Senin, 26 Agustus 2019

BELAJAR MANAGE PIKIRAN DARI ORANG GILA



Belajar manage pikiran dari orang gila. Sebuah judul tulisan yang terasa aneh dan kurang waras. Mosok kita belajar untuk memanage pikiran dari orang gila, bukankan mereka itu tidak waras baik itu dari kajian medis maipun psikolgis. Terus pelajaran apa yang akan kita peroleh darinya seandaainya kita belajar darinya? Apalagi terkait dengan masalah yang sangat essensial yaitu tentang managemen pikiran. Dari situ, mungkin akan muncul sebuah penilaian bahwa kita dianggap sebagai orang bahlul yang sekaligus majnun. Lha belajar kok dari orang gila.

Ah, masak sampai segitunya? Bukankah Alloh menciptakan segala sesuatunya pasti ada guna dan tujuannya. Begitu juga dengan keberadaan orang gila. Bahkan dari keberadaan orang gila mampu merangsang munculnya ilmu kajian yang beragam baik yang terkait dalam ilmu kedokteran, ilmu pengobatan, ilmu psikologi dan juga indutri obat-obatan. Dari kasus ini tentu saja belajar dan mempelajari tentang orang gila tidak akan memerosokkan eksistensi logika kita menjadi tidak waras/gila. Mungkin disinilah letak relevansinya sebuah ungkapan yang menyatakan “ada satu hal yang hilang pada diri setiap orang Islam dan bila kamu menemukan dimanapun letaknya maka ambillah. Satu hal yang hilang tersedut adalah hikmah-ilmu”.

Untuk membahas lebih jauh terkait dengan topik permasalahan ini, saya menjadi teringat tiga buah artikel yang memiliki relevansi yang sangat signifikan dengan pembahasan ini. ketiga artikel tersebut adalah: Cerita tentang orang gila yang selalu sehat – yang diunggah di FB Umi Rara pada tanggal 24/8/19; Pengaruh Pikiran Terhadap Asam Lambung – tulisan saya yang dimuat di majalah DWIJA PGRI Tulungagung dan yang terakhir posting pak Ngainun Naim di FB nya yang berjudul Belajar dari Cerita-yang terinspirasi dari Crita Cekak Majalah Jaya Baya Nomor 52 Minggu IV Agustus 2013 yang mempresetasikan penokohan Mbah Bogo.

Dalam postingannya, Umi Rara mengawalinya dengan sebuah kalimat pertanyan yang bunyinya “Pernah nggak kita mikir kenapa orang gila selalu terlihat sehat dan jarang sekali sakit ketimbang orang normal atau orang waras?”.  Dan sebagai kunci jawabannya disebutkan tiga hal yaitu: orang gila tidak pernah stress, orang gila tidak pernah berpikir macam-macam; dan juga orang gila selalu hidup bahagia.

Kemudian dari deskripsi diatas dapat dijelaskan dengan analogi yang saya tuliskan dalam artikel Pengaruh Pikiran Terhadap Asam Lambung. Dalam artikel ini disebutkan bahwa pola pikir atau cara menyikapi permasalahan hidup sangat mempengaruhi produktifitas asam lambung seseorang. Bila beban pikirannya serius/tinggi maka secara otomatis asam lambungnya akan meningkat, dan bila asam lambungnya tinggi maka secara otomatis akan mempengaruhi system kinerja saraf otak dan seluruh kinerja organ tubuh kita. Peningkatan asam lambung awal mulanya berfungsi sebagai zat antibody yang benrguna untuk pertahanan tubuh. Atan tetapi bila jumlah ketersediaan melebihi kadar yang dibutuhkan justru akan membahayakan kesehatan seseorang, baik berupa perut kembung, semebelit/susah bab, sakit mag ringan, mag akut, infeksi lambung, hipertensi, migren, vertigo, liver, jantung dan masih banyak lagi efek sampingnya. Dan analogi teori ini yang selalu saya guna saat menerapi klien saya dengan penerapan bioenergy -  hypnotherapy,  dan ternyata sangat efektif serta lebih cepat reaksinya bila disbanding dengan mengkonsumsi obat-obatan medis.

Sedangkan dari postingan pak Ngainun Naim diceritakan bahwa untuk dapat hidup panjang umur yaitu dengan cara Ikhlas dalam mengahadapi permasalahan hidup. Seperti yang dinasehatkan oleh Mbah Bogo dalam cerita tersebut. Mbah Bogo menasihatkan bahwa”Batin dan pikiran jangan dibiasakan untuk kecewa, sedih, kuatir, marah, dan sejenisnya yang membuat hati sakit. Begitu juga jika sedang mendapatkan anugerah, ya jangan dibiasakan untuk merasakan senang, sombong, dan hal-hal berlebihan lainnya. Biasakan hati untuk merasa damai, tenteram, dan bahagia. Allah akan memberikan ganti terhadap semua hal yang membuat hatimu kecewa. Karena, jika kamu dibuat kecewa oleh orang lain, tetapi hatimu tidak kecewa, tetap damai dan tenteram, itu berarti rasa syukurmu sangat besar kepada Allah. Jika kamu mampu seperti itu, Allah akan memberikan anugerah yang lebih besar lagi”.
Kesimpulan yang dapat kita tarik dari penjelasan diatas adalah agar kita bisa hidup sehat, kuat, dan panjang umur dalah keberkahan serta kesuksesan adalah sebagai berikut:
1.      Jalani dan sikapi hidup ini penuh dengan rasa ikhlas.
2.      Jangan siksa hidup dengan berbagai macam kekecewaan.
3.      Pertahankan fluktuasi gelombang otak tetaop berada pada posisi bahagia.
4.      Syukuri apa saja yang telah kita dapat, apapun benuknya.
5.      Suka bersedekah.





0 komentar:

Posting Komentar