Seperti
biasanya, semalam saya melakukan rutinitas layanan terapi ke beberapa klien
yang mempercayakan penanganan keluhanya karena beberapa pertimbangan, yang salah
satu diantara bosan mengkonsumsi obat kimia maupun karena merasa tidak
mendapatkan kemajuan selama dalam perawatan dokter. Maaf ini bukan bermaksud
pamer atau maksud lain, tetapi rata-rata semacam itulah alasan yang dilontarkan
saat saya taya alasannya. Dan Alhamdulillah setelah mendapatkan perlakuan
terapi alternatif yang saya berikan rata-rata terus membaik dan bahkan reaksi
atau perubahan yang diperoleh lebih cepat serta lebih terasa bila disbanding dari
layanan medis maupun metode alternatif lainnya.
Misalkan
keponakan yang ada di desa Karangsari yang menurut dokter terpapar tipus –
lambung terganggu dan kepala pusing serta badan lemas, yang menurut diagnose bahkan
di analisa lab sudah dinyatakan normal tapi ternyata dia masih tetap merasakan
keluhan tersebut belum hilang sama sekali. Bahkan harus mengalami perawatan
berkali-kali baik di RS pembantu maupun RS Iskak Tulungagung. Karena belum mendapatkan kesembuhan akhirnya
menempuh alternatif lain yaitu mulai pijat refleksi, rukyah, dan juga herbal,
tetapi tetap nihil. Dan Alhamdulillah setelah diberikan terapi bio energi yang
saya berikan perubahan itu terjadi dan semakin membaik. Saat ini anaknya sudah berani naik
motor lagi. Nafsu makan juga membaik. Aliran energi tubuhnya juga meningkat,
sehingga tidak gampang lemes lagi.
Kemudian
klien lain yang ada di desa Karangsari yang mengalami pengerasan pada otot
tangan kanan dan kedua kakinya juga terus mengalami kemajuan yang cukup melegakan
walau belum sembuh seutuhnya. Tapi berita kegembiraan tersebut dirasakan oleh
klien yang mengatakan kalau sekarang badanya lebih ringan, nyaman dan mungkin
saja kedua kakinya mulai bisa di tekuk bila mengerjakan sholat.
Sedangkan
yang lebih menggembirakan lagi kabar yang saya terima dari seorang ibu terpapar
kista pada payu daranya dan juga miom yang ada di Ngampel Tulungagung yang
mengabarkan sesuatu yang menyenangkan. Katanya rasa sakit, nyeri, panas dan
juga pendarahan yang bergumpal-gumpal saat menstruasi yang berlangsung dalam
waktu yang lama saat ini sudah tidak terasa dan pendarahanya sudah berhenti
beberapa hari yang lalu. Dan untuk memastikan tingkat kemajuan yang dicapai
saya sarankan untuk dilakukan rongxen. Sambil menunggu tindakan rongxen proses
terapi tetap diberikan dengan tujuan peningkatan daya imunitas dan juga
peningkatan kemampuan self healing yang salah satu caranya dengan upaya peningkatan
daya listrik statis dalam tubuhnya. Oh ya
hampir terlupakan, untuk penanganan kasus ini dengan pemberlakuan detok
menyeluruh serta semacam kemoterapi dengan treatmen energi petir, yang
insyaallah penerapan energi ini tidak akan menyerang atau menyasar kebagian tubuh
yang lain seperti penerapan kemoterapi secara medis. Bahkan pasien tidak harus
mengalami mual, pusing, ataupun lemas dalam tempo sekian hari. Namun biasanya
badan terasa agak hangat ke panas. Semoga
kesembuhan secara total segera menghampirinya, aamiin 3x ya rabbal’alamiin.
Semalam
tetangga yang terpapar DM yang mencapai level 400 kadarnya datang lagi setelah
tiga hari sebelumnya diterapi untuk pertama kalinya. Saat saya tanya perubahan
yang terasa, dia menceritakan kalau badannya sudah lumayan enak dan tidak
terlalu cepat capek seperti sebelumnya. Untuk kasus DM mungkin dilakukan
terapi 30x insyaallah bisa pulih dan sehat lagi. Dalam takaran tersebut diperkirakan pangkreas sudah
bisa sembuh, produksi enzim pengatur kadar gula dalam darah dan tubuh bisa
tercukupi lagi. Hal ini didasarkan pada penyembuhan salah satu klien yang ada
di desa Gilang kecamatan Ngunut Tulungagung. 30x terapi bisa dilakukan dengan
tiga pilihan yaitu: tiap hari, dua hari sekali ataupun 3 hari sekali. Dan menurut
pemahaman saya yang terbaik adalah 3 hari sekali dengan pertimbangan tiap kali
terapi energi bisa diprogramkan untuk 3 hari.
Bila dilakukan kalkulasi matematis secara sederhana bisa dihitung 3 hari
x 30x terapi berarti pasien akan
mendapatkan perawatan dalam jumlah yang lebih dari cukup yaitu selama 90 hari. Padahal
klien yang ada di desa Gilang dulu mendapatkan rawatan terapis selama 40 an
hari secara rutin pagi – malam sehingga orngnya terhindar dari operasi yang
harus dijalani karena kakinya sudah bocor. Semoga kesembuhan yang serupa juga
terjadi pada tetangga saya yang kadar gulanya mencapai 400 tadi. Ingat durasi
30x terapi tersebut hanyalah perkiraan bagi yang belum mengalami suntikan
insulin. Bagi yang sudah berinsulin mungkin dibutuhkan treatmen yang lebih
lama.
