This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 September 2019

PANCASILA TETAP SAKTI


Pada pagi ini selasa 01/10/2019 saya ketiban sampur (kebagian tugas) untuk menjadi Pembina upacara bendera lagi. Upacara kali ini dalam rangka untuk memperingati hari kesaktian Pancasila. Untuk upacara kal ini memang terdapat sedikit pembedanya bila dibandingkan dengan upacara yang rutin dilaksanakan tiap hari senin pagi.

Bedanya untuk upacara pagi ini adalah terdapat  pada tugas Pembina upacara.  Biasanya Pembina upacara bertugas untuk membacakan teks Pancasila dan juga memberikan sambutan terkait pelaksanaan upacara, penyampaian pengumuman serta penyampaian pesan-pesan kepada seluruh peserta upacara. Sedangkan untuk upacara kali ini, Pembina upaca bertugas untuk membacakan teks Pancasila dan juga IKRAR   yang teksnya sudah dikirim dari pusat/Jakarta. Dan yang lebih sepesial lagi, saat pembacaan IKRAR sudah selesai salah satu rekan guru senior yang ada di sekolah memberi isyarat pada saya untuk menambah dengan sedikit pesan terkait dengan pelaksanaa peringatan hari kesaktian Pancasila.

Secara sepontan dan  reflektif  intuisi saya membujuk diri saya untuk menyampaikan tiga kejadian yang terjadi pada bulang September hingga bulan Oktober. Tiga peristiwa tersebut adalah: G 30 S PKI; hari Kesaktian Pancasila; dan Hari ABRI.

Dalam kesmpatan tersebut saya terangkan bahwa ke tiga titik kejadian tersebut memiliki keterikatan yang sangat kuat terutama dalam ranah psiko-history (kejiwaan sejarah) bangsa Indonesia tercinta ini. yang mana satu sama lainnya tidak bisa dipilah apalagi di distorsikan (dibenturkan) satu dengan yang lainnya.

Kemudian dari situ saya kembangkan penjelasan saya mulai dari items yang pertama yaitu peristiwa S 30 S PKI yang pada tulisan kemarin telah sedikit diulas dengan judul  “Mempertanyakan Urgensitas Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa”. Dan sabagai kelanjutan dari yang kemarin saya pun sedikit memberikan sedikit penjelasan dengan konteks keterkaitannya dengan hari kesaktian Pancasila. Untuk itu saya jelaskan secara singkat tengtang pengkhianatan gerombolan PKI yang secara terang-terangan tidak mau menerima Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Disamping itu, juga saya paparkan bahwa mereka yang tergabung dalam gerakan  30 September  dan terwadahi dalam partai komunis/PKI secara jelas melakukan  pengingkaran terhadap adanya Sang Pencipta  serta penihilan nilai-nilai sosiokultural humanis yang tumbuh mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Setelah itu, penjelasan tersebut saya lanjutkan kearah yang  berkaitan dengan peringatan hari kesaktian Pancasila yang dilaksanakan hari ini. Dari sini saya sebutkan bahwa idiologi Pancasila telah berhasil membuktikan kesaktian walaupun negeri ini terpaksa harus kehilangan putra-putra terbaiknya. Dengan semangat dan jiwa Pancasila, bangsa Indonesia mampu mempertahankan eksistensinya dalam peradaban dan percaturan dunia internasional. Dan dengan jiwa yang sakti Pancasila mampu membuktikan kedigdayaan serta kesaktiannya, terutama untuk memperkukuh persatuan kesatuan bangsa.

Dan yang ketiga, yaitu hari ABRI yang akan kita peringati pada tanggal 5 Oktober  - hari Sabtu mendatang. Tentu saja lahirnya hari ABRI memiliki keterkaitan yang sangat lekat dengan  dua perista sebelumnya karena ABRI sebagai salah satu unsur utama dalam system penjagaan ketahanan serta keutuhan bangsa – Negara Indonesia. Signifikansi dan urgensi peran ABRI dibuktikan secara nyata baik saat perjuang mempertahankan kemerdekaan maupun dalam pembongkaran dan penumpasan pemeberontakan yang dilakukan oleh orang-orang yang tergabung dalam partai komunis/PKI. Baik yang dilakukan pada tahun 1948 maupun pada tahun 1965 – yang lebih terkenal dengan sebutan G 30 S PKI.

Mungkin inilah pesan-pesan tambahan yang dapat saya tambahkan selaku Pembina upacara dalam memperingati hari kesaktian Pacasila hari ini. semoga sedikit penjelasan tadi bisa menggugah jiwa dan semangat nasionalisme pada diri anak didik SDN 1 Kacangan – khususnya dan umumnya bagi seluruh generasi bangsa ini.  Sehingga dengan kuatnya cengkeraman cakar garuda didada dalam menghunjamkan nilai-nilai Pancasila sakti kedalam sanubari seluruh anak bangsa bisa terlaksana dengan sempurna.

Jaya bangasaku, terbang tinggi negeriku dengan jiwa suci nan sakti Pancasila saktiku.
Kacangan, 01/10/19.

Minggu, 29 September 2019

MEMPERTANYAKAN URGENSITAS PELAJARAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA


Pagi tadi saat upacara hari senin pagi, masih tetap seperti biasanya. Sperti hari Senin sebelumya. Saya menggantikan posisi Kepala Sekolah sebagai Pembina upacara dan sekaligus bertanggung jawab untuk menyampaikan pesan atau amanat kepada peserta upacara. Terutama pengarahan yang ditujukan kepada murid-murid. Dan salah satu pesan inti yang saya sampai dalam kesempatan kali adalah ini terkait dengan peristiwa tragisme tragedy nasional yang terjadi pada tahun 1965. Peristiwa kelam yang menimpa bangsa-negara Indonesia 54 tahun yang lalu.

Untuk memulai sambutan dalam pemberian amanat tersebut saya awalai dengan pengajuan dua buah pertanyaan sekaligus kepada murid-murid peserta upaca. Pertanyaan tersebut adalah “ Peristiwa apa yang kamu tahu pada tanggal 30 September? dan Mengapa pengibaran benderanya setelah sampai puncak diturunkan lagi hingga setengah tiang?”. Ternyata mereka semua hanya bengong, toleh kanan kiri. Mereka semua tidak tahu apa-apa tentang jejak sejarah perjuangan bangsa ini. Mereka tidak mengenal tokoh sejarah yang merupakan putra bangsa yang telah gugur membela ibu pertiwi.  Kalau nama saja tidak mengenal bagai mana mereka bisa menghargai, mewarisi semangat juangannya dan menginternalisasi jiwa nasionalisme dalam diri mereka.

