Kucing Ajaib
Ditulis oleh Hilmy
Atha Furqon
Pada
suatu hari Haikal sedang bermain dengan teman-temannya di lapangan. Haikal
bersama temannya sedang bersenang-senang bermain petak umpet. Ketika permainan
dimulai, mereka langsung pada lari untuk bersembunyi di tempat yang aman biar
sulit ditemukan oleh yang sedang berjaga.
Seiring
berjalannya waktu, mereka pun yang bersembunyi satu persatu keluar dari
persembunyiannya karena telah berhasil ditemukan oleh yang jaga. Dan sekarang hanya
tinggal satu yang belum ditemukan yaitu Haikal. Nampaknya haikal masih belum
keluar dalam persembunyiannya walau temannya yang jaga sudah bingung.
Namaun
tiba-tiba saja keheningan tersebut dibuyarkan oleh suara gonggongan anjing yang
sesekali diselingin suara kucing merintih kesakitan. Rupanya sedang terjadi
perkelahian anatara anjing dan kucing dibalik semak-semak didekat pohon besar
itu. Dan dari perkelahian tersebut ada bagian tubuh kucing terdapat luka serta
mengalirkan darah. Luka yang disebabkan oleh serang anjing. Kucing mungil
tersebut luka pada bagian kakinya.
Melihat
kejadian tersebut sepontan Haikal yang sedang sembunyi karena petak umpet langsung
berlari sekencang-kencangnya untuk menyelamatkan si kucing. Setelah sampai
dilokasi kejadian, Haikal langsung memungut kucing tadi untuk diselamatkan. Sesampainya
di rumah kucing mungil nan imut segera diobati. Luka kakinya dibersihkan dengan
cairan alcohol setelah itu dibetadin dan dibalut perban dengan kain kasa biar
lukanya tidak infeksi dan biar bisa segera sembuh.
Haikal
merasa senang sekali bisa merawat kucing mungil. Setiap hari Haikal secara
telaten memberi makan dan minum. Bahkan hampir setiap hari si kucing diajak
bermain dan juga lari pagi. Rupanya kucingnya sudah sembuh dan lukanya sudah
kering. Karena begitu sayangnya, kucing tersebut diberi nama Roki.
Namun
pada suatu hari ketika Haikal dan Roki berlari dan Roki tersesat. Haikal pun jadi
bingung dan langsung bergegas untuk mencarinya. Hingga hari menjelang sore, si
Roki belum ditemukan. Haikal pun mencoba bertanya pada warga kampong yang
dijumpainya, “Apakah ada yang melihat kucing seperti ada dalam gambar ini?”
Tanya Haikal. Bahkan sampai malam hari belum juga ketemu hingga akhirnya Haikal
memutuskan untuk pulang. Haikal bertekat
untuk mencari lagi besok harinya karena Haikal merasa sangat kasihan sama Roki.
Sampai mala mini Roki pasti belum makan. Pasti Roki kelaparan.
Namun
ketika di tengah perjalanan pulang, tepatnya di dekat pertigaan jalan tiba-tiba
Haikal mendengar suara kucing yang mendekatinya. Dari kejauhan suaranya mirip
banget dengan suara Roki. Ternyata benar itu memang Roki. Haikal pun langsung berniat
untuk membawanya pulang untuk dikasih makan.
Tetapi
tidak disangka kejadian yang di luar dugaan terjadi. Tiba-tiba saja Roki bisa berbicara
layaknya manusia. Rupanya Roki si kucing imut itu merupakan jilmaan manusia
yang telah dikutuk oleh nenek penyihir berambut gimbal. “Kepada Haikal si Roki
menyebut kalau Haikal adalah sahabat. Dan untuk itu sebagai tanda balas budiku
atas kebaikan telah merawatku aku akan berikan sebuah batu permata sebagai
hadiah. Dan bila nanti kamu ingin menemuiku kamu cukup menggoso-gosok batu
permata itu sambil memamnggil namaku maka aku pasti akan datang menemuimu.”
Kata Roki. Kemudian sesaat setelah itu tiba-tiba saja si Roki menghilang dari
pandangan Haikal. Namun satu Haikal tetap merasa senang karena telah diberi
batu permata ajaib yang bisa menghubungkannya dengan Roki setiap saat, kapapun Haikal
mau.
Sekian terima kasih.










