This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 29 Agustus 2019

HATI-HATILAH SAAT MANDI


Sering kali kita mendengar kabar kalau  ada orang terjatuh di kamar mandi yang mengakibatkan si penderita kesehatanya mendadak ngedrop bahkan tidak jarang mereka mengalami keadaan faal (tidak sadarkan diri hingga beberapa hari dan ujungnya berakhir pada kematian. Kadang kala ketika kita mendengar berita semacam itu kita menganggapnya hanya candaan karena orang yang dikabarkan meninggal baru saja ngobrol bersama.
Dari secuil gambaran diatas, menurut logika penulis hanya ada dua kemungkinan gangguan medis yang bisa terjadi  pada diri seseorang saat berada di kamar mandi  dan ini tidak ada kaitanya dengan unsur klenik atau guna-guna.  Dua kemungkinan tersebut yaitu serangan jantung koroner dan bisa juga terkena gangguan stroke yang disebabkan pecahnya pembuluh darah pada bagian otak.
Mungkin para pembaca bertanya, Apa kaitanya dua penyakit tersebut dengan kamar mandi? Apa penyebabnya? Mungkinkah kamar mandinya angker, ada penunggunya? Atau mungkin masih ada banyak pertanyaan lagi yang perlu dijelaskan dengan jawaban yang logis dan masuk akal.
Secara garis besar kedua penyakit tersebut bisa terjadi karena adanya gangguan pada aliran pembuluh darah arteri seseorang. Kalau jantung koroner berarti yang bermasalah pembuluh arteri jantungnya atau pembuluh stam jantung yang mengakibatkan otot  jantung tidak bisa berdetak dan bila berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama tentu ajal menjemput. Dan bila berlangsung dalam waktu singkat si penderita kesehatannya akan mengalami penurunan drastis karena peredaran darah mengalami ketergangguan, sehingga pendistribusian zat-zat nutrisi  dan oksigen ke seluruh bagian tubuh tidak dapat terlaksana secara sempurna.
Begitu pula dengan penyakit stroke. Penyakit stroke bisa terjadi disebabkan adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Kejadian ini mirip sekali pada serangan jantung koroner yang membedakan hanya letak pembuluh darah yang diserangnya. Kalau stroke tentu saja pembuluh darah otaknya yang terganggu yang akan mengakibatakan kerusakan yang bersifat fatal, permanen dan bahkan tak jarang berakhir pada sebuah kematian.
Berdasarkan letak kerusakan (pecahnya) pembuluh darah arteri dapat memunculkan tiga kemungkinan dampak negatifnya.  Pertama: pecahnya pembuluh darah bagian otak, dan gangguan jenis  ini secara medis sangat sulit diatasi karena dalam kondisi semacam ini penderita hanya mampu bertahan antara 3 jam sampai 3 hari saja.
Kedua: pecahnya pembuluh saraf  bagian  wajah. Bila yang terjadi kerusakan model ini,  si penderita masih besar kemungkinannya untuk bisa disembuhkan. walaupun tingkat kesembuhanya tidak mencapai 100% , dan biasanya masih meninggalkan kelainan diantaranya bicara jadi cadel, ucapan yang tidak selaras dengan maksud dan pikiran, mulut tidak simetris (menyor), dan yang terakhir mata terlihat jadi lain.
Dan yang ketiga: pecahnya pembuluh saraf (darah) pada bagian  anggota gerak. Biasanya  si penderita akan mengalami kesulitan gerak, terasa kaku, tidak terkontrol secara baik, tangan dan kakinya menjadi lumpuh. Untuk tipe ini masih besar peluangnya untuk disembuhkan sampai pada tingkat kesembuhan tertentu.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut analisa penulis peristiwa  ini bisa terjadi karena kesalahan sepele saat pertama kali menyiramkan air ke bagian tubuh  tidak tepat. Teori ini penulis temukan dari postingan teman – teman di medsos yang menyarankan untuk mencontoh  tahapan  yang dilakukan Nabi Muhammad saat mandi. Tahapan tersebut dibagi dalam empat bagian yang harus dilakukan secara berurutan yakni : dimulai dari menyiram telapak kaki, menyiram betis, menyiram paha kemudian perut bagian bawah pusar dan setelah itu hentikan beberapa saat  sampai kondisi tubuh kita siap.
