Senin, 25 November 2019

GURUKU NAMA MU SELALU KU KENANG


Mumpung masih dalam suasana  Hari Guru Nasional (HGN) kali ini saya ingin mengenang dan menyebutkan nama-nama beliau. Yang past karena jasa beliau dalam turut menididik, mengajari dan juga membimbingku hingga aku bisa membaca, menulis dan dapat mereguk nikmatnya mutiara ilmu yang membuat hidupku jadi penuh penerangan. Bahkan bukan itu saja, dengan jasa-jasanya saya bisa menemukan kepingan-kepingan dari sebuah puzzle tentang hari esok yang masih buram – masa-masa sekolah dulu. Alhamdulillah kepingan-kepingan yang masih berserakan tersebut mampu ku rengkuh dank u susun dalam bingkai pencapaian hari ini yang seperti ini – sebagai guru PNS.

Untuk mengenang jasa beliau semua perkenankan saya untuk menyebutnya/menulis sebagai ungkapan rasa terima kasih saya walau ini jelas tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kebaikan beliau semua. Dan semoga beliau semua beserta keluarga dan anak turunnya selalu mendapat keberkahan, kemudahan, kemuliaan dan kesejahteraan, aamiin. Dan bila sudah ada yang pulang menghadap Alloh SWT semuga beliaunya mendapatkan kenikmatan dan indahnya alam kubur serta menempati posisi yang mulia disisi-Nya, aamiin.

Guru RA Irsyadus syibyan Sukorejo Wetan Kec. Rejotangan Kab. Tulungagung tahun 1976 – 1977
Ø  Bu Um, hanya itu nama yang ku ingat dari keseluruhan nama beliau.  Yang ku ingat dari beliau saya dan teman-teman diajari bermain, bernyanyi dan berbagai macam doa. Dari beliau saya mengenal lagu anak-anak Lihat Kebunku; Pada Hari Minggu, Pelangi-pelangi, Satu Dua Tiga Empat  Lima Enam tujuh delapan, Kasih Ibu. Sedangkan doa-doa yang diajarkan mulai dari rabbana atina (doa sapu jagad), Allohhummafirli dzunubi waliwalidaiya (doa untuk kedua orang tua), doa mau makan, doa mau tidur, doa berangkat bepergian dan masih banyak lagi.
Ø   

Guruku di MI Irsyadus Syibyan Sukorejo Wetan Kec. Rejotangan Kab. Tulungagung tahun 1978 – 1984
Ø  Bu Mukayah – guru kelas 1. Belaiunya merupakan guru kelas 1 dan orangnya sangat sabar. Tutur katanya lembut dan senyumnya menenangkan hati muridnya. Dari beliau saya dikenalkan menulis huruf dan juga angaka.
Ø  Bu Asri’ah – guru kelas 2. Kebetulan beliau masih family dengan keluarga saya. Dan tentu saja hubungan kami /murid-murid dengan beliau sangat baik karena kebetulan putra belia jadi teman seangkatan/teman sekelas.
Ø  Guru Kelas 3. Maaf saya tidak bisa mengingatnya.
Ø  Pak Jito – guru kelas 4. Pak Jito merupakan salah satu guru yang saya takuti karena orangnya sangat keras dan tegas. Saat mengajar saya, beliau masih lajang dan juga masih Sukuan. Maklum saat itu beliau masih terbilang cukup muda. Beliaunya pinter ngaji dan juga pinter matematika. Dan yang membuat saya merasa takut adalah ketika beliau mengajarkan pelajaran bahasa Arab, Qur;an – Hadits karena harus maju kedepan kelas untuk menghafalkannya. Dan saya pasti dapat hukuman karena kemampuan menghafal saya sangat lemah – mungkin saya termasuk orang yang mengaami dislegsia (orang yang mengalami kesulitan mengingat).
Ø  Pak Sa’id – guru kelas 4. Pak Sa’id adalah guru muda dengan status guru sukuan (GTT) dan juga masih lajang – saat itu. Dan di kemudian hari beliaunya menjadi Kepala Desa selama dua periode.  Selain diajar oleh pak Sa’id, saat itu saya juga diajar oleh pak Slamet Muhaimin dan pak Samsudin, yang kedua-duanya saat itu statusnya sebagai guru yang sedang melakukan praktek mengajar  dari salah Pendidikan Guru Agama (PGA). Pak Slamet Muhaimin  setelah menamatkan PGA diterima jadi PNS PAI yang penempatannya di daerah Pucanglaban – wilayah pegunungan – Tulungagung bagian selatan. Sedangkan pak Samsudin juga diangkat sebagai PNS PAI diwilayah kecamatan Ngunut dan saat ini beliaunya  sebagai Kepala sekolah disalah satu SDN diwilayah Kec. Ngunut.
Ø  Bu Pujiati – guru kelas 5. Khusus untuk beliau saya mohon maaf atas kenakalan saya saat itu karena sempat membuat beliaunya marah, yang saat itu saya termasuk dari salah satu murid yang bikin gaduh di kelas. Sekali lagi saya mohon maaf dan mohon ridhlo atas keberkahan ilmu yang telah diajarkan pada saya dan teman semua, aamiin.
Ø  Pak Sutadji  - guru kelas 6.  Pak Sutadji adalah yang cukup senior di sekolahan  dan ketika duduk di bangku SLTP/SMP beliaunya juga pindah/melimpah ke SMP  dimana aku melanjutkan. Di SMP belaiunya mengampu bidang setudy ekonomi.
Ø  Pak Mustadji – Kepala Sekolah. Beliau orangnya sangat berkebun dan juga berternak. Hal ini terbukti dengan banyaknya tanaman jeruk buah yang ditanam dan juga memiliki banyak sapi perah.

