This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 23 Oktober 2019

MENGEKSPLORASI POTENSI ANAK LEWAT TULISAN


Semalem saya mbolos dari kegiatan rewang dirumah tetangga yang juga kebetulan masih family dari keluarga istri saya yang memiliki hajatan untuk mantu (menikahkan) anak laki-lakinya. Saya mbolos, meninggalkan lokasi tersebut sekitar jam 19.15 WIB. Ini berarti saya berada dilokasi perewangan tersebut kurang dari satu jam dan belum sempat membantu apa-apa, baik ngangkat baki untuk antarkan nasi maupun menambahkan kue ke tempat hidangan yang disediakan untuk para tamu yang hadir malam itu.

Keputusan tersebut saya lakukan bukan karena saya ada apa-apa dengan yang punya hajatan tapi karena beberapa pertimbangan dan juga faktor urgensi dan kemendesakkan  yang menempati level pada posisi yang sangat. Yang jelas malem itu rekan perewangan yang masih muda-muda jumlahnya cukup banyak, mungkin dua puluh orang lebih. Hal  ini berarti banyak orang yang nganggur dan factor inilah yang saya jadikan alibi pembenar dari keputusan yang saya ambil untuk meningglakan tempat hajatan tersebut.

Sedangkan delik urgensinya adalah saya harus merampungkan koreksi naskah PTS (Penilaian Tengah Semester)murid kelas 4 yang saya ajar. Karena berdasarkan keputusan rapat dengan Kepala Sekolah raport sisipan besok – Kamis, 24 Oktober 2019 harus dibagikan agar wali murid dapat mengetahui progresifitas yang telah dicapai anaknya di kelas 4. Tentu saja alibi ini sangat bisa dimaklumi oleh semua rekan perewangan yang malam itu hadir disana.

Sesampainya dirumah, istri dan anak-anak saya juga merasa sedikit heran karena saya cepat pulang. Saya pun menjelaskan situasi kondusif yang dilokasi yang ditandai oleh banyaknya yang datang untuk rewang/membantu dirumah hajatan tersebut. Kemudian juga saya beritahu kalau saya juga harus menyelesaikan koreksi naskah PTS yang tinggal membuat skornya serta melanjutkan kedalam pembuatan raport.

Setelah itu saya langsung ambil naskah yang menumpuk dimeja, ambil pulpen dan juga hp untuk mengkalkulasi nilai yang diperoleh siswa pada lembar kertas kerjanya. Sekitar pukul 02.30 WIB saya telah merampungkannya, baik proses penyekorannya maupun pembuatan raportnya. Lumayan bangetlah! Berarti saya bisa  segera merebahkan badan saya yang sudah cukup lelah sejak sepulang dari sekolah belum sempat istirahat – tidur.

Terus apa korelasinya deskripsi diatas dengan judul yang tertulis diatas. Korelasinya adalah selama proses koreksi dan penyekoran tersebut saya menemukan banyak pelajaran yang sangat bernilai dan penting. Pelajaran tersebut berupa penemuan informasi yang sangat signifikan terkait dengan kondisi serta potensi yang ada pada seluruh diri murid-murid saya. Baik berupa gambaran emosi, karakter, bakat-minat, domain ranah kerja otaknya, cara belajar anak dan juga kebiasaan yang dilakukan siswa ketika dirumah. Terutama yang berhubungan dengan penggunakan gadget.

Dari model tulisan tangan yang cenderung amburadul dan acak-acaknya dapat diketahui bahwa anak tersebut sangat sering memegang hp (bermain game) dalam tingkat keringan yang cukup tinggi dan dalam rentang waktu yang cukup lama pula. Hal ini, tentunya berdampak sangat buruk bagi mereka/murid-murid, terutama terhadap kinerja system saraf otak yang mengakibatkan terjadinya penurunan daya ingat, ngedropnya kapabilitas kecerdasan, pikiran susah fokus saat pelajaran dan juga melemahnya daya ingat.

