Kemarin pagi ketika saya dimintai tolong
oleh anak sulung saya untuk ngeprint tugas kelas 5 yang telah diberikan kemarinnya.
Ya karena anaknya merasa lemas puasa sehingga tugasnya tidak bisa dirampungkan
hari itu juga. Mungkin saja karena pikirannya merasa sulit untuk fokus.
Singkat cerita proses pengeprinan tugas
pun beres. Karena masih ada waktu yang cukup longgar sebelum berangkat ke
sekolah maka saya lanjutkan buka internet siapa tahu ada sesuatu yang bisa
menginspirasi untuk dijadikan tulisan. Tentu ini sangat berharga sekali.
Mengingat belakangan ini produktivitas kepenulisan saya sangat jeblok. Bahkan
bisa dikatakan mandeg karena hampir tiga Minggu cuman menyelesaikan satu
tulisan.
Dan Alhamdulillah keinginan tersebut bisa
saya dapatkan, yaitu lewat kunjungan saya ke blog Dr. Ngainun Naim. Pada
kesempatan tersebut saya sempat melahap tiga buah artikel yang penuh gizi dan
yang pasti sangat baik untuk memberi asupan berkualitas bagi otak saya pagi
itu. Ketiga artikel tersebut berjudul: Asal Bisa Membaca, Semua Bisa Menulis
(Sabtu, 10 April 2021); Jantung Pendidikan (Senin, 13 April 2021); dan Resensi
Atas Resensi (Senin, 19 April 2021).
Dari artikel yang berjudul Asal
Bisa Membaca, Semua Bisa Menulis yang intinya menceritakan dua hal.
Yang pertama disebutkan bahwa semua orang pasti bisa menulis asalkan orang
tersebut bisa membaca. Bisa Membaca dalam artian memiliki kemampuan, kemauan,
dan keistikomahan untuk membaca karena lewat proses tersebut seseorang akan
memiliki banyak informasi inspiratif dan juga kaya akan ide-ide yang akhirnya
bisa ditransformasikan dalam bentuk tulisan. Yang kedua, agar keterampilan
menulis tidak hilang, seseorang perlu untuk menjaganya yaitu dengan cara
menulis, menulis, menulis, dan terus menulis. Ya karena dengan cara semacam
inilah keterampilan menulis bisa tetap melekat pada diri seseorang.
Dari artikel Jantung Pendidikan
diceritakan bahwa membaca sebagai penentu akan hidup atau matinya pendidikan.
Bila budaya membacanya bisa terbangun secara baik maka pendidikannya akan
tumbuh dan berkembang secara maksimal pula. Layaknya pada tubuh, bila jantung
yang ada didalamnya sehat mampu bekerja sesuai standard yang dibutuhkan maka
secara otomatis tubuh akan selalu sehat. Dan agar bisa tetap sehat tentunya
dibutuhkan asupan nutrisi yang berkualitas. Begitu juga dengan pendidikan,
asupan-asupan yang cukup pada otak hanya mampu didapat dari rutinitas membaca
yang baik.
Dan dari artikel Resensi Atas Resensi,
inspirasi yang saya tangkap yaitu aktifitas menulis dan mencatat sesuatu - buku
yang dibaca sangat perlu agar informasi dan inspirasi yang didapat tidak
menguap begitu saja. Maka pengikatan makna dalam hal ini informasi lewat
tulisan wajib dilakukan.
Sedangkan esensi dari ketiga artikel
tersebut bertemu pada pentingnya aktivitas membaca - budaya berliterasi. Yang
jelas dari aktivitas baca berupa penguatan budaya literasi semua perubahan
serta kemajuan peradaban terbangun dan bermuara. Dan yang pasti tugas inilah
merupakan tugas pertama yang diterima nabi Muhammad SAW ketika beliau
berkhalwat di Goa Hira serta perintah tersebut harus disampaikan kepada seluruh
umat Islam. Yang mana peristiwa ini secara jelas terdokumentasikan dalam Al
Qur'an surat Al Alaq.
Kemudian dari sini saya teringat dengan materi
yang saya sampaikan saat memandu dan mengisi KKG guru kelas VI – Sabtu, 13
April yang lalu. Dalam kesempatan tersebut salah satunya adalah trik yang saya
lakukan untuk melatih murid-murid kelas VI yang saya ajar dengan kemampuan
bacakilat. Sebuah teori membaca dengan kecepatan tinggi yaitu satu halaman
perdetik. Skill ini bisa dibangun dengan memanfaat kemampuan saraf pangkal mata
(saraf kortek) dengan kemampuan menyimpak pada otak bawah sadar kita.
Kemampuan ini dapat berfungsi dengan
baik, maksudnya informasi digunakan secara optimal bila orang yang bersangkutan
sudah bisa membaca. Dan bila belum bisa membaca, informasi yang telah terekam
dalam otak hanya akan muncul sebagai gambar/foto yang berbentuk huruf yang
berjajar saja. Maka dari itu, judul tulisan diatas saya rasa sangat relevan
untuk disematkan pada unggahan ini. Semoga bermanfaat.
Tulungagung, 25/04/2021
Alhamdulillah ikut membaca bacaan begizi walau lewat ulasan artikel ini. Terima kasih Bung Sam salam literasi. Semangat
BalasHapusAlhamdulillah sampu kerso pinarak ugi Har mugi bermanfaat, aamiin.
BalasHapus