Dari realita kebangsaan yang kita jumpai semacam ini, tentunya sangat memprihatinkan. Jiwa dan semangat nasionalisme telah mengalami pengeroposan dari berbagai sisi dalah kehidupan berkebangsaan. Perspektif pemikiran generasi muda menjadi semakin prakmatis, egois dan sangat kering dari nilai nilai-nilai luhur ke Indonesiaan yang sangat toleran, rukun, santun, dan kaya akan nliai humanism.
Menurut pemandangan penulis, terjadi nihilisme nilai patriotis nasionalis yang memicu menipisnya rasa bangga dan cinta tanah air salah satunya disebabkan oleh pencereabutan anak-anak didik kita dari pembelajaran sejarah. Padahal kita tahu bahwa pelajaran sejarah merupakan salah satu factor yang sangat mendasar bagi keberlangsung serta eksistensi suatu bangsa agar tetap bisa bertahan.

Sebenarnya, sudah sejak jauh-jauh hari kenyataan ini suadh dipeningatkan oleh founding father negeri ini, yaitu oleh presiden pertama kita Ir. Soekarno lewat selogan “JASMERAH”nya. Jasmerah, jangan melupakan sejarah. Bahkan didalam Al Qur’an pun juga terdapat banyak pesan-pesan yang bernuansa sejarah dari kaum/bangsa sebelumnya.

Dengan menengok deskripsi diatas, sudah selayaknya dan sepatutnya pembelajaran sejarah dan perjuangan bangsa untuk dihadirkan serta diajarkan kembali kepada seluruh putra-putri negeri ini agar mereka tidak tercerabut jiwanya dari roh peradaban kebangsaan yang telah lama terbingkai dalam dekapan bumi pertiwi ini. Dari perspektif ini, kita sepantasnya untuk berguru pada Negara Jepang, yang mana dalah praktek kehidupannya masyarakat jepang sangat kuat dalam menjunjug tinggi nilai kultural historis yang telah diwriskan oleh para pendahulunya.

Semoga saja, tulisan singkat dan kurang mendalam ini mampu menggugah pemikiran fihak –fihak yang terkait dalam pembuat kebijakan terhadap arah masa depan bangsa tercinta. Yang jelas pembelajaran sejarah memeainkan peren yang sangat essensi bagi eksistensi bangsa Indonesia kedepannya. Semoga dan semoga. Aamiin.


Jumat, 27 September 2019

ALHAMDULILLAH, MEREKA SUDAH MEMBAIK DAN SEHAT


Minggu ini, bagi saya terasa sangat luar biasa. Luar biasa bukan karena saya mendapat pasif income yang besarnya berjibun. Tetapi keluar biasaan minggu ini ditimbulkan ada banyak kabar gembira yang saya peroleh dari orang-orang pernah konsul dan saya bantu terapi bioenergy dengan system quantum energinya . Dan tidak jarang metode tersebut di gabung dengan penerapan hypno terapi – walau belum bisa betul tapi, Alhamdulillah hasil yang ditimbulkan juga cukup lumayan efektif.


Oh ya… penerap hypno terapy treatmen bertujuan membongkar konsepsi serta pola pikir yang terdapat dalam diri seorang pasien yang mengatakan bahwa dirinya selalu merasa sakit. Karena konsep pikir atau blue print yang tertancap diotak bawah sadar semacam ini tidak dapat dihilangkan hanya  dengan mengandalkan obat medis kimiawi saja. Bahkan bisa dikatakan tidak ngefek sama sekali.  Makanya seringkali kita mendengar dan menjumpai orang yang acap kali datang ke dokter dan secara teori medis dinyatakan sehat tetapi si pasien masih tetap merasakan sakit. Ya  karena hanyalah masalah psikologis – kejiawaan saja. Kelainan semacam ini akan sangat efektif bila penanganannya mengunakan hypno terapi.  Rentang waktunya pun sangat singkat 10 saja sudah cukup untuk menghapus dan merubahnya dengan pemrograman konsep pikir yang baru. Asalkan si pasien percaya dan menuruti arahan yang diberikan. Disni perlu adanya rasa believe (keyakinan) dan  trust (kepercayaan) pasien pada penerapi , selain itu juga harus dilengkapi dengan kuatnya  will (keinginan) pasien untuk sembuh.

Oh ya hampir kelewatan, info atau kabar gembira tersebut datang dari tetangga yang bernama Cempleng Oi di fb telah terpapar sakit typus dan sudah menjalani perawatan medis. Setelah bebarapa hari pulang dari RS orangnya mengungah setatus bahwa dirinya tetap lemas, lambung kuang nyaman dan kepala pusing. Singkat cerita, Cempleng oi diterapi sekali dan Alhamdulillah dia tidak merasakan adanya perubahan. Tetapi saat saya tanya satu persatu sesuai yang saya rasakan dia membenarkan.  Pertanyaan saya, saya awali dengan perubahan pada pusingnya “ lek rumangsaku pusinge kok karek tenggal dikit, yo po ora?”
“Yo kang. Sak iki wis bedo karo sak durunge” , timpalnya.
“Lha terus lambunge koyok e yow is luwih penak. Ho oh po ora?”, tanya ku.
“Yo bener kang”, balasnya. 
“Terus awak e sak iki kroso luwih anget lan gak lemes maneh to?”, lanjutku.
“Yo bener kang. Matur suwun banget kang bantuane”,  ucapnya penuh semangat.
“Ok, sama-sama. Sesok lek jik kroso kurang penak biso diterapi meneh lo!” pesanku.
“Yo kang, siap”, balasnya. Ternyata sampai beberapa hari dia tidak menghubungi dan saat buka fb saya mendapati dia memposting foto dia sendang minum air dingin dari dalam botol plastik. Secara sepontan saya pun langsung komentari dan sekaligus saya tanya “lho kok udah minum air dingin to, apa udah sehat betulan?”.
“Alhamdulillah wis kang”, jawabnya.
“Lha terus lambunge pie?”, tanyaku penuh rasa penasaran.
“Alhamdulillah wis kang. Iki aku malah wis wani ngarit meneh”, jawabnya meyakinkan ku.
“Oh gitu to. Yo pokok e gak entuk kerjo berat lo!”, pesan ku mewanti-wantinya.
********************
Yang kedua, tapatnya Selasa pagi kemarin ketika saya daftar antrian berobat anak saya yang terkena radang tenggorokan di dokter pribadi yang ada di Rejotangan. Disitu saya ketemu dengan adik angkatan saya waktu sekolah di SMP I/MTsPSM Tanen dan ternyata dia masih teringat dengan saya. Kemudian kami saling basa-basi memulai pembicaraan sambil membuka kembali memori tengtang masa-masa SMP dulu. Kami pun saling tanya, siapa yang sakit, sakit apa dan juga sekarang tugasnya dimana. Yang jelas dan yang saya tahu dia adalah seorang guru. Dari percakapan tersebut saya tahu kalu dia saat ini mengajar di MAN 2 Tulungagung dan sedang mengalami kecetik.