Kesiapan kondisi tubuh ditandai dengan sudah keluarnya energi hangat yang merambat di tulang belakang  naik keatas hingga tengkuk kemudian lepas dari kelapa. Bila situasi ini telah terlewati kita menyiram tubuh kita dari bagian mana pun boleh dan dijamin sudah aman dari serangan jatung koroner  maupun dari stroke.
Mungkin pembaca ada yang menganggap artikel hanya sebagai sesuatu yang sepele dan tidak berdasar atau mungkin menganggap tidak berguna karena penulisnya bukanlah seorang dokter dan bahkan tidak mempunyai latar belakang pendidikan medis/kesehatan. Anggapan itu memang benar tapi tidak semuanya benar. Penulis mempresentasikan tulisan ini didasarkan buku pijat refleksi Cina, buku Reiki Waskita, buku paket IPA kelas 4, 5 dan 6, buku keperawatan yang dimiliki adik penulis yang saat ini bertugas di Dinas Kesehatan Kota Blitar dan juga didasarkan dari pengalaman menerapi yang telah penulis lakukan mulai tahun 2009 yang lalu.
Dalam buku pijat refleksi Cina diterangkan  bahwa dalam tubuh manusia terdapat 12 titik refleksi utama, 6 titik ditangan dan 6 titik di telapak kaki. 6 titik di kaki berkaitan erat dengan fungsi organ dalam tubuh mulai jantung, paru, hati, pangkreas, pencernaan, lambung dan ginjal. Sedangkan 6 tiitik di tangan sebagian besar terhubung dengan otak, mata, pendengaran dan semua yang ada di kepala.
pada seluruh ujung jari tangan disitu terdapat titik refleksi yang terhubung dengan pembuluh jantung dan disinilah letak salah satu kesalahan saat kita menyiramkan air ketika  di kamar mandi. Saat tersiram air reaksi spontan yang muncul yaitu tensi pembuluh jantung akan menurun atau mengecil secara cepat, sedangkan tekanan darah arteri dari kaki masuk ke jantung masih tetap tinggi. Inilah yang memicu terjadinya jantung koroner  atau angin duduk (istilah jawanya).  Lebih parah lagi bila yang diguyur pertama kali bagian tubuh, secara otomatis seluruh bagian jantung mengecil dan tentu ini lebih fatal lagi akibat yang ditimbulkanya.
Dan apa jadinya bila yang diguyur air langsung ke bagian kepala? Sensasi pertama yang muncul adalah rasa segar dan nyaman yang luar biasa. Tapi efek terburuk setiap saat bisa mengancam, yaitu stroke. Momen ini bisa terjadi karena adanya penurunan (penyusutan) pembuluh saraf dan pembuluh darah yang ada di kepala dalam waktu yang relatif cepat dan hampir bersamaan. sedangkan aliran darah arteri yang menuju ke otak masih tetap tinggi. Maka resiko terjadinya pecah pembuluh darah sangat tinggi sekali, terutama bagi yang sudah cukup berumur, penderita tekanan darah tinggi, diabet dan kolesterol.
Sedangkan dari tinjauan aliran energi,  menurut Tjiptadinata Effendi dalam salah buku Waskita Reiki menyebutkan aliran energi dapat dibedakan  menjadi 3 yaitu: jalur sun suma, nadi ida dan nadi pinggala. Selain itu, dalam tubuh kita juga terdapat 6 cakra utama yang menghasikan sumber energi pada tubuh manusia.
Aliran energy terbesar pada manusia melewati jalur sun suma  (sun sum tulang belakang). Aliran energi utama  yang ditandai adanya perambatan rasa hangat dipunggung – tengkuk – kepala, tentu saja akan mengalami hambatan terhenti secara cepat tertutup jalanya bila kepala langsung disiram air saat mandi. Coba bayangkan apa yang akan terjadi?  Stroke karena pembuluh saraf pecah, jantung koroner  dan  tidak tertutup kemungkinan  juga kematian.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan agar kita terhindar dari malapetaka tersebut maka jangan menyiram bagian kepala, bagian badan dan juga bagian tangan terlebih dahulu. Mulailah dari telapak kaki, betis, paha dan bagian perut bawah pusar. Dan yang juga perlu diingat adalah bagi  orang memiliki rekap medis pernah mengalami keluhan hipertensi, kolesterol , kratein, lemah jantung, kondisi capek selepas kerja/olahraga harus ekstra hati-hati dalam penyiraman pertama saat melakukan kegiatan mandi. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Rabu, 28 Agustus 2019

