Menulis merupakan salah satu dari
empat keterampilan dalam berbahasa. Keempat keterampilan tersebut meliputi : menyimak/listening,
berbicara/speaking, membaca/reading, dan menulis/writing. Dan dari keempat
keterampilan berbahasa tadi, secara umum menulis dianggap sebangai keterampilan
berbahasa yang paling sulit bila dibanding dengan tiga keterampilan berbahasa yang
lainnya.
Dianggap paling sulit karena dalam
proses untuk menghasilkan sebuah karya tulis, perlu melibatkan banyak unsur
yang rumit dan komleks. Rumit karena harus memperhatikan tata aturan bahasa
tulis (tanda baca), pemilihan kata (diksi), gaya penulisan, dan lain
sabagainya. Sedangkan kompleks, karena dalam penulisan harus mempertimbangkan
nilai/pesan yang harus disampaikan, pengetahuan yang cukup, persiapan data dan
literature pendudkung, pemilihan pembaca yang disasar, bentuk kepenulisanya –
fiksi, nonfiksi – ilmiah murni atau ilmiah popular dan seterusnya.
Dengan menilik deskripsi diatas mungkin anggapan menulis itu
sulit ada benarnya. Namun menurut penulis, anggapan semacam itu tidak
sepenuhnya benar. Karena untuk bisa menyimak, berbicara dan membaca pada
tingkat kemampuan yang lebih juga membutuhkan latihan serius dan tidak
gampang. Misalkan untuk bisa memiliki
kemampuan berbicara tingkat tinggi (motifator, penceramah, guru ) atau apapun
yang terkait dengan berbicara juga membutuhkan persiapan serta latihan yang tidak ringan.
Karena
topik bahasan kita berfokus pada keterampilan berbahasa tentang menulis, maka
tiga keterampilan berbahasa lainnya kita abaikan terlebih dahulu. Dan kita fokus
pada tujuan utama (main goal) yaitu penguasaan keterampilan menulis (writing skill) dengan cara
mempelajari dan sekaligus menerapkan langkah-langkah dalam membuat karya tulis.
Tentu saja pembahasannya dipilih yang paling mudah, praktis, prakmatis dan
sekaligus aplikatif agar bisa diterapkan
secara gampang pula.
Untuk
menghasilkan karya tulis yang baik, tentunya ada banyak hal yang perlu dipersiapkan secara matang dalam tiap tahapan
yang dilaluinya. Langkah atau tahapan dalam menulis (stages of writing)
merupakan serangkaian kegiatan yang mesti dilalui (dikerjakan) oleh seorang
penulis dalam proses penyusunan karya tulis. Yang secara sederhana tahapan tersebut dapat diklasifikasikan
kedalam 3 bagian, yaitu: prewriting
(persiapan menulis), writing stage or organizing information (penyusunan
informasi), writing draft (penulisan draft/teks), dan revising
(pengecekan ulang). (Samsudin, 1996 : 12).
Prewriting
Prewriting merupakan
momen yang cukup signifkan dalam sebuah proses kepenulisan. Entah apapun bentuk genre yang diambil baik itu
sastra, ilmiah, popular, humor, fiktif maupun non fiktif. Menurut McCrimman
(1980: 4) disebutkan “prewriting in this stage is the step to get clear
in mind with what specific approach to the subject should be, what kinds of
material you need, how these materials should be organized and presented for
the particular kind of readers have in mind, in short, you plan the
organization and content of project papers. Yang secara bebas dapat
diterjemahkan sebagai berikut: prewriting merupakan tahapan untuk memperoleh
kejelasan dalam pikiran untuk menentukan /memilih pendekatan yang tepat
terhadap suatu subjek, materi apa saja yang dibutuhkan, bagaiman
amengorganisasi/menyusun dan menyampaiakan kepada pembaca apa yang ada
dipikiran kita, in short, kamu merancang pengorganisasiannyadan isi pada kertas
kerja.
Pada fase ini, seorang penulis
dituntut untuk melakukan berbagai macam persiapan, terutama hal-hal yang sifatnya mendukung karya tulis
yang akan dibuat yang meliputi:
1.
Persiapan ini meliputi pemilihan
tema permasalahan yang akan ditulis.
2.
Perumusan konsep tulisan yang
diinginkan.
3.
Pengumpulan data/informasi yang
relefan bisa diperoleh lewat survey, penelitian, wawacara, buku literature,
surat kabar, majalah maupun selancar di internet.
4.
Pemetakan pembaca yang disasar.
5.
Pemilihan dan penggunaan gaya
bahasa serta gaya penulisan yang tepat dengan tingkat pembacanya.
Writing stage or Organizing
information, menurut McCrimman (
1980:4) “Writing stage means that we work out our plan in detail trough the
first draft - Writing stage merupakan waktu kita bekerja
menuangkan apa yang telah kita rencanakan kedalam bentuk tulisan secara detail.
Dengan kata lain, tahap ini merupakan momen dimana penulis harus menyampaikan
sesuatu yang dia tahu kepada pembaca dengan menggunakan media kertas ataupun
social media elektronik.
Rewriting/revising/editing, menurut McCrimman
(1980)didefinisikan “Rewriting or revisingis the step to examine what the
writer has done and to consider where and how the first draft can be improved –
penulisan ulang atau revisi merupakan tahapan untuk melakukan pengujian apa
yang telah dilakukan (disampaikan) oleh penulis dan juga saat untuk
mempertimbangkan bagian mana dan bagaimana tingkat kelayakan terhadap sebuah
karya tulis pada sebuah tulisan awal”.
Dan bila seluruh tahapan tersebut
telah terlewati dengan cermat tentu akan menghasilkan sebuah karya tulis yang
sangat baik, yang siap untuk dipublikasikan kehadapan pembaca.







0 komentar:
Posting Komentar