Jumat, 06 November 2020

JANGAN TERLALU SERING MEMERAS SANTAN

 


Pada hari rabu, 04/11/2020 kemarin saya sempat nimbrung gabung bareng dalam acara Bedah Buku yang dilaksanakan di IAIN Tulungagung via zoom meeting. Sedangkan buku yang dibedah berjudul Menggali Spiritualitas Ramadhan Syarah Renungan Rektor IAIN Tulungagung. Acara tersebut dimoderatori oleh Dr. Ngainun Naim, M.H.I. – Ketua LP2M IAIN Tulungagung dan didampingi oleh Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag. sebagai Hostnya - Kapuslit LP2M IAIN Tulungagung.

Acara bedah buku ini menghadirkan dua narasumber yang sangat kualified baik dari sisi akademis maupupun dari sisi keshalehan religiusitasnya. Kedua narasumber tersebut adalah: Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag – Rektor IAIN Tulungagung dan Dr. Abad Badruzaman, Lc., M.Ag – Wakil Rektor III IAIN Tulungagung, yang kebetulan kedua-duanya merupakan  penulis dari buku yang akan dibedah dalam kesempatan tersebut. Karena sebagai penulisnya, tentu saja beliaunya bukan saja memahami seluk beluk terkait tema yang diangkat tetapi juga tahu betul spirit atau ruh yang menjiwai serta melatarbelakangi terlahirnya buku tersebut.

Sedangkan dua pembahas yang diundang  untuk mengupas buku tersebut adalah Prof. Ahmad Ali Nurdin, M.A., Ph.D. – Dekan FISIP UIN Sunan Gunung Djati dan satunya lagi yaitu K.H. Ullil Abshar Abdalla, M.Ag. – Dekan Pascasarjana UNUSIA Jakarta. Dua pembahas yang sangat matang dalam ranah pemikiran Islam. Hal ini bisa dipahami karena kedua-duanya merupakan seorang akademisi yang dinamika pemikirannya cukup berani dan inspiratif (liberal). Diterminasi pemikiran liberal ini secara jelas terpresentasikan pada sosok K.H. Ulil Abshar Abdalla, M.Ag. yang mana beliau sangat lekat dengan pemikiran modernis yang diusung oleh Fazlur Rahman – pemikir modernis Islam Pakistan dan juga Dr. Nurcholis Madjid – pemikir modernis Islam Indonesia.

Dan dari pembahasan yang disampaikan oleh K.H. Ullil Abshar Abdalla, M.Ag terhadap buku Menggali Spiritualitas Ramadhan Syarah Renungan Rektor IAIN Tulungagung saya menemukan dua ulasan yang cukup menarik dan layak untuk dikupas dalam tulisan ini. Yang pertama, saya merasakan kondisi ekstase yang dialami K.H. Ullil Abshar Abdalla, M.Ag dalam mendeskripsikan spirit yang terkandung dalam buku yang dibedah. Dalam memberikan penjelasan beliaunya tampak sedikit kebingungan untuk menjelaskan secara verbal. Kondisi ini terjadi karena beliaunya telah terserap dalam kondisi ekstase dengan pengalaman spiritualnya. Ekstase merupakan keadaan di luar kesadaran diri (seperti keadaan orang yang sedang khusyuk bersemadi), KBBI Online. Bahkan untuk membantu penjelasannya, beliau sempat merujuk pada kepadatan muatan kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah yang kepadatan muatannya membutuhkan beberapa buku penjelas (penafsir). Situasi seperti itulah kondisi yang dihadai beliau saat mengomentari buku Menggali Spiritualitas Ramadhan Syarah Renungan Rektor IAIN Tulungagung.

Dan keganjilan yang sedikit nyleneh kedua berupa saran yang ditujukan pada Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag – Rektor IAIN Tulungagung dan Dr. Abad Badruzaman, Lc., M.Ag – Wakil Rektor III IAIN Tulungagung supaya tidak terlalu sering menulis buku semacam itu. Karena bila terlalu sering akan menyebabkan kepadatan materi tulisannya menjadi ambyar. Dan untuk memperjelas saran tersebut, K.H. Ullil Abshar Abdalla, M.Ag. mengibaratkan seseorang yang sedang memeras santan yaitu bila kelapa parutan terlalu sering diperas maka akan menyebabkan penurunan kualitas tingkat kekentalan santan yang dihasilkan. Sedangkan waktu yang ideal untuk menjaga kekentalan santan pemikiran, K.H. Ullil Abshar Abdalla, M.Ag. menyarankan waktu yang cukup ideal paling cepat anatar 2 sampai 3 tahun. Menurut pemahamannya, dalam rentang waktu tersebut dianggap waktu yang cukup bagi Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag – Rektor IAIN Tulungagung dan Dr. Abad Badruzaman, Lc., M.Ag – Wakil Rektor III IAIN Tulungagung untuk melakukan pengendapan santan pemikirannya menjadi matang dan bisa terkristalisasikan menjadi mutiara ilmu yang pemahamannya membutuhkan banyak keberanian untuk menafsirkannya.

0 komentar:

Posting Komentar