Sedangkan
kabar dari Lampung Timur dalam kasus speach delay dikabarkan anaknya sudah dapat
mengucapkan kata “nggak” dan ucapannya atau pelafalanya bisa terdengar secara
jelas. Walaupun begitu, saya rasa itu sebuah kemajuan dan harapan yang sangat
prospektif dalam penanganan problematik ini. Mungkin dengan peningkatan kemampuan
cakra tenggorokan dan pengaktifan informasi yang tersimpan dalam memori otaknya
secara rutin kemampuan bicara si kecil bisa segera meningkat. Ingat cakra
tenggorokan berkaitan dengan kemampuan komunikasi verbal seseorang. Dengan kata
lain bila cakranya baik maka kemampuan komunikasinya akan baik juga dan
sebaliknya bila cakranya bermasalah kemampuan komunikasinya juga kurang
lancar. Sedangkan pengaktifan data yang
tersimpan dalam memori otak berfungsi untuk memudahkan pemanggilan atau
pemunculan infornasi lewat ucapan secara lesan.
Mudah-mudahan saja, aamiin 3x ya rabbal’alamiin.
Mungkin
dari paparan deskripsi yang cukup panjang kali lebar hingga ketemu luasnya
tersebut ada yang bertanya-tanya apa sih kaitannya dengan judul tulisan diatas?
Terutama pada kata SAYA BETE. Baiklah untuk menghapus rasa penasaran tersebut
saya jelaskan secara singkat tapi padat biar mudah untuk diingat. SAYA BETE
adalah sebuah akronim yang terdiri dari 4 kata yang dipadukan yaitu: sabar,
yakin, bersyukur dan telaten. Menurut hemat saya 4 unsur tersebut memiliki
peran yang sangat signifikan dalam proses penyembuhan bagi semua orang dan bagi
semua penyakit yang ada. Begitu pula dalam penerapan metode ini. Karena apa? Ya
karena untuk penyembuhan penyakit pasti membutuhkan waktu untuk berproses. Seperti
halnya orang yang ingin kuat mereka juga harus sabar dan rutin untuk berlatih. Hukum
ini juga berlaku dalam penyembuhan penyakit.
Yakin
merupakan ranah psikologis atau kejiwaan seseorang terkait kepercayaan pada
suatu hal yang dianggap benar ataupun bermanfaat bagi dirinya. Dimensi ini
sangat terkait dengan kinerja sub conscious mind – otak bawah sadar seseorang. Dimensi
ini sangat penting dalam proses penyembuhan karena hal ini terkait langsung
dengan konsep, pola pikir dan persepsi seseorang terhadap sebuah permasalahan,
terutama konsep negatife yang diyakini sebagai zona aman dalam dirinya. Unsur ini
faktor penghambat yang harus dibongkar baik lewat advise (saran) dari psikolog /
psikiater, pemberian sugesti maupun secara hipnoterapi. Bila delik ini bisa
dirubah maka penyembuhan bisa segera terjadi. Dan bila gagal untuk diubah maka
penyembuhan sangat sulit terjadi walaupun itu dengan penanganan dokter
spesialis dan obat medis terbaik sekalipun.
Bersyukur
adalah kunci lain dari proses penyembuhan yang bisa dilakukan. Ingat dalam
ajaran agama ditegaskan bahwa siapapun yang mau bersyukur atas nikmat yang
didapat Allah SWT akan menambahkan dengan jumlah kelipatan yang sangat besar. Hukum
ini juga berlaku bagi orang yang sedang mengalami sakit. Ingat bahwa salah satu
manfaat dari bersyukur terutama bersedekah dapat berfungsi sebagai
perisai/pelindung bahkan penyembuh dari suatu penyakit. Dan kemanfaatan ini juga
bekerja pada salah satu klien saya yang ada di desa Tanen yang katanya selain
mengalami retak/patah tulang tangannya juga mengalami gejala leukemia, dan Alhamdulillah
berkat penggabungan metode terapi bioenergi dan sedekah ke anak yatim
penyakitnya bisa sembuh secara cepat. Padahal menurut cerita salah satu
keluarganya sebelumnya harapannya sudah tipis sekali. Hanya kemurahan dan
pertolongan Allah SWT yang bekerja untuk kebaikan serta kesembuhannya lewat
sedekah (bersyukur bil hal atau bersyukur lewat perbuatan).
Telaten,
untuk penyembuhan tentu saja dibutuhkan adanya sikap telaten. Terutama telaten
dalam menjalani proses baik itu perawatannya maupun dalam mengkonsumsi asupan
gisi bahkan juga obat yang disarankan. Tanpa adanya unsur ketelaten perubahan
apalagi kesembuhan pasti tidak akan terjadi.
Semoga
inspirasi pagi ini mampu menginisiasi dan membukakan harapan baru terutama bagi
mereka yang sedang diuji lewat sakit. Aamiin.
@@@@@@@Tegalrejo,
26/04/2020@@@@@@@
Seperti
biasanya, semalam saya melakukan rutinitas layanan terapi ke beberapa klien
yang mempercayakan penanganan keluhanya karena beberapa pertimbangan, yang salah
satu diantara bosan mengkonsumsi obat kimia maupun karena merasa tidak
mendapatkan kemajuan selama dalam perawatan dokter. Maaf ini bukan bermaksud
pamer atau maksud lain, tetapi rata-rata semacam itulah alasan yang dilontarkan
saat saya taya alasannya. Dan Alhamdulillah setelah mendapatkan perlakuan
terapi alternatif yang saya berikan rata-rata terus membaik dan bahkan reaksi
atau perubahan yang diperoleh lebih cepat serta lebih terasa bila disbanding dari
layanan medis maupun metode alternatif lainnya. 






0 komentar:
Posting Komentar