Ketika Alam
Turut Mendukung
Maaf
ini hanya sebuah cerita terkait pengalaman yang saya alami dalam kurun waktu
tiga hari yang lalu – mulai hari Sabtu sampai hari Senin. Mungkin saja coretan
ini kurang menarik atau bahkan kurang berfaedah dan hanya buang waktu saja
untuk sekedar membacnya. Tapi tidak apalah yang saya yakini tulisan ini akan
bergerak perlahan menapaki jalurnya untuk menmukan takdirnya sendiri.
Awal
cerita bermula pada sabtu soere, 29/01/2014 saya menerima telpon dari seorang
bapak yang seingat saya beliau adalah pensiunan polisi yang rumahnya berada di
arah selatan UIN SATU Tulungagung. Beliau mengkonfirmasi akan berkunjung ke
rumah saya untuk berkonsultasi tentang suatu hal, tapi bukan terkait masalah
pol ithik maupun pol luahan juta bahkan miliaran. Melainkan berkonsultasi
masalah kesehatan salah satu keluarganya. Tapi sayangnya sore itu tidak bisa
datang karena terkendala hujan dan akhinya berpesan untuk datang besok hari
Minggu.
Besoknya
hari Minggu kira-kira mendekati 12 WIB beliau beserta istri dan putrinya datang
ke rumah. Untuk memulai perbincangan kami pun saling menanyakan kabar daan
berharap semuanya baik-baik saja. Sesaat kemudian pasutri tersebut menceritakan
keluhan yang tengah dialami oleh putrinya yaitu menderita miom dan saat ini
tengah menunggu antrian untuk dilakukan MRI yang diperkiraan pada bulan Maret.
Dan untuk menunggu masa antrean tersebut si ibu mengajak putrinya untuk minta
bantuan terapi dengan harapan bisa segera sembuh dan tidak perlu disayat pisa
operasi yang menyakitkan dan juga mahal. Langkah ini ditempuh dengan
pertimbangan bahwa salah satu saudaranya yang tinggal di desa Doroampel yang
mengalami kasus yang sama katanya sembuh dan tidak jadi operasi.
Kemudian
saya menyela untuk menanyakan keluhannya yang pernah saya bantu terapi yaitu
aoutoimun – lupus. (Merunut keterangan di blog ALODOKTER penyakit aoutoimun
didefinisikan sebagai kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang akan
menyerang tubuhnya sendiri. Dan lebih lanjut penyakit autoimun diklasifikasika
menjadi 80 jenis, salah satunya berupa LUPUS. Untuk jenis ini memiliki
ciri-ciri keluhan berupa demam, nyeri sendi dan otot, ruam kulit, sariawan,
bengkak di tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak napas, pucat, dan
sangat dimungkinkan sampai terjadi pendarahan).
Menurut
penjelasan ibunya keluhan tersebut sudah bisa teratasi (sembuh) karena sejak
mendapatkan treatmen terapi kira-kra dua tahunan yang lalu keluhan seperti yang
disebutkan diatas tidak dialami lagi. Seain itu si ibuk juga menceritakan kalau
putrinya juga sudah menemukan jodoh – telah menikah dengan orang Jawa Barat.
“Alhamdulillah
kulo derek seneng nyogane sampun sehat ugi sampun imah-imah. Malah sampun saget
dijabaraken – alhamdulillah saya turut gembira putrine sudah sehat dan juga
sudan menikah. Malah sudah bisa dijabarkan” sela saya sambil tersenyum.
Menanggapi
banyolan tersebut mereka bertiga sedikt bingung dengan apa yang saya maksud
dijabarkan dan setelah saya jelaskan bahwa kata dijabarkan itu berhasil
dipindahkan dari Jawa Timur ke Jawa Barat karena putri jenengan menkah dengan
orang Jawa Barat, kalau tidak salah ingat daerahnya kalau tidak Ciamis ya
Cikampek. Pokoknya masih dekat dengan rumahnya mas Roni Dewar Alfis Romlan.
