This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 08 Oktober 2024

Sensasi Bunga Kitolod

Foto dokpri


                Awalnya saya tidak tahu tanaman rumputan yang terdapat di antara bunga-bunga yang terjajar di taman depan kelas tempat saya mengajar yaitu SDN 1 Pandari Kecamatan Ngunut. Awalnya saya menganggap itu hanyalah rumput liar selayaknya rerumputan gulma yang perlu untuk dicabut biar tidak mengganggu tanam utama. Untungnya saat itu  (dua tahunan yang lalu) saya sempat menanyakan kepada rekan guru lain yang lebih lama bertugas di situ guna untuk mengusir rasa penasaran yang terus menggelayuti pikiran.

                Alangkah terkejutnya saat saya mendapatkan jawaban dari beberapa rekan guru tersebut, beliau-beliau secara serempak dan dengan penjelasan yang senada mengatakan kalau tumbuhan – rumputan tersebut bernama Kitolod yang konon memiliki daya guna untuk kesehatan mata. Hal ini diperjelas dengan realita yang telah diterapkan oleh bapak Kepala Sekolah yang sebelumnya yang terbukti penglihatannya masi sangat baik – masih dapat membaca tanpa mengenakan kaca mata walau beliaunya sudah purna tugas 5 tahun yang lalu.

       Selanjutnya saya pun berusaha melengkapi informasi terkait dengan bunga Kitolod dengan mencoba berburu informasi yang terdapat di internet. Kemudian dari perselancaran tersebut saya memilih salah satu artikel yang berjudul “Sayang Dilewwtkan, Ini 7 Manfaat Bunga Kitolod bagi Kesehatan” terdapat di halodoc.com dan telah ditinjau oleh dr. Rizal Fadli pada tanggal 08 Desember 2022 yang lalu (https://www.halodoc.com/artikel/sayang-dilewatkan-ini-7-manfaat-bunga-kitolod-bagi-kesehatan?srsltid=AfmBOoq4FGXg3LArV5szZdFs0pOtZ8THxWhZ4BDYWB8Bjs9dPPVnapS1). Dan dari artikel tersebut disebut terdapat 7 manfaat yang dapat diperoleh dari bunga Kitolod baik bagi kesehatan tubuh kita.

                Secara singkat ketujuh manfaat bunga Kitolod tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mengoptimalkan pengobatan kanker

2. Mengobati penyakit katarak

3. Mengobati asma

4. Berperan sebagai antibiotik alami

5. Membantu mengobati iritasi pada mata

6. Membantu penyembuhan sakit gigi

7.  Mengatasi radang atau sakit tenggorokan

Setelah saya berhasil mengumpulkan informasi yang cukup baik dari cerita getok tular dan didukung informasi ilmiah maka tindakan berikutnya saya lakukan yaitu praktek penerapian mata dengan menggunakan bunga kitolod. Penerapian dilakukan cukup dengan meneteskan air rendaman bunga kitolod ke mata yang kita ingingkan atau bisa juga kedua-duanya. Namun saya menyarankan penetesan sebaiknya dilakukan satu persatu saja tidak boleh diberikan secara bersamaa pada kedua mata. Hal ini perlu diperhatikan karena sensasi rasa sakit dan juga rasa panas sangat terasa khusus untuk tetes yang pertama. Sensasi berupa rasa sakit ataupun panas muncul karena reaksi saraf mata terhadap air rendaman bunga kitolod tapi tidak perlu kawatir karena sensasinya hanya berlangsung sebentar saja dan setelah itu rasanya kembali normal.

Sementara itu sensasi semacam itu tidak akan terasa untuk penetesan kedua maupun tetesan ketiganya – paling tidak inilah sensasi yang saya rasakan saat mencobanya. Sedangkan sensasi positif berupa perubahan yang terjadi pasca pemberlakuan treatmen tersebut yaitu mata terasa saya lebih nyaman, lebih enteng dan penglihatan juga lebih terang.