3 TAHAPAN PENTING DALAM MENULIS


Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan dalam berbahasa. Keempat keterampilan tersebut meliputi : menyimak/listening, berbicara/speaking, membaca/reading, dan menulis/writing. Dan dari keempat keterampilan berbahasa tadi, secara umum menulis dianggap sebangai keterampilan berbahasa yang paling sulit bila dibanding dengan tiga keterampilan berbahasa yang lainnya.
Dianggap paling sulit karena dalam proses untuk menghasilkan sebuah karya tulis, perlu melibatkan banyak unsur yang rumit dan komleks. Rumit karena harus memperhatikan tata aturan bahasa tulis (tanda baca), pemilihan kata (diksi), gaya penulisan, dan lain sabagainya. Sedangkan kompleks, karena dalam penulisan harus mempertimbangkan nilai/pesan yang harus disampaikan, pengetahuan yang cukup, persiapan data dan literature pendudkung, pemilihan pembaca yang disasar, bentuk kepenulisanya – fiksi, nonfiksi – ilmiah murni atau ilmiah popular dan seterusnya.
Dengan menilik  deskripsi diatas mungkin anggapan menulis itu sulit ada benarnya. Namun menurut penulis, anggapan semacam itu tidak sepenuhnya benar. Karena untuk bisa menyimak, berbicara dan membaca pada tingkat kemampuan yang lebih juga membutuhkan latihan serius dan tidak gampang.  Misalkan untuk bisa memiliki kemampuan berbicara tingkat tinggi (motifator, penceramah, guru ) atau apapun yang terkait dengan berbicara juga membutuhkan persiapan  serta latihan yang tidak ringan.
            Karena topik bahasan kita berfokus pada keterampilan berbahasa tentang menulis, maka tiga keterampilan berbahasa lainnya kita abaikan terlebih dahulu. Dan kita fokus pada tujuan utama (main goal) yaitu penguasaan  keterampilan menulis (writing skill) dengan cara mempelajari dan sekaligus menerapkan langkah-langkah dalam membuat karya tulis. Tentu saja pembahasannya dipilih yang paling mudah, praktis, prakmatis dan sekaligus aplikatif  agar bisa diterapkan secara gampang pula.
            Untuk menghasilkan karya tulis yang baik, tentunya ada banyak hal yang perlu  dipersiapkan secara matang dalam tiap tahapan yang dilaluinya. Langkah atau tahapan dalam menulis (stages of writing) merupakan serangkaian kegiatan yang mesti dilalui (dikerjakan) oleh seorang penulis dalam proses penyusunan karya tulis. Yang secara  sederhana tahapan tersebut dapat diklasifikasikan kedalam 3 bagian, yaitu: prewriting (persiapan menulis), writing stage or organizing information (penyusunan informasi), writing draft (penulisan draft/teks), dan revising (pengecekan ulang). (Samsudin, 1996 : 12).
Prewriting
Prewriting merupakan momen yang cukup signifkan dalam sebuah proses kepenulisan.  Entah apapun bentuk genre yang diambil baik itu sastra, ilmiah, popular, humor, fiktif maupun non fiktif. Menurut McCrimman (1980: 4) disebutkan “prewriting in this stage is the step to get clear in mind with what specific approach to the subject should be, what kinds of material you need, how these materials should be organized and presented for the particular kind of readers have in mind, in short, you plan the organization and content of project papers. Yang secara bebas dapat diterjemahkan sebagai berikut: prewriting merupakan tahapan untuk memperoleh kejelasan dalam pikiran untuk menentukan /memilih pendekatan yang tepat terhadap suatu subjek, materi apa saja yang dibutuhkan, bagaiman amengorganisasi/menyusun dan menyampaiakan kepada pembaca apa yang ada dipikiran kita, in short, kamu merancang pengorganisasiannyadan isi pada kertas kerja.          
Pada fase ini, seorang penulis dituntut untuk melakukan berbagai macam persiapan, terutama  hal-hal yang sifatnya mendukung karya tulis yang akan dibuat yang meliputi:
1.      Persiapan ini meliputi pemilihan tema permasalahan yang akan ditulis.
2.      Perumusan konsep tulisan yang diinginkan.
3.      Pengumpulan data/informasi yang relefan bisa diperoleh lewat survey, penelitian, wawacara, buku literature, surat kabar, majalah maupun selancar di internet.
4.      Pemetakan pembaca yang disasar.
5.      Pemilihan dan penggunaan gaya bahasa serta gaya penulisan yang tepat dengan tingkat pembacanya.
Writing stage or Organizing information, menurut  McCrimman ( 1980:4) “Writing stage means that we work out our plan in detail trough the first draft - Writing stage merupakan waktu kita bekerja menuangkan apa yang telah kita rencanakan kedalam bentuk tulisan secara detail. Dengan kata lain, tahap ini merupakan momen dimana penulis harus menyampaikan sesuatu yang dia tahu kepada pembaca dengan menggunakan media kertas ataupun social media elektronik.
Rewriting/revising/editing, menurut McCrimman (1980)didefinisikan “Rewriting or revisingis the step to examine what the writer has done and to consider where and how the first draft can be improved – penulisan ulang atau revisi merupakan tahapan untuk melakukan pengujian apa yang telah dilakukan (disampaikan) oleh penulis dan juga saat untuk mempertimbangkan bagian mana dan bagaimana tingkat kelayakan terhadap sebuah karya tulis pada sebuah tulisan awal”.
Dan bila seluruh tahapan tersebut telah terlewati dengan cermat tentu akan menghasilkan sebuah karya tulis yang sangat baik, yang siap untuk dipublikasikan kehadapan pembaca.

