Rabu, 28 Agustus 2019

3 TAHAPAN PENTING DALAM MENULIS


Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan dalam berbahasa. Keempat keterampilan tersebut meliputi : menyimak/listening, berbicara/speaking, membaca/reading, dan menulis/writing. Dan dari keempat keterampilan berbahasa tadi, secara umum menulis dianggap sebangai keterampilan berbahasa yang paling sulit bila dibanding dengan tiga keterampilan berbahasa yang lainnya.
Dianggap paling sulit karena dalam proses untuk menghasilkan sebuah karya tulis, perlu melibatkan banyak unsur yang rumit dan komleks. Rumit karena harus memperhatikan tata aturan bahasa tulis (tanda baca), pemilihan kata (diksi), gaya penulisan, dan lain sabagainya. Sedangkan kompleks, karena dalam penulisan harus mempertimbangkan nilai/pesan yang harus disampaikan, pengetahuan yang cukup, persiapan data dan literature pendudkung, pemilihan pembaca yang disasar, bentuk kepenulisanya – fiksi, nonfiksi – ilmiah murni atau ilmiah popular dan seterusnya.
Dengan menilik  deskripsi diatas mungkin anggapan menulis itu sulit ada benarnya. Namun menurut penulis, anggapan semacam itu tidak sepenuhnya benar. Karena untuk bisa menyimak, berbicara dan membaca pada tingkat kemampuan yang lebih juga membutuhkan latihan serius dan tidak gampang.  Misalkan untuk bisa memiliki kemampuan berbicara tingkat tinggi (motifator, penceramah, guru ) atau apapun yang terkait dengan berbicara juga membutuhkan persiapan  serta latihan yang tidak ringan.
            Karena topik bahasan kita berfokus pada keterampilan berbahasa tentang menulis, maka tiga keterampilan berbahasa lainnya kita abaikan terlebih dahulu. Dan kita fokus pada tujuan utama (main goal) yaitu penguasaan  keterampilan menulis (writing skill) dengan cara mempelajari dan sekaligus menerapkan langkah-langkah dalam membuat karya tulis. Tentu saja pembahasannya dipilih yang paling mudah, praktis, prakmatis dan sekaligus aplikatif  agar bisa diterapkan secara gampang pula.
            Untuk menghasilkan karya tulis yang baik, tentunya ada banyak hal yang perlu  dipersiapkan secara matang dalam tiap tahapan yang dilaluinya. Langkah atau tahapan dalam menulis (stages of writing) merupakan serangkaian kegiatan yang mesti dilalui (dikerjakan) oleh seorang penulis dalam proses penyusunan karya tulis. Yang secara  sederhana tahapan tersebut dapat diklasifikasikan kedalam 3 bagian, yaitu: prewriting (persiapan menulis), writing stage or organizing information (penyusunan informasi), writing draft (penulisan draft/teks), dan revising (pengecekan ulang). (Samsudin, 1996 : 12).
Prewriting
Prewriting merupakan momen yang cukup signifkan dalam sebuah proses kepenulisan.  Entah apapun bentuk genre yang diambil baik itu sastra, ilmiah, popular, humor, fiktif maupun non fiktif. Menurut McCrimman (1980: 4) disebutkan “prewriting in this stage is the step to get clear in mind with what specific approach to the subject should be, what kinds of material you need, how these materials should be organized and presented for the particular kind of readers have in mind, in short, you plan the organization and content of project papers. Yang secara bebas dapat diterjemahkan sebagai berikut: prewriting merupakan tahapan untuk memperoleh kejelasan dalam pikiran untuk menentukan /memilih pendekatan yang tepat terhadap suatu subjek, materi apa saja yang dibutuhkan, bagaiman amengorganisasi/menyusun dan menyampaiakan kepada pembaca apa yang ada dipikiran kita, in short, kamu merancang pengorganisasiannyadan isi pada kertas kerja.          
Pada fase ini, seorang penulis dituntut untuk melakukan berbagai macam persiapan, terutama  hal-hal yang sifatnya mendukung karya tulis yang akan dibuat yang meliputi:
1.      Persiapan ini meliputi pemilihan tema permasalahan yang akan ditulis.
2.      Perumusan konsep tulisan yang diinginkan.
3.      Pengumpulan data/informasi yang relefan bisa diperoleh lewat survey, penelitian, wawacara, buku literature, surat kabar, majalah maupun selancar di internet.
4.      Pemetakan pembaca yang disasar.
5.      Pemilihan dan penggunaan gaya bahasa serta gaya penulisan yang tepat dengan tingkat pembacanya.
Writing stage or Organizing information, menurut  McCrimman ( 1980:4) “Writing stage means that we work out our plan in detail trough the first draft - Writing stage merupakan waktu kita bekerja menuangkan apa yang telah kita rencanakan kedalam bentuk tulisan secara detail. Dengan kata lain, tahap ini merupakan momen dimana penulis harus menyampaikan sesuatu yang dia tahu kepada pembaca dengan menggunakan media kertas ataupun social media elektronik.
Rewriting/revising/editing, menurut McCrimman (1980)didefinisikan “Rewriting or revisingis the step to examine what the writer has done and to consider where and how the first draft can be improved – penulisan ulang atau revisi merupakan tahapan untuk melakukan pengujian apa yang telah dilakukan (disampaikan) oleh penulis dan juga saat untuk mempertimbangkan bagian mana dan bagaimana tingkat kelayakan terhadap sebuah karya tulis pada sebuah tulisan awal”.
Dan bila seluruh tahapan tersebut telah terlewati dengan cermat tentu akan menghasilkan sebuah karya tulis yang sangat baik, yang siap untuk dipublikasikan kehadapan pembaca.

0 komentar:

Posting Komentar