Sementara itu aturan yang pasti terkait penggunaan bunga kitolod belum saya temukan namun hanya berdasarkan filing atau keyakinan saja, diantaranya yaitu:

1. Penggunaan bunga kitolod dalam jumlah hitungan ganjil, bisa 3 atau 5 saja karena bila 

    jumlahnya semakin banyak maka reaksi yang ditimbulkan semakin keras.

2. Bunga kitolod diremdam minimal 1 menit sebelum air rendaman digunakan.

3. Saat reaksi sedang berlangug setelah penetesan air rendaman kitolod mata tidak boleh

    dikucek – digosok karena dimungkinkan terjadinya kerusakan saraf mata.

Semoga secuil pengalaman ini bermanfaat dan bisa membersama dalam kondisi yang sehat dan penuh keberkahan, aamiin.

 

 

 

 

Kamis, 03 Oktober 2024

Sedikit Catatan Hari Rabu

 

foto dokpri

Kebetulan pagi ini Kamis, 3 Oktober 2024 saya memiliki jamkos makanya saya tidak mengajar karena kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru bidang study Pendidikan Agama Islam (PAI). Daripada membuang waktu secara percuma saya mecoba mengisinya dengan buka laptop untuk sekedar mengemil tulisan rekan-rekan yang diunggah pada group yang saya ikuti. Paling tidak dengan kegiatan ini saya berharap dapat menemukan dua keajaiban yang sangat berarti terutama untuk membangkitkan akan keberlangsungan aktifitas kepenulisan yang telah beku dan boleh dibilang hampir memfosil seperti saat ini. 

Sedangkan miracle wish atau keajaiban harapan tersebut yaitu: pertama saya sangat berharap dari kegitan tadi  dapat menemukan ide yang bisa dieksplor menjadi sebuah tulisan yang apik.  Dan yang kedua, saya berharap dapat menemukan motivasi guna untuk mendongkrak semangat kepenulisan saya yang telah lama ngedrop dan mati suri.  Syukur-syukur dengan penemuan kedua hal tadi produktifias kepenulisan bisa dilecut lagi secara baik.

Daripada bingung saya mencoba menulis beberapa hal yang telah saya alami hari kemarin diluar rutinitas yang saya geluti mulai bangung pagi, persiapan pergi kesekolah, mengajar, dan juga ngarit untuk menafkahi 3 kambing yang ada di kandang di sore harinya. Maka saya meyakinkan diri untuk menulis 3 hal diluar rutinitas yang harus saya lakukan kemari yaitu sebagai berikut:

Pertama, sepulang sekolah saya menyempatkan diri untuk menyalakan tv dan menyaksikan volly ball Kovo cup 2023 Korea Selatan yang boleh dibilang sangat seru lewat chanel tv RI. Namun sayangnya saya tidak bisa meyaksikannya secara lengkap, terutama saat pertandingan antara JungKwangJang Red Sparks – dimana Megawati Hangestri tergabung didalamnya melawan Pink Spiders. Tentu saja saya merasa sedikit kecewa karena harus meninggalkan untuk mengerjakan pekerjaan lain. Pada sisi ini pemenuhan akan kebutuhan pskologis emosional yang sifatnya praktis duniawi mengalami ketersendatan karena untuk pemenuhannya terbentur oleh situasional kondisional yang mengharuskan untuk ditinggalkan.

Kedua, selepas shalat Maghrib saya harus menggalkan kegiatan noton volly untuk pergi ke desa Kacangan wilayah Kecamatan Ngunut untuk menghadiri undangan genduri dalam rangka kirm doa – baca taahlil atas meninggalnya salah satu family tepat ke 40 harinya. Semoga almarhum mendapatkan magfirah atas semua khilaf dan dosa yang pernah dilakukan semasa hidupnya serta mendapatkan kemuliaan juga nikmat kubur atas semua amal baik yang pernah dilakukan sebelumnya. Aamiin.