Guru SMP Islam Tanen Kec. Rejotangan Kab. Tulungagung tahun 1985 – 1988
Ø  Alm. Mbah Kyai Mulyani – mengajar bidang studi Qur’an - Hadtis. Beliau orangnya sangat lembut dan salah satu kesan yang tak mungkin terlupakan aadalah ketika menyentuh telingga saya beberapa kali karena saya mengeletakkan kepala saya dibangku. Karena saya tidak tahu maka tangan beliau saya pegan terus saya pindahkan dari telinga saya  hingga berulang-ulang. Dan ketika saya mengetahui itu mbah Kyai Mulyani saya jadi sangat tersipu malu. Semoga ridhlonya atas ilmunya yang selalu saya impikan dan mari sejenak kita bacakan suratul Fatihah untuk beliaunya, alfatihah.
Ø  Alm. Pak Suroso – guru Matematika. Dari beliau saya mengetahui berbagai hukum atau teori hitung matematik yang menurut saya lumayan rumit. Saat itu saya meras juga bisa, mungkin karena cara mengajarnya yang mudah dipahami.
Ø  Pak Sutadji – guru Ekonomi dan bahasa Indonesia. Beliau adalah guruku di MI kelas 6 yang melimpah tugas ke SMP I , setalah itu pindah tugas di MTsN Pucanglaban, dan akhirnya kembali lagi ke MI Irsyadus Syibyan Sukorejo Wetan sebagai kepala sekolah.
Ø  Bu Roib – guru Aqidah Akhlaq dan Keterampilam. Dari beliau saya diajari membuat buju dan celana dari kain kapuk.
Ø  Pak Radjiman – guru Biologi. Dari beliau saya mengenal tanamana, hewan dan juga cara perkembang biakkannya, dan juga bagian-bagian anggota tubuh beserta cara keja serta cara merawatnya.
Ø  Pak Sukarji – guru sejarah. Dari beliau saya mengenal pergerakan perang dunia 1 dan dunia 2, sejarah kerajaan yang ada di Indonesia dan juga sejarang perjuangan bangsa ini.
Ø  Pak Win, pak Yanto dan pak Sardjono – sebagai guru olah raga. Dan pak Sardjono termasuk salah satu orang yang berjasa menagajakku terjun di dunia pendidikan yaitu mengajakku mengajar di MTs MH Karangsono sebagai guru bahasa Inggris. Dan inilah salah satu yang akhirnya menghantarkanku jadi guru PN saat ini.
Ø  P Sutikno – guru fisika. Dari beliau saya mengenal isac Newto, hukum grafitasi, dan masih banyak lagi tapi semuanya terasa sulit aku pahami. Mungkin karena terlalu banyak waktu untuk tidak belajar.
Ø  Pak Syukron – guru bahasa Jawa. Beliau mengajarkan tentang huruf Jawa yang sampai saat ini masih sulit untuk mengertinya terutama yang berkaitan dengan tulisan Jawa dengan huruf yang mungker-mungkernya itu.
Ø  Pak Habib – guru bahasa Arab. Beliaunya alumnus IAIN yang sangat matang dengan penguasaan materi yang diajarkannya. Orangnya pinter dan dikemudian hari diangkat menjadi PNS di MTsN Aryojeding.
Ø  Pak Habib Muhaji – guru keterampilan elektro.
Ø  Pak Asroni – sebagai tenaga pendidikan/tata usaha.
Ø  Pak Mustaqim – selaku kepala SMPI Tanen. Orangnya tinggi, besar dan berambut putih. Kesan yang selalu ku ingat tengtang belaiu adalah ketika saat saya salah tingkah/grogi banget ketika menanyakan syarat perlengkapan untuk mengikuti ujian SMP untuk mewakili teman-teman. Saat itu saya sempat hang beberapa detik dak lidah terasa kaku untuk mengucapkan sesuatu.
Ø  Pak Umar Chayam – kepala MTs PSM tanen. Beliau adalah kepala sekolah ku juga karena saat itu saya juga ikut kedua-duanya dan tentu saja ijasah saya juga dua.

