Selasa, 27 Februari 2024

Pantomin: Pertunjukan Seni dalam Kebisuan

 

foto dokrpri

Cerita Pengantar 

Pada hari Kamis, 22/02/2024 yang lalu di korwil UPA SP Kecamatan Ngunut diselenggarakan kegiatan FLS2N - pentas seni pantomin. FLS2N merupakan singkatan dari Festival & Lomba Seni Siswa Nasional. Sedangkan tujuan dari kegiatan FLS2N yaitu untuk mendeteksi, menemukan, mengangkat dan mengeksplor bakat serta potensi seni yang terdapat pada parapeserta didiknya. Dalam hal ini siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar di wilayah Korwil UPA SP Kecamatan Ngunut. Pada fase ini, akan ditentukan juaranya untuk diberikan pendampingan, pembinaan dan sekaligus pemberdayaan guna untuk mewakili di FLS2N di tingkat Kabupaten.

Peran saya dalam kegiatan ini adalah sebagai penanggungjawab dalam mempersiapkan dan sekaligus pendamping saat pelaksaan lomba bersama pak Angga Restu Andika selaku guru PJOK. Di sini posisi saya lebih cenderung sebagai konsultan yang bertugas untuk dimintai pertimbangan dan juga masukan terkait tema yang diangkat maupun gerakan yang mempresesntasikan tema yang akan diulas. Sedangkan yang berperan sebagai fihak eksutornya adalah pak Angga Restu Andika.

 Pantomin dalam Definisi

Mungkin masih ada yang penasaran atau bahkan belum tahu apa sih pantomin itu? Nah untuk menjawab pertanyaan ini saya mengutip sebuah pendefinisian kata pantomin dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut KBBI,  pantomim didefinisikan sebagi pertunjukan drama tanpa kata-kata yang dimainkan dengan gerak dan ekspresi wajah (biasanya diiringi musik). Dengan pendefinisian semacam itu, pantomoin bisa diartikan sebagai pentas atau pertunjukan seni dalam kebisuan. Walaupun begitu pantomin tidak bisa dipersepsikan sebagai seni bisu karena dalam keheningan – tanpa verbalitas yang terlontar secara lisan namun gerak=gerik, tingka-polah, dan ekspresi mimik wajah sang aktor mampu menyurawakan (menyampaikan) pesan kepada pemirsa selakuk penikmat seni pantomin.

            Sedangkan pengklasifikasian seni pantomin berdasarkan aktor – pelakunya bisa dipilah menjadi tiga bagian, yaitu: Pantomim tunggal, Pantomim berpasangan, dan Pantomim kelompok. Dan dalam kasus FLS2N kemarin yang dilombakan adalah kategori pentomin berpasangan karena aktor pemeraganya dua orang.

Tema dan Alur Cerita.

Terus terang untuk tema daan gerakannya mengadopsi dari pantomin SDN TOTAL PERSADA Kecamatan Periuk – Kota Tangerang yang memperoleh juara 1 pada tahun 2022 yang lalu. Seingat saya tema yang diangakat adalah macam-macam olah raga namun akhirnya kami – saya dan pak Angga sepakat untuk melakukan pemanggkasan karena adanya batasan waktu tampilan yang diberikan oleh pihak panitia. Maka penghilangan beberapa macam gerakan terkait beberapa cabang olah raga dilewatkan. Dengan mempertimbangkanhal tersebut maka tema pun harus dilakukan penyesuaian, yang semula mengusung tema Macam-Macam Olah Raga diubah menjadi Pentingnya Menjaga Kesehatan.

Karena adanya pemangkasan yang terimbas dari adanya pembatasan waktu maka alur cerita juga mengalami penyesuaian. Walaupun begitu benang merah dari keduanya masih tetap terjaga secara apik, yang alur dan ceritanya sebagai berikut:

Pertama-tama dua pelaku masuk dan nelakukan salam pebuka sebagai awalan. Tentu saja salam pembukanya juga lewat gerakan bukan suara. Kemudian dilanjut dengan adengan tidur dan kedua pelaku saling tarik-menarik berebut bantal – seting waktu malam hari.

Keesokan paginya, sebut saja Jono bangun lebih awal dan segera menuju kamar mandi untuk mandi. Di tengah keasikkannya mandi tiba-tiba saja lampu kamar madinya mati. Kepanikan pun panik terjadi dan sesaat berikutnya Jono membuka pintu kamar mandi dan melongokkan kepalanya keluar untuk menemukan pelaku yang usil mengerjainya. Namun sangat disayangkan Jono tidak menemukan seorang pun di sana yang dapat dijadikan kambing hitam sebagai terdakwanya. Sambil menyimpan rasa dongkol dihati Jono kemabli lagi menutup pintu kamar mandi dan melanjutkan mandinya. Jono pun merasa senang karena tiba-tiba lampunya sudahmenyala lagi.