Senin, 26 Agustus 2019

BELAJAR MANAGE PIKIRAN DARI ORANG GILA



Belajar manage pikiran dari orang gila. Sebuah judul tulisan yang terasa aneh dan kurang waras. Mosok kita belajar untuk memanage pikiran dari orang gila, bukankan mereka itu tidak waras baik itu dari kajian medis maipun psikolgis. Terus pelajaran apa yang akan kita peroleh darinya seandaainya kita belajar darinya? Apalagi terkait dengan masalah yang sangat essensial yaitu tentang managemen pikiran. Dari situ, mungkin akan muncul sebuah penilaian bahwa kita dianggap sebagai orang bahlul yang sekaligus majnun. Lha belajar kok dari orang gila.

Ah, masak sampai segitunya? Bukankah Alloh menciptakan segala sesuatunya pasti ada guna dan tujuannya. Begitu juga dengan keberadaan orang gila. Bahkan dari keberadaan orang gila mampu merangsang munculnya ilmu kajian yang beragam baik yang terkait dalam ilmu kedokteran, ilmu pengobatan, ilmu psikologi dan juga indutri obat-obatan. Dari kasus ini tentu saja belajar dan mempelajari tentang orang gila tidak akan memerosokkan eksistensi logika kita menjadi tidak waras/gila. Mungkin disinilah letak relevansinya sebuah ungkapan yang menyatakan “ada satu hal yang hilang pada diri setiap orang Islam dan bila kamu menemukan dimanapun letaknya maka ambillah. Satu hal yang hilang tersedut adalah hikmah-ilmu”.

Untuk membahas lebih jauh terkait dengan topik permasalahan ini, saya menjadi teringat tiga buah artikel yang memiliki relevansi yang sangat signifikan dengan pembahasan ini. ketiga artikel tersebut adalah: Cerita tentang orang gila yang selalu sehat – yang diunggah di FB Umi Rara pada tanggal 24/8/19; Pengaruh Pikiran Terhadap Asam Lambung – tulisan saya yang dimuat di majalah DWIJA PGRI Tulungagung dan yang terakhir posting pak Ngainun Naim di FB nya yang berjudul Belajar dari Cerita-yang terinspirasi dari Crita Cekak Majalah Jaya Baya Nomor 52 Minggu IV Agustus 2013 yang mempresetasikan penokohan Mbah Bogo.

Dalam postingannya, Umi Rara mengawalinya dengan sebuah kalimat pertanyan yang bunyinya “Pernah nggak kita mikir kenapa orang gila selalu terlihat sehat dan jarang sekali sakit ketimbang orang normal atau orang waras?”.  Dan sebagai kunci jawabannya disebutkan tiga hal yaitu: orang gila tidak pernah stress, orang gila tidak pernah berpikir macam-macam; dan juga orang gila selalu hidup bahagia.