Kemudian pembicaraan kami saya kembangkan dan melebar sedikit. Saya mencooba menanyakan keadan seorang ibu guru yang kebetulan masih family dengannya – istri pamannya. Dia mengatakan bahwa buliknya sudah sehat. Dia juga mengatakan bahwa dia juga merasa heran ternya buliknya bisa sehat lagi padahal dulu sudah cukup lumayan “  “ dan cukup mencemaskan. {saat pertama kali wa saya anaknya mengatakan kalu ibu nya mengalami persalahan dengan badan sakit, suli digerakkan dan sedikit permasalahan dengan darahnya}.

Dengan bebekal penjelasan dari wa tersebut yang saya gunakan untuk menelusuri trauma yang dialami si ibu tadi. Awal mula saya tanya tentang kondisi lambung dan juga apakah pernah mengalami kecelakaan atau gimana. Ternyata benar, lambungnya juga ada masalah dan juga pernah mengalai kecelakaan, tangan kirinya pernah patah dan saat itu tidak bisa digerakkan.  Eksekusi penanganan dan pemberian treatmenpun saya lakukan. Pertama saya tumbuhkan rasa optemisme dan kenyakinan untuk sembuh dan pulih lagi. Saya katakana  keajaiban selalu ada dan kesembuhan pasti ada yang penting yakin pada Allah SWT. Kalau Allah berkehendak apapun jalan pasti bisa terjadi – mungkin gayaku saat itu mirip A. Gimnastiar atau mungkin Mario Teguh itu. Padahal saya belum selevel dengan beliau-beliau itu. Tapi gak apalah yang benting sugesti bisa dibangun dan kesembuhan bisa mulai dibangkitkan. Terapi pun dilakukan beberapa kali baik jarak jauh maupun jarak dekat, hingga suatu saat beliaunya menyatakan sudah cukup  terapinya.  Hingga berita terbaru saat saya terima dari adik angkatan sekolah tadi.

Kemudian dia menceritakan “entah dapat saran dari mana pak lik dan bu liknya tadi menyalurkan (membagi-bagikan) sedekah ke anak yatim. Mendengar itu saya hanya menganggukkan kepala saja, karena saya tidak ingat betul apakah itu saran yang saya berikan atau bukan. Kalaupun itu saran dari saya, berarti itu pesan yang saya nasihatkan berdasarkan pada buku Rahasia Magnet Rezeki -  disitu disebutkan salah satu manfaat sedekah ke anak yatim dan begitu pula yang diinspirasi oleh Ustad Yusuf Manshur dalam buku dan dakwahnya.

Dari obrolan tersebut, kemudian saya mengatakan kalu dulu saya juga pernah membatu untuk menerapinya hingga beberapa kali. Dan temen saya yang pak guru tersebut jadi penasaran “terapinya bagaimana? Alatnya apa? Apakah juga menggunakan obat-obatan herbal”, tanyanya penuh rasa ingin tahu.

“Dengan terapi bioenergy. Tidak menggunakan media dan tidak perlu menum obapaun jamu herbal. Cukup sediakan air mineral saat diterapi setalah itu airnya diminum. Cukup begitu saja”, jawabku mencoba menjelaskan. “Selain itu, terapi model ini bisa dilakukan jarak dekat maupun jarak jauh dan kedua-duanya sama efektifnya.  Selain itu terapi ini juga baik untuk menangani diabetes lo. Terbukti peberapa klien yang sudah dirujuk untuk melakukan tindakan operasi akhirnya bisa terbebas dan sehat kembali”, imbuhku menyakinkan.
*************
Ketiga, kabar dari seorang bu guru yang kebetulaan kakak angakatan watu kuliah di UMM – Bahasa Inggris. Si kakak angakatan mengalami gangguan sakit typus dan terpaksa harus cuti karena kondisi belum memungkinkan untuk masuk kerja. Kabar terbaru pagi ini, katanya badanya sudah membaik. Kebetulan mbak ini masih baru diterapi sekali yaitu kemarin malam.
*******************
 Keempat, semalem saya menerima kabar dari seorang klien yang tinggal di Bandung Tulungagung, yang intinya mengabarkan keadaannya sudah sangat baik. dan saat saya tanyakan keadaan istrinya, katanya juga sudah sehat. Dulu saat datang kerumah, mereka – pasutri yang didampingi saudaranya yang kebetulan bertetangga satu desa dengan saya, yang sampai saat ini saya belum tahu posisi rumahnya. Ternyata saya sangat kuper nih. Awalnya pasutri tersebut mengalami keluhan masalah lambung beserta keluhan penyertanya, baik verigo, migren, hipertensi dan lain sebagainya. Khusus untuk yang laki saya saranin untuk terapi lagi biar keluhatan bisa tuntas atau lebih permanen kesembuuhannya. Oh ya, si laki salah satunya sering kali mengalami  gerak tubuh yang tak terkendali. Katanya keluhan tersebut mulai muncul saat berlatih tenaga dalam beberapa tahun yang lalu.

Semoga mereka semua semakin sehat dan hidupnya penuh keberkahan. Aamiin.










Minggu, 22 September 2019

HETEROLOGONI: SENI KETERAMPILAN BERGAYA BAHASA



Pagi tadi saat saya membuka WA dan memelototi postingan yang masuk, saya mendapati  kalimat saran yang sangat impresif yang tertuju pada artikel “Merekonstruski Daftar Isi Buku” yang saya unggah kemarin. Masukan tersebut yaitu berupa saran yang sangat baik untuk ditindak lanjuti guna untuk membuat face valitidy buku yang saya rencanakan menjadi lebih familiar dengan eyes cath – kenyamanan mata pembaca. Dan ini perlu untuk disikapi, ditindak lanjuti serta diekskusi dalam sebuah tindakan nyata. Saran tersebut terkait penggunaan kata Bab dalam daftar isi yang menurutnya kurang lumer dan terasa kaku mirip dengan penulisan sekripsi.  Yang menurutnya akan berpengaruh pada feeling (perasaan) pembaca saat mengunyah kalimat untuk menangkap mana yang terkandung didalamnya. Dan si teman tadi mengusulkan kata bagian sebagai kata yang bisa dipertimbangkan untuk menggatikan kata Bab.