Di sisi lain, Janu yang merasa terganggu mendengar gemerincing guyuan air dari kamar madi yang ditimbulkan oleh jono. Janu pun bangun dengan rasa dongkol memenuhi ruang hatinya. Sedetik kemudian ide usil muncul dibenak Janu yaitu untuk mengusili Jono yang sedang mandi. Janu dengan langkah berjinjit menuju skakel lampu dan mematikan secara pelan. Janu mengulang usilnya hingga beberapa kali hingga mebuat Jono kesal. Setelah merasa puas Janu pergi ke kamar mandi untuk mandi.

Selesai mandi madi Janu mengajak Jono untuk melakukan senam untuk mengeluarkan keringat. Di tengah-tengah kegiatan senam, tiba-tiba saja Jono wahing-wahing (bersin) dengan sedikit ingus diatas bibirnya. Nampaknya Jono mengalami flu. Sebagai teman setian dan sekaligus sahabat karib, Janu mengajak Jono membuka laptop untuk mencari informasi terkait obat-obatan herbal guna mengatasi penyakit flu. Setelah infomasi diperoleh, mereka berdua pergi ke kebun untuk mencari ramuan. Bahan ramuan pun telah di dapat, mereka pun segera pulang dan merebusnya untuk segera diminum.

Singkat cerita penyakit flu yang diderita Jono telah sembuh. Karena sudah sembuh, Jono dan Janu berolah raga – tenis lantai dengan riang gembira. Karena keasikan bermain lemparan bola menjad tidak terkendali hingga akhirnya sebuah petaka terjadi. Bola yang terlempar melesak kencang ke kaca jendela rumah tetanggga. Kepanikan pun terjadi. Jono dan Janu pun lari meninggalkan TKP dengan terbirit-birit.

Salam penutup dilakukan dan pentas dari tim SDN 1 Pandasari dapat dirampungkan secara baik.

 

foto dokpri

Problem & Solving

Problem, permasalahan ataupun kendala yang sifatnya dalam kegiatan apapun itu pasti selalu ada. Begitu pula dengan per-pantimin-an ini. Paling tidak ada 3 permasalahan yang harus diatasi mulai tidak adanya guru seni (guru yang bisa berpantomin), waktu yang sangat mepet, dan keterbatasan murid – sehingg sulit untuk mencari pilihan.

Solving sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut terpaksa kami – saya dan pak Angga lakukan yaitu melakukan brosing berselancar di internet guna untuk mencari referensi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mempersiapkannya. Sedangkan terkait masalah waktu hanya bisa disisasati dengan melakukan pengefisienan waktu beratih yaitu diselala waktu istirahat.

Permasalahan yang lebih pelik ternyata terletap pada sang aktor – pelaku pantomin. Salah satu aktornya sejak awal merasa bahwa pantomin bukan passion-nya. Dia merasa tidak nyaman bahkan cenderung sedikit tertekan untuk mengembang tugas ini. Sedangkan yang satunya lagi lebih adaptif walaupun tidak memiliki keyakinan untuk misi tersebut.

Kondisi kritis terjadi. Ketika kami berserta tim baru tiba di lokasi pembukaan acara pun di mulai. Pada awalnya kamimasih sedikit santai karena tim kami mendapat nomor urut pentas nomor 9. Kami merasa santai karena masih ada banyak waktu untuk sedikit rileksasi untuk mempersiapkan mental dua murid kami untuk berakting. Tapi sial. Peserta nomor 1 samapai 8 belum hadir atau mungkin juga malah tidak mengirimkan teamnya. Karena perubahan yang sangat mendadak tersebut salah satu anggota team kami menjadi sangat nervers dan sempat bilang untuk tidak mau tampil. Untungnya situasi ini bisa segera teratasi yang dengan melakukan sedikit persuasi – rayuan dan ditambah motivasi anaknya akhirnya mau pentas. Oh ya selain memberikan langkah persuasif dan motivasi, saya juga memberikan treatmen pijatan refleksi pada titik meridian jantung ayang terdapat di kedua hasta tangan kanan dan kirinya. Pemberian pijat refleksi ini bertujuan untuk menstabilkan detan jantung dan juga mengilangkan rasa groginya.

Selamat untuk mereka berdua dan nyakinlah siapa yang bersugguh-sungguh pasti akan berhasil. Sopo sing tlaten mesti bakale panen. Dan nyakinlah setian ada kemauan pasti ada jalan dan kalaupun seandaninya jalan itu tidak dengan kemauan yang kuat kita bisa membuat untuk kesuksesan kita sendiri.

 

Pandansari, 28/02/2024

 

 

 

 

 

 

1 komentar:

  1. Semoga mendapatkan hasil yang terbaik Pak. Ya, setiap event selalu ada problem dan senantiasa mencari solvingnya. Keren Pak

    BalasHapus