Sedangkan dari sisi kesehatan, terlalu sering mengakrapi hp dengan bermain game bisa menyebabkan gangguan saraf mata karena selalu tegang dalam jangka waktu yang cukup lama yang menyebabkan hilangnya kemampuan akomodasi saraf mata. Terjadinya kepala pusing yang serius karena terpapar gelombang radio aktif dari signal hp. Bahkan tak menutup kemungkinan hal ini dapat memicu timbulnya kanker otak dan juga gangguan jantung.

Dan khusus untuk paparan kelainan jantung dapat dimunculkan lewat kerusakan saraf ujung yang terdapat pada jari-jari yang diakibatkan oleh lamanya ujung jari menunul keyboard hp. Ingat bahya saraf-saraf ujung jari baik tangan maupun jari kaki memiliki keterkaitan secara langsung dengan pembuluh jantung kita. Kondisi ini akan semakin buruk dengan diperparahkannya oleh terjadinya paparan gelombang elektro magnetik dari gadget yang ada digenggaman tangan.

Sedangkan dari sisi psiko-emosional, tulisan yang terkesan semrawut tadi mencerminkan emosi anak sangat labil, egois, temperamen dan cenderung susah diatur. Hal ini merupakan salah satu imbas negatif yang ditimbulkan oleh game baik secara langsung maupun tidak langsung. Dmpak negative tersebut akan semakin tertancap dalam otak yang pada akhirnya akan mempengaruhi serta membentuk keperibadian anak menjadi kasar. Yang perlu di ingat bahwa, sesuatu aktifitas yang akan dilakukan secara berulang-ulang dan dalam waktu yang cukup lama akan semakin mudah terekam secara permanen oleh memori otak kita baik dalam memori jangka pendek amaupun jangka panjang.

Langkah-langkah solutif yang perlu diambil untuk mengatasi permasalah semacam ini agar kondisi psikologis, kecerdasan, daya ingat dan karakternya yaitu dapat dilakukan dengan menerapkan program menulis huruf tegak bersambung. Pada posisi inilah penerapan NLP yang dikomparasi secara bebarengan dengan kemampuan grafologi akan memainkan efektifitasnya dalam membenahi/menerapi kelainan yang terjadi. Tapi sayangnya, saat saya menerapkan pendekatan ini murid-murid kurang menyukainya. Menurutnya menulis dengan huruf tegak bersambung terasa sangat sulit. Dan yang pasti dari situasi semacam ini target yang ingin saya sasar dari pemrograman tersebut menjadi sulit untuk dipenuhi.

Langkah alternatifpun harus tetap dicari untuk dicobakan untuk menyelamatkan masa depan mereka. Alternatif berikutnya adalan melalui program penulisan cerita seperti pada angkatan sebelumnya, yaitu yang pernah dilakukan untuk mereka yang saat ini sudah kelas 5. Program yang ditempuh adalah pembenahan dan penguatan karakter dan kepribadian siswa dengan menulis cerita. Dengan penulisan cerita ini, personality siswa akan terpola dengan penciptaan/pengahdiran karakter protagonist dalam penokohan cerita tersebut. Ingat, pada usia ini domain kinerja otak masih didominasi oleh otak bawah sadar dan dalam proses kerjanya otak bawah sadar tidak mengenal apakah cerita itu nyata atau tidak. Yang jelas berdasarkan kemampuan imajinasinya anak seusia ini sering kali mengidentikkan dirinya dengan tokoh yang dipujanya baik yang ditemukan dalam buku cerita maupun tokoh idola yang dilihat dalam film.

Dan yang tidak kalah pentingnya dari penemuan diatas, saya juga mendapati diferensiasi kemampuan siswa yang sagat beragam terutama bila disinggungkan dengan masalah intelektual-intelegensitas, bakat-minat, dan juga tipe belajarnya. Untuk mengakomodasi keperluan tersebut tentu dibutuhkan wawasan pengetahuan yang memadai baik dalam melakukan pendekatan, pemilihan metodologi maupun penerapanya sehingga semua potensi yang ada pada anak didik bisa tereksplorasi secara maksimal. Hal ini mengingatkan saya pada salah satu pernyataan M. Chotib dalam salah satu bukunya yang mengatakan guru yang hebat adalah guru yang mampu menemukan dan mengoptimalkan semua potensi ada pada diri anak didiknya. 

Semoga pembelajaran yang saya alami semalam mampu menginspirasi kita semua untuk semakin matang, aamiin.


