Sering
kali kita mendengar kabar kalau ada
orang terjatuh di kamar mandi yang mengakibatkan si penderita kesehatanya
mendadak ngedrop bahkan tidak jarang mereka mengalami keadaan faal (tidak
sadarkan diri hingga beberapa hari dan ujungnya berakhir pada kematian. Kadang kala
ketika kita mendengar berita semacam itu kita menganggapnya hanya candaan karena
orang yang dikabarkan meninggal baru saja ngobrol bersama.
Dari
secuil gambaran diatas, menurut logika penulis hanya ada dua kemungkinan
gangguan medis yang bisa terjadi pada
diri seseorang saat berada di kamar mandi
dan ini tidak ada kaitanya dengan unsur klenik atau guna-guna. Dua kemungkinan tersebut yaitu serangan
jantung koroner dan bisa juga terkena gangguan stroke yang disebabkan pecahnya
pembuluh darah pada bagian otak.
Mungkin
para pembaca bertanya, Apa kaitanya dua penyakit tersebut dengan kamar mandi?
Apa penyebabnya? Mungkinkah kamar mandinya angker, ada penunggunya? Atau
mungkin masih ada banyak pertanyaan lagi yang perlu dijelaskan dengan jawaban
yang logis dan masuk akal.
Secara
garis besar kedua penyakit tersebut bisa terjadi karena adanya gangguan pada
aliran pembuluh darah arteri seseorang. Kalau jantung koroner berarti yang bermasalah
pembuluh arteri jantungnya atau pembuluh stam jantung yang mengakibatkan
otot jantung tidak bisa berdetak dan
bila berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama tentu ajal menjemput. Dan
bila berlangsung dalam waktu singkat si penderita kesehatannya akan mengalami
penurunan drastis karena peredaran darah mengalami ketergangguan, sehingga
pendistribusian zat-zat nutrisi dan
oksigen ke seluruh bagian tubuh tidak dapat terlaksana secara sempurna.
Begitu
pula dengan penyakit stroke. Penyakit stroke bisa terjadi disebabkan adanya penyempitan
atau penyumbatan pada pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Kejadian ini
mirip sekali pada serangan jantung koroner yang membedakan hanya letak pembuluh darah
yang diserangnya. Kalau stroke tentu saja pembuluh darah otaknya yang terganggu
yang akan mengakibatakan kerusakan yang bersifat fatal, permanen dan bahkan tak
jarang berakhir pada sebuah kematian.
Berdasarkan
letak kerusakan (pecahnya) pembuluh darah arteri dapat memunculkan tiga
kemungkinan dampak negatifnya. Pertama: pecahnya
pembuluh darah bagian otak, dan gangguan jenis ini secara medis sangat sulit diatasi karena
dalam kondisi semacam ini penderita hanya mampu bertahan antara 3 jam sampai 3
hari saja.
Kedua: pecahnya pembuluh
saraf bagian wajah. Bila yang
terjadi kerusakan model ini, si
penderita masih besar kemungkinannya untuk bisa disembuhkan. walaupun tingkat
kesembuhanya tidak mencapai 100% , dan biasanya masih meninggalkan kelainan
diantaranya bicara jadi cadel, ucapan yang tidak selaras dengan maksud dan
pikiran, mulut tidak simetris (menyor), dan yang terakhir mata terlihat jadi
lain.
Dan
yang ketiga: pecahnya pembuluh saraf (darah) pada bagian anggota gerak. Biasanya si penderita akan mengalami kesulitan gerak, terasa
kaku, tidak terkontrol secara baik, tangan dan kakinya menjadi lumpuh. Untuk
tipe ini masih besar peluangnya untuk disembuhkan sampai pada tingkat
kesembuhan tertentu.
Mengapa
hal ini bisa terjadi? Menurut analisa penulis peristiwa ini bisa terjadi karena kesalahan sepele saat
pertama kali menyiramkan air ke bagian tubuh
tidak tepat. Teori ini penulis temukan dari postingan teman – teman di
medsos yang menyarankan untuk mencontoh tahapan yang dilakukan Nabi Muhammad saat mandi.
Tahapan tersebut dibagi dalam empat bagian yang harus dilakukan secara berurutan
yakni : dimulai dari menyiram telapak kaki, menyiram betis, menyiram paha
kemudian perut bagian bawah pusar dan setelah itu hentikan beberapa saat sampai kondisi tubuh kita siap.