Bagi saya pribadi menghadiri undangan genduri ini memiliki banyak alibi sebagai penguatnya, diantaranya:

1.       Menghadiri undangan hukumnya wajib – apa lagi sebelunya juga mendapat tonjokan.

2.       Menjaga keutuhan silaturrahim keluarga

3.       Mendapatkan pahala amal baik karena turut mendoakan orang yang telah meninggal

4.       Mendapatkan sesuatu secara romantis – rokok, mangan, minum secara gratis plus berkat.

Dan yang terakhir yaitu yang ketiga, menjalankan tugas kepanitiaan menjaga kendaraan para nahdliyin yang menghadiri pengajian akbar dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang digelar masjis Darussalam desa Tegalrejo Rejotangan yang dalam kesempatan tersebut menghadirkan Gus Iqdam sebagai penceramahnya. Karena berposisi sebagai penjaga kendaraan yang jelas saya tidak dapat berjua langsung dan face to face dengan Gus Iqdam karena posisi saya sangat berjauhan dengan pusat. Walaupun begitu saya memiliki sedikit catatan terkait ceramah yang Gus Iqdam Sampaikan, yaitu terkait pentingnya menata niat dalam tiap hal; 3 metode untuk mencitai Rosulullah Muhammad SAW; dan yang terahir adalah pengakuan dosa atas perbuatan yang telah dilakukan sebelum kegiatan berdoa dimulai. (insyaallah untuk penjelasan 3 catata tersebut disampaikan pada tulisan berikutnya.

Senin, 18 Maret 2024

Ternyata Pintu Masih Terbuka

poto dokpri

Barusan saya melihat pesan yang masuk via wa di hp saya ternyata sudah ada seambreg (setumpuk notifikasi) yang tercatat didalamnya. Tentunya ini sebagai hal yang sangat lumprah dan sekaligus biasa-biasa saja. Mungkin bukan hanya bagi diri saya sendiri tetapi juga dengan rekan-rekan semua karena no wa saya terafiliasi dengan banyak group mulai dari group alumni sekolah, group keprofesian, group kepenulisan, group lingkungan, dan juga group-group lain yang kesemuanya memiliki urgensitas masing-masing.

Dari sekian banyak pesan yang masuk tidak keseluruhannya melainkan hanya beberapa  yang menjadi prioritas didasarkan pada tingkat atau skala kepentingannya. Tindakan yang saya tempuh ini mengingatkan saya pada sebuah buku yang saya temukan di perputakaan UMM kampus 3 ketika waktu itu saya mencari literatur untuk mendukung skripsi yang saya buat waktu itu – akhir tahun 1994. Walaupun buku tersebut sempat terselesaikan. Buku tersebut berjudul First Things First yang ditulis oleh Stephen R. Covey.

Sedangkan group yang terprioritaskan minimal ada dua yaitu wa keluarga dan wa dari group kedinasan (group sekolahan).  Group wa sekolahan mendapatkan skala prioritas karena dari sini informasi kedinasan yang sifatnya penting dan mendesak disampaikan.  Seperti halnya pagi ini, yaitu kkira-kira jam 07.43 WIB di wa group sekolah terdapat 3 pesan masuk yang diunggah oleh bapak Kepala sekolah yang memberitahukan tentang pengusulan peserta Ukom baru non sasaran dan yang kedua terkait Lini Masa Pelaksanaan uji Kompetensi tahun 2024. Setelah membaca unggahan tersebut saya mencoba membuka SIMPKB saya dengan niatan untuk mencoba daftar lagi karena berkas kelengkapan saya tidak bisa terkirim hingga batas dateline – Jumat, 15/3/2024-23.59 WIB. Dan alhamdulillah saat membuka akun id saya ternyata file sudah terkirim dan saya tinggal menunggu tahap berikutunya yaitu waktu pelaksanaannya saja. Tentu ini kabar yang sangat menggembirakan karena tahun kemarin saya sempat gagal karena terkendala jawaban soal test esainya gagal terkirim hingga batas waktu yang ditentukan dan sebagai resikonya saya harus menunggu undangan ujian pada tahun berikutnya.