Senin, 07 Oktober 2019

4 BUKU BARUKU


Kemarin siang kira-kira jam 13.00 siang 3 buah buku yang saya beli secara online telah tiba. Kebetulan saat itu dalam kondisi setengah tertidur karena agak ngantuk. Maklum seharian nungguin murid-murid menjalani Penilaian Tengah Semester hingga jam 11.30. sedangkan saya beserta guru yang lain harus pulang sampai jam 14.00 WIB. Dan untuk mengisi waktu tunggu tersebut biasanya saya isi dengan membaca buku yang saya bawa dari rumah, atau  sekedar iseng  untuk menulis sebuah  artikel. Entah itu berbobot atau tidak, yang penting tulisannya jadi dan bisa dibaca. Sedangkan masalah nasib dari tulisan itu, saya biarkan saja entah bagaimana dia (tulisan) tersebut menentukan nasibnya sendiri. Kira-kira begitulah yang dikatakan oleh Pramoedya Anantatur mengenai masalah karya tulis.

Seperti halnya tentang tulisan ini. Tulisan ini tentunya masih sangat jauh dari kategori bermutu. Tapi tidak apalah yang jelas apaun kualitasnya menulis harus tetap dilatih dan dilakukan sesering serta serutin mungkin. Karena dengan adanya biasaan kemampuan menulis seseorang akan semakin baik,  mengalir dan lancar. Selain itu, pembiasaan dalam tingkat kesringan yang tinggi akan menciptakan konsep yang relative kuat dan permanen dalam otak bawah sadar seseorang. Kira-kira begitulah yang dijelaskan dalam buku NLP, Hypnoterapy maupun dalam buku psikology.

Kembali kemasalah 4 buku baruku yaitu 4 buku yang saya peroleh dalam minggu-minggu ini. Yang perama adalah buku hadiah dari bu Endang Suhartutik Pengelola PAUD Mutiara Kelurahan Banjerejo Kecamatan Taman Kota  Madiun yang berjudul  Performa KerjaKepemimpinan Autenti. Sesuai dengan judulnya buku ini membahas tentang system penegelolaan/manajemen kepemimpin yang autentik atau ter-update dengan tuntutan jaman now.


Yang kedua adalah bulu yang saya peroleh secara online, yaitu buku yang berjudul MR.CRACK DARI PAREPE yang merupakan buku aoto biografi bapak B. J. Habibi karya A. Makmur Makka. Dan alkhamdulillah buku yang saya terima kemarin itu masih sempat membaca synopsis di sampul belakangnya.


Buku yang ketiga adalah buku karya Dedy Susanto yang berjudul Rahasia Magnet Sukses Keberuntungan Itu Ada Polanya. Dan buku ini masih sempat baca kata pengantar, daftar isi dan sedikit pembahasannya.














Dan yang terakhir ke empat adalah buku yang berjudul Winner of Love Jalan Cinta Para Pemenang karya Fidi Mahendra. Khusus untuk buku ini saya hanya sempat membaca daftar isinya saja.



Semoga saja saya setelah ini bisa segera membacanya baik dengan teori membaca seperti yang dilakukan oleh orang-orang pada umumnya ataupun teori baca kitat 1 halaman/detik yang masih dalam tahap belajar untuk bisa menerapkannya.

TUMBUH BESAR BERSAMA BUKU



Buku bukanlah sekedar tumpukan atau bendelan kertas yang disemati oleh banyaknya rangkaian huruf untuk menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, paragraf menjadi artikel, artikel menjadi sub bab, seb bab menjadi bab, dan akhirnya bab terkumpul menjadi buku. Nilai  lebih dari itu semua karena sebuah buku bisa merubah kehidupan manusia dan juga dapat merubah peradaban dunia. Buku pengaruhnya lebih dahsyat dan lebih mematikan bahkan melebihan sebutir peluru/mortir. dalam sebuah kata bijak disebutkan buku lebih hebat dari sebutir peluru, karena sebutir peluru hanya mampu menembus satu kepala sedangkan buku dapat mempengaruhi berjuta-juta kepala. 

