Pemrograman system kerja syaraf otak. Kalimat
ini mungkin masih terasa asing di telinga kita. Atau bahkan mungkin, memantik sebuah rasa tidak percaya dipikiran
kita. Apakah ini sama dengan mind setting program ataukah mirip dengan program
revolusi mental yang di canangkan oleh Presiden Jokowi dengan kabinet kerjanya.
Tentu saja bukan karena ketiganya memiliki definisi, latarbelakang dan
perubahan yang berbeda dari tindakan yang dilakukan. Selain itu perlakuan atau
treatmennya juga berbeda.
Pemrograman system kerja syaraf otak menurut penulis, merupakan suatu proses penataan ulang sistem
syaraf otak yang telah mengalami gangguan yang menyebabkan kinerja syaraf otak
seseorang terganggu atau dapat berfungsi secara maksimal.
Sedangkan mind setting program menurut
pemahaman penulis, lebih menitik beratkan pada setting atau background yang
melatarbelakangi terbentuknya bangunan sikap dan pola pikir yang tertanam dan
sekaligus bekerja secara dominan terhadap cara berpikir seseorang dalam
menghadapi suatu keadaan – permasalahan yang muncul dan sifatnya sangat dominan pada diri seseorang.
Hal ini sangat jauh berbeda dengan apa yang dimaksud dengan revolusi mental.
Karena revolusi tentunya ranah kerjanya dan jangkauan wilayah lebih luas serta
prosesnya membutuhkan waktu yang relatif lama. Seperti halnya revolusi mental
bangsa Indonesia yang di motori bapak Jokowi.
Revolusi mental merupakan proses pemrograman
atau peng-update an pola pikir masyarakat atau bangsa yang terkait dengan
system nilai, budaya, norma, agama dan juga tatannan filosofi yang diyakini
oleh seluruh bwarga masyarakat bangsa yang yang meyakininya. Dan untuk merubahnya
juga tidak gampang.
Kembali ke permasalahan yaitu pemrograman ulang
system kerja syaraf otak, disini ditujukan untuk menata ulang tingkat
ke normalan sinergi system syaraf otaknya sehingga kemampuan otak seseorang
dapat berfungsi lagi secara normal. Atau mungkin malah bisa ditingkatkan lagi. Pemrograman
ulang gangguan system kerja syaraf otak sangat baik untuk gangguan berupa
migren, vertigo, gegar otak, radang otak, penyumbatan saraf otak, strok dan
juga peningkatan daya ingat serta kecerdasan otak.
Mungkin saja, pembaca tidak percaya dengan
tulisan ini. Ah masa bisa system kerja syaraf otak bisa diprogram ulang?
Jawabannya ya biasa saja karena semua serba mungkin dan semua bisa terjadi. Hal
ini didasarkan atas hasil penanganan terhadap beberapa klien penulis yang
mengalami kelainan system syaraf otaknya seperti yang disebutkan diatas. Dan
Alhamdulillah hasilnya sangat efektif, bahkan lebih cepat dari penanganan
medis.
Untuk kasus gegar otak, yang pertama untuk
kasus anak teman kuliah saya, yang menurut penuturannya anaknya telah mengalami
gegar otak karena menabrak truk yang berhenti mendadak. Dan saat curhat
tersebut, anaknya telah mengalami gegar otak selama 3 bulan. Kepala anaknya akan terasa berat, pusing,
mual-mual, sangat sakit dan badan lemas bila dia kecapean atau membaca agak
lama. Dan menurut penjelasan dokter, kondisi kepala anaknya akan membaik
setelah waktu 6 bulan tetapi tidak ada jaminan untuk sembuh total seperti
semula. Kemudian saya tawari dengan terapi bioenergy jarak jauh dan ibu anak
tersebut menerima tawaran saya tersebut dan Alhamdulillah setelah ditarapi
jarak jauh (Pare Kediri - Rejotangan Tulungagung) selama dua minggu
atau 5 kali terapi guna untuk penormalan kinerja system syaraf otak dan
sekaligus untuk peningkatan ketenangan pikir plus pengoptimalan daya ingat, anak
tersebut sudah sembuh total.