Ujian Kompetensi (UKom) ini boleh dibilang sangat penting karena hasil atau pencapaiannya berguna untuk menunjang kelengkapan persyaratan untuk kenaikan jenjang jabatan dan sekaligus untuk kenaikan tingkat saya ke levet yang lebih tinggi satu strip.  Sedangkan tujuan utama dari Program Uji Kompetensi yaitu untuk melakukan pengukuran dan penilaian terhadap penguasaan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural bagi pendidik dan tenaga kependidikan. menduduki jenjang jabatan setingkat lebih tinggi.

Semoga saja kali ini – tahun ini saya bisa melewati semua tantangan ini secara baik sehingga mampu memenuhi kelayakan untuk mencapai titik tersebut. Aamiin.

Pandansari, 19 Maret 2024

 

Rabu, 06 Maret 2024

Belajar Membuat Catatan Buku

 


Poto Dokpri

Sudah beberapa harian ini saya berusaha selalu mengakrabi kembali salah buku karya Prof Ngainun Naim yang berjudul, ” Teraju Strategi Membaca Buku & Mengikat Makna.” Walaupun itu terkadang cuman berlaku beberapa menit saja, yaitu untuk mengisi waktu senggang yang ada – (padahal santai terus). Oh ya, sebenarnya buku ini pernah tuntaskannya pada kisaran bulan Desem 2020 yang lalu yaitu pada saat mendapatkan sebagai hadiah saat mengikuti webiner terkait literasi yang diselenggarakan oleh PGRI Tulungagung dan pada saat itu Prof. Ngainun Naim sebagai narasumbernya.

 Sedangkan alasan yang melatarbelakangi sedikitnya ada 3 items. Pertama, kerena buku ini merupakan kumpulan resensi buku maka didalamnya terdapat banyak contoh yang bisa digunakan sebagai acuan bagi kita untuk membuat resensi secara baik. Dengan kata lain saat membaca saya melakukan proses ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) yang meliputi cara langkah-langkahnya, cara menulis dan meramunya, dan keruntunan logika alurnya.

Alasan yang kedua, saya juga ingin membuat catatan tentang buku-buku yang saya miliki ataupun buku yang penah saya baca – buku pinjaman. Dan kalau bisa catatan/resensi tersebut juga ingin diterbitkan dan terdokumentasikan dalam bentuk buku. Walaupun pada akhirnya setelah menjadi buku yang membaca hanya diri ataupun anak saya tidak jadi masalah.

Sedangkan alasan yang ketiga atau yang terakhir yaitu saya ingin memberikan penghargaan atas karya tulis – buku yang hasilkan oleh penulisnya yaitu dengan cara turut membeli dan juga meresesninya. Sedangkan salah satu penulis tersebut adalah  Roni Dewar AlhaFiz Romlan yang berjudul “Teras Aksara Mengabadikan jejak Menjaring Makna.” Dan semoga selepas ini bisa dilanjut untuk buku-buku lainnya.

Selasa, 27 Februari 2024

Pantomin: Pertunjukan Seni dalam Kebisuan

 

foto dokrpri

Cerita Pengantar 

Pada hari Kamis, 22/02/2024 yang lalu di korwil UPA SP Kecamatan Ngunut diselenggarakan kegiatan FLS2N - pentas seni pantomin. FLS2N merupakan singkatan dari Festival & Lomba Seni Siswa Nasional. Sedangkan tujuan dari kegiatan FLS2N yaitu untuk mendeteksi, menemukan, mengangkat dan mengeksplor bakat serta potensi seni yang terdapat pada parapeserta didiknya. Dalam hal ini siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar di wilayah Korwil UPA SP Kecamatan Ngunut. Pada fase ini, akan ditentukan juaranya untuk diberikan pendampingan, pembinaan dan sekaligus pemberdayaan guna untuk mewakili di FLS2N di tingkat Kabupaten.