Dari diskripsi diatas, pikiran saya menjadi teringat sebuah kata yang pernah say abaca pada tahun 90 an yaitu kata heterologoni. Kata itu sangat terkesan sekali dalam pikiran saya sampai saat ini. Kata tersebut saya peroleh dari salah satu buku yang judulnya sudah tidak saya sebutkan. Ya karena lupa dan tidak teringat. Yang jelas saat itu saya lagi kesengsem membaca buku-buku terkait dengan tema Post Modernisme yang sedang trending di harian Jawa Pos, Surya, Kompas, Republika dan majalah Tempo.

Dalam buku yang sudah tidak saya ingat judulnya tadi, saya masih ingat betul maksud dari definisi kata herologoni tersebut. Kata heterologoni didefinisikan sebagai gaya atau seni berbahasa yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang sama tetapi menggunakan ucapan dan  ungkapan dengan perkataan atau kalimat yang berbeda, misalkan: bermain-main/bercanda/tidak serius/bersenda gurao; bingung/tidak tahu/tersesat; mengkudu/bentis/pace dan masih banyak lagi. Dan ini merupakan salah satu khasanah yang tumbuh subur dalam bahasa kita. Baik bahasa Indonesia selaku bahasa Nasional maupun bahasa daerah sebagai tanda pluralitas budaya bangsa.

Karena saya merasa kurang yakin dengan ingatan saya terkait definisi dari kata heterologoni maka saya pun mencoba untuk memburu definisinya di KBBI online. Di dalam KBBI saya tidak menemukan kata tersebut, tetapi saya mendapati sebuah kata yang sefamili karena kuatnya kemiripan yang ada keduanya. Menurut feeling saya kata heterologoni sangat dekat dengan heterograf yang kebetulan pendefinisian maknanya juga sangat mendekati. Heterograf didefinisikan sebagai “ Ling dari dua kata atau lebih yang maknanya sama, tetapi ejaannya berbeda”.

Kemudian dengan bekal dua definisi diatas kita bisa menggunakan sebagai parameter untuk mengkritisi penerapan kata bab dan bagian dalam merekonstruksi daftar isi buku saya yang masih terbengkalai hingga kini.

Oke langsung ke pokok permasalahan saja, yaitu mana yang lebih tepat, lebih familiar dan akomodatif dengan mata serta pemikiran kita. Sebenarnya penggunaan dua kata tersebut – bab dan bagian bisa saling untuk mengganti khususnya dalam penyusunan daftar isi buku. Bahkan tidak menggunakan keduanya pun juga bisa, asalkan buku tersebut merupakan buku kumpulan artikel yang tidak memiliki keterkaitan secara langsung satu dengan yang lainnya. Dan buku model ini pun juga sering kali kita temukan. Untuk menikmati buku model ini terasa sangat ringan karena tulisannya tidak terlalu panjang  sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melahap satu judul tentang suatu tema hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.  Khusus buku yang bertipe macam ini, pengikatan tulisan satu dan yang lain cukup dengan pemberian bingkai judul yang lumer terhadap artikel-artikel yang termuat didalamnya.

Sedangkan bab dan sub bab berfungsi untuk membagi dan mengelompokkan bagian-bagian yang sama atau hampir sama dalam sebuah ikat bingkai yang relative lebih kecil dari dari sebuah judul buku. Dan penggunaan kata bab  dan sub bab dalam sebuah buku lebih umum dari kata bagian. Yang jelas kedua kata tersebut sama-sama menunjukkan adanya sebuah ordonansi tata urutan hirarkis dari sebuah buku.

Beda dari kata bab dan bagian, menurut feeling saya lebih cenderung pada sebuah kelaziman dan umum atau tidak umum saja. Dari sisi etis akademik dalam kepenulisan mungkin tidak terlalu bermasalah. Apalagi dari sudut pandang teoritis komunikasi verbal tekstual. Dan khusus untuk buku seri tentang menulis yang saya rencanakan terbit secara indi tersebut insyalloh memilih menggukan kata bab karena disitu terdapat tahapan-tahapan atau penjenjangan yang harus dilalui –Cara Mudah Melejitkan Kemampuan Menulis. Sedangkan untuk buku yang satunya lagi –The Magic Power of Writing - hanya mengikatnya dengan sebuah judul saya karena artikel-artikelnya hanya mengulas satu sisi dari keajaiban karya tulis.

Yang jelas sya sangat berterimakasih atas masukannya sehingga tulisan ini bisa dimunculkan dan semoga saja bisa menambah semagat kita untuk tetap berkarya dalam merangkai kata.

MENGATASI RASA SAKIT TULANG BELAKANG AKIBAT OPERASI SESAR


Pagi ini setelah melaksakan upacara bendera tiba-tiba salah satu teman guru menghentikan langkah kaki saya. Sesaat kemudian teman saya tersebut mengajukan sebuah pertanyaan  terkait dengan masalah kesehatan, yaitu tentang keluhan rasa sakit di tulang belakangnya yang ditimbulkan oleh penyuntikan epidural saat operasi sesar 8 tahun yang lalu. Selain itu teman guru tadi juga menceritakan keluhan yang sama, yang dirasakan oleh tetangganya yang baru beberapa bulan operasi sesar.

Mendengar curhatan tersebut saya menjadi teringat salah satu teman di komunitas menulis 2 bulan yang lalu. Teman ku yang ini menceritakan bahwa dia sampai tidak bisa berjalan saat rasa sakit itu menyerang dan katanya rasa sakitnya tidak karuan. Dan menurut pengakuannya  ibu ini baru sekali menjalani operasi sesar. Saat saya tanyakan, apa sudah konsul ke dokter. Ibu tadi menjawab sudah dan menurut dokter, pengaruh obat itu tidak bisa dihlangkan secara bersih. Dengan kata lain, keluhan rasa sakit yang luar biasa tersebut bisa sewaktu-waktu menghampiri.

Dari curhatan tersebut saya merasa bersyukur banget karena istri saya telah menjalani operasi sesar sebanyak 3 kali dan tidak merasakan keluhan semacam itu. Dan realita ini pernah ditanyakan kepada saya “aku kok gak ngrasakne loro blas yo? – saya kok tidak merasakan sakit sama sekali ya? Dari pertanyaan yang diajukan istri tersebut saya jawab “ya mungkin karena  sering kali diterapi bioenergy to buk. Jadi semua efek negatif dari racun/obat bisa dibersihkan (di detoksifikasi). Sehingga rasa sakit itu bisa dihindarkan.

