Senin, 07 Oktober 2019

TUMBUH BESAR BERSAMA BUKU



Buku bukanlah sekedar tumpukan atau bendelan kertas yang disemati oleh banyaknya rangkaian huruf untuk menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, paragraf menjadi artikel, artikel menjadi sub bab, seb bab menjadi bab, dan akhirnya bab terkumpul menjadi buku. Nilai  lebih dari itu semua karena sebuah buku bisa merubah kehidupan manusia dan juga dapat merubah peradaban dunia. Buku pengaruhnya lebih dahsyat dan lebih mematikan bahkan melebihan sebutir peluru/mortir. dalam sebuah kata bijak disebutkan buku lebih hebat dari sebutir peluru, karena sebutir peluru hanya mampu menembus satu kepala sedangkan buku dapat mempengaruhi berjuta-juta kepala. 

selain itu, karena esensinya peran buku dalam sebuah peradaban manusia maka tidak salah bila buku dianggap sebagai  jendela dunia, sperti yang tertera pada gambar slogan diatas. Menurutku ungkapan tersebut  memang sangat benar adanya. Karena sebuah buku menyimpan banyak misteri yang penuh dengan keajaiban yang bisa mengantarkan kita kemana saja dalam waktu sekejab. Buku layaknya sebuah mantera yang nilai magisnya luar biasa terutama bagi penulis maupun bagi penikmatnya. Sebuah buku bisa membantu pembaca untuk melakukan relaksasi, refreshing, dan traveling imajiner buku juga memberikan banyak mutiara ilmu/hikmah didalamnya. Bahkan ada lebih dahsyat lagi yang ditawarkan oleh buku yaitu: inspirasi, motivasi, dan perubahan yang berdampak pada  kehormatan, status social, dan finansial seseorang.


 Terus terang saya telah merasakan benar kemanfaatan dari sebuah buku.  Saya juga telah mendapatkan semua hal yang saya sebutkan diatas. Karena buku (membaca) mendapatkan banyak kemudahan, penghidupan yang layak, status social yang baik, dan kehidupan finansial yang lumayan mapan. Padahal secara kuantitas jumlah buku yang say abaca belum begitu banyak. Bahkan bisa dibilang sangat sedikit. Dan dari situlah muncul rasa penyesalanku yang sangat mendalam mengapa dulu saat masih kuliah tidak begitu rajin ke perpustakaan untuk berselancar di dunia kata dan mengakrapi banyak buku. 

Seandainya, dulu saya sudah mengenal teori membacakilat 1 halaman/detik – Agus setyawan, tentu saya bisa membaca semua buku yang ada diperpus UMM yang jumlahnya 15.000 saat itu – tahun 1991/1995. Wah saya pasti lebih hebat dalam artian kaya ilmu dan luas wawasannya. Tentu amazing banget. Sayangnya saat itu sampai kini, menurut perkiraan  saya masih membaca buku dikisaran 300 buku (buku diluar pelajaran) saja dengan rincian  100 buku dimasa kuliah (40 buku literature penyusunan skripsi yang rata-rata bahasa Inggris, 60an buku sifatnya umum mulai bukunya Cak Nun, Nurkholis Madjid, Jalaludin Rahmat, Frans Magnessuseno, Dr.Fatchurrahman, Dr, Schuler, dan masih banyak lagi). Rentang waktu 1996/2008 saya banyak membaca buku dari perustakaan SDN Tenggong 1 & 2, Perpusda Tulungagung dan Perpus Akper Bakti Husada Tulungagung melalui adik saya yang saat itu kuliah keperawatan disana. Dan mungkin jumlahnya 50 – 70 an. Dan yang terakhir 2009 sampai saat ini, saat saya telah menjadi PN kira baru 120 – 150 an buku. Baik dari perpustakaan SDN 1 Kacangan yang mendapatkan program perpustakaan dan sekitar 100an perpus pribadi saya yang ada dirumah. Dan semoga saja perpus pribadiku bisa terus bertambah hingga mencapai 1000 buku, yang sebagian adalah karya tulis saya baik antologi maupun karya mandiri.

Untuk mengatasi rasa kecewaku terhadap masa laluku terkait aktivitas membacaku maka aku obati dengan pembiasaan melakukan kegiatan menulis sehingga saya menjadi lebih rajin dalam mencari informasi dari banyak buku – program untuk pribadi saya. Selain itu saya juga mencanangkan program khusus untuk muruid-murid saya yaitu program baca – ( setiap murid harus setor laporan baca sekian halaman setiap pagi dengan buku bebas). Program ini sudah berjalan dan beberapa murid ada yang telah menyelesaikan 3 buku. Dan program penegmbangan selanjutnya adalah penggiringan siswa untuk bisa  berkarya tulis seperti angkatan sebelumnya yang berhasil menelurkan satu buah antologi setebal 231 halaman.

Semoga lewat tulisan ini aku, kita bisa bersama-sama tumbuh besar bersama buku seperti  Ali Bi abi Tolib, Imam Syafi'i, B. J. Habibi -alm, Jhon F. Kenedy dan masih banyak lagi. Aamiin.















Penyerahan cindera mata kepada ibu asesor UT dari Jakarta di SMK Ngunut Tulungagung

0 komentar:

Posting Komentar