selain itu, karena esensinya peran buku dalam sebuah peradaban manusia maka tidak salah bila buku dianggap sebagai  jendela dunia, sperti yang tertera pada gambar slogan diatas. Menurutku ungkapan tersebut  memang sangat benar adanya. Karena sebuah buku menyimpan banyak misteri yang penuh dengan keajaiban yang bisa mengantarkan kita kemana saja dalam waktu sekejab. Buku layaknya sebuah mantera yang nilai magisnya luar biasa terutama bagi penulis maupun bagi penikmatnya. Sebuah buku bisa membantu pembaca untuk melakukan relaksasi, refreshing, dan traveling imajiner buku juga memberikan banyak mutiara ilmu/hikmah didalamnya. Bahkan ada lebih dahsyat lagi yang ditawarkan oleh buku yaitu: inspirasi, motivasi, dan perubahan yang berdampak pada  kehormatan, status social, dan finansial seseorang.


 Terus terang saya telah merasakan benar kemanfaatan dari sebuah buku.  Saya juga telah mendapatkan semua hal yang saya sebutkan diatas. Karena buku (membaca) mendapatkan banyak kemudahan, penghidupan yang layak, status social yang baik, dan kehidupan finansial yang lumayan mapan. Padahal secara kuantitas jumlah buku yang say abaca belum begitu banyak. Bahkan bisa dibilang sangat sedikit. Dan dari situlah muncul rasa penyesalanku yang sangat mendalam mengapa dulu saat masih kuliah tidak begitu rajin ke perpustakaan untuk berselancar di dunia kata dan mengakrapi banyak buku. 

Seandainya, dulu saya sudah mengenal teori membacakilat 1 halaman/detik – Agus setyawan, tentu saya bisa membaca semua buku yang ada diperpus UMM yang jumlahnya 15.000 saat itu – tahun 1991/1995. Wah saya pasti lebih hebat dalam artian kaya ilmu dan luas wawasannya. Tentu amazing banget. Sayangnya saat itu sampai kini, menurut perkiraan  saya masih membaca buku dikisaran 300 buku (buku diluar pelajaran) saja dengan rincian  100 buku dimasa kuliah (40 buku literature penyusunan skripsi yang rata-rata bahasa Inggris, 60an buku sifatnya umum mulai bukunya Cak Nun, Nurkholis Madjid, Jalaludin Rahmat, Frans Magnessuseno, Dr.Fatchurrahman, Dr, Schuler, dan masih banyak lagi). Rentang waktu 1996/2008 saya banyak membaca buku dari perustakaan SDN Tenggong 1 & 2, Perpusda Tulungagung dan Perpus Akper Bakti Husada Tulungagung melalui adik saya yang saat itu kuliah keperawatan disana. Dan mungkin jumlahnya 50 – 70 an. Dan yang terakhir 2009 sampai saat ini, saat saya telah menjadi PN kira baru 120 – 150 an buku. Baik dari perpustakaan SDN 1 Kacangan yang mendapatkan program perpustakaan dan sekitar 100an perpus pribadi saya yang ada dirumah. Dan semoga saja perpus pribadiku bisa terus bertambah hingga mencapai 1000 buku, yang sebagian adalah karya tulis saya baik antologi maupun karya mandiri.

Untuk mengatasi rasa kecewaku terhadap masa laluku terkait aktivitas membacaku maka aku obati dengan pembiasaan melakukan kegiatan menulis sehingga saya menjadi lebih rajin dalam mencari informasi dari banyak buku – program untuk pribadi saya. Selain itu saya juga mencanangkan program khusus untuk muruid-murid saya yaitu program baca – ( setiap murid harus setor laporan baca sekian halaman setiap pagi dengan buku bebas). Program ini sudah berjalan dan beberapa murid ada yang telah menyelesaikan 3 buku. Dan program penegmbangan selanjutnya adalah penggiringan siswa untuk bisa  berkarya tulis seperti angkatan sebelumnya yang berhasil menelurkan satu buah antologi setebal 231 halaman.

Semoga lewat tulisan ini aku, kita bisa bersama-sama tumbuh besar bersama buku seperti  Ali Bi abi Tolib, Imam Syafi'i, B. J. Habibi -alm, Jhon F. Kenedy dan masih banyak lagi. Aamiin.