Saya sedikit lupa karena pikiran saya lebih terfokus pada inti permasalahanya –
keluhannya saja.
Setelah
menyimak penjabaranya saya tersebut mereka bertiga baru mantuk-mantuk sambil
tertawa. Pokoknya mereka terlihat sangat ceria.
Sejurus
kemudian topik pembicaraan saya tarik kearah yang benar karena telah mengalami
keterbelokkan secara sengaja dalam pembicaan (istilah jawanya nylenting)
terkait dengan keluhan Miom putrinya. “Lajeng sak meniko kersane jenengan
pripun – lalu setelah ini maunya ibu/bapak bagaimana?”tanya saya. (Miom
merupakan benjolan yang tumbuh di dinding rahim bagian dalam atau bagian luar,
yang mana kondisi ini dapat memicu timbulnya gejala berat yang dapat
menyebabkan komplikasi kehamilan atau sulit hamil. Sedangkan yang ditengahai
sebagai penyebab timbulnya miom yaitu terjadinya lonjakan hormon estrgen dan
progesteron dan juga dimungkinkan riwayat miom dari keluarnga. Kedua hormon
tersebut sifatnya masih terdakwa – istlah hukumnya karena belum bisa ditemukan
penyebab yang sebenarnya dari kasus ini).
“Maunya
ya minta diterapi dulu sambil menunggu antrean MRI siapa tahu bisa sembuh
seperti keponakannya yang di Doroampel. Jadi tidak perlu dioperasi karena
menurut dokter yang menanganinya kalau miomnya tidak dihilangkan akan
menyulitkan untuk punya momongan” jelas si ibuk.
“Oh
ngoten kersanipun – oh begitu maunya”, balas saya.
Kalau
begitu nanti saya coba bantu terapi untuk mengatasi miomnya dan sekaligus
menormalkan/mengontrol hormon pemicunya. Khusus untuk miomnya nanti saya coba
memanfaatkan energi petir dan kebetulan saat itu cuaca mendung dan dibarengi
adanya gludug – guntur. Momen atau keadaan ini harus segera dimanfaatkan sebaik
mungkin karena energi yang dihasilkan sangat besar, apalagi kalau dibarengi
adanya petir. Penerapan energi ini fungsinya sama dengan kemoterapi dari sisi
medis. Dengan penerapan terapi mode ini efek samping seperti yang diakibatkan
oleh kemoterapi mulai dari, mual-mual, muntah, badan sakit semua, rambut rontok
bisa dihindari.
Dan
akhirnya semoga mbaknya cepet sembuh serta segera mendapat momongan tanpa harus
melalui proses operasai, baik itu miomektomi maupun
histerektomi. (miomektomi merupakan
salah satu prosedur pembedahan yang dilakukan guna untuk mengangkat mioma uteri
maupun histerektomi yaitu prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat
rahim bagi para wanita di usia yang sudah tidak subur).
Oh ya hampir lupa, terapi ini dilakukan tanpa harus menyentuh
pasien dikarenakan saat treatmen terapi berlangsung seorang terapis cukup
mengalihkan atau menyalurkan (mentransfer) energi alam ke tubuh pasien dengan
niatan untuk penyembuhan. Dengan demikian terapi ini bisa dilakukan secara
langsung dalam artian jarak dekat maupun jarak jauh – long distance teraphy dan
hal ini juga diterapkan pada kasus ini karena pasien berada di Surabaya.








Terima kasih catatannya, Pak Sam. Jarang saya membaca artikel yang berkaitan dengan kesehatan kecuali saat sakit tertentu dengan gejala tertentu. Semoga pasiennya segera sembuh nggih Pak
BalasHapusaamiin, makasih supot doanya bu
HapusSemoga pasiennya sembuh nggeh Pak Sam. Terimakasih atas informasinya. Sangat bermanfaat, terlebih bagi perempuanš
BalasHapusalhamdulillah
Hapus