Dan untuk mengetahui lebih jauh tentang kelainan trauma pasca operasi ini pun saya harus berselancar untuk mencari rujukan guna untuk saya jadikan acuan dalam memberikan terapi pada teman guru yang konsultasi selepas upacara bendera tadi pagi. Dari perselancaran tersebut saya menemukan banyak hal yang dapat saya gunakan sebagai panduan dalam melakukan terapi bio-energi pada klien agar hasilnya bisa maksimal.

Rasa sakit/nyeri pada punggung paska operasi sesar timbul akibat pemeberian suntik epidural yang disuntikkan ke dalam sumsum tulang belakang dengan tujuan untuk menghilangkan rasa sakit/mematikan rasa. Suntikan ini merupakan pemberian obat bius lokal sehingga efek yang ditimbulkan hanya mempengaruhi bagian-bagian tertentu saja. Terutama yang terkait dengan bagian yang akan dilakukan pengoperasian. Sedangkan khusus untuk operasi sesar pemberia suntik bius local bertujuan untuk menon-aktifkan impuls-impuls saraf sensoris tulang belakang. Sehingga menyebabkan fungsi saraf sensoris yang bertugas untuk mengirimkan berbagai sinyal pada otak yang terkait dengan rasa sakit ataupun panas tidak dapat bekerja. Dan tentu saja sebagai akibat yang muncul adalah berupa hilangnya rasa sakit pada bagian bawah tubuh, terutama pada bagian rahim, leher rahim, dan bagian atas vagina akan berkurang.
Sedangkan dampat atau efek yang sifatnya  serius yang ditimbulkan dari pemberlakuan suntik epidusal dapat berupa melemah atau lumpuhnya bagian tubuh tertentu,  diantaranya berdampak pada terjadinya perubahan fungsi usus dan juga pada  kandung kemih. Bahkan terkadang, pemberlakuan suntik epidural dapat memicu terjadinya kebocoran cairan sumsum tulang belakang/cairan otak dan sebagai resikonya adalah  munculnya sakit kepala dan sakit leher.

Untuk mengurangi dan menghilangkan rasa sakitnya kita bisa melakukan beberapa hal:
1.      Lakukan rileksasi pada daerah punggung
2.      Beristirahat dengan cara tiduran berbarig
3.      Hindarkan penggunaan sepatu high hil
4.      Hindari mengangkat beban berat.
5.      Hindari terlalu banyak konsunsi gula
6.      Minum obat-obatan yang direkomendasikan dokter

Dan bila setelah mencoba tips diatas keluhan yang terjadi masih  basih belum bisa dituntaskan, mungkin si penderita dapat mempertimbangkan metode penyembuhan yang lain. Baik secara herbal ataupun dengan penyembuhan alternative lain yang saat ini sudah dapat ditemukan dimana-mana. Dan salah satunya adalah pemanfaat terapi bio-energi dan hypnoterapi seperti yang biasa saya lakukan pada klien yang saya bantu.
Pengkombinasian bio-energi dan hypnoterapi menurut saya cukup efektif untuk mengatasi berbagai keluhan yang ada, dan insyaalloh juga efisien untuk diterapkan pada penderita sakit punggung paska operasi. Karena dengan metode kombinasi ini, kesan/konsepsi rasa sakit yang terbentuk dalam otak penderita bisa dibongkar dan diganti dengan konsep yang baru sehingga perasaan yang selalu mengatakan dirinya sakit bisa dihilangkan dari pikirannya – metode hypnoterapi.
Sedangkan bio-energinya bisa dilakukan untuk mendetoksifikasi sisa-sisa obat yang terdapat dalam sumsum tulang belakang dan juga untuk mempercepat penyembuhan luka selaput sel tulang belakang yang  ditimbulkan saat perlakuan suntik epidural sebelumnya. Selain pendetoksifikasian dan pemulihan sel selaput tulang belang, langkah selanjutnya dilakukan pembersihan energy yang terdapat di jalur tulang belakangnya kemudian diperlancark dan diperbesar aliran energinya yaitu dengan cara penyaluran energy pada tulang belakang selama 10 – 15 menit. Dan hasil akhir yang bisa didapat adalah saraf-saraf yang terdapat pada sumsum tulang belakang dapat berfungsi secara normal sehingga semua informasi yang didapat bisa tersampaikan ke otak secara baik. untuk penanganan trauma/rasa sakit paska pemberlakuan suntik epidural mungkin cukup 3 – 5 kali saja. Atau mungkin juga satu kali terapi sudah sembuh untuk terapi langsung. Sedangkan untuk terapi jarak jauhnya bisa 3 – 5 kali tadi.
Kelebihan dari ini, si pasien tidak memerlukan minum obat melainkan cukup mengkonsumis air mineral yang didekatkan pasien saat diterapi. Dan kalupun dikombinasi dengan mengkonsumsi obat ataupun jamu tidak menjadi masalah karena tidak berlawanan reaksinya. Tentunya semua semua kesembuhan atas idzin Alloh SWT dan kita sebagai manusia hanya bisa bermoohon sambil berupaya saja.


Kamis, 19 September 2019

MEREKONSTRUKSI ISI BUKU


Pagi ini untuk mengisi jam istirahat disela-sela jam mengajar saya sempatkan untuk melihat lagi beberapa tulisan artikel yang sedianya saya  ubah menjadi materi dalam buku mandiri saya. Tema pokoknya tentang menulis. Disinilah terjadi proses tarik ulur guna untuk menata ulang bab-bab serta pengelompokan artikel yang telah ada, dan yang tidak kalah pentingnya adalah melengkapi artikel pelengkap yang dibutuhkan karena judulnya sudah saya buat.

Tarik ulur terkait penempatan artikel untuk buku yang ke satu “Cara Mudah Melejitkan Kemampuan Menulis” atau buku yang kedua “The Magic Power Of Wring: Ketika Tulisan Berbicara”. Awal mula tema ini saya tulis dalam satu buku kemudian ada masukan dari teman saya (Adhis) yang saat ini tengah menjalani proses penyelesaian thesis doktoralnya di IAIN Tulungagung. Teman saya menyarankan atas dasar masehat yang pernah diterimanya dari Prof. Ngainun Naim yang mengatakan bahwa untuk menulis buku jangan terlalu tebal dengan mempertimbangkan beberapa alasan mulai keterjangkauan harga dan juga minat pembaca. Kalau tebal tentunya lebih mahal bahkan juga membosankan.

Untuk menyikapi dua hal tersebut maka saya bulatkan hati untuk membaginya me jadi dua bagian atau menjadi dua seri yang mandiri walau memiliki kaitan yang cukup erat dalam semangat kepenulisannya. Maka saya mulai membuat oret-oretan layaknya mind maping (peta konsep) sebagai gambaran kerangka buku yang sedang saya lakukan swa editing (self editing).

Oh iya hampir lupa, proses rekonstruksi dan editing ini saya lakukan mungkin  juga sebagai reaksi atas pertanyaan embak-embak dari salah satu penerbit indi tentang sejauh mana proses editing naskah saya selama ini, yang seharusnya sudah kelar pada bulan Agustus kemarin. Ya maklumlah saya terlalu asik dengan kemalasan saya sehingga semua mengalami penundaan dan akhirnya terbengkelai sampai saat ini.

Semoga saja proses ini bisa segera kelar dan dua buah buku cantik tersaelesaikan secara apik pula. Aamiin.

Rabu, 18 September 2019

ASYIKNYA BELAJAR GRAFOLOGY


"Hmmm setelah saya baca ternyata tulisannya yang begitu, akhirnya menyeretku dalam sebuah keterjebakan angan dan pikiran pada kalimat "semua bukan tulisanku" dan "Perhatikan gambar di bawah ini!". dan setelah saya perhatikan dengan kaca mata grafology saya menemukan karakteristik yang terekspos dari model tulisan dan tanda tangan tersebut sebagai berikut: 1. dari kuat tekanan dan tebalnya huruf yang terbentuk, penulisnya memiliki energi dan kemauan yang sangat kuat dalam segala hal hingga keinginan tersebut tercapai. 2. dari pemisahan kata perkata, sangat terasa kalau orangnya sangat mandiri, teguh pendirian, kurang suka merepotkan orang lain (positif), dan negatifnya orangnya berkecenderungan kurang suka dalam keramaian/kumpul banyak orang karena kemandiriannya tadi. selain itu orangnya agak egosentris dan sulit menerima masukan dari orang lain, ya semua itu dikarenakan sifatnya yang terlalu kuat dalam kemandirianyya tadi. 3. kehidupan sepiritualnya baik. sedangkan yang lainnya sedang-sedang saja. 4. sedangkan dari model tanda tangannya, terlihat orangnya sangat butuh pengakuan atau ingin selalu menonjol seperti halnya slogan "yamaha selalu terdepan". hal ini pengaruh dari kemandirian, intelegensi yang baik dan energi besar yang dimilikinya. 5.dari tanda tangannya pada sisi kesehatan mungkin sering mengalami masalah pada lambung, pencernakan atau naik dikit keatasnya. sering kali badan terasa capek dan kurang enak. 6. dari sepiral pada tanda tangannya tergambarkan tingkat sosialnya lumayan. maaf ini yang saya perhatikan dari tulisan yang ada gambarnya di bawah. salam literasi penuh semangat".


Kutipan paragraph diatas merupakan sebuah komentar yang saya tulis guna untuk menanggapi salah satu artikel yang diunggah di Gurusiana. Mungkin itulah salah satu manfaat yang bisa kita peroleh dari mempelajari ilmu grafology. Yaitu sebuah ilmu cabang dari ilmu psikology yang sangat efektif untuk mendeteksi, mempelajari, menganalisa serta mendiagnosis permasalah psikologis seseorang.
Mempelajari ilmu (study) ini sangat menarik karena kita bisa mengetahui banyak hal yang sifatnya masih misterius dipandangan kacamata awam. Ilmu ini sangat penting dan perlu sekali, terutama bagi orang tua maupun bagi guru. Yang jelas akan sangat membantu kita dalam memanage dan menstimulasi kondisi psikologis, intelegensi, sikap dan kepribadian anak.

Untuk itulah mari kita – para orang tua dan guru untuk menambah khasanah wawasan serta keilmuan kita dengan mendalami ilmu grafology bukan hanya mengandalkan ilmu psikologi perkembangan dan pendidikan saja dalam merekonstruksi dinamika psikologis anak dan siswa kita. Dan akan semakin lengkap lagi bila ditambah dengan kemampuan coaching, parenting dan hypnoteaching. Tentu hasilnya akan sangat super.

Semoga tulisan ini mampu menginspirasi kita semua untuk semakin maju baik dalam wawasan, pengetahuan dan peng-implementasiannya dalam kehidupan nyata, aamiin.

Selasa, 17 September 2019

SISI LAIN DUNIA PENDIDIKAN



Judul                : Sisi Lain Dunia Pendidikan
Penulis             : Komunitas Guru Pegiat Literasi Tulungagung.
Editor               : Budi harsono
Penerbit            : CV. Mudilan Group
Tebal                : 147 hlm, ilus., 14,8 x 21 cmcm
Cetakan 1         : 2019
ISBN                : 978-602-5655-904

Buku yang berjudul Sisi Lain Dunia Pendidikan merupakan buku antologi – sebuah buku karya bareng yang digagas oleh para guru penulis yang tergabung dalam komunitas GPLT. Tentu saja kontributor pengadaan naskahnya adalah guru-guru yang peduli dengan budaya literasi yang ada di Tulungagung. Buku ini merupakan buku pertama yang hadir setelah berdiri dan diresmikannya GPLT oleh Kadindikpora Suharno, M.M di Aula kantor PGRI Tulungagung.

Sesuai dengan judul yang tertera di covernya yaitu  Sisi Lain Dunia Pendidikan, di dalam buku ini memamng mengupas – banyak bercerita tentang sisi lain dari dimensi pendidikan yang selama ini kita fahami. Sisi lain dalam pembahasan ini bukanlah sisi astral yang penuh dengan rasa horor dan mistik. Melainkan sisi lain yang ditinjau dari titik pandang yang sedikit berbeda dan cenderung terlupakan. Namun, kesemuanya masih tetap berkaitan erat dengan ranah pendidikan – baik pengajaran, pendidikan, pembimbingan, transfer ilmu pengetahuan, eksistensi murid dan juga esensi peran guru di dalamnya.