Peran saya dalam kegiatan ini adalah sebagai penanggungjawab dalam mempersiapkan dan sekaligus pendamping saat pelaksaan lomba bersama pak Angga Restu Andika selaku guru PJOK. Di sini posisi saya lebih cenderung sebagai konsultan yang bertugas untuk dimintai pertimbangan dan juga masukan terkait tema yang diangkat maupun gerakan yang mempresesntasikan tema yang akan diulas. Sedangkan yang berperan sebagai fihak eksutornya adalah pak Angga Restu Andika.

 Pantomin dalam Definisi

Mungkin masih ada yang penasaran atau bahkan belum tahu apa sih pantomin itu? Nah untuk menjawab pertanyaan ini saya mengutip sebuah pendefinisian kata pantomin dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut KBBI,  pantomim didefinisikan sebagi pertunjukan drama tanpa kata-kata yang dimainkan dengan gerak dan ekspresi wajah (biasanya diiringi musik). Dengan pendefinisian semacam itu, pantomoin bisa diartikan sebagai pentas atau pertunjukan seni dalam kebisuan. Walaupun begitu pantomin tidak bisa dipersepsikan sebagai seni bisu karena dalam keheningan – tanpa verbalitas yang terlontar secara lisan namun gerak=gerik, tingka-polah, dan ekspresi mimik wajah sang aktor mampu menyurawakan (menyampaikan) pesan kepada pemirsa selakuk penikmat seni pantomin.

            Sedangkan pengklasifikasian seni pantomin berdasarkan aktor – pelakunya bisa dipilah menjadi tiga bagian, yaitu: Pantomim tunggal, Pantomim berpasangan, dan Pantomim kelompok. Dan dalam kasus FLS2N kemarin yang dilombakan adalah kategori pentomin berpasangan karena aktor pemeraganya dua orang.

Tema dan Alur Cerita.

Terus terang untuk tema daan gerakannya mengadopsi dari pantomin SDN TOTAL PERSADA Kecamatan Periuk – Kota Tangerang yang memperoleh juara 1 pada tahun 2022 yang lalu. Seingat saya tema yang diangakat adalah macam-macam olah raga namun akhirnya kami – saya dan pak Angga sepakat untuk melakukan pemanggkasan karena adanya batasan waktu tampilan yang diberikan oleh pihak panitia. Maka penghilangan beberapa macam gerakan terkait beberapa cabang olah raga dilewatkan. Dengan mempertimbangkanhal tersebut maka tema pun harus dilakukan penyesuaian, yang semula mengusung tema Macam-Macam Olah Raga diubah menjadi Pentingnya Menjaga Kesehatan.

Karena adanya pemangkasan yang terimbas dari adanya pembatasan waktu maka alur cerita juga mengalami penyesuaian. Walaupun begitu benang merah dari keduanya masih tetap terjaga secara apik, yang alur dan ceritanya sebagai berikut:

Pertama-tama dua pelaku masuk dan nelakukan salam pebuka sebagai awalan. Tentu saja salam pembukanya juga lewat gerakan bukan suara. Kemudian dilanjut dengan adengan tidur dan kedua pelaku saling tarik-menarik berebut bantal – seting waktu malam hari.

Keesokan paginya, sebut saja Jono bangun lebih awal dan segera menuju kamar mandi untuk mandi. Di tengah keasikkannya mandi tiba-tiba saja lampu kamar madinya mati. Kepanikan pun panik terjadi dan sesaat berikutnya Jono membuka pintu kamar mandi dan melongokkan kepalanya keluar untuk menemukan pelaku yang usil mengerjainya. Namun sangat disayangkan Jono tidak menemukan seorang pun di sana yang dapat dijadikan kambing hitam sebagai terdakwanya. Sambil menyimpan rasa dongkol dihati Jono kemabli lagi menutup pintu kamar mandi dan melanjutkan mandinya. Jono pun merasa senang karena tiba-tiba lampunya sudahmenyala lagi.

