foto diunduh dari WinNetNews - Minggu, 23/08/2020, 10.50 WIB
Ah rasa itu? Rasa penasaran! Rasa yang membuat hati
dan pikiran saya menjadi gelisah. Rasa itu pagi ini tiba-tiba muncul begitu
saja. Gejolak itu membuncah karena telepon dari saudara perempuan misanan saya –
anaknya pak de yang ada di desa Karangsari Kecamatan Rejotangan. Dalam sambuang
telepon HPnya mbakyu saya terdengar nada
suaranya penuh kecemasan. Dia menceritakan kalau anak laki-lakinya yang semalam
diajak kerumah untuk diterapi sakitnya kambuh lagi. Sebuah kecemasan yang
sangat wajar bagi setiap ibu bila melihat anaknya sakit. Entah itu tampan atau
tidak; cantik atau tidak; penurut ataupun menyebal. Yang jelas
naluri seorang ibu tetap sayang pada anaknya. Semoga kebaikan untuk mbakyu saya
adan anak laki-lakinya, aammiin.
Karena mendengar tuturan tersebut spontanitas hati saya
mengajak menghentikan aktifitas yang tengah saya kerjaan dan sesegera mungkin
untuk menangani keponakan saya yang merintih menahan rasa sakit dilambung
kirinya. Dan seketika itu pula saya katakana “langsung diterapi saja mbak dan
siapkan air minum didekat duduknya saat diterapi.” Maka dengan baca basmallah
dan mengucap dua kalimah syahadah saya mulai menerapinya agar rasa skit dan
penyebabnya segera teruraikan. Sedangkan rentang waktu terapinya kira-kira membutuhkan
waktu selama 20 menitan. Sedangkan terapi
yang dilakukan adalah terapi jarak jauh yaitu kira-kira 4 km dari rumah saya
yang berada di desa Tegalrejo. Terapi jarak jauh ini tentunya sangat relevan
dengan anjuran pemereintah dimasa New Normal lewat Adaptasi Kebiasaan Baru
(ABK). Terutama dari ketentuan untuk jaga jarak. Jarak 4 km tentu jarak yang
sangat aman baik bagi saya sendiri selaku terapisnya maupun bagi keponakan saya
selaku klien.
Sambil melakukan terapi saya pun melakukan
perseluncuran di dumay untuk mencari refernsi terkait dengan keluhan keponakan
saya tersebut guna untuk menyakinkan keakuratan prediksi instingtif yang saya
lakukan semalam. Naluri saya mencurigai ada permasalahan dikisaran lambung,
usus buntu, ginjal bias berupa infeksi maupun peradangan. Dan dalam perseluncuran tadi saya menemukan
informasi yang relative sama (ada kesamaannya) yang dapat untuk digunakan
sebagai acuan dalam pemberlakuan treatmen yang tepat agar keluhan bisa terselesaikan.
Situs yang saya kunjungi tersebut adalah Alodokter karena situs ini ditangani
para profesionalis dibidang medis kesehatan. Jadi sangat kredibel dan
akurasinya sangat tinggi.
Semoga saja kesembuhan segera menghampirinya, seperti
saat terapi keluhan yang sebelumya. Sebuah keluhan yang cukup berkepanjangan,
yaitu selama 7 bulan harus berdiam dirumah karena badan tidak bertenaga,
lambung sakit, dan kepala pusing. Kondisi yang sangat menguras tenaga dan
menelan banyak biaya karena harus menjalai rawat inap di RS Madinah dan juga
RSUD dr. Iskak Tulungagung tapi hasilnya nihil. Nol besar tanpa ada perubahan
yang signifikan. Bahkan keponakan tersebut sempat dilakukan ruýah, dibawa ke ahli
saraf, dan ahli pijat urat. Dan Alhamdulillah karena pertolongan Allah SWT semua
keluhan tersebut bisa teratasi dengan mediasi terapi bioenergy jarak jauh yang saya
lakukan. Dan saya berharap dengan bantuan doa dari rekan-rekan dumay trauma
pada lambung kiri keponakan saya bisa segera sembuh, aamiin.
Tegalrejo, 23/08/2020
0 komentar:
Posting Komentar