Yang kedua, kasus famili dari teman guru satu
sekolah dengan ku meminta bantuan untuk menrapi keponakannya yang ada di
wilayah Kademangan Blitar yang telah mengalami gegar otak karena kecelakaan
motor dan telah 5 hari tidak ingat siapa-siapa termasuk dengan ibu kandungnya.
Dan Alhamdulillah setelah di terapi
sekali ingatanya mulai pulih dan mulai ingat dengan ibu dan saudaranya. Sedangkan
yang ketiga, kejadian di desa Banjarejo Rejotangan Tulungagung, telah terjadi
kecelakaan dan si cewek yang mengalami benturan kepalanya dengan aspal
mengalami gegar otak ringan yaitu kepala pusing dan perut perut terasa mual.
Setelah itu di terapi 10 menit dan sedikit pijat untuk meredakan ketegangan otot
leher dan kepala, rasa pusing serta mualnya hilang. Yang berarti gegar otak
ringannya telah sembuh.
Untuk kasus radang otak, tepatnya dua bulan
kemarin salah satu adik dari teman kuliah dulu, katanya adiknya sudah tidak
sadarkan diri selam 5 hari di RS Nirmala Malang. Saat itu terapi baru lakukan
setelah malam ke enam dan dalam keadaan terbaring tanpa sadar di RS dalam
penangan dokter. Alhamdulillah, esuk paginya saya mendapat kabar bahwa paginya
sudah dia sudah dapat merespon apa yang diucapkan dokter. Untuk terapi malam
berikutnya, besuk paginya tangannya sudah mampu merespon dengan baik bahkan
dapat memegang tangan istrinya dengan kuat. Sedangkan reaksi yang muncul untuk
malam ketiga, si dia sudah mulai menanyakan anak-anaknya pada istrinya. dan dua
minggu berikutnya, temanku mengabarkan kalau ingatannya udah membaik walau
kadang masih banyak yang lupa. Setelah itu dua minggu berikutnya alhamdulillah
sudah pulih kembali ingatanya – kinerja otaknya normal kembali.
Sedangkan untuk kasus vertigo, yang pertama
dialami istri pak Kebon SD yang saya tempati, waktu itu ketika saya dan istri
menjenguk, istri pak kebun telah dua hari dirawat di RS ERA MEDIKA Ngunut
Tulungagung mengalami vertigo yang disebabkan asam lambung dan kolesterol yang
mencapai 600. Dan alhamdulillah, saat itu sempat diterapi dengan penormalan asam
;lambung, penurunan kolesterol dan sinkronisasi system syaraf otaknya, istri
pak kebon tersebut suadah bisa tengok kiri kanan dengan nyaman. Sampai saat ini
pun, alhamdulilah sudah tidak kambuh lagi. yang kedua, ada seorang ibu yang
diantar anak dan menantu datang kerumah dengan keluhan vertigo dan tidak bisa
menengok kiri kanan karena semua urat/otot leher, pundak dan tangannya kaku dan
bila memaksakan diri untuk tengok semua langsung berputar dan gelap dan sudah
dialami sekitar 10 tahun – selama ini dalam pengawasan dokter serta sudah bosen
mnum obat resep dokter karena tidak ada reaksinya. Alhamdulillah setelah
diterapi untuk singkronisasi system syarafnya plus pijat untuk melenturkan
otot-otot yang kaku tadi, kinerja otaknya membaik dan sudah dapat menengok kiri
kanan dan tidak pusing lagi.
Mungkin ini sepenggal cerita pengalaman
tentang keefektifan terapi bio-energi dalam membantu programan
ket: 1. sinkronisasi
kinerja system syaraf yang mengalami gangguan. 2. optimalisasi kecerdasan dan daya ingat.









0 komentar:
Posting Komentar