Di sisi lain, Janu yang merasa terganggu mendengar gemerincing guyuan air dari kamar madi yang ditimbulkan oleh jono. Janu pun bangun dengan rasa dongkol memenuhi ruang hatinya. Sedetik kemudian ide usil muncul dibenak Janu yaitu untuk mengusili Jono yang sedang mandi. Janu dengan langkah berjinjit menuju skakel lampu dan mematikan secara pelan. Janu mengulang usilnya hingga beberapa kali hingga mebuat Jono kesal. Setelah merasa puas Janu pergi ke kamar mandi untuk mandi.

Selesai mandi madi Janu mengajak Jono untuk melakukan senam untuk mengeluarkan keringat. Di tengah-tengah kegiatan senam, tiba-tiba saja Jono wahing-wahing (bersin) dengan sedikit ingus diatas bibirnya. Nampaknya Jono mengalami flu. Sebagai teman setian dan sekaligus sahabat karib, Janu mengajak Jono membuka laptop untuk mencari informasi terkait obat-obatan herbal guna mengatasi penyakit flu. Setelah infomasi diperoleh, mereka berdua pergi ke kebun untuk mencari ramuan. Bahan ramuan pun telah di dapat, mereka pun segera pulang dan merebusnya untuk segera diminum.

Singkat cerita penyakit flu yang diderita Jono telah sembuh. Karena sudah sembuh, Jono dan Janu berolah raga – tenis lantai dengan riang gembira. Karena keasikan bermain lemparan bola menjad tidak terkendali hingga akhirnya sebuah petaka terjadi. Bola yang terlempar melesak kencang ke kaca jendela rumah tetanggga. Kepanikan pun terjadi. Jono dan Janu pun lari meninggalkan TKP dengan terbirit-birit.

Salam penutup dilakukan dan pentas dari tim SDN 1 Pandasari dapat dirampungkan secara baik.

 

foto dokpri

Problem & Solving

Problem, permasalahan ataupun kendala yang sifatnya dalam kegiatan apapun itu pasti selalu ada. Begitu pula dengan per-pantimin-an ini. Paling tidak ada 3 permasalahan yang harus diatasi mulai tidak adanya guru seni (guru yang bisa berpantomin), waktu yang sangat mepet, dan keterbatasan murid – sehingg sulit untuk mencari pilihan.

Solving sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut terpaksa kami – saya dan pak Angga lakukan yaitu melakukan brosing berselancar di internet guna untuk mencari referensi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mempersiapkannya. Sedangkan terkait masalah waktu hanya bisa disisasati dengan melakukan pengefisienan waktu beratih yaitu diselala waktu istirahat.

Permasalahan yang lebih pelik ternyata terletap pada sang aktor – pelaku pantomin. Salah satu aktornya sejak awal merasa bahwa pantomin bukan passion-nya. Dia merasa tidak nyaman bahkan cenderung sedikit tertekan untuk mengembang tugas ini. Sedangkan yang satunya lagi lebih adaptif walaupun tidak memiliki keyakinan untuk misi tersebut.

Kondisi kritis terjadi. Ketika kami berserta tim baru tiba di lokasi pembukaan acara pun di mulai. Pada awalnya kamimasih sedikit santai karena tim kami mendapat nomor urut pentas nomor 9. Kami merasa santai karena masih ada banyak waktu untuk sedikit rileksasi untuk mempersiapkan mental dua murid kami untuk berakting. Tapi sial. Peserta nomor 1 samapai 8 belum hadir atau mungkin juga malah tidak mengirimkan teamnya. Karena perubahan yang sangat mendadak tersebut salah satu anggota team kami menjadi sangat nervers dan sempat bilang untuk tidak mau tampil. Untungnya situasi ini bisa segera teratasi yang dengan melakukan sedikit persuasi – rayuan dan ditambah motivasi anaknya akhirnya mau pentas. Oh ya selain memberikan langkah persuasif dan motivasi, saya juga memberikan treatmen pijatan refleksi pada titik meridian jantung ayang terdapat di kedua hasta tangan kanan dan kirinya. Pemberian pijat refleksi ini bertujuan untuk menstabilkan detan jantung dan juga mengilangkan rasa groginya.

