Rabu, 04 September 2019

PEMROGRAMAN ULANG SISTEM KERJA SYARAF OTAK




Pemrograman system kerja syaraf otak. Kalimat ini mungkin masih terasa asing di telinga kita. Atau bahkan mungkin,  memantik sebuah rasa tidak percaya dipikiran kita. Apakah ini sama dengan mind setting program ataukah mirip dengan program revolusi mental yang di canangkan oleh Presiden Jokowi dengan kabinet kerjanya. Tentu saja bukan karena ketiganya memiliki definisi, latarbelakang dan perubahan yang berbeda dari tindakan yang dilakukan. Selain itu perlakuan atau treatmennya juga berbeda.

Pemrograman system kerja syaraf otak  menurut penulis,  merupakan suatu proses penataan ulang sistem syaraf otak yang telah mengalami gangguan yang menyebabkan kinerja syaraf otak seseorang terganggu atau dapat berfungsi secara maksimal.

Sedangkan mind setting program menurut pemahaman penulis, lebih menitik beratkan pada setting atau background yang melatarbelakangi terbentuknya bangunan sikap dan pola pikir yang tertanam dan sekaligus bekerja secara dominan terhadap cara berpikir seseorang dalam menghadapi suatu keadaan – permasalahan yang muncul dan  sifatnya sangat dominan pada diri seseorang. Hal ini sangat jauh berbeda dengan apa yang dimaksud dengan revolusi mental. Karena revolusi tentunya ranah kerjanya dan jangkauan wilayah lebih luas serta prosesnya membutuhkan waktu yang relatif lama. Seperti halnya revolusi mental bangsa Indonesia yang di motori bapak Jokowi.

Revolusi mental merupakan proses pemrograman atau peng-update an pola pikir masyarakat atau bangsa yang terkait dengan system nilai, budaya, norma, agama dan juga tatannan filosofi yang diyakini oleh seluruh bwarga masyarakat bangsa yang yang meyakininya. Dan untuk merubahnya juga tidak gampang.

Kembali ke permasalahan yaitu pemrograman ulang system kerja syaraf otak, disini ditujukan untuk menata ulang tingkat ke normalan sinergi system syaraf otaknya sehingga kemampuan otak seseorang dapat berfungsi lagi secara normal. Atau mungkin malah bisa ditingkatkan lagi. Pemrograman ulang gangguan system kerja syaraf otak sangat baik untuk gangguan berupa migren, vertigo, gegar otak, radang otak, penyumbatan saraf otak, strok dan juga peningkatan daya ingat serta kecerdasan otak.

Mungkin saja, pembaca tidak percaya dengan tulisan ini. Ah masa bisa system kerja syaraf otak bisa diprogram ulang? Jawabannya ya biasa saja karena semua serba mungkin dan semua bisa terjadi. Hal ini didasarkan atas hasil penanganan terhadap beberapa klien penulis yang mengalami kelainan system syaraf otaknya seperti yang disebutkan diatas. Dan Alhamdulillah hasilnya sangat efektif, bahkan lebih cepat dari penanganan medis.

Untuk kasus gegar otak, yang pertama untuk kasus anak teman kuliah saya, yang menurut penuturannya anaknya telah mengalami gegar otak karena menabrak truk yang berhenti mendadak. Dan saat curhat tersebut, anaknya telah mengalami gegar otak selama 3 bulan.  Kepala anaknya akan terasa berat, pusing, mual-mual, sangat sakit dan badan lemas bila dia kecapean atau membaca agak lama. Dan menurut penjelasan dokter, kondisi kepala anaknya akan membaik setelah waktu 6 bulan tetapi tidak ada jaminan untuk sembuh total seperti semula. Kemudian saya tawari dengan terapi bioenergy jarak jauh dan ibu anak tersebut menerima tawaran saya tersebut dan Alhamdulillah setelah ditarapi jarak jauh (Pare  Kediri -  Rejotangan Tulungagung) selama dua minggu atau 5 kali terapi guna untuk penormalan kinerja system syaraf otak dan sekaligus untuk peningkatan ketenangan pikir plus pengoptimalan daya ingat, anak tersebut sudah sembuh total.