Penyerahan cindera mata kepada ibu asesor UT dari Jakarta di SMK Ngunut Tulungagung

Minggu, 06 Oktober 2019

OPTIMALISASI KEMAMPUAN OTAK BERDASARKAN CARA KERJA OTAK BAWAH SADAR



Kemarin malam saya kedatangan 3 tamu - Rabu, 2/10/2019. Mereka bertiga adalan sepasang pasutri berserta anak laki-lakinya. Mereka datang untuk membantu menerapi anak laki-laki dengan dua tujuan yaitu untuk menigkatkan kemampuan otaknya (kecerdasan dan daya ingatnya) dan yang kedua untuk penyembuhan ambeiennya yang sudah dialaminya sejak kecil. Dan untuk saat ini, si anak masih berumur 8 tahun – kelas 3 SD. Khusus untuk kesempatan ini saya ulas tentang upaya penigkatkan kemampuan otak  saja. sedangkan masalah ambeiennya dibahas dalam bagian terpisah agar pembahasannya bisa dilakukan secara lebih mendetail.

Poin yang pertama yaitu meningkatkan kemampuan.  Guna untuk optimalisasi kemampuan otak maka perlu dilakukan pemrograman ulang kinerja system syaraf otak dan system peredaran darah keotaknya. Dengan pemberlakuan tersebut diharapkan aliran darah keotak bisa lancar, sehingga suplay oksigen dan juga asupan zat-zat yang dibutuhkan otak bisa terpenuhi dengan baik. dan pada tahap selanjutnya akan berdampak pada peningkatan kinerja neuron-neuron otak dalam mendokumentasikan informasi yang telah didapatkannya secara baik pula. Untuk lebih jelas terkait pemrograman kemampuan otak, silahkan untuk membaca dalam buku antologi saya yang berjudul “Banyak Jalan Menuju Sehat  atau dalam artikel sebelumnya dengan judul yang sama yaitu “Pemrograman Ulang Sistem Kerja Syaraf Otak https://samsudinathafu72.blogspot.com/2019/09/pemrograman-ulang-sistem-kerja-syaraf.html.

Oh ya, dalam memberikan penjelasannya bapaknya juga umenanmbahkan kalau si anak juga mengalami kesulitan untuk fokus dalam belajarnya. Dan untuk menanggapi keluhan tersebut maka saya mencoba memberinya penjelasan pada si bapak dengan mengacu pada kajian ilmu psikology pendidikan yang mengklasifikasikan gaya belajar anak kedalam tiga bagian , yaitu: gaya belajar visual; gaya belajar auditori; dan gaya belajar kinestetik. Dan selanjutnya saya berikan tips atau saran berdasar pada informasi yang ada pada buku Membaca Buku 1 halaman/detik karya Agus Setiyawan.
Gaya belajar visual Gaya. Anak yang memiliki gaya beajar model  visual ini  ditandai dengan kuatnya kemampuan belajar yang didasarkan pada penglihatan. Dengan demikian, orang yang tergolong dalam kelompok ini orangnya sangat teliti dan tajam penglihatanya.  Maka tidak perlu heran bila kita mendapati anak tipe ini memiliki kemampuan belajar pada tingkatan yang menonjol terutama bila berhubungan dengan ini matematika, bahasa arab, bahasa jepang, simbol- simbol, dan lainnya yang berkaitan dengan bentuk.
Sedang ciri-ciri yang mudah dikenali dari anak kelompok visual adalah: mereka bisa mengingat dengan lebih cepat dan kuat dengan cara melihat;  tidak terpengaruh oleh suarabising; gemar membaca, sangat kuat dalam mengingat warna; mengingat bentuk; dan kemampuan pada pemahaman artistic. Selain itu, anak tipe ini memiliki penampilan yang rapi tetapi kurang suka mendengarkan penjelasan guru. Hal ini disebabkan oleh dominasi kemampuan visual – melihatnya. Dan metode pengajaran yang sangat bermakna dengan kesan yang sangat mendalam adalah pengajaran yang melibatkan kemampuan visual anaka, yaitu lewat percobaan atau peragaan. Metode pembelajaran yang tepat yaitu dengan metode mindmap, video ilustrasi, alat tulis berwarna, pembelajaran menggunakan bentuk.

