Cerita Pengantar
Pada hari Kamis, 22/02/2024 yang lalu di
korwil UPA SP Kecamatan Ngunut diselenggarakan kegiatan FLS2N - pentas
seni pantomin. FLS2N merupakan singkatan dari Festival & Lomba Seni Siswa
Nasional. Sedangkan tujuan dari kegiatan FLS2N yaitu untuk mendeteksi,
menemukan, mengangkat dan mengeksplor bakat serta potensi seni yang terdapat
pada parapeserta didiknya. Dalam hal ini siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar di
wilayah Korwil UPA SP Kecamatan Ngunut. Pada fase ini, akan ditentukan juaranya
untuk diberikan pendampingan, pembinaan dan sekaligus pemberdayaan guna untuk
mewakili di FLS2N di tingkat Kabupaten.
Peran saya dalam kegiatan ini adalah sebagai
penanggungjawab dalam mempersiapkan dan sekaligus pendamping saat pelaksaan lomba
bersama pak Angga Restu Andika selaku guru PJOK. Di sini posisi saya lebih
cenderung sebagai konsultan yang bertugas untuk dimintai pertimbangan dan juga
masukan terkait tema yang diangkat maupun gerakan yang mempresesntasikan tema
yang akan diulas. Sedangkan yang berperan sebagai fihak eksutornya adalah pak
Angga Restu Andika.
Mungkin
masih ada yang penasaran atau bahkan belum tahu apa sih pantomin itu? Nah untuk
menjawab pertanyaan ini saya mengutip sebuah pendefinisian kata pantomin dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut
KBBI, pantomim didefinisikan sebagi
pertunjukan drama tanpa kata-kata yang dimainkan dengan gerak dan ekspresi
wajah (biasanya diiringi musik). Dengan pendefinisian semacam itu, pantomoin
bisa diartikan sebagai pentas atau pertunjukan seni dalam kebisuan. Walaupun begitu
pantomin tidak bisa dipersepsikan sebagai seni bisu karena dalam keheningan –
tanpa verbalitas yang terlontar secara lisan namun gerak=gerik, tingka-polah,
dan ekspresi mimik wajah sang aktor mampu menyurawakan (menyampaikan) pesan
kepada pemirsa selakuk penikmat seni pantomin.
Sedangkan pengklasifikasian seni pantomin berdasarkan
aktor – pelakunya bisa dipilah menjadi tiga bagian, yaitu: Pantomim
tunggal, Pantomim berpasangan, dan Pantomim
kelompok. Dan dalam kasus FLS2N kemarin yang dilombakan adalah kategori
pentomin berpasangan karena aktor pemeraganya dua orang.
Tema dan Alur Cerita.
Terus terang untuk tema daan gerakannya
mengadopsi dari pantomin SDN TOTAL PERSADA Kecamatan Periuk – Kota Tangerang
yang memperoleh juara 1 pada tahun 2022 yang lalu. Seingat saya tema yang
diangakat adalah macam-macam olah raga namun akhirnya kami – saya dan pak Angga
sepakat untuk melakukan pemanggkasan karena adanya batasan waktu tampilan yang
diberikan oleh pihak panitia. Maka penghilangan beberapa macam gerakan terkait
beberapa cabang olah raga dilewatkan. Dengan mempertimbangkanhal tersebut maka
tema pun harus dilakukan penyesuaian, yang semula mengusung tema Macam-Macam
Olah Raga diubah menjadi Pentingnya Menjaga Kesehatan.
Karena adanya pemangkasan yang terimbas dari
adanya pembatasan waktu maka alur cerita juga mengalami penyesuaian. Walaupun
begitu benang merah dari keduanya masih tetap terjaga secara apik, yang alur
dan ceritanya sebagai berikut:
Pertama-tama dua pelaku masuk dan nelakukan
salam pebuka sebagai awalan. Tentu saja salam pembukanya juga lewat gerakan
bukan suara. Kemudian dilanjut dengan adengan tidur dan kedua pelaku saling
tarik-menarik berebut bantal – seting waktu malam hari.
Keesokan paginya, sebut saja Jono bangun lebih
awal dan segera menuju kamar mandi untuk mandi. Di tengah keasikkannya mandi
tiba-tiba saja lampu kamar madinya mati. Kepanikan pun panik terjadi dan sesaat
berikutnya Jono membuka pintu kamar mandi dan melongokkan kepalanya keluar
untuk menemukan pelaku yang usil mengerjainya. Namun sangat disayangkan Jono
tidak menemukan seorang pun di sana yang dapat dijadikan kambing hitam sebagai
terdakwanya. Sambil menyimpan rasa dongkol dihati Jono kemabli lagi menutup
pintu kamar mandi dan melanjutkan mandinya. Jono pun merasa senang karena
tiba-tiba lampunya sudahmenyala lagi.
