Jumat, 29 November 2019

SENAM MASAL INDONESIA PUSAKA DALAM PERSPEKTIS KEPENDIDIKAN



semangat lew“Tulungagung sehat, Tulungagung segar dan Tulungagung penuh at literasi gerakan senam masal Indonesia Pusaka semoga mampu menginisiasi menuju Tulungagung bermartabat, aamiin.”









 




Paragraph petikan diatas saya ambil dari postingan yang saya unggah di FB saya sebagi kalimat pengantarnya terkait dengan kegiatan senam masal Indonesia Pusaka. Tepatnya hari Rabo pagi kemarin – 13/11/2019, yaitu ketika saya menghantarkan mendapat mandat untuk mendampingi murid-murid dari sekolahan yang ada di gugus V kecamatan Ngunut untuk menggantikan posisi guru olahraga yang mendapatkan tugas tersebut. Saya bersama dengan seorang rekan guru senior mendampingi murid-murid untuk turut serta mensukseskan senam masal Indonesia Pusaka dalam rangka memeriahkan hari jadi kabupaten tulungagung yang ke 814 yang digelar oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga..

Kegiatan senam masal yang melibatkan siswa perwakilan dari jenjang SD dan SLTP yang ada di kabupaten Tulungagung tersebut terlaksana dengan cukup meriah. Karena acara tersebut selain dipandu instruktur senam yang cantik, kegiatan ini juga  dimeriahkan dengan music dangdut dan juga dilengkapi dengan pengundian bernbagai hadiah doorprice dan juga 3 sepeda gunung sebagai hadiah utamnya.

Dari kegiatan pendampingan tersebut  saya menemukan banyak hal yang menurut pemikiran saya sangat menarik untuk dikaji dan juga cukup seksi untuk ditulis. Menarik dan seksi bukan karena besarnya sensasi vulgarisme yang dipertontonkan melainkan seksi dan menarik bila menerapkan pseudho psikoeducative.  Pseudho psiko-educative vaitu suatu metode pendekatan yang berpijak  pada teori psikologi pendidikan. Selain itu juga memperhatikan tipe cara belajar   anak dan bahkan juga pada domain gelombang kerja otak perserta didik.

Berdasarkan pengamatan saya selama mendampingi tersebut dapat menemukan beberapa potensi yang bisa dikembangkan untuk memicu perkembanagan potensi SDM yang ada di wilayah Kabupaten Tulungagung, diantaranya adalah:
Pertama, Sebagaian besar gaya belajar peserta didik yang ada di Tulungagung tergolong dalam tipe kinestetik.  Yang mana gaya belajar tipe kinestetik ditandai oleh banyak gerak. Dengan kata lain semua hal yang melibatkan gerakkan fisik  seperti olahraga, menari, memainkan musik, percobaan laboratorium, dan lainnya merupakan alternative pembelajaran yang paling sesuai untuk diterapkan. Karena dengan penerapan metode ini perkembangan otak  anak bisa terpacu secara baik dan optimal.

Sedangkan sifat atau ciri khusus  yang sangat menonjol dari anak tipe kinestetik yaitu adanya berkecenderungan  anak tidak bisa diam.  Karena anaknya suka bergerak dan berpindah-pindah tempat serta sedikit usil maka penerapan  metode pembelajaran dengan membuat permainan peran, drama, praktik skill, menari, dan memainkan alat music dianggap lebih sesuai.

Yang kedua, kontekstual teaching learning approach akan memberikan dampak atau kesan yang lebih menyenangkan dan sekaligus mendalam bagi peserta didik. Kondisi dan situasi semacam ini tentunya sangat baik dalam upaya penanaman pengalaman terdahap peserta didik yang terlibat secara aktif didalamnya. Dan pada tahap selanjutnya, setiap individu peserta didik akan mampu merekonstruksi pengetahuannya dengan standart pemahaman terbaiknya.

Dan yang ketiga, perlu adanya kebijakan khusus untuk pemberian perlakuan pada anak didik yang bertipe kenistetik agar semua potensi yang melekat pada dirinya bisa dikembangkan secara optimal. Karena anak tipe ini memiliki kemampuan lokomotor fisik yang lebih dan cenderung lemah dalam penguasaan materi ajar yang sifatnya teoristik maka untuk itu perlu diadanya reaktualisasi konsep tentang keberhasilan. Sehingga pemahaman konsep pintar – cerdas yang memposisikan pada anak yang cakap dalam pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia, dll) sebagai tolak ukur perlu ditinjau ulang lagi. sehingga dengan adanya pembaharuan semacam ini akan memposisikan anak tipe kinestetik akan mendapatkan apresiasi yang seharusnya.

Sedangkan untuk tipe/gaya belajar lainnya bisa dibaca diartikel saya sebelumnya yaitu di https://samsudinathafu72.blogspot.com/2019/10/mengeksplorasi-potensi-anak-lewat.html. Semoga saja ulasan singkat ini mampu memyumbangkan kemanfaatannya bagi pembuat kebijakan disektor pendidikan khususnya di wilayah kabupaten tulungagung yang pada akhirnya mampu mendorong potensi SDM – putra daerah bisa berkompetisi secara baik dan penuh kemartaban dalam bersaing untuk suskses.

0 komentar:

Posting Komentar