Gaya Belajar Auditori. Orang yang masuk dalam kategori ini ditandai dengan menonjolnya kemampuan  indera pendengaran yang lebih baik dan lebih terfokus dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu orang dengan gaya belajar tipe ini lebih mudah memahami sesuatu dengan cara mendengarkan. Hal ini berpengaruh terhadap proses menghafal, membaca, atau soal cerita.
Ciri- ciri yang bisa kita kenali dari anak yang bergaya belajar auditori, adalah: Memiliki kemampuan mengingat yang baik dari mendengarkan, sulit  berkonsentrasi dalam  suasana yang bising, dan suka diskusi.  Sedangkan sisi negative dari anak yang bergaya belajar auditori  yaitu anak mudah  dan kurang suka membaca. Anak  model ini lebih suka bertanya dari pada mencari sendiri dari dalam buku.
Gaya Belajar Kinestetik.  Gaya belajar kinestetik yaitu gaya belajar yang ditandai oleh banyak gerak. Hal –hal yang melibatkan gerakkan fisik  yaitu seperti olahraga, menari, memainkan musik, percobaan laboratorium, dan lainnya. Metode pembelajaran yang cukup efekktif diterapkan untuk anak model ini adalah pembelajaran yang aktif atau permainan. Karena dengan penerapan metode ini anak akan mencapai  perkembangan otak  secara baik. Dan tentu saja, anak tipe ini memiliki sifat yang sangat menonjol yaitu berkecenderungan  tidak bisa diam.  Karena anaknya suka bergerak dan berpindah-pindah tempat serta sedikit usil maka penerapan  metode pembelajaran dengan membuat permainan peran, drama, praktik skill, menari, dan memainkan alat music dianggap lebih sesuai.
Gaya Belajar Global. Anak yang masuk dalam kategori ini ditandai adanya kemampuan untuk memahami segala sesuatu secara menyeluruh. Pemahaman meliputi gambaran secara global (besar) dan juga hubungan antara satu objek dengan yang lainnya. Selain itu anak dengan tipe ini  juga mampu mengartikan hal-hal yang tersirat dengan bahasanya sendiri secara baik. sedangkan secara umum anak yang bergaya belajar global ini memiliki stylis/gaya belajar sbagai berikut: mampu melakukan banyak tugas dalam waktu bersamaaan; memeiliki kemampuan dalam bekerjasama dengan orang lain secara baik;  memiliki sensitifitas/kepekaandalam melihat  permasalahan dengan baik; dan juga cakap mengutarakan apa yang dilihatnya dengan kata-kata sendiri secara baik.
Namun disisi lain, anak dengan gaya belajar global memiliki kecenderungan  kurang rapid an dalam melakukan suatu pekerjaan seringkali berantakan (tidak teratur). Karena anak tipe global sering kali  memikirkan bnayak hal sekaligus maka sebagai resikonya  dia kurang mampu untuk tetap focus pada satu pekerja yang pada akhirnya akan berdampak pada terbeklainya tugas yang dikerjakan tadi. Dibalik kelemahan tersebut, anak tipe ini sangat  peka terhadap lingkungan sekitarnya termasuk perasaan orang lain dan merasa senang untuk bekerja keras membuat orang lain senang.

