Belajar manage pikiran dari orang gila. Sebuah judul tulisan yang terasa aneh dan kurang waras. Mosok kita belajar untuk memanage pikiran dari orang gila, bukankan mereka itu tidak waras baik itu dari kajian medis maipun psikolgis. Terus pelajaran apa yang akan kita peroleh darinya seandaainya kita belajar darinya? Apalagi terkait dengan masalah yang sangat essensial yaitu tentang managemen pikiran. Dari situ, mungkin akan muncul sebuah penilaian bahwa kita dianggap sebagai orang bahlul yang sekaligus majnun. Lha belajar kok dari orang gila.
Ah, masak sampai segitunya?
Bukankah Alloh menciptakan segala sesuatunya pasti ada guna dan tujuannya.
Begitu juga dengan keberadaan orang gila. Bahkan dari keberadaan orang gila mampu
merangsang munculnya ilmu kajian yang beragam baik yang terkait dalam ilmu
kedokteran, ilmu pengobatan, ilmu psikologi dan juga indutri obat-obatan. Dari
kasus ini tentu saja belajar dan mempelajari tentang orang gila tidak akan
memerosokkan eksistensi logika kita menjadi tidak waras/gila. Mungkin disinilah
letak relevansinya sebuah ungkapan yang menyatakan “ada satu hal yang hilang
pada diri setiap orang Islam dan bila kamu menemukan dimanapun letaknya maka
ambillah. Satu hal yang hilang tersedut adalah hikmah-ilmu”.
Untuk membahas lebih jauh terkait
dengan topik permasalahan ini, saya menjadi teringat tiga buah artikel yang
memiliki relevansi yang sangat signifikan dengan pembahasan ini. ketiga artikel
tersebut adalah: Cerita tentang orang gila yang selalu sehat – yang diunggah di
FB Umi Rara pada tanggal 24/8/19; Pengaruh Pikiran Terhadap Asam Lambung –
tulisan saya yang dimuat di majalah DWIJA PGRI Tulungagung dan yang terakhir
posting pak Ngainun Naim di FB nya yang berjudul Belajar dari Cerita-yang
terinspirasi dari Crita Cekak Majalah Jaya Baya Nomor 52 Minggu IV Agustus 2013
yang mempresetasikan penokohan Mbah Bogo.
Dalam postingannya, Umi Rara
mengawalinya dengan sebuah kalimat pertanyan yang bunyinya “Pernah nggak kita mikir kenapa orang gila selalu terlihat
sehat dan jarang sekali sakit ketimbang orang normal atau orang waras?”. Dan sebagai kunci jawabannya disebutkan tiga
hal yaitu: orang gila tidak pernah stress, orang gila tidak pernah berpikir macam-macam;
dan juga orang gila selalu hidup bahagia.
Kemudian dari
deskripsi diatas dapat dijelaskan dengan analogi yang saya tuliskan dalam
artikel Pengaruh
Pikiran Terhadap Asam Lambung. Dalam artikel ini disebutkan bahwa pola pikir
atau cara menyikapi permasalahan hidup sangat mempengaruhi produktifitas asam
lambung seseorang. Bila beban pikirannya serius/tinggi maka secara otomatis
asam lambungnya akan meningkat, dan bila asam lambungnya tinggi maka secara
otomatis akan mempengaruhi system kinerja saraf otak dan seluruh kinerja organ
tubuh kita. Peningkatan asam lambung awal mulanya berfungsi sebagai zat
antibody yang benrguna untuk pertahanan tubuh. Atan tetapi bila jumlah
ketersediaan melebihi kadar yang dibutuhkan justru akan membahayakan kesehatan
seseorang, baik berupa perut kembung, semebelit/susah bab, sakit mag ringan, mag
akut, infeksi lambung, hipertensi, migren, vertigo, liver, jantung dan masih
banyak lagi efek sampingnya. Dan analogi teori ini yang selalu saya guna saat
menerapi klien saya dengan penerapan bioenergy - hypnotherapy, dan ternyata sangat efektif serta lebih cepat
reaksinya bila disbanding dengan mengkonsumsi obat-obatan medis.
Sedangkan dari
postingan pak Ngainun Naim diceritakan bahwa untuk dapat hidup panjang umur
yaitu dengan cara Ikhlas dalam mengahadapi permasalahan hidup. Seperti
yang dinasehatkan oleh Mbah Bogo dalam cerita tersebut. Mbah Bogo menasihatkan
bahwa”Batin dan pikiran jangan dibiasakan untuk
kecewa, sedih, kuatir, marah, dan sejenisnya yang membuat hati sakit. Begitu
juga jika sedang mendapatkan anugerah, ya jangan dibiasakan untuk merasakan
senang, sombong, dan hal-hal berlebihan lainnya. Biasakan hati untuk merasa
damai, tenteram, dan bahagia. Allah akan memberikan ganti terhadap semua hal
yang membuat hatimu kecewa. Karena, jika kamu dibuat kecewa oleh orang lain,
tetapi hatimu tidak kecewa, tetap damai dan tenteram, itu berarti rasa syukurmu
sangat besar kepada Allah. Jika kamu mampu seperti itu, Allah akan memberikan
anugerah yang lebih besar lagi”.
Kesimpulan
yang dapat kita tarik dari penjelasan diatas adalah agar kita bisa hidup sehat,
kuat, dan panjang umur dalah keberkahan serta kesuksesan adalah sebagai
berikut:
1. Jalani
dan sikapi hidup ini penuh dengan rasa ikhlas.
2. Jangan
siksa hidup dengan berbagai macam kekecewaan.
3. Pertahankan
fluktuasi gelombang otak tetaop berada pada posisi bahagia.
4. Syukuri
apa saja yang telah kita dapat, apapun benuknya.
5. Suka
bersedekah.








0 komentar:
Posting Komentar