Jumat, 07 Februari 2020

Satu Tahun GPLT Tulungagung

Tanggal 1 Pebruari 2019 merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi guru-guru yang yang ada di wilayah Kabupaten Tulungagung. Terutama bagi mereka (guru-guru) yang memiliki  greget dan kepedulian terhadap perkembangan literasi yang ada di wilayah Kabupaten Tulungagung. Karena  pada tanggal tersebut sebuah komunitas kepenulisan tetapkan dan kukuhkan sebagai tanggal kelahiran komunitas tersebut dengan nama Guru Pegiat Literasi Tulungagung atau yang lebih familiar dengan sebutan GPLT, yang pengukuhannya dilakukan secara langsung oleh Kadin Dispendikpora  (Alm) H. Suharno, M.M dan juga ketua PGRI Sugiarno, M.M.

Dengan kata lain,  berarti di bulan Pebruari 2020 ini GPLT baru berumur satu tahun. Sebuah umur yang sangat dini untuk ukuran sebuah organisasi atau pun komunitas. Usia yang sangat hijau atau seumur jagung dalam konteks kultural Jawa. Tetapi hal ini bukanlah satu-satunya paradigma yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat keprofesian sebuah organisasi/komunitas. Tentu saja ada indikator lain yang bisa digunakan menilanya, diantaranya lewat kualifikasi dan kapabilitas keanggotaannya maupun lewat produktifitas yang dihasilkan. Mungkin dua indikator  terakhir ini kiranya yang lebih tepat digunakan sebagai parameter untuk menilai progresifitas yang dijejakkan oleh GPLT. 

Dari sisi SDM-nya, GPLT mempunyai potensi yang cukup lumayan. Ya karena rata-rata yang tergabung dalam GPLT memiliki latar belakang akademis Strata satu (S1) dan beberapa diantaranya sudah menyelasaikan S2. Tentu saja ini sangat mencukupi. Dari sisi status kepegawaian  sebagaian besar adalah guru  mulai dari guru PAU sampai guru SMA.  Sedangkan dari tenaga kependidikan terdapat pustakawan, Kepala Sekolah, Pengawas  Sekolah PAUD/TK, Pengawas SMP, Asesor tingkat Propinsi dan juga instruktur Microsoft tingkat nasipnal (MIEE). Tentunya sudah bisa dibilang wah walau tidak terlalu banget.

Sedangkan dari indikator tingkat produktifitas kepenulisan juga dapat dibilang tidak terlalu mengecewakan. Karena dari komnitas ini sudah berhasil menerbitkan beberapa buah buku. Misalkan P Budi KS SMPN 2 Ngunut selaku ketua GPLT sudah menerbitkan 5 buku mandiri dan beberapa buku antologi bersama anggota yang lain. Bu Marifa suda menerbitkan 10 an buku mandiri. P Toni Hartono pengawas PAUD/TK kec, Ngunut menerbitkan 1 buku mandiri. Bu Dhiana Kurnia 1 buku cerita. Bu Erna Yanuningsih beberapa buku antologi yang berafiliasi ke penerbit mayor. Dan saya sendiri masih menerbitkan 7 buah antologi yang salah satunya masih dalam proses editing. Selain itu masih ada sekitar 4 buku antologi yang masih antrian terbit di percetakan yang insyaaloh ISBNnya sudah terbit. Oh ya, untuk tulisan dalam bentuk  artikel sudah sangat sering dimuat di majalah Dwija PGRI Tulungagung, ada juga di Media Jatim, bloggurusiana, dan juga memiliki beberapa blog pribadi.


Semoga sedikit deskripsi ini mampu memberikan sedikit gambaran tentang GPLT bagi siapa saja yang sedang atau berburu informasi seputar komunitas ini. 





0 komentar:

Posting Komentar