Gaya Belajar Analitik. Anak yang bertipe analitik memikili kemampuan dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci, spesifik, dan teratur. Dalam mengerjakan segala sesuatunya dilakukan secara bertahap, urut dan rinci. Dengan karakter tersebut anak ini memiliki ciri gaya belajar sebagai berikut: Berfokus mengerjakan satu tugas hingga tuntas;  cara berpikirnya  logis berbasis pada data dan fakta, tidak suka ada hal yang terlewatkan dalam melaksanakan tugas, dan juga memiliki keteguhan/konsistensi secara baik.
Sedangkan metode pembelajaran paling sesuai dan baik untuk diterapkan pada anak tipe ini yaitu dengan cara membuat jadwal belajar yang terstruktur dan penentuan sasaran belajar yang ditargetkan secara  jelas.
Berdasarkan pertimabangan diatas – gaya belajar anak, maka kedua orang tua dari anak tadi saya jelaskan kalau anaknya termasuk dalam kategori kinestetik yang mana anaknya selalu aktif dan agak susah untuk focus dalam melaksanakan pembelajaran. Dan untuk menyiasatinya bisa dilakukan terapi untuk optimalisasi kemampuan otaknya yang melikputi daya kreatif dan daya ingatnya. Hal ini bisa dilakukan secara rutin satu bulan satu kali.
Selain cara tersebut, saya juga kasi saran tambahan yng mengacu pada cara kerja otak bawah sadar manusia dalam posisi gelombang otak alfa yang saya baca dalam buku Agus Setiyawan – Membacakilat 1 Halaman/Detik. Berdasarkan informasi tersebut maka saya anjurkan kalau habis membaca/belajar diusahakan anaknya untuk memejamkan matanya selama 10 – 20 menit. Karena ksaran rentang waktu tersebut yang dibutuhkan otak bawah sadar memproses penyimpanan informasi kedalam otak bawah sadar secara sempurna.
Mengapa harus memejamkan mata? Ya karena hanya dengan memajamkan mata otak sadar khususnya kritikael area dari otak kita tidak dapat bekerja. Sebagai dampak positifnya semua informasi yang tekah kita peroleh bisa tersemipan kedalam memori jangka panjang otak bawah sadar kita. Dan kondisi semacam inilah yang disebut sebagai kondisi jenius otak manusia untuk melakukan pembelajaran, yang tentu saja akan membuahkan hasil yang sangat optimal bila hal ini bisa diterapkan.  
Sedangkan untuk dapat memanggil ulang informasi yang terkemas dalam memori bawah sadar jangka panjang disaat-saat infomasi dibutuhkan bisa saja dilakukan kapan saja. Dan untuk tingkat kemudahan dalam pemanggilan informasi yang tersimpan kita butuh latihan secara baik yang mungkin akan diulas dalam artikel selanjutnya. Semoga pengalaman ini mampu menginisiasi baik baik para guru maupun para orangtua dalam mengenali dan menyikapi gara belajar anak.

Selasa, 01 Oktober 2019

MENYELAMI KANDUNGAN NILAI FILOSOFIS DALAM SENI BATIK






”2 Oktober  Hari Bati Nasional. Hari Batik adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai  Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpiece of the Oral & Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober  2009 oleh UNESCO”.

Quote yang dapat dari salah satu teman yang tergabung kelompok GGDN Jawa Tengah dan juga dalam group EW yaitu bu Cibdah. Saya rasa quate tersebut sangat relefan untuk saya comot sebagai lead introduction – paragraph pembuka dari tulisan saya kali ini, terkait dengan peringatan hari batik nasional.

Seperti yang kita tahu, bahwa masyarakat kita kaya akan khasanah budaya, baik dalam bentuk kearifan kultur filosofis, seni, pakaian adat, bentuk rumah, senjata tradisional,  tradisi tata social, kuliner, dan masih banyak lagi. Khusus untuk kesempatan kali ini, tulisan ini hanya akan membahas permasalahan batik. Ya, karena ini bertepatan dengan pelaksanaan hari batik yang telah mendapatkan pengakuan internasional yang terbukti dengan ditetapkannya hak cipta/kepemilikannya oleh UNESCO sebagai milik bangsa Indonesia. Namun untuk pembahasan saya akan menfokuskan pada maslah kandungan nilai filosofis dari karya seni batik. Sedangkan pengkajian dari sisi produksi, pemasaran dan pengembangannya.

Untuk memulai penelusuran terhadap jejak-jejak muatan kearifan kultural lokal kaya akan nilai-nilai filosofis yang telah berkembang dan dipegang teguh oleh masyarakat pengrajin batik, analisa saya akan mengacu pada 5 items yang terselib dari kata batik itu sendiri. Secara morfologi kata batik terdiri dari 5 huruf yang akan jadi acuan tadi. Mungkin dari penjelasan awal semacam ini, pembaca merasa terpantik untuk melontarkan sebuah kalimat tanya yang bernuansa sanggahan “mungkinkah tolak ukur sesimpel itu mampu digunakan untuk mengupas permasalahan seputar batik, apalagi dai sust pandang filosofis?”.

