Setelah membaca judul tulisan diatas, kira-kira ada yang menganggap lebay apa tidak ya? Entah apapun anggapan dan bagaimana penilaiannya itu tidak terlalu berpengaruh pada hasrat saya untuk tetap menulis. Dan untuk saat ini, saya ingin belajar menulis cerita.
Kok masih belajar, kan selama ini
sudah sering menulis to? Ya, memang benar saya sering menulis. Tapi tulisan
saya diluar genre sastra terutama terkait dengan cerita. Tulisan saya termasuk
dalam ranah karya ilmiah popular. Jadi bukan sastra tulis cerita.
Tentu saja sebagai penulis atau
sebagai orang yang menggemari dunia kata-kata, saya juga ingin mencoba untuk
bisa menulis cerita. Entah itu dalam bentuk cerpen, novel, novelet maupun
cergam. Yang jelas hasrat untuk keluar zona aman itu selalu ada dan bukan hanya
bertahan di zona aman kepenulisan saya selama ini. Maklum saya selama ini
merasa kurang tertarik untuk membaca apalagi untuk menulisnya.
Yang jelas itu merupakan sebuah
tantangan yang perlu dijalani agar bisa terus berkembang dan sukse. Untuk
meneguhkan niatan tersebut tentu saya butuh literatur yang mampu memberikan
masukan tentang apa itu cerita, bagaimana bentuknya dan seberapa besar
peluangnya bila dipasarkan. Dan setelah saya pun mencari-cari dari jajaran buku
yang saya miliki saya menemukan beberapa buku yang signifikan dengan niatan
saya tadi. Salah satu buku tersebut adalah buku karya Harris Effendi Thahar
dengan judul Kiat Menulis Cerita Pendek.
Walaupun judulnya hanya terfokus pada
penulisan pendek, saya tahu buku ini tidak mengkhususkan ulasannya pada cerita
penden saja. Melainkan juga membahas tentang novel dan novelet, tepatnya pada
Bab 1 Pendahuluan - (A. Hakikat Cerpen 1. Cerpen, Novel, dan Novelet: 5-6).
Dihalaman tersebut dijelaskan bahwa ketiga-tiganya termasuk jenis prosa yang
masing-mas-ng memiliki unnsur kesamaan terutama dalam bentuk penokohan, tema,
alur, latar, dan gaya bahasanya.
Selain dari sisi kesamaan tersebut,
didalam buku ini Harris Effendi Thahar juga memberikan gambaran pemebeda antara
ketiganya. Terutama terkait dengan ukuran panjang pendek cerita yang
terpresentasikan dalam bentuk teks tulis. Yang pertama, Cerpen sebagai cerita
pendek penyajian ceritanya dalam bentuk yang cukup padat, latarnya hanya
dimunculkan dalam kilasan sesaat, dan membutuhkan waktu sebentar untuk
mambacanya.
Hal ini berbeda jauh dengan Novel,
karena novel memiliki ukuran yang sangat panjang, membutuhkan waktu yang lama
untuk membacanya, latar belakang ceritanya diungkap lebih mendetail dan
ceritanya berangkai/bersambung dalam sebuah keruntunan. sedangkan posisi
Novelet berada ditengah-tengah diantara cerpen dan Novel. Karena novelet
sebenarnya adalah nama lain dari novel pendek. Dan penulisan novelet sebagai
novel pendek bertujuan untuk menghindari rasa kebosanan atau rasa jenuh ketika
pembaca membaca novel. Sedangkan dari sisi lainya antara novelet dan novel itu
sama saja.
Mungkin sepintas pemahaman awal saya
tentang belajar untuk menulis cerita hanya sebatas itu. Dan mungkin saja
tulisan ini akan menjadi lengkap setelah saya merampungkan baca tiga buku
bacaan yang memiliki relevansi. Ketiga buku tersebut adalah: Cara Mudah Menulis
Novel Petunjuk Praktis. Tahap Demi Tahap. Menulis Novel Mulai dari Nol Hingga
Selesai (Isa Alamsyah: 2019); Kreatif menulis Buku Populer, Artikel, Novel,
Cerpen, Cernak & Puisi (Nyuwan S. Budiana, Nenny Makmun: 2018); dan Trik Jitu
Menulis Cerita Remaja (Novel-Cerpen-Skenario) (Setiawan G. Sasongko: 2012). Semoga
saja dengan penambahan pengetahuan dan wawasan tentang penulisan cerita dari berbagai sudut
pandang yang berbeda, saya juga mampu mempraktekkannya untuk menulis genre ini.








Terima kasih Bapak Sam, ketiga bukunya saya masukkan list recomended (Semoga kelak bisa terbeli, hehe)
BalasHapusNggih bu. nembah nuwun atas kunjungan dan suportnya
HapusSemangat menggeluti zona baru Pak
BalasHapussiap laksanakan pak.
HapusSangat menarik
BalasHapusyess and matur nembah nuwun atas motivasinya pak
Hapus