Mumpung masih dalam suasana Hari Guru Nasional (HGN) kali ini saya ingin
mengenang dan menyebutkan nama-nama beliau. Yang past karena jasa beliau dalam
turut menididik, mengajari dan juga membimbingku hingga aku bisa membaca,
menulis dan dapat mereguk nikmatnya mutiara ilmu yang membuat hidupku jadi
penuh penerangan. Bahkan bukan itu saja, dengan jasa-jasanya saya bisa
menemukan kepingan-kepingan dari sebuah puzzle tentang hari esok yang masih
buram – masa-masa sekolah dulu. Alhamdulillah kepingan-kepingan yang masih
berserakan tersebut mampu ku rengkuh dank u susun dalam bingkai pencapaian hari
ini yang seperti ini – sebagai guru PNS.
Untuk mengenang jasa beliau semua
perkenankan saya untuk menyebutnya/menulis sebagai ungkapan rasa terima kasih
saya walau ini jelas tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kebaikan
beliau semua. Dan semoga beliau semua beserta keluarga dan anak turunnya selalu
mendapat keberkahan, kemudahan, kemuliaan dan kesejahteraan, aamiin. Dan bila
sudah ada yang pulang menghadap Alloh SWT semuga beliaunya mendapatkan
kenikmatan dan indahnya alam kubur serta menempati posisi yang mulia
disisi-Nya, aamiin.
Guru RA Irsyadus syibyan Sukorejo Wetan Kec. Rejotangan Kab.
Tulungagung tahun 1976 – 1977
Ø
Bu Um, hanya itu nama yang
ku ingat dari keseluruhan nama beliau. Yang
ku ingat dari beliau saya dan teman-teman diajari bermain, bernyanyi dan
berbagai macam doa. Dari beliau saya mengenal lagu anak-anak Lihat Kebunku;
Pada Hari Minggu, Pelangi-pelangi, Satu Dua Tiga Empat Lima Enam tujuh delapan, Kasih Ibu. Sedangkan doa-doa
yang diajarkan mulai dari rabbana atina (doa sapu jagad), Allohhummafirli
dzunubi waliwalidaiya (doa untuk kedua orang tua), doa mau makan, doa mau
tidur, doa berangkat bepergian dan masih banyak lagi.
Ø
Guruku di MI Irsyadus Syibyan Sukorejo Wetan Kec. Rejotangan Kab.
Tulungagung tahun 1978 – 1984
Ø
Bu Mukayah – guru kelas
1. Belaiunya merupakan guru kelas 1 dan orangnya sangat sabar. Tutur
katanya lembut dan senyumnya menenangkan hati muridnya. Dari beliau saya
dikenalkan menulis huruf dan juga angaka.
Ø Bu Asri’ah – guru kelas 2. Kebetulan beliau masih
family dengan keluarga saya. Dan tentu saja hubungan kami /murid-murid dengan
beliau sangat baik karena kebetulan putra belia jadi teman seangkatan/teman
sekelas.
Ø Guru Kelas 3. Maaf saya tidak bisa mengingatnya.
Ø Pak Jito – guru kelas 4. Pak Jito merupakan salah satu guru yang
saya takuti karena orangnya sangat keras dan tegas. Saat mengajar saya, beliau
masih lajang dan juga masih Sukuan. Maklum saat itu beliau masih terbilang
cukup muda. Beliaunya pinter ngaji dan juga pinter matematika. Dan yang membuat
saya merasa takut adalah ketika beliau mengajarkan pelajaran bahasa Arab,
Qur;an – Hadits karena harus maju kedepan kelas untuk menghafalkannya. Dan saya
pasti dapat hukuman karena kemampuan menghafal saya sangat lemah – mungkin saya
termasuk orang yang mengaami dislegsia (orang yang mengalami kesulitan
mengingat).
Ø Pak Sa’id – guru kelas 4. Pak Sa’id adalah guru muda dengan
status guru sukuan (GTT) dan juga masih lajang – saat itu. Dan di kemudian hari
beliaunya menjadi Kepala Desa selama dua periode. Selain diajar oleh pak Sa’id, saat itu saya
juga diajar oleh pak Slamet Muhaimin dan pak Samsudin, yang kedua-duanya saat
itu statusnya sebagai guru yang sedang melakukan praktek mengajar dari salah Pendidikan Guru Agama (PGA). Pak Slamet
Muhaimin setelah menamatkan PGA diterima
jadi PNS PAI yang penempatannya di daerah Pucanglaban – wilayah pegunungan – Tulungagung
bagian selatan. Sedangkan pak Samsudin juga diangkat sebagai PNS PAI diwilayah
kecamatan Ngunut dan saat ini beliaunya
sebagai Kepala sekolah disalah satu SDN diwilayah Kec. Ngunut.
