Rabu, 17 Maret 2021

I’M TO DAY: PERSONAL BRANDING

 

Poto diambil dari akun FB UT Pokjar SMK Ngunut

Pagi tadi – Rabu, setibanya di sekolah tempat saya bertugas sebagai guru saya sempatkan sejenak membersihkan ruang kelas sambil menunggu wali murid mengambil naskah PTS Semester 2 putra-putrinya. Setelah saya rasa ruangan cukup bersih, aktifitas saya lanjutkan dengan mempersiapkan dua naskah yang akan dibagikan hari ini. Untuk hari ini yang diujikan yaitu: Tematik naskah 3 dan bahasa Inggris.

Karena kedatangan wali murid tidak secara serempak dan tidak on time, tentu saja terdapat jeda waktu tunggu yang lumayan longgar terbentang dhadapan saya hari ini. Dan agar tidak merasa jenuh karena menunggu dan waktu saya terbuang sia-sia maka saya niatkan untuk melakukan kegiatan produktif lainnya. Saya pun mulai melakukan koreksi LJK yang sudah dikerjakan hari sebelumnya sambil sesekali ngecek beberapa pesan WA dan FB.  Mungkin saja ada sesuatu yang harus segera dibalas, mendesak untuk  dikerjakan, atau mungkin juga memberi inspirasi untuk bisa dinarasikan. Barangkali setelah dinarasikan mampu mengimbas pada orang lain untuk melakukan hal produktif lainnya.  Kan lumayan, siapa tahu bisa termasuk sedekah ilmu yang pahalanya akan terus mengalir bila ada yang membaca dan menjalankannya.  Tentunya dalam hal kebaikan.

Terus terang trik efektif dan inspiratif pemanfaatan waktu menunggu ini termotivasi oleh tulisan Dr. Ngainun Naim dalam salah satu bukunya yang mengupas tentang kebiasaan Prof. Rainal Gazali yang telah melahirkan banyak buku dari pemanfaat waktu menunggu. Entah itu, saat menunggu penrbangan di bandara maupun saat akan menjadi nara sumber dalam acara seminar.

Meniru kebiasaan baik dari orang lain agar bisa menjadi produktif terutama dalam hal kepenulisan tentunya sangat diperbolehkan dan sah-sah saja. Karena pada dasarnya hal ini sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk sosial, yang salah satunya dibekali dengan kemampuan meniru.

Agar tidak merasa jenuh karena menunggu datangnya wali murid saya nyalakan laptop untuk menikmati lagu-lagu Risa Milen yang sangat familiar di telinga dan juga sangat pas untuk menjaga setamina gelombang otak pada posisi yang nyaman.

Selain itu, sesekali saya selingi untuk membuka medsos WA dan FB di gawai Oppo A92 saya. Dari akun FB saya menemukan satu unggahan dari akun FB UT – Pokjar SMK Ngunut. Pada unggahan tersbutk menjelaskan kalau foto saya ada di dalam postingan terebut. Dan setelah saya lihat ternyata memang benar. Itu memang benar-benar foto saya. Sebuah foto yang saya ambil sebagai bukti dokumentasi bahwa saya dan murid-murid SDN 1 Kacangan – terutama kelas 4 tiga tahun yang lalu telah mampu melahirkan sebuah buku antologi. Buku antologi tersebut berjudul Ternyata Kami Bisa yang tebalnya mencapai 250an halaman.

Dari unggahan foto tersebut memiliki banyak manfaat, baik untuk UT Pokjar SMK Ngunut maupun bagi diri saya sendiri. Bagi UT Pokjar SMK Ngunut tentunya mampu menambah pretise dan juga nilai tawar lebih dibanding dengan Pokjar-pokjar yang lain. Terutama untuk menarik minat calon mahasiswa baru. Semoga saja persepsi ini benar dan UT Pokjar SMK Ngunut pesertanya semakin membludak sehingga eksistensi bisa dipertahankan secara baik.

Sedangkan secara personal, kemanfaatan saya dapatkan sebagai dampak positifnya dari unggahan tersebut yaitu turut terbangunnya personal branding terkait dengan diri saya sebagai orang yang berprestasi. Lebih tepatnya berprestasi dalam bidang kepenulisan. Atau dengan kata lain bisa dianggap sebagai salah satu guru penggerak (influencer) dalam urusan literasi yang ada di Tulungagung.

Dari personal branding yang terbentuk tadi, tentu saja ada beban atau resiko yang harus dipertanggungjawabkan dengan cara untuk selalu aktif dan terus produktif dalam menulis. Tantangan semacam ini bukanlah sesuatu yang ringan karena untuk memenuhinya membutuhkan energy yang sangat besar. Energi ekstra yang sangat besar terutama untuk menemukan ide-ide kreatif, menarik dan juga inspiratif.  Semoga saja selalu terbuka banyak kemudahan untuk mewujudkannya. Aamiin.

Tegalrejo, 17/03/2021.

8 komentar:

  1. Balasan
    1. Aamiin, jenengan juga luar biasa bu. Produktifitas dan idenya terus mengalir kayak Bengawan Solo bu.

      Hapus
  2. Aamiin, semoga sehat selalu semangat amar maruf nahi munkar Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih atas doa dan suportnya bu

      Hapus
  3. Semangat terus P. Liek Syam. Inspiring!!

    BalasHapus