yang cukup menarik untuk dijadikan bahan
perbincangan. Paling tidak ada ada dua hal yang lebih bermakna yang dapat
dilakukan untuk mengisi moment
pergantian tahun, agar pencapaian pada tahun berikutnya mengalami peningkatan. Tindakan pertama adalah melakukan tindakan refleksi
yaitu suatu tindakan atau aktifitas kontemplatif yang bertujuan untuk merenungkan dan
mengevaluasi permasalah yang ada guna untuk menemukan solusi terbaik yang bisa
ditempuh.
Dan bila fase
ini telah dilakukan, maka tindakan refleksi akan menghasilkan beberapa
keputusan yang dapat dijadikan dasar perbaikan serta pemilihan metode yang
lebih pas untuk diterapkan pada tahun berikutnya. Hal ini selaras dengan
pernyataan Ngainun Naim dalam buku Resolusi Menulis Menyusun Rencana Mewujud- kan
Karya (2017: iii) yang menyebutkan bahwa “Evaluasi merupakan cara terbaik untuk
menilai apa yang telah kita lakukan. Capaian-capaian positif dipertahankan dan
yang belum dicapai diharapkan bisa tercapai …”
Sedangkan
tindakan yang kedua adalah penyusunan resolusi yang menjadi target dalam jangka
waktu satu tahun yang akan dijalani. Pada momentum ini, seluruh keputusan yang
direkpmendasikan dari tahap refleksi sangatlah penting untuk dilibatkan dengan
harapan kekeliruan dan kegagalan bisa dihindarkan.
Hal ini juga
berlaku dalam penyusunan resolusi literasi. Resolusi Literasi juga harus
didasarkan pada hasil refleksi tahun sebelum dan juga penentuan tujuan pada
tahun yang akan dijalaninya. Resolusi lietrasi/menulis sangat berguna untuk
merawat semangat seseorang dalam menulis/berliterasi karena resolusi bisa
menjadi pengingat tentang target-target menulis selama setahun kedepan –
Ngainun Naim (2017: v).
Tapi sayangnya
tidak semua orang mampu mewujud- kan apa yang telah disusun dalam resulusinya.
Bahkan menurut penelitian ditengarai 92% orang yang menulis resolusi gagal
mencapai resolusinya. Kegagalan tersebut salah satunya dikarenakan orang
tersebut tidak memahami dirinya. Sehingga resolusi yang dibuat asal-asalan tanpa
mengenal karakter dan potensi dirinya secara baik. Semua
hal yang Anda cita-citakan bisa terwujud dengan terlebih dahulu memahami diri
anda. Dengan mengenali diri Anda, Anda akan tahu karakter, kelebih an dan
kekurangan sehingga lebih mudah untuk mensiasati bagaimana cara untuk
meningkatkan karir, hubungan, relasi dengan sesama, kesehatan, dll. Grafologi Indonesia info@grafologiindonesia.com lewat md.authmail01.com (21 Des 2019 12.07).
Menurut Ngainun Naim (2017: iv) Agar sebuah resolusi
bisa direalisasikan secara apik maka target-target ini disusun dengan
mempertimbangkan berbagai aspek yang secara detailnya diuraikan oleh Agustine
Dwiputri dalam buku Menipu Setan Kita waras di Zaman Edan karya Naginun Naim
(2015:114) disebutkan 7 kriteria agar resolusi bisa diwujudkan. Kriteria
tersebut adalah sebagai berikut: pertama, kita punya visi yang jelas mengenai
apa yang ingin kita capai. Kedua, kita harus tahu persis mengapa kita ingin
mencapainya. Ketiga, kita mengonsen-trasikan upaya-upaya kita pada hasil akhir.
Keempat, men-jaga diri dari gangguan dan pengalihan perhatian. Kelima,
melakukan satu hal dalam satu waktu dan menbyelesaikan dulu hal yang sudah
dimulai itu. Keenam, kembali ke tujuan semula jika kita sudah agak menyimpang.
Ketujuh, bertahan terus sampai kita mendapat hasilnya.
Semoga dengan dirampungkanya penyusunan buku Resolusi Literasi Tahun
2020 oleh teman-teman yang tergabung dalam GPLT ini bisa memacu tingkat produktifi-tas kepenulisannya.
Sedangkan bagi rekan lain yang belum sempat menulis ataupun yang tengah mulai
menyenangi kegiatan menulis diharapkan dapat segera tertulari virus gila
menulis ini secara brutal dengan loyalitas yang tinggi. Aamiin.
Tulungagung, 18 Pebruari
2020
Samsudin










