Sabtu, 22 Agustus 2020

MENGUSIR RASA PENASARAN

 

foto diunduh dari WinNetNews - Minggu, 23/08/2020, 10.50 WIB

Ah rasa itu? Rasa penasaran! Rasa yang membuat hati dan pikiran saya menjadi gelisah. Rasa itu pagi ini tiba-tiba muncul begitu saja. Gejolak itu membuncah karena telepon dari saudara perempuan misanan saya – anaknya pak de yang ada di desa Karangsari Kecamatan Rejotangan. Dalam sambuang telepon HPnya mbakyu  saya terdengar nada suaranya penuh kecemasan. Dia menceritakan kalau anak laki-lakinya yang semalam diajak kerumah untuk diterapi sakitnya kambuh lagi. Sebuah kecemasan yang sangat wajar bagi setiap ibu bila melihat anaknya sakit. Entah itu tampan atau tidak; cantik atau tidak; penurut ataupun menyebal. Yang   jelas naluri seorang ibu tetap sayang pada anaknya. Semoga kebaikan untuk mbakyu saya adan anak laki-lakinya, aammiin.

 Karena mendengar tuturan tersebut spontanitas hati saya mengajak menghentikan aktifitas yang tengah saya kerjaan dan sesegera mungkin untuk menangani keponakan saya yang merintih menahan rasa sakit dilambung kirinya. Dan seketika itu pula saya katakana “langsung diterapi saja mbak dan siapkan air minum didekat duduknya saat diterapi.” Maka dengan baca basmallah dan mengucap dua kalimah syahadah saya mulai menerapinya agar rasa skit dan penyebabnya segera teruraikan. Sedangkan rentang waktu terapinya kira-kira membutuhkan waktu selama 20 menitan. Sedangkan  terapi yang dilakukan adalah terapi jarak jauh yaitu kira-kira 4 km dari rumah saya yang berada di desa Tegalrejo. Terapi jarak jauh ini tentunya sangat relevan dengan anjuran pemereintah dimasa New Normal lewat Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK). Terutama dari ketentuan untuk jaga jarak. Jarak 4 km tentu jarak yang sangat aman baik bagi saya sendiri selaku terapisnya maupun bagi keponakan saya selaku klien.


 Sambil melakukan terapi saya pun melakukan perseluncuran di dumay untuk mencari refernsi terkait dengan keluhan keponakan saya tersebut guna untuk menyakinkan keakuratan prediksi instingtif yang saya lakukan semalam. Naluri saya mencurigai ada permasalahan dikisaran lambung, usus buntu, ginjal bias berupa infeksi maupun peradangan.  Dan dalam perseluncuran tadi saya menemukan informasi yang relative sama (ada kesamaannya) yang dapat untuk digunakan sebagai acuan dalam pemberlakuan treatmen yang tepat agar keluhan bisa terselesaikan. Situs yang saya kunjungi tersebut adalah Alodokter karena situs ini ditangani para profesionalis dibidang medis kesehatan. Jadi sangat kredