This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 17 Maret 2021

I’M TO DAY: PERSONAL BRANDING

 

Poto diambil dari akun FB UT Pokjar SMK Ngunut

Pagi tadi – Rabu, setibanya di sekolah tempat saya bertugas sebagai guru saya sempatkan sejenak membersihkan ruang kelas sambil menunggu wali murid mengambil naskah PTS Semester 2 putra-putrinya. Setelah saya rasa ruangan cukup bersih, aktifitas saya lanjutkan dengan mempersiapkan dua naskah yang akan dibagikan hari ini. Untuk hari ini yang diujikan yaitu: Tematik naskah 3 dan bahasa Inggris.

Karena kedatangan wali murid tidak secara serempak dan tidak on time, tentu saja terdapat jeda waktu tunggu yang lumayan longgar terbentang dhadapan saya hari ini. Dan agar tidak merasa jenuh karena menunggu dan waktu saya terbuang sia-sia maka saya niatkan untuk melakukan kegiatan produktif lainnya. Saya pun mulai melakukan koreksi LJK yang sudah dikerjakan hari sebelumnya sambil sesekali ngecek beberapa pesan WA dan FB.  Mungkin saja ada sesuatu yang harus segera dibalas, mendesak untuk  dikerjakan, atau mungkin juga memberi inspirasi untuk bisa dinarasikan. Barangkali setelah dinarasikan mampu mengimbas pada orang lain untuk melakukan hal produktif lainnya.  Kan lumayan, siapa tahu bisa termasuk sedekah ilmu yang pahalanya akan terus mengalir bila ada yang membaca dan menjalankannya.  Tentunya dalam hal kebaikan.

Terus terang trik efektif dan inspiratif pemanfaatan waktu menunggu ini termotivasi oleh tulisan Dr. Ngainun Naim dalam salah satu bukunya yang mengupas tentang kebiasaan Prof. Rainal Gazali yang telah melahirkan banyak buku dari pemanfaat waktu menunggu. Entah itu, saat menunggu penrbangan di bandara maupun saat akan menjadi nara sumber dalam acara seminar.

Meniru kebiasaan baik dari orang lain agar bisa menjadi produktif terutama dalam hal kepenulisan tentunya sangat diperbolehkan dan sah-sah saja. Karena pada dasarnya hal ini sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk sosial, yang salah satunya dibekali dengan kemampuan meniru.

Agar tidak merasa jenuh karena menunggu datangnya wali murid saya nyalakan laptop untuk menikmati lagu-lagu Risa Milen yang sangat familiar di telinga dan juga sangat pas untuk menjaga setamina gelombang otak pada posisi yang nyaman.

Selain itu, sesekali saya selingi untuk membuka medsos WA dan FB di gawai Oppo A92 saya. Dari akun FB saya menemukan satu unggahan dari akun FB UT – Pokjar SMK Ngunut. Pada unggahan tersbutk menjelaskan kalau foto saya ada di dalam postingan terebut. Dan setelah saya lihat ternyata memang benar. Itu memang benar-benar foto saya. Sebuah foto yang saya ambil sebagai bukti dokumentasi bahwa saya dan murid-murid SDN 1 Kacangan – terutama kelas 4 tiga tahun yang lalu telah mampu melahirkan sebuah buku antologi. Buku antologi tersebut berjudul Ternyata Kami Bisa yang tebalnya mencapai 250an halaman.

Dari unggahan foto tersebut memiliki banyak manfaat, baik untuk UT Pokjar SMK Ngunut maupun bagi diri saya sendiri. Bagi UT Pokjar SMK Ngunut tentunya mampu menambah pretise dan juga nilai tawar lebih dibanding dengan Pokjar-pokjar yang lain. Terutama untuk menarik minat calon mahasiswa baru. Semoga saja persepsi ini benar dan UT Pokjar SMK Ngunut pesertanya semakin membludak sehingga eksistensi bisa dipertahankan secara baik.

Sedangkan secara personal, kemanfaatan saya dapatkan sebagai dampak positifnya dari unggahan tersebut yaitu turut terbangunnya personal branding terkait dengan diri saya sebagai orang yang berprestasi. Lebih tepatnya berprestasi dalam bidang kepenulisan. Atau dengan kata lain bisa dianggap sebagai salah satu guru penggerak (influencer) dalam urusan literasi yang ada di Tulungagung.

Dari personal branding yang terbentuk tadi, tentu saja ada beban atau resiko yang harus dipertanggungjawabkan dengan cara untuk selalu aktif dan terus produktif dalam menulis. Tantangan semacam ini bukanlah sesuatu yang ringan karena untuk memenuhinya membutuhkan energy yang sangat besar. Energi ekstra yang sangat besar terutama untuk menemukan ide-ide kreatif, menarik dan juga inspiratif.  Semoga saja selalu terbuka banyak kemudahan untuk mewujudkannya. Aamiin.

Tegalrejo, 17/03/2021.

Jumat, 12 Maret 2021

I’M TO DAY: CERITA HARI INI

 

Poto diambil dari TheAsianparent

Aktifitas saya hari ini masih seperti hari-hari Sabtu sebelumnya, yaitu masuk sekolah. Walaupun tidak melakukan kegiatan pembelajaran secara langsung pada murid karena penyampaian materi dan penugasan diberikan secara online. Yang jelas, saya dan guru-guru yang lain tidak hanya duduk manis saja di kantor. Melainkan tetap melakukan aktifitas yang juga cukup menguras tenaga, mulai dari menyapu halaman sekolah, membersihkan kantor, mengerjakan administrasi maupun koreksi tugas-tugas yang disetor oleh murid.

Namun hari ini terdapat sedikit pembeda dibanding dengan Sabtu-Sabtu sebelumnya. Pembedanya yaitu, hari ini saya harus membawa serta kedua anak saya kesekolah untuk diimunisasi. Anak yang cewek kelas satu mendapatkan vaksinasi TD dan yang satunya cowok kelas 5 vaksinasi DT. Kedua vaksin ini memiliki keterkaitan yang erat antara yang satu sama yang lainya. Bukan saja hanya karena kemiripan namanya, melainkan karena vaksin DT merupakan vaksin lanjutan dari vaksin TD.

Pemberian vaksin jenis ini adalah untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi seperti difteritetanus, dan batuk rejan (pertusis). Sedangkan vaksin Td yang merupakan sebagai vaksinasi lanjutan dari pemberian vaksin Dt agar tingkat kekebalan anak semakin meningkat terhadap ketiga jenis penyakit infeksi tersebut -  https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/beda-imunisasi-dt-dan-td/#gref - (Ditinjau oleh:  | Ditulis oleh: ).

Pembeda kedua yaitu, saya akan mengambil dua buku antologi saya bersama rekan-rekang yang tergabung dalam komunitas Go Tulis dari bu Sakti yang dititipkan kepada pak Toni – seorang pengawas PGTKI Korwil Ngunut. Sayangnya, rencana ini tidak bisa direalisasikan karena pak toni sedang melaksanakan tugas dinas di Dinas Kabupaten Tulungagung. Dan akhirnya pengambilannya ditunda besok Senin.

Pembeda yang ketiga adalah saya menghantarkan uang kekurang pembayaran terpal yang saya gunakan perbaikan kolam yang hendak saya gunakan budidaya ikan koi. Budidaya ikan koi sangat menarik terutama dari sisi finansial yang dihasilkan. Dengan kata lain, bisnis ini memiliki prospek yang sangat cerah. Tentu saja peluang iniperlu diakrabi agar mampu mendongkrak tingkat cash flow finansial saya bergerak pada level posisi aman. Sehingga investasi untuk pemdidikan ketiga anak saya bisa dipersiapkan lebih awal.

Sedangkan pembeda yang ke empat, saat kumpul bareng dengan beberapa rekan guru dikantor/ruang guru ada seorang guru (GTT) yang curhat dan konsultasi terkait dengan pendarahan yang tengah dialami. Pendarahan yang dialami sejak tanggal 26 Pebruari hingga hari ini. Pendarahan tersebut terjadi karena jahitan yang pada rahim mengalami keterbukaan dan biila pendarahan tetap berlanjut harus dilakukan operasi lagi agar bisa memastikan penyebab pendarahan tersebut. 

Selain itu, rekan guru tadi juga menceritakan bahwa benang jahitan luar juga sering tersembul walau telah bebarapa kali benangnya dipotong. Menurut keterangan dr. Suaidi – RS Era Medika kondisi semacam ini bisa terjadi karena badan tidak dapat menerima (menolak) benang yang digunakan untuk menjahit saat operasi secar  dulu. Atau menurut istilah saya terdapat unsur kelainan yang memicu terjadinya resistensi (penolakan) terhadap benang jahit operasi. Istilah ini (resistensi) saya temukan dan sekaligus saya terapkan saat menerapi pasien yang terkena gangguan gula darah – diabet. Dan Alhamdulillah hasilnya baik. Mungkin saja teori ini juga efektif digunakan untuk menangani kasus ini. Selain itu, mungkin dikompare dengan pengalaman saya – 4 tahun yang lalu yaitu saat saya melakukan distance healing terhadap salah satu pasien yang mengalami pendarahan hingga berminggu-minggu – dan Alhamdulillah dengan sekali terapi pendarahan berhenti dan sembuh – sehat sampai saat ini.

Semoga penrapian jarak jauh yang insyaalah nanti dilakukan mampu membuahkan pencapaian yang terbaik. Sehingga tidak harus menjalani operasi lagi. Sehingga kondisi psikologis dan fisik terganggu.  Bahkan sisi finansial bisa terselamatkan dan digunakan untuk kebutuhan yang lain.

Tegalrejo, 134/03/2021