Kemudian dari deskripsi diatas dapat dijelaskan dengan analogi yang saya tuliskan dalam artikel Pengaruh Pikiran Terhadap Asam Lambung. Dalam artikel ini disebutkan bahwa pola pikir atau cara menyikapi permasalahan hidup sangat mempengaruhi produktifitas asam lambung seseorang. Bila beban pikirannya serius/tinggi maka secara otomatis asam lambungnya akan meningkat, dan bila asam lambungnya tinggi maka secara otomatis akan mempengaruhi system kinerja saraf otak dan seluruh kinerja organ tubuh kita. Peningkatan asam lambung awal mulanya berfungsi sebagai zat antibody yang benrguna untuk pertahanan tubuh. Atan tetapi bila jumlah ketersediaan melebihi kadar yang dibutuhkan justru akan membahayakan kesehatan seseorang, baik berupa perut kembung, semebelit/susah bab, sakit mag ringan, mag akut, infeksi lambung, hipertensi, migren, vertigo, liver, jantung dan masih banyak lagi efek sampingnya. Dan analogi teori ini yang selalu saya guna saat menerapi klien saya dengan penerapan bioenergy -  hypnotherapy,  dan ternyata sangat efektif serta lebih cepat reaksinya bila disbanding dengan mengkonsumsi obat-obatan medis.

Sedangkan dari postingan pak Ngainun Naim diceritakan bahwa untuk dapat hidup panjang umur yaitu dengan cara Ikhlas dalam mengahadapi permasalahan hidup. Seperti yang dinasehatkan oleh Mbah Bogo dalam cerita tersebut. Mbah Bogo menasihatkan bahwa”Batin dan pikiran jangan dibiasakan untuk kecewa, sedih, kuatir, marah, dan sejenisnya yang membuat hati sakit. Begitu juga jika sedang mendapatkan anugerah, ya jangan dibiasakan untuk merasakan senang, sombong, dan hal-hal berlebihan lainnya. Biasakan hati untuk merasa damai, tenteram, dan bahagia. Allah akan memberikan ganti terhadap semua hal yang membuat hatimu kecewa. Karena, jika kamu dibuat kecewa oleh orang lain, tetapi hatimu tidak kecewa, tetap damai dan tenteram, itu berarti rasa syukurmu sangat besar kepada Allah. Jika kamu mampu seperti itu, Allah akan memberikan anugerah yang lebih besar lagi”.
Kesimpulan yang dapat kita tarik dari penjelasan diatas adalah agar kita bisa hidup sehat, kuat, dan panjang umur dalah keberkahan serta kesuksesan adalah sebagai berikut:
1.      Jalani dan sikapi hidup ini penuh dengan rasa ikhlas.
2.      Jangan siksa hidup dengan berbagai macam kekecewaan.
3.      Pertahankan fluktuasi gelombang otak tetaop berada pada posisi bahagia.
4.      Syukuri apa saja yang telah kita dapat, apapun benuknya.
5.      Suka bersedekah.





Minggu, 25 Agustus 2019

TARGET BARUKU


Bismillah, hari ini saya telah membulatkan tekat saya untuk membuat blog baru guna untuk menyalukan pemikiran yang ada diotak agar tidak hilang menguap dan hilang percuma. paling tidak blog baru ini bisa diguunakan untuk mendokumentasikan jejak-jejak geliat pikiran saya. Siapa tahu bisa menginspirasi siapa saja yang berkenan untuk mampir dan bercengkerama ntuk mendiskusikan serta tukar wawasan disini.

Insyaalloh, dalam blog baru saya ini akan saya unggah tentang geliat literasi, resensi liratur yang saya miliki, pembahasan tentang kesehatan jalur alternatif, masalah pendidikan, pengembangan dan optimalisasi kemampuan otak dengan pemanfaatan bioenergi, hypnoterasi, NLP, Coaching dan masih banyak lagi. yang jelas saya sangat wellcome erhadap berbagai masukan lewat blog baru saya ini.

Oh, ya. Selain permasalah tersebut diatas saya juga sangat senang bila diajak berdikusi mengenanai literasi - kepenulisa karena itu merupakan salah satau target akhir dari pemeunculan blog baru saya ini. Untuk itu atas dukungan adan supotnya dari semua teman saya ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Semoga lewat blog baru ini ada banyak kebaikan yang bisa ditaburkan, aamiin.