Ø Bu Pujiati – guru kelas 5. Khusus untuk beliau
saya mohon maaf atas kenakalan saya saat itu karena sempat membuat beliaunya
marah, yang saat itu saya termasuk dari salah satu murid yang bikin gaduh di
kelas. Sekali lagi saya mohon maaf dan mohon ridhlo atas keberkahan ilmu yang
telah diajarkan pada saya dan teman semua, aamiin.
Ø Pak Sutadji - guru
kelas 6. Pak Sutadji adalah yang
cukup senior di sekolahan dan ketika
duduk di bangku SLTP/SMP beliaunya juga pindah/melimpah ke SMP dimana aku melanjutkan. Di SMP belaiunya
mengampu bidang setudy ekonomi.
Ø Pak Mustadji – Kepala Sekolah. Beliau orangnya sangat
berkebun dan juga berternak. Hal ini terbukti dengan banyaknya tanaman jeruk
buah yang ditanam dan juga memiliki banyak sapi perah.
Guru SMP Islam Tanen Kec. Rejotangan Kab. Tulungagung tahun 1985 –
1988
Ø
Alm. Mbah Kyai
Mulyani – mengajar bidang studi Qur’an - Hadtis. Beliau orangnya sangat
lembut dan salah satu kesan yang tak mungkin terlupakan aadalah ketika
menyentuh telingga saya beberapa kali karena saya mengeletakkan kepala saya
dibangku. Karena saya tidak tahu maka tangan beliau saya pegan terus saya pindahkan
dari telinga saya hingga berulang-ulang.
Dan ketika saya mengetahui itu mbah Kyai Mulyani saya jadi sangat tersipu malu.
Semoga ridhlonya atas ilmunya yang selalu saya impikan dan mari sejenak kita
bacakan suratul Fatihah untuk beliaunya, alfatihah.
Ø Alm. Pak Suroso – guru Matematika. Dari beliau
saya mengetahui berbagai hukum atau teori hitung matematik yang menurut saya
lumayan rumit. Saat itu saya meras juga bisa, mungkin karena cara mengajarnya
yang mudah dipahami.
Ø Pak Sutadji – guru Ekonomi dan bahasa Indonesia. Beliau
adalah guruku di MI kelas 6 yang melimpah tugas ke SMP I , setalah itu pindah
tugas di MTsN Pucanglaban, dan akhirnya kembali lagi ke MI Irsyadus Syibyan
Sukorejo Wetan sebagai kepala sekolah.
Ø Bu Roib – guru Aqidah Akhlaq dan Keterampilam. Dari beliau
saya diajari membuat buju dan celana dari kain kapuk.
Ø Pak Radjiman – guru Biologi. Dari beliau saya mengenal
tanamana, hewan dan juga cara perkembang biakkannya, dan juga bagian-bagian
anggota tubuh beserta cara keja serta cara merawatnya.
Ø Pak Sukarji – guru sejarah. Dari beliau saya mengenal
pergerakan perang dunia 1 dan dunia 2, sejarah kerajaan yang ada di Indonesia
dan juga sejarang perjuangan bangsa ini.
Ø Pak Win, pak Yanto dan pak Sardjono – sebagai guru olah
raga. Dan pak Sardjono termasuk salah satu orang yang berjasa menagajakku
terjun di dunia pendidikan yaitu mengajakku mengajar di MTs MH Karangsono
sebagai guru bahasa Inggris. Dan inilah salah satu yang akhirnya
menghantarkanku jadi guru PN saat ini.
Ø P Sutikno – guru fisika. Dari beliau saya mengenal isac
Newto, hukum grafitasi, dan masih banyak lagi tapi semuanya terasa sulit aku
pahami. Mungkin karena terlalu banyak waktu untuk tidak belajar.
Ø Pak Syukron – guru bahasa Jawa. Beliau mengajarkan
tentang huruf Jawa yang sampai saat ini masih sulit untuk mengertinya terutama
yang berkaitan dengan tulisan Jawa dengan huruf yang mungker-mungkernya itu.
Ø Pak Habib – guru bahasa Arab. Beliaunya alumnus IAIN yang
sangat matang dengan penguasaan materi yang diajarkannya. Orangnya pinter dan
dikemudian hari diangkat menjadi PNS di MTsN Aryojeding.