Selamat untuk mereka berdua dan nyakinlah siapa yang bersugguh-sungguh pasti akan berhasil. Sopo sing tlaten mesti bakale panen. Dan nyakinlah setian ada kemauan pasti ada jalan dan kalaupun seandaninya jalan itu tidak dengan kemauan yang kuat kita bisa membuat untuk kesuksesan kita sendiri.

 

Pandansari, 28/02/2024

 

 

 

 

 

 

Rabu, 31 Januari 2024

Ketika Alam Turut Mendukung

 

Ketika Alam Turut Mendukung

foto ilustrasi diambil dari SipBuletin

Maaf ini hanya sebuah cerita terkait pengalaman yang saya alami dalam kurun waktu tiga hari yang lalu – mulai hari Sabtu sampai hari Senin. Mungkin saja coretan ini kurang menarik atau bahkan kurang berfaedah dan hanya buang waktu saja untuk sekedar membacnya. Tapi tidak apalah yang saya yakini tulisan ini akan bergerak perlahan menapaki jalurnya untuk menmukan takdirnya sendiri.

Awal cerita bermula pada sabtu soere, 29/01/2014 saya menerima telpon dari seorang bapak yang seingat saya beliau adalah pensiunan polisi yang rumahnya berada di arah selatan UIN SATU Tulungagung. Beliau mengkonfirmasi akan berkunjung ke rumah saya untuk berkonsultasi tentang suatu hal, tapi bukan terkait masalah pol ithik maupun pol luahan juta bahkan miliaran. Melainkan berkonsultasi masalah kesehatan salah satu keluarganya. Tapi sayangnya sore itu tidak bisa datang karena terkendala hujan dan akhinya berpesan untuk datang besok hari Minggu.

Besoknya hari Minggu kira-kira mendekati 12 WIB beliau beserta istri dan putrinya datang ke rumah. Untuk memulai perbincangan kami pun saling menanyakan kabar daan berharap semuanya baik-baik saja. Sesaat kemudian pasutri tersebut menceritakan keluhan yang tengah dialami oleh putrinya yaitu menderita miom dan saat ini tengah menunggu antrian untuk dilakukan MRI yang diperkiraan pada bulan Maret. Dan untuk menunggu masa antrean tersebut si ibu mengajak putrinya untuk minta bantuan terapi dengan harapan bisa segera sembuh dan tidak perlu disayat pisa operasi yang menyakitkan dan juga mahal. Langkah ini ditempuh dengan pertimbangan bahwa salah satu saudaranya yang tinggal di desa Doroampel yang mengalami kasus yang sama katanya sembuh dan tidak jadi operasi.

Kemudian saya menyela untuk menanyakan keluhannya yang pernah saya bantu terapi yaitu aoutoimun – lupus. (Merunut keterangan di blog ALODOKTER penyakit aoutoimun didefinisikan sebagai kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang akan menyerang tubuhnya sendiri. Dan lebih lanjut penyakit autoimun diklasifikasika menjadi 80 jenis, salah satunya berupa LUPUS. Untuk jenis ini memiliki ciri-ciri keluhan berupa demam, nyeri sendi dan otot, ruam kulit, sariawan, bengkak di tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak napas, pucat, dan sangat dimungkinkan sampai terjadi pendarahan).

Menurut penjelasan ibunya keluhan tersebut sudah bisa teratasi (sembuh) karena sejak mendapatkan treatmen terapi kira-kra dua tahunan yang lalu keluhan seperti yang disebutkan diatas tidak dialami lagi. Seain itu si ibuk juga menceritakan kalau putrinya juga sudah menemukan jodoh – telah menikah dengan orang Jawa Barat.