Yang jelas dari tulisan yang ada, saya merasakan kuatnya rasa human sence terutama rasa simpati dan empati para guru selaku praktisi pendidikan sekaligus contributor naskahnya. Hal ini bisa kita temukan pada buku ini nilai-nilai positif yang sangat penting, antara lain:
Pertama, berupa keefektifan dialogis empati yang dilakukan seorang kepala sekolah dalam mengubah kebengalan karakter salah satu siswanya yang cenderung brutal berubah menjadi baik dan disiplin ( Kamu Hebat: 38; Bandar Permainan; Kasih Sayang yang Menghantarkan Masa Depan; Kisah Ayah dan anak: 65 Aku anak Haram: 43).

Kedua, nilai semangat, disiplin dan pantang menyerah dalam memperjuangkan cita-cita – (Tatapan Mata Anak Berkarakter: 101; Meski Kamu Bukan Anakku: 110; Saat Kereta Tertunda di Stasiun Kertosono: 133; Tiga Orang Tua: 153).
Ketiga, nilai keyakinan dan optimism (Menebar Impian Di Bumi Pasir: 121; Cita-Citaku Bukan Guru: 161).

Keempat, nilai tulus ikhlas dalam menjalani aktifitas hidup (Lukisan Hati Sang Pejuang Pengabdian: 33; Warna Yang Tertukar: 52; Pendidikan Di Balik  Layar: 85; Antara aku Perpustakaan Dan Kaos Kaki: 91).

Sedangkan kelemahan dari buku ini yaitu masih terdapat beberapa kekurang telitian dalam penulisan, sehingga terdapat huruf yang hilang di beberapa buah kata yang ada. Namun secara redaksional kekurangan tersebut tidak berpengaruh terhadap penyampaian esensi dari pesan yang tersajikan dalam tulisan tersebut.  Yang jelas buku ini, sangat layak untuk dibaca, terutama bagi para guru yang ingin mengembangkan metode pendekatan – problem solving terhadap permasalahan anak didiknya maupun yang berkeinginan untuk mengembangkan keterampilan menulisnya.

Jumat, 13 September 2019

BELAJAR MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA




Dua hari yang lalu ketika membuka FB dan mantengin unggahan status yang ada, saya menemukan sebuah promo dan sekaligus undangan untuk mengikuti workshop selama satu hari penuh. Workshop tersebut, terbilang sangat penting  bukan saja bagi saya tetapi juga sangat penting bagi semua orang. Workshop yang ditawarkan adalah Workshop  untuk mengaktifkan, melatih, dan sekaligus meningkat kemampua membaca. Sedangkan kemampuan akhir yang menjadi target adalah pada tingkat kecepatan  yang mencapai 1 halaman/detik dan dengan tingkat pemahaman yang maksimal pula.

Workshop  Bacakilat 3.0 tersebut akan dihelat di Balik Papan dan di kota Malang dengan banderol yang cukup mahal untuk ukuran saya karena melebihi gaji yang saya terima tiap bulannya. Banderol normal untuk bisa mengikuti workshop tadi adalah Rp 7.950.000, dan karena alasan special tarifnya mengalami penurunan yang lumayan besar yaitu menjadi Rp 3.450.000 untuk wilayah Balik Papan dan Rp 3.950.000.  Tarif sebesar itu tentu tidak bernilai seberapa bila dibandingkan dengan hasil yang diperolehnya tentunya ukuran ini bagi orang yang berduit dan berkeinginan untuk maju. Tapi kalau untuk ukuran saya, walau sudah di diskon specialpun masih sangat berat karena itu kebutuhan satu bulan untuk keluarga jadi ludes.

Untuk menyiasati keinginan tersebut saya pun menggunakan jalan alternatif lain yaitu dengan cara mempelajari tip-tip yang terdapat dalam bukunya. Walaupun resikonya hasil kurang maksimal atau membutuhkan proses yang lebih lama lagi. Kebetulan saya sudah memiliki salah satu buku yang ditulis langsung oleh Agus Setiawan dengan judul BACAKILAT Kiat Membaca 1 Halaman/Detik sejak tanggal 18/10/18 yang lalu dan pernah mencobanya untuk persiapan ujian di UT. Alhamdulillah hasilnya lumayan baik, kecuali untuk Matematikanya yang dikarenakan konsep bawah sadar saya belum terseting dengan baik untuk bidang study ini.

Melihat promo – undangan workshop Bacakilat tadi saya pun menjadi termotivasi lagi untuk berlatih lagi karena ingin bisa lebih banyak membaca buku untuk menambah amunisi menulis saya dan juga sebagai persiapan study lagi ke jenjang S2 – yang masih sebatas impian. Semoga saja tahun depan bisa terlaksana.

Untuk lebih memantapkan lagi reading skill pada level advance, selain membaca ulang dan berlatih berdasarkan buku tadi saya berkeinginan untuk menambah lagi dua buku yang terkait karya Agus Setiawan yang berjudul BACAKILAT 3.0 Hacks The Way You Read dan BACAKILAT FOR STUDENTS THE SMART LEARNING STRATEGY. Tapi sayangnya untuk saat ini belum ada anggaran untuk mendapatkan kedua buku ini.

Proyeksi akhir dari planning saya secara pribadi adalah untuk optimalisasi kemampuan otak dengan memperkaya wawasan – pengetahuan yang positif. Sedangkan proyeksi umumnya untuk mendongkrak kemampuan anak-anak saya dan juga murid-murid yang saya ajar.


Kamis, 12 September 2019

TERPAKSA AKU KEPOIN


Kemarin sore ketika saya sedang mulai makan ada seorang tamu laki-laki yang datang kerumah. Orangnya tidak begitu tinggi, berkaca mata dan dipunggunya terdapat tas yang agak besar. Tentu saja aktivitas makan saya jadi tertunda untuk beberapa waktu karena harus menemui tamu tersebut.
Setelah saya persilahkan masuk dan duduk di kursi yang ada diruang tamu. Diam-diam saya pun mengamatinya untuk menyelidiki dengan berbagai perkiraa. Maklum karena saat ini banyak modus orang melakukan tipu-tipu, mulai dari gendam, pura-pura ngemis tapi sebenarnya mau mencuri dan masih banyak lagi. yang penting harus waspada. Sedia payung sebelum turun hujun walau pun saat ini tidak sedang musim hujan.

 Karena  laki-laki tersebut masih tetap diam, maka untuk memecah kebekuan tersebut saya pun berinisiatif memulai pembicaraan dengan orang tadi. Saya pun ajukan pertanyaan standar “Bapak dari mana da nada keperluan apa ya?”.

“Saya dari dinas kesehatan pak. Saya bertugas untuk melakukan pendataan kesehatan dilingkungan sini”, jawab orang tersebut sambil mengeluarkan kertas. Kemuadian, orang tadi melanjutkan menanyakan RT, RW, nama dan umur saya.