Ø Pak Habib Muhaji – guru keterampilan elektro.
Ø Pak Asroni – sebagai tenaga pendidikan/tata usaha.
Ø Pak Mustaqim – selaku kepala SMPI Tanen. Orangnya tinggi, besar
dan berambut putih. Kesan yang selalu ku ingat tengtang belaiu adalah ketika
saat saya salah tingkah/grogi banget ketika menanyakan syarat perlengkapan
untuk mengikuti ujian SMP untuk mewakili teman-teman. Saat itu saya sempat hang
beberapa detik dak lidah terasa kaku untuk mengucapkan sesuatu.
Ø Pak Umar Chayam – kepala MTs PSM tanen. Beliau adalah kepala
sekolah ku juga karena saat itu saya juga ikut kedua-duanya dan tentu saja
ijasah saya juga dua.
Guru SMAN Garum Blitar tahun
1989 – 1991
Untuk guru di tingkat SLTA saya sudah
banyak yang tidak ingat nama beliau, walupun begitu saya akan tetap
mengenangnya dan selalu menharap berkah ridhlo dari ilmunya dan sebaliknya
doaku selalu ku haturkan untuk belaiunya, aamiin.
Ø Pak Manaf – guru Sosiologi Antropologi kelas 3.
Ø Bu Trus – guru Sosiologi Antropologi kelas 2 dan sekaligus wali
kelasku.
Ø Bu Lilik suhartini – guru PMK dan wali kelas 3.
Ø Pak Arkamu - guru Tatanegara.
Ø Pak Mif – guru agama Islam
Ø Pak Probo – guru Bahasa Inggris kelas 3.
Ø Pak sigit – guru Bahasa Inggris kelas 2.
Ø Pak Joko dan pak Ali – guru olah raga.
Ø Pak Imam – Guru bahasa asing/ Arab.
Ø Pak Panut – guru sejarah
Ø Bu Katir – guru Sejarah kelas 3
Ø Bu Yoni – guru ekonomi kelas 3
Ø Pak Budi – guru akuntansi
Ø Bu Endang – guru bahasa Indonesia
Ø Pak Seger – guru elektro
Ø Bu Sunarti – guru ekonomi kelas 2.
Ø Pak I. Mukarno – kepala Sekolah SMAN Garum
Ø Dan maaf banyak nama yang tidak bisa saya ingat lagi, semoga
ilmunya berkah, aamiin.
Guru/Dosen di FKIP UMM tahun 19911 -1995
Ø
Pak Hartono – dosen Writing
dan dosen pembimbing skripsi saya.
Ø Pak Soeparto - dosen
Structure dan Kajur bahasa Inggris.
Ø Bu Puji Astuti – dosen Reading
Ø Bu Tatit Manom – dosen Writeng.
Ø Pak Masduki – dosen Micro Teaching.
Ø Pak estu widodo – dosen writing.
Ø Pak Holidin – dosen Listening.
Ø Pak Nur Yasik – dosen Statistik
dan mohon maaf untuk beliaunya semoga ilmunya berkah.
Ø Pak Mufid – dosen Al Islam, beliau mantan wartana harian Surya –
seorang dosen yang mengatakan aku pinter nulis dan mengucapkan salut pada ku
karena waktu itu saya membawa buku tebal tentang Fazlur Rahman sanga medernis
pemikiran Islam dan sekaligus gurunya Nurcholis Madjid.
Ø Bu Roslaini.
Ø Bu Suhartini – mohon maaf atas kebengalan saya dan semoga
diidzikan keberkahan atas ilmunya.
Guru/tutor UT program
linierisasi BI – PGSD
Ø
Pak Sunyoto
Ø Pak Mugianto
Ø Pak Made
Ø Pak Baha Uddin
Ø Bu Erma
Ø Bu Diyas Age
Ø Dn maaf yang lain belum bisa ku ingat namanya, mungkin menyusul
tahap berikutnya
Itulah sebagian nama-nama yang
turut membentuk dan menghantarkan saya menjadi orang seperti saat ini dari sisi
intelektual akademik. Semoga catatan ini
walau tidak menggunakan tinta emas mampu menghadirkan makna dan nilai yang
melebihi itu semuaanya. Aamiin. Atas segala hormatku dan ketulusan doaku selalu
teruntuk bagi Mu Guruku.








0 komentar:
Posting Komentar