Di sisi lain, Janu yang merasa terganggu
mendengar gemerincing guyuan air dari kamar madi yang ditimbulkan oleh jono.
Janu pun bangun dengan rasa dongkol memenuhi ruang hatinya. Sedetik kemudian
ide usil muncul dibenak Janu yaitu untuk mengusili Jono yang sedang mandi. Janu
dengan langkah berjinjit menuju skakel lampu dan mematikan secara pelan. Janu
mengulang usilnya hingga beberapa kali hingga mebuat Jono kesal. Setelah merasa
puas Janu pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Selesai mandi madi Janu mengajak Jono untuk
melakukan senam untuk mengeluarkan keringat. Di tengah-tengah kegiatan senam,
tiba-tiba saja Jono wahing-wahing (bersin) dengan sedikit ingus diatas
bibirnya. Nampaknya Jono mengalami flu. Sebagai teman setian dan sekaligus
sahabat karib, Janu mengajak Jono membuka laptop untuk mencari informasi
terkait obat-obatan herbal guna mengatasi penyakit flu. Setelah infomasi
diperoleh, mereka berdua pergi ke kebun untuk mencari ramuan. Bahan ramuan pun
telah di dapat, mereka pun segera pulang dan merebusnya untuk segera diminum.
Singkat cerita penyakit flu yang diderita Jono
telah sembuh. Karena sudah sembuh, Jono dan Janu berolah raga – tenis lantai
dengan riang gembira. Karena keasikan bermain lemparan bola menjad tidak
terkendali hingga akhirnya sebuah petaka terjadi. Bola yang terlempar melesak
kencang ke kaca jendela rumah tetanggga. Kepanikan pun terjadi. Jono dan Janu
pun lari meninggalkan TKP dengan terbirit-birit.
Salam penutup dilakukan dan pentas dari tim
SDN 1 Pandasari dapat dirampungkan secara baik.
Problem &
Solving
Problem, permasalahan ataupun kendala yang
sifatnya dalam kegiatan apapun itu pasti selalu ada. Begitu pula dengan per-pantimin-an
ini. Paling tidak ada 3 permasalahan yang harus diatasi mulai tidak adanya guru
seni (guru yang bisa berpantomin), waktu yang sangat mepet, dan keterbatasan
murid – sehingg sulit untuk mencari pilihan.
Solving sebagai jalan keluar dari permasalahan
tersebut terpaksa kami – saya dan pak Angga lakukan yaitu melakukan brosing
berselancar di internet guna untuk mencari referensi yang dapat digunakan
sebagai acuan dalam mempersiapkannya. Sedangkan terkait masalah waktu hanya
bisa disisasati dengan melakukan pengefisienan waktu beratih yaitu diselala
waktu istirahat.
Permasalahan yang lebih pelik ternyata
terletap pada sang aktor – pelaku pantomin. Salah satu aktornya sejak awal
merasa bahwa pantomin bukan passion-nya. Dia merasa tidak nyaman bahkan
cenderung sedikit tertekan untuk mengembang tugas ini. Sedangkan yang satunya
lagi lebih adaptif walaupun tidak memiliki keyakinan untuk misi tersebut.
Kondisi kritis terjadi. Ketika kami berserta
tim baru tiba di lokasi pembukaan acara pun di mulai. Pada awalnya kamimasih
sedikit santai karena tim kami mendapat nomor urut pentas nomor 9. Kami merasa
santai karena masih ada banyak waktu untuk sedikit rileksasi untuk
mempersiapkan mental dua murid kami untuk berakting. Tapi sial. Peserta nomor 1
samapai 8 belum hadir atau mungkin juga malah tidak mengirimkan teamnya. Karena
perubahan yang sangat mendadak tersebut salah satu anggota team kami menjadi
sangat nervers dan sempat bilang untuk tidak mau tampil. Untungnya situasi ini
bisa segera teratasi yang dengan melakukan sedikit persuasi – rayuan dan
ditambah motivasi anaknya akhirnya mau pentas. Oh ya selain memberikan langkah
persuasif dan motivasi, saya juga memberikan treatmen pijatan refleksi pada
titik meridian jantung ayang terdapat di kedua hasta tangan kanan dan kirinya. Pemberian
pijat refleksi ini bertujuan untuk menstabilkan detan jantung dan juga
mengilangkan rasa groginya.
Selamat untuk mereka berdua dan nyakinlah
siapa yang bersugguh-sungguh pasti akan berhasil. Sopo sing tlaten mesti bakale
panen. Dan nyakinlah setian ada kemauan pasti ada jalan dan kalaupun
seandaninya jalan itu tidak dengan kemauan yang kuat kita bisa membuat untuk
kesuksesan kita sendiri.
Pandansari, 28/02/2024







Semoga mendapatkan hasil yang terbaik Pak. Ya, setiap event selalu ada problem dan senantiasa mencari solvingnya. Keren Pak
BalasHapus