Yang kedua, kasus famili dari teman guru satu sekolah dengan ku meminta bantuan untuk menrapi keponakannya yang ada di wilayah Kademangan Blitar yang telah mengalami gegar otak karena kecelakaan motor dan telah 5 hari tidak ingat siapa-siapa termasuk dengan ibu kandungnya. Dan  Alhamdulillah setelah di terapi sekali ingatanya mulai pulih dan mulai ingat dengan ibu dan saudaranya. Sedangkan yang ketiga, kejadian di desa Banjarejo Rejotangan Tulungagung, telah terjadi kecelakaan dan si cewek yang mengalami benturan kepalanya dengan aspal mengalami gegar otak ringan yaitu kepala pusing dan perut perut terasa mual. Setelah itu di terapi 10 menit dan sedikit pijat untuk meredakan ketegangan otot leher dan kepala, rasa pusing serta mualnya hilang. Yang berarti gegar otak ringannya telah sembuh.

Untuk kasus radang otak, tepatnya dua bulan kemarin salah satu adik dari teman kuliah dulu, katanya adiknya sudah tidak sadarkan diri selam 5 hari di RS Nirmala Malang. Saat itu terapi baru lakukan setelah malam ke enam dan dalam keadaan terbaring tanpa sadar di RS dalam penangan dokter. Alhamdulillah, esuk paginya saya mendapat kabar bahwa paginya sudah dia sudah dapat merespon apa yang diucapkan dokter. Untuk terapi malam berikutnya, besuk paginya tangannya sudah mampu merespon dengan baik bahkan dapat memegang tangan istrinya dengan kuat. Sedangkan reaksi yang muncul untuk malam ketiga, si dia sudah mulai menanyakan anak-anaknya pada istrinya. dan dua minggu berikutnya, temanku mengabarkan kalau ingatannya udah membaik walau kadang masih banyak yang lupa. Setelah itu dua minggu berikutnya alhamdulillah sudah pulih kembali ingatanya – kinerja otaknya normal kembali.

Sedangkan untuk kasus vertigo, yang pertama dialami istri pak Kebon SD yang saya tempati, waktu itu ketika saya dan istri menjenguk, istri pak kebun telah dua hari dirawat di RS ERA MEDIKA Ngunut Tulungagung mengalami vertigo yang disebabkan asam lambung dan kolesterol yang mencapai 600. Dan alhamdulillah, saat itu sempat diterapi dengan penormalan asam ;lambung, penurunan kolesterol dan sinkronisasi system syaraf otaknya, istri pak kebon tersebut suadah bisa tengok kiri kanan dengan nyaman. Sampai saat ini pun, alhamdulilah sudah tidak kambuh lagi. yang kedua, ada seorang ibu yang diantar anak dan menantu datang kerumah dengan keluhan vertigo dan tidak bisa menengok kiri kanan karena semua urat/otot leher, pundak dan tangannya kaku dan bila memaksakan diri untuk tengok semua langsung berputar dan gelap dan sudah dialami sekitar 10 tahun – selama ini dalam pengawasan dokter serta sudah bosen mnum obat resep dokter karena tidak ada reaksinya. Alhamdulillah setelah diterapi untuk singkronisasi system syarafnya plus pijat untuk melenturkan otot-otot yang kaku tadi, kinerja otaknya membaik dan sudah dapat menengok kiri kanan dan tidak pusing lagi.

Mungkin ini sepenggal cerita pengalaman tentang keefektifan terapi bio-energi dalam membantu programan
ket: 1. sinkronisasi kinerja system syaraf yang mengalami gangguan.
       2. optimalisasi kecerdasan dan daya ingat.

0 komentar:

Posting Komentar