Guru SMAN Garum Blitar tahun 1989 – 1991
Untuk guru di tingkat SLTA saya sudah banyak yang tidak ingat nama beliau, walupun begitu saya akan tetap mengenangnya dan selalu menharap berkah ridhlo dari ilmunya dan sebaliknya doaku selalu ku haturkan untuk belaiunya, aamiin.
Ø  Pak Manaf – guru Sosiologi Antropologi kelas 3.
Ø  Bu Trus – guru Sosiologi Antropologi kelas 2 dan sekaligus wali kelasku.
Ø  Bu Lilik suhartini – guru PMK dan wali kelas 3.
Ø  Pak Arkamu  - guru Tatanegara.
Ø  Pak Mif – guru agama Islam
Ø  Pak Probo – guru Bahasa Inggris kelas 3.
Ø  Pak sigit – guru Bahasa Inggris kelas 2.
Ø  Pak Joko dan pak Ali – guru olah raga.
Ø  Pak Imam – Guru bahasa asing/ Arab.
Ø  Pak Panut – guru sejarah
Ø  Bu Katir – guru Sejarah kelas 3
Ø  Bu Yoni – guru ekonomi kelas 3
Ø  Pak Budi – guru akuntansi
Ø  Bu Endang – guru bahasa Indonesia
Ø  Pak Seger – guru elektro
Ø  Bu Sunarti – guru ekonomi kelas 2.
Ø  Pak I. Mukarno – kepala Sekolah SMAN Garum
Ø  Dan maaf banyak nama yang tidak bisa saya ingat lagi, semoga ilmunya berkah, aamiin.

Guru/Dosen di FKIP UMM tahun 19911 -1995
Ø  Pak Hartono – dosen Writing dan dosen pembimbing skripsi saya.
Ø  Pak Soeparto  - dosen Structure dan Kajur bahasa Inggris.
Ø  Bu Puji Astuti – dosen Reading
Ø  Bu Tatit Manom – dosen Writeng.
Ø  Pak Masduki – dosen Micro Teaching.
Ø  Pak estu widodo – dosen writing.
Ø  Pak Holidin – dosen Listening.
Ø  Pak Nur Yasik – dosen Statistik  dan mohon maaf untuk beliaunya semoga ilmunya berkah.
Ø  Pak Mufid – dosen Al Islam, beliau mantan wartana harian Surya – seorang dosen yang mengatakan aku pinter nulis dan mengucapkan salut pada ku karena waktu itu saya membawa buku tebal tentang Fazlur Rahman sanga medernis pemikiran Islam dan sekaligus gurunya Nurcholis Madjid.
Ø  Bu Roslaini.
Ø  Bu Suhartini – mohon maaf atas kebengalan saya dan semoga diidzikan keberkahan atas ilmunya.

Guru/tutor  UT program linierisasi BI – PGSD
Ø  Pak Sunyoto
Ø  Pak Mugianto
Ø  Pak Made
Ø  Pak Baha Uddin
Ø  Bu Erma
Ø  Bu Diyas Age
Ø  Dn maaf yang lain belum bisa ku ingat namanya, mungkin menyusul tahap berikutnya

Itulah sebagian nama-nama yang turut membentuk dan menghantarkan saya menjadi orang seperti saat ini dari sisi intelektual akademik.  Semoga catatan ini walau tidak menggunakan tinta emas mampu menghadirkan makna dan nilai yang melebihi itu semuaanya. Aamiin. Atas segala hormatku dan ketulusan doaku selalu teruntuk bagi Mu Guruku.

0 komentar:

Posting Komentar