Pagi
tadi – Rabu, setibanya di sekolah tempat saya bertugas sebagai guru saya
sempatkan sejenak membersihkan ruang kelas sambil menunggu wali murid mengambil
naskah PTS Semester 2 putra-putrinya. Setelah saya rasa ruangan cukup bersih,
aktifitas saya lanjutkan dengan mempersiapkan dua naskah yang akan dibagikan
hari ini. Untuk hari ini yang diujikan yaitu: Tematik naskah 3 dan bahasa
Inggris.
Karena
kedatangan wali murid tidak secara serempak dan tidak on time, tentu saja terdapat
jeda waktu tunggu yang lumayan longgar terbentang dhadapan saya hari ini. Dan
agar tidak merasa jenuh karena menunggu dan waktu saya terbuang sia-sia maka
saya niatkan untuk melakukan kegiatan produktif lainnya. Saya pun mulai
melakukan koreksi LJK yang sudah dikerjakan hari sebelumnya sambil sesekali
ngecek beberapa pesan WA dan FB. Mungkin
saja ada sesuatu yang harus segera dibalas, mendesak untuk dikerjakan, atau mungkin juga memberi
inspirasi untuk bisa dinarasikan. Barangkali setelah dinarasikan mampu
mengimbas pada orang lain untuk melakukan hal produktif lainnya. Kan lumayan, siapa tahu bisa termasuk sedekah
ilmu yang pahalanya akan terus mengalir bila ada yang membaca dan
menjalankannya. Tentunya dalam hal
kebaikan.
Terus
terang trik efektif dan inspiratif pemanfaatan waktu menunggu ini termotivasi
oleh tulisan Dr. Ngainun Naim dalam salah satu bukunya yang mengupas tentang
kebiasaan Prof. Rainal Gazali yang telah melahirkan banyak buku dari pemanfaat
waktu menunggu. Entah itu, saat menunggu penrbangan di bandara maupun saat akan
menjadi nara sumber dalam acara seminar.
Meniru
kebiasaan baik dari orang lain agar bisa menjadi produktif terutama dalam hal
kepenulisan tentunya sangat diperbolehkan dan sah-sah saja. Karena pada
dasarnya hal ini sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk sosial, yang
salah satunya dibekali dengan kemampuan meniru.
Agar
tidak merasa jenuh karena menunggu datangnya wali murid saya nyalakan laptop
untuk menikmati lagu-lagu Risa Milen yang sangat familiar di telinga dan juga
sangat pas untuk menjaga setamina gelombang otak pada posisi yang nyaman.
Selain
itu, sesekali saya selingi untuk membuka medsos WA dan FB di gawai Oppo A92 saya.
Dari akun FB saya menemukan satu unggahan dari akun FB UT – Pokjar SMK Ngunut. Pada
unggahan tersbutk menjelaskan kalau foto saya ada di dalam postingan terebut.
Dan setelah saya lihat ternyata memang benar. Itu memang benar-benar foto saya.
Sebuah foto yang saya ambil sebagai bukti dokumentasi bahwa saya dan
murid-murid SDN 1 Kacangan – terutama kelas 4 tiga tahun yang lalu telah mampu
melahirkan sebuah buku antologi. Buku antologi tersebut berjudul Ternyata
Kami Bisa yang tebalnya mencapai 250an halaman.
Dari
unggahan foto tersebut memiliki banyak manfaat, baik untuk UT Pokjar SMK Ngunut
maupun bagi diri saya sendiri. Bagi UT Pokjar SMK Ngunut tentunya mampu
menambah pretise dan juga nilai tawar lebih dibanding dengan Pokjar-pokjar yang
lain. Terutama untuk menarik minat calon mahasiswa baru. Semoga saja persepsi
ini benar dan UT Pokjar SMK Ngunut pesertanya semakin membludak sehingga
eksistensi bisa dipertahankan secara baik.
Sedangkan
secara personal, kemanfaatan saya dapatkan sebagai dampak positifnya dari
unggahan tersebut yaitu turut terbangunnya personal branding terkait dengan
diri saya sebagai orang yang berprestasi. Lebih tepatnya berprestasi dalam
bidang kepenulisan. Atau dengan kata lain bisa dianggap sebagai salah satu guru
penggerak (influencer) dalam urusan literasi yang ada di Tulungagung.
Dari
personal branding yang terbentuk tadi, tentu saja ada beban atau resiko yang
harus dipertanggungjawabkan dengan cara untuk selalu aktif dan terus produktif
dalam menulis. Tantangan semacam ini bukanlah sesuatu yang ringan karena untuk
memenuhinya membutuhkan energy yang sangat besar. Energi ekstra yang sangat
besar terutama untuk menemukan ide-ide kreatif, menarik dan juga
inspiratif. Semoga saja selalu terbuka
banyak kemudahan untuk mewujudkannya. Aamiin.
Tegalrejo,
17/03/2021.








Luar biasa
BalasHapusAamiin, jenengan juga luar biasa bu. Produktifitas dan idenya terus mengalir kayak Bengawan Solo bu.
HapusAamiin, semoga sehat selalu semangat amar maruf nahi munkar Aamiin
BalasHapusAamiin, makasih atas doa dan suportnya bu
HapusSemangat terus P. Liek Syam. Inspiring!!
BalasHapussiap laksanakan
HapusTetap semangat Bapak. Keren
BalasHapusNggih bu, siap.
Hapus