Setelah memberikan jawaban dari pertanyaan laki-laki tadi, saya interupsi dengan sebuah pertanyaan  untuk memerangkapnya. “Katanya bapak tadi dari dinas kesehatan ya?”.

“Ya, benar pak”, jawab laki-laki tadi penuh keyakinan. Mungkin dia merasa dengan menyebut dinas kesehatan dia akan lancar melakukan aksi untuk mewujudkan targetnya. Mungkin dia mengira saya sebagai orang yang mudah di pengaruhi.

Sebagai reaksi sepontan, saya pun juga mantuk-mantuk sebagai tanda respek saya atas jawabanya. Dari situ, kemudian saya ajukan sebuah permintaan “Pak apa saya boleh lihat surat pengantar yang bapak bawa?”, begitu tantangku.

“Boleh”, jawab laki-laki tadi seraya menyodorkan surat pengantar yang dia bbawa.
Setelah saya amati ternyata surat pengantarnya bukan dari dinas kesehatan, melainkan dari sebuah perusahaan yang berkaitan dengan kesahatan – Electric Healthy Care.  “Pak surat pengantar yang bapak bawa ini bukan dari dinas kesehatankan? Ini dari perusahaan kesehatankan?”, tanyaku menudutkannya.

“Iya, benar pak. Saya dari perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan yang memasarkan alat terapi elektrik”, jelasnya.

“ohh begiitu ya!!”, balasku penuh kelegaan karena berhasil mengendus maksud dari kunjungan oran tadi. Kemudian saya lanjutkan dengan jurus berikutnya yang lebih dahsyat lagi “maaf pak, sebenarnya saya ini juga seorang terapis yang juga sering menerapi orang dengan berbagai macam keluhan”.

“Iya to! Terus alat yang bapak gunakan untuk menerapi apa ya?”, tanyanya penuh rasa penasaran.

“Saya tidak menggunakan alat untuk menerapi”, jawab ku mencoba meyakinkannya.

“Lho, kok bisa?”, dia tampak tenggelam dalan rasa penasaran yang penuh kebingungan.

“Saya nerapi dengan bioenergy. Bioenergy itu memanfaatkan energy gelombang alam pak. Tepatnya dengan metode Waskita Reiki”, jelasku. Tampaknya dia semakin bingung penuh karena tidak paham sama sekali.

Saya pun tidak ambil pusing dengan apa yang dirasakan. Entah paham atau tidak. Entah bingung atau tidak. Saya pun tetap melanjutkan penjelasan saya biar dia tidak jadi mempromosikan dagangannya dihadapan saya. Kemudian saya sebutkan bahwa dari terapi yang saya lakukan bisa dilakukan jarak dekat maupun jarak jauh. Bahkan saat saya sebutkan pasien jarak jauh yang pernah saya bantu mulai dari Gorontalo, Riau, Singapur, Johor, Taiwan dan juga Suriname. Mulai dari gangguan lambung, penyumbatan jantung, jantung bocor, patah tulang, vertigo, melahirkan dan masih banyak lagi.

“Ohh, hebat kalau gitu pak”, komentarnya.

“ya begitulah, Alhamdulillah”, jawabku.

“Jadi Maaf, saya tidak memerlukan alat terapi yang ingin bapak tawarkan. Semoga di tempat lain dagangan bapak laku dan laris”, doaku padanya.

Akhirnya laki-laki tersebut berpamitan meninggalkan rumah saya dan saya melanjutkan makan saya yang sempat tertunda untuk menemui tamu dan sekaligus meng-kepoinnya.

Rabu, 11 September 2019

TERNYATA KAMI BISA




Judul               : Ternyata Kami Bisa
Penulis             : Samsudin, et al
Tebal               : xiv + 231 hlm
Cetakan 1        : September 2019
ISBN               : 978-979-762-915-1
Buku yang berjudul Ternyata Kami Bisa BISA merupakan buku antologi saya yang kelima. Tapi buku ini sangat berbeda dengan 4 buku antologi yang lainnya. Menurut penilaian saya, paling terdapat tiga hal sebagai pembedanya, yaitu: penulis, isi, dan nilai tambah (bonus).

Pertama, dari  sisi penulisnya jelas nyata sekali bedanya karena buku Ternyata Kami Bisa saya berpartner dengan murid-murid SDN 1 Kacangan mulai kelas 4, 5 dan 6.  Sedangkan keempat buku antologi yang sebelumnya ditulis bareng dengan para professional -  guru mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA yang menyebar di penjuru negeri ini – mulai dari Sabang sampai Meraoke dan dari Miangas sampai Marote.

Kedua, dari sudut isi bahasannya. Buku Ternyata Kami Bisa berisi atau memuat banyak cerita yang sangat relevan untuk digunakan menanamkan berbagai karakter positif pada anak lewat presentasi penokohan yang ada dalam cerita tersebut. Sedang 4 buku antologi yang lain lebih pas untuk di konsumsi para guru, orang tua dan juga praktisi pendidikan lainnya guna untuk memperluas wawasan dalam mengajar.

Dan yang ketiga, dari sisi value addednya. Dalam buku ini terdapa nilai lebih yang sangat beda bahkan dari buku-buku lain diluar buku saya. Nilai tambah tersebut adalah pemeberian bonus 3x terapi bio energy jarak jauh secara gratis bagi pemilik (pembeli) buku ini yang bila diuangkan bisa bernilai jutaan rupiah.

Khusus bagi anak. Pemrograman system saraf otak guna untuk menyeimbangkan kinerja saraf otak, meningkatkan kemampuan otak yang meliputi otak kanan, otak kiri, otak tengah, otak besar, otak kecil , otak sadar dan otak bawah sadar sehingga mampu memaksimalkan daya ingat, kecerdasan dan juga penyembuhan gagar otak.

Bagi bapak/Ibu guru dan bagi orangtua. Terapi bio energy dengan metode quantum energy untuk mengatasi gangguan: Sakit lambung, vertigo, migren, hipertensi, pemrograman system saraf tubuh dan memperlancar aliran energy jalur sun suma.

Dan bagi yang berminat bisa PO mulai sekarang hingga tanggal 30 September 2019. Selain mendapatkan keuntungan gratis terapi bio energy juga akan mendapatkan discount 10 % dari harga Rp 75.000 dan  plus bebas ongkir untuk pemesanan 4 keatas. Untuk pesan bisa hubungi no wa 085646113687.