Senin, 26 April 2021

Syaratnya Harus Bisa Baca

 


Kemarin pagi ketika saya dimintai tolong oleh anak sulung saya untuk ngeprint tugas kelas 5 yang telah diberikan kemarinnya. Ya karena anaknya merasa lemas puasa sehingga tugasnya tidak bisa dirampungkan hari itu juga. Mungkin saja karena pikirannya merasa sulit untuk fokus.

 Singkat cerita proses pengeprinan tugas pun beres. Karena masih ada waktu yang cukup longgar sebelum berangkat ke sekolah maka saya lanjutkan buka internet siapa tahu ada sesuatu yang bisa menginspirasi untuk dijadikan tulisan. Tentu ini sangat berharga sekali. Mengingat belakangan ini produktivitas kepenulisan saya sangat jeblok. Bahkan bisa dikatakan mandeg karena hampir tiga Minggu cuman menyelesaikan satu tulisan.

Dan Alhamdulillah keinginan tersebut bisa saya dapatkan, yaitu lewat kunjungan saya ke blog Dr. Ngainun Naim. Pada kesempatan tersebut saya sempat melahap tiga buah artikel yang penuh gizi dan yang pasti sangat baik untuk memberi asupan berkualitas bagi otak saya pagi itu. Ketiga artikel tersebut berjudul: Asal Bisa Membaca, Semua Bisa Menulis (Sabtu, 10 April 2021); Jantung Pendidikan (Senin, 13 April 2021); dan Resensi Atas Resensi (Senin, 19 April 2021).

Dari artikel yang berjudul Asal Bisa Membaca, Semua Bisa Menulis yang intinya menceritakan dua hal. Yang pertama disebutkan bahwa semua orang pasti bisa menulis asalkan orang tersebut bisa membaca. Bisa Membaca dalam artian memiliki kemampuan, kemauan, dan keistikomahan untuk membaca karena lewat proses tersebut seseorang akan memiliki banyak informasi inspiratif dan juga kaya akan ide-ide yang akhirnya bisa ditransformasikan dalam bentuk tulisan. Yang kedua, agar keterampilan menulis tidak hilang, seseorang perlu untuk menjaganya yaitu dengan cara menulis, menulis, menulis, dan terus menulis. Ya karena dengan cara semacam inilah keterampilan menulis bisa tetap melekat pada diri seseorang.

 Dari artikel Jantung Pendidikan diceritakan bahwa membaca sebagai penentu akan hidup atau matinya pendidikan. Bila budaya membacanya bisa terbangun secara baik maka pendidikannya akan tumbuh dan berkembang secara maksimal pula. Layaknya pada tubuh, bila jantung yang ada didalamnya sehat mampu bekerja sesuai standard yang dibutuhkan maka secara otomatis tubuh akan selalu sehat. Dan agar bisa tetap sehat tentunya dibutuhkan asupan nutrisi yang berkualitas. Begitu juga dengan pendidikan, asupan-asupan yang cukup pada otak hanya mampu didapat dari rutinitas membaca yang baik.

 Dan dari artikel Resensi Atas Resensi, inspirasi yang saya tangkap yaitu aktifitas menulis dan mencatat sesuatu - buku yang dibaca sangat perlu agar informasi dan inspirasi yang didapat tidak menguap begitu saja. Maka pengikatan makna dalam hal ini informasi lewat tulisan wajib dilakukan. 

 Sedangkan esensi dari ketiga artikel tersebut bertemu pada pentingnya aktivitas membaca - budaya berliterasi. Yang jelas dari aktivitas baca berupa penguatan budaya literasi semua perubahan serta kemajuan peradaban terbangun dan bermuara. Dan yang pasti tugas inilah merupakan tugas pertama yang diterima nabi Muhammad SAW ketika beliau berkhalwat di Goa Hira serta perintah tersebut harus disampaikan kepada seluruh umat Islam. Yang mana peristiwa ini secara jelas terdokumentasikan dalam Al Qur'an surat Al Alaq.

 Kemudian dari sini saya teringat dengan materi yang saya sampaikan saat memandu dan mengisi KKG guru kelas VI – Sabtu, 13 April yang lalu. Dalam kesempatan tersebut salah satunya adalah trik yang saya lakukan untuk melatih murid-murid kelas VI yang saya ajar dengan kemampuan bacakilat. Sebuah teori membaca dengan kecepatan tinggi yaitu satu halaman perdetik. Skill ini bisa dibangun dengan memanfaat kemampuan saraf pangkal mata (saraf kortek) dengan kemampuan menyimpak pada otak bawah sadar kita.

 Kemampuan ini dapat berfungsi dengan baik, maksudnya informasi digunakan secara optimal bila orang yang bersangkutan sudah bisa membaca. Dan bila belum bisa membaca, informasi yang telah terekam dalam otak hanya akan muncul sebagai gambar/foto yang berbentuk huruf yang berjajar saja. Maka dari itu, judul tulisan diatas saya rasa sangat relevan untuk disematkan pada unggahan ini. Semoga bermanfaat.

 Tulungagung, 25/04/2021

 

2 komentar:

  1. Alhamdulillah ikut membaca bacaan begizi walau lewat ulasan artikel ini. Terima kasih Bung Sam salam literasi. Semangat

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah sampu kerso pinarak ugi Har mugi bermanfaat, aamiin.

    BalasHapus