Kesiapan
kondisi tubuh ditandai dengan sudah keluarnya energi hangat yang merambat
di tulang belakang naik keatas hingga
tengkuk kemudian lepas dari kelapa. Bila situasi ini telah terlewati kita
menyiram tubuh kita dari bagian mana pun boleh dan dijamin sudah aman dari
serangan jatung koroner maupun dari
stroke.
Mungkin
pembaca ada yang menganggap artikel hanya sebagai sesuatu yang sepele dan tidak
berdasar atau mungkin menganggap tidak berguna karena penulisnya bukanlah
seorang dokter dan bahkan tidak mempunyai latar belakang pendidikan
medis/kesehatan. Anggapan itu memang benar tapi tidak semuanya benar. Penulis
mempresentasikan tulisan ini didasarkan buku pijat refleksi Cina, buku Reiki
Waskita, buku paket IPA kelas 4, 5 dan 6, buku keperawatan yang dimiliki adik
penulis yang saat ini bertugas di Dinas Kesehatan Kota Blitar dan juga
didasarkan dari pengalaman menerapi yang telah penulis lakukan mulai tahun 2009
yang lalu.
Dalam
buku pijat refleksi Cina diterangkan bahwa dalam tubuh manusia terdapat 12 titik
refleksi utama, 6 titik ditangan dan 6 titik di telapak kaki. 6 titik di kaki
berkaitan erat dengan fungsi organ dalam tubuh mulai jantung, paru, hati,
pangkreas, pencernaan, lambung dan ginjal. Sedangkan 6 tiitik di tangan
sebagian besar terhubung dengan otak, mata, pendengaran dan semua yang ada
di kepala.
pada
seluruh ujung jari tangan disitu terdapat titik refleksi yang terhubung dengan
pembuluh jantung dan disinilah letak salah satu kesalahan saat kita menyiramkan
air ketika di kamar mandi. Saat tersiram
air reaksi spontan yang muncul yaitu tensi pembuluh jantung akan menurun atau
mengecil secara cepat, sedangkan tekanan darah arteri dari kaki masuk ke
jantung masih tetap tinggi. Inilah yang memicu terjadinya jantung koroner atau angin duduk (istilah jawanya). Lebih parah lagi bila yang diguyur pertama
kali bagian tubuh, secara otomatis seluruh bagian jantung mengecil dan tentu
ini lebih fatal lagi akibat yang ditimbulkanya.
Dan apa
jadinya bila yang diguyur air langsung ke bagian kepala? Sensasi pertama yang
muncul adalah rasa segar dan nyaman yang luar biasa. Tapi efek terburuk setiap
saat bisa mengancam, yaitu stroke. Momen ini bisa terjadi karena adanya
penurunan (penyusutan) pembuluh saraf dan pembuluh darah yang ada di kepala
dalam waktu yang relatif cepat dan hampir bersamaan. sedangkan aliran darah arteri
yang menuju ke otak masih tetap tinggi. Maka resiko terjadinya pecah pembuluh
darah sangat tinggi sekali, terutama bagi yang sudah cukup berumur, penderita
tekanan darah tinggi, diabet dan kolesterol.
Sedangkan
dari tinjauan aliran energi, menurut
Tjiptadinata Effendi dalam salah buku Waskita Reiki menyebutkan aliran energi dapat
dibedakan menjadi 3 yaitu: jalur sun
suma, nadi ida dan nadi pinggala. Selain itu, dalam tubuh kita juga terdapat 6
cakra utama yang menghasikan sumber energi pada tubuh manusia.
Aliran
energy terbesar pada manusia melewati jalur sun suma (sun sum tulang belakang). Aliran energi
utama yang ditandai adanya perambatan
rasa hangat dipunggung – tengkuk – kepala, tentu saja akan mengalami hambatan terhenti
secara cepat tertutup jalanya bila kepala langsung disiram air saat mandi. Coba
bayangkan apa yang akan terjadi? Stroke
karena pembuluh saraf pecah, jantung koroner dan tidak
tertutup kemungkinan juga kematian.
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan agar kita terhindar dari malapetaka tersebut
maka jangan menyiram bagian kepala, bagian badan dan juga bagian tangan terlebih
dahulu. Mulailah dari telapak kaki, betis, paha dan bagian perut bawah pusar. Dan
yang juga perlu diingat adalah bagi orang
memiliki rekap medis pernah mengalami keluhan hipertensi, kolesterol , kratein, lemah jantung, kondisi capek
selepas kerja/olahraga harus ekstra hati-hati dalam penyiraman pertama saat
melakukan kegiatan mandi. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.







0 komentar:
Posting Komentar