Mungkin persepsip pesimis semacam itu sangat benar bila kita memandangnya dari ukuran yang sempurna, perfeksionis dan holistic. Yang jelas sudut pandang semacam itu bagi saya tidak  begitu esensial karena bila hanya akan menghambat gerak imajinatif kita dalam berekspresi dalam mengapresiasi karya seni batik. Atau paling tidak tulisan ini, bisa sedikit menyibak dari banyal hal yang perlu diketahui.

Ok, langsung saja ulasannya saya awali dari huruf “b” dari kata batik. B bisa dijabarkan sebagai  beraneka, beragam,dan berwarna-warni. Dari bentuk seni batik kita bisa belajar banyak tentang adanya keragaman, keanekaan, perbedaan/ketidak samaan yang berkembang secara baik dalam kehidupan bermsyarakat. Namun keragaman dalam nuansa pluralis dan kemajemukan tersebut akan menjadi sesuatuyang sangat bernilai tinggi bila mampu dikombinasikan dalam perpaduan yang harmonis. Dari harmonisasi warna, corak, model, ragam, dan spiritnya akan mampu mendongkrak aura si pemakai pakaian batik. Begitu pula halnya dalam realita kehidupan bermasyarakat, bila kita mampu melebur secara apik dalam tata social kultural yang ada secara baik tentu kerukunan, perasatuan dan kesatuan akan selalu tercipta secara sempurna dalam alur bingkai harmonisasi yang penuh kehangatan.

A, huruf a menurut saya dari kata batik mengandung makna asik, antik, dan artistis. Seperti kita tahu bahwa seni batik/pakaian batik mengandung nilai seni yang sangat artisitik. Dikatakan artistic karena betik termasuk salah satu karya seni yang penuh keantikkan sebab tidak semua orang bisa membuatnya. Dan juga tidak semua negara memilikinya. Hanya di Indonesia seni batik itu ada. Sedangkan bisa dikatakan asik karena pakaian bermotif batik akan terasa adanya nilai  eksotisme genik yang terasa. Tentu perasaan semacam itu tidak akan kita dapatkan saat kita mengenakan pakaian motif lain.

T, huruf t terkandung makna tematik, tertata, tersetruktur dan teratur. Berbicara masalah batik tentu kita mengenal beraneka ragam dari motif batik. Baik yang ada dia daerah satu maupun dengan daerah lainnya. Dari keragaman tersebut tentu terdapat tema atau nilai historis yang melatar belakangi lahirnya jenis batik yang ada. Misalkan, nilai historis yang terdapat pada batik Kawung, batik Satriomana, batik Gajah Mada dan masih banyak lagi untuk disebutkan. Dari tema historis yang melatarinya maka ditatalah ekspresi warna dilakukan secara teratur dal alur yang pas dan terstruktur secara baik yang klop dengan nilai kultural masyarakatnya.

I, huruf I dapat diartikan sabagai inisiatif, inspiratif dan imajinatif. Untuk penghadiran sebuah karya seni batik tentu memerlukan adanya kemampuan imajinatif yang sangat tinggi dan inspiratif. Selain itu dari sebuah karya batik akan berdampak pada munculnya inisiasi/inisiatif yang mampu merangsang orang lain untuk mengembangkan imajinasinya.


K, huruf k terkandung makna kreatif dan komunikatif. Untuk menghasilkan sebuah karya seni batik tentu dibutuhkan daya kreasi yang sangat mumpuni sehingga wariasi seni batik menjadi sangat beragam dan layak jual. Bahkan dari karya seni batik tentu terdapat nilai-nilai yang bisa disampaikan. Dengan kata lain, karya seni batik  dapat digunakan sebagai media komunikasi yang dapat fungsikan dalam penyampaian pesan kepada orang lain.

Mungkin itulah sekelumit nilai filosofis yang mampu saya kupas dari kata batik dalam rangka hari batik saat ini. Sedangkan kesimpulan dari deskripsi diatas sepenuhnya terserah pada persepsi dan kedalaman wawasan kita masing-masing. Semoga bisa menambah wawasan kita semua, aamiin.
Kacangan, 02/10/19