“Alhamdulillah kulo derek seneng nyogane sampun sehat ugi sampun imah-imah. Malah sampun saget dijabaraken – alhamdulillah saya turut gembira putrine sudah sehat dan juga sudan menikah. Malah sudah bisa dijabarkan” sela saya sambil tersenyum.

Menanggapi banyolan tersebut mereka bertiga sedikt bingung dengan apa yang saya maksud dijabarkan dan setelah saya jelaskan bahwa kata dijabarkan itu berhasil dipindahkan dari Jawa Timur ke Jawa Barat karena putri jenengan menkah dengan orang Jawa Barat, kalau tidak salah ingat daerahnya kalau tidak Ciamis ya Cikampek. Pokoknya masih dekat dengan rumahnya mas Roni Dewar Alfis Romlan. Saya sedikit lupa karena pikiran saya lebih terfokus pada inti permasalahanya – keluhannya saja.

Setelah menyimak penjabaranya saya tersebut mereka bertiga baru mantuk-mantuk sambil tertawa. Pokoknya mereka terlihat sangat ceria.

Sejurus kemudian topik pembicaraan saya tarik kearah yang benar karena telah mengalami keterbelokkan secara sengaja dalam pembicaan (istilah jawanya nylenting) terkait dengan keluhan Miom putrinya. “Lajeng sak meniko kersane jenengan pripun – lalu setelah ini maunya ibu/bapak bagaimana?”tanya saya. (Miom merupakan benjolan yang tumbuh di dinding rahim bagian dalam atau bagian luar, yang mana kondisi ini dapat memicu timbulnya gejala berat yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan atau sulit hamil. Sedangkan yang ditengahai sebagai penyebab timbulnya miom yaitu terjadinya lonjakan hormon estrgen dan progesteron dan juga dimungkinkan riwayat miom dari keluarnga. Kedua hormon tersebut sifatnya masih terdakwa – istlah hukumnya karena belum bisa ditemukan penyebab yang sebenarnya dari kasus ini).

“Maunya ya minta diterapi dulu sambil menunggu antrean MRI siapa tahu bisa sembuh seperti keponakannya yang di Doroampel. Jadi tidak perlu dioperasi karena menurut dokter yang menanganinya kalau miomnya tidak dihilangkan akan menyulitkan untuk punya momongan” jelas si ibuk.

“Oh ngoten kersanipun – oh begitu maunya”, balas saya.

Kalau begitu nanti saya coba bantu terapi untuk mengatasi miomnya dan sekaligus menormalkan/mengontrol hormon pemicunya. Khusus untuk miomnya nanti saya coba memanfaatkan energi petir dan kebetulan saat itu cuaca mendung dan dibarengi adanya gludug – guntur. Momen atau keadaan ini harus segera dimanfaatkan sebaik mungkin karena energi yang dihasilkan sangat besar, apalagi kalau dibarengi adanya petir. Penerapan energi ini fungsinya sama dengan kemoterapi dari sisi medis. Dengan penerapan terapi mode ini efek samping seperti yang diakibatkan oleh kemoterapi mulai dari, mual-mual, muntah, badan sakit semua, rambut rontok bisa dihindari.

Dan akhirnya semoga mbaknya cepet sembuh serta segera mendapat momongan tanpa harus melalui proses operasai, baik itu miomektomi maupun  histerektomi. (miomektomi merupakan salah satu prosedur pembedahan yang dilakukan guna untuk mengangkat mioma uteri maupun histerektomi yaitu prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat rahim bagi para wanita di usia yang sudah tidak subur).

Oh ya hampir lupa, terapi ini dilakukan tanpa harus menyentuh pasien dikarenakan saat treatmen terapi berlangsung seorang terapis cukup mengalihkan atau menyalurkan (mentransfer) energi alam ke tubuh pasien dengan niatan untuk penyembuhan. Dengan demikian terapi ini bisa dilakukan secara langsung dalam artian jarak dekat maupun jarak jauh – long distance teraphy dan hal ini juga diterapkan pada kasus ini karena pasien berada di Surabaya.