Kebetulan pagi
ini Kamis, 3 Oktober 2024 saya memiliki jamkos makanya saya tidak mengajar
karena kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru bidang study Pendidikan Agama
Islam (PAI). Daripada membuang waktu secara percuma saya mecoba mengisinya
dengan buka laptop untuk sekedar mengemil tulisan rekan-rekan yang diunggah
pada group yang saya ikuti. Paling tidak dengan kegiatan ini saya berharap
dapat menemukan dua keajaiban yang sangat berarti terutama untuk membangkitkan
akan keberlangsungan aktifitas kepenulisan yang telah beku dan boleh dibilang hampir
memfosil seperti saat ini.
Sedangkan
miracle wish atau keajaiban harapan tersebut yaitu: pertama saya sangat
berharap dari kegitan tadi dapat
menemukan ide yang bisa dieksplor menjadi sebuah tulisan yang apik. Dan yang kedua, saya berharap dapat menemukan
motivasi guna untuk mendongkrak semangat kepenulisan saya yang telah lama
ngedrop dan mati suri. Syukur-syukur
dengan penemuan kedua hal tadi produktifias kepenulisan bisa dilecut lagi
secara baik.
Daripada
bingung saya mencoba menulis beberapa hal yang telah saya alami hari kemarin
diluar rutinitas yang saya geluti mulai bangung pagi, persiapan pergi
kesekolah, mengajar, dan juga ngarit untuk menafkahi 3 kambing yang ada di
kandang di sore harinya. Maka saya meyakinkan diri untuk menulis 3 hal diluar
rutinitas yang harus saya lakukan kemari yaitu sebagai berikut:
Pertama,
sepulang sekolah saya menyempatkan diri untuk menyalakan tv dan menyaksikan
volly ball Kovo cup 2023 Korea Selatan yang boleh dibilang sangat seru lewat
chanel tv RI. Namun sayangnya saya tidak bisa meyaksikannya secara lengkap,
terutama saat pertandingan antara JungKwangJang Red Sparks – dimana Megawati
Hangestri tergabung didalamnya melawan Pink Spiders. Tentu saja saya merasa
sedikit kecewa karena harus meninggalkan untuk mengerjakan pekerjaan lain. Pada
sisi ini pemenuhan akan kebutuhan pskologis emosional yang sifatnya praktis
duniawi mengalami ketersendatan karena untuk pemenuhannya terbentur oleh
situasional kondisional yang mengharuskan untuk ditinggalkan.
Kedua, selepas
shalat Maghrib saya harus menggalkan kegiatan noton volly untuk pergi ke desa
Kacangan wilayah Kecamatan Ngunut untuk menghadiri undangan genduri dalam
rangka kirm doa – baca taahlil atas meninggalnya salah satu family tepat ke 40
harinya. Semoga almarhum mendapatkan magfirah atas semua khilaf dan dosa yang
pernah dilakukan semasa hidupnya serta mendapatkan kemuliaan juga nikmat kubur
atas semua amal baik yang pernah dilakukan sebelumnya. Aamiin.
Bagi saya
pribadi menghadiri undangan genduri ini memiliki banyak alibi sebagai penguatnya,
diantaranya:
1. Menghadiri
undangan hukumnya wajib – apa lagi sebelunya juga mendapat tonjokan.
2. Menjaga
keutuhan silaturrahim keluarga
3. Mendapatkan
pahala amal baik karena turut mendoakan orang yang telah meninggal
4. Mendapatkan
sesuatu secara romantis – rokok, mangan, minum secara gratis plus berkat.
Dan yang
terakhir yaitu yang ketiga, menjalankan tugas kepanitiaan menjaga kendaraan
para nahdliyin yang menghadiri pengajian akbar dalam rangka memperingati
kelahiran Nabi Muhammad SAW yang digelar masjis Darussalam desa Tegalrejo
Rejotangan yang dalam kesempatan tersebut menghadirkan Gus Iqdam sebagai
penceramahnya. Karena berposisi sebagai penjaga kendaraan yang jelas saya tidak
dapat berjua langsung dan face to face dengan Gus Iqdam karena posisi saya
sangat berjauhan dengan pusat. Walaupun begitu saya memiliki sedikit catatan
terkait ceramah yang Gus Iqdam Sampaikan, yaitu terkait pentingnya menata niat
dalam tiap hal; 3 metode untuk mencitai Rosulullah Muhammad SAW; dan yang
terahir adalah pengakuan dosa atas perbuatan yang telah dilakukan sebelum
kegiatan berdoa dimulai. (insyaallah untuk penjelasan 3 catata tersebut
disampaikan pada tulisan berikutnya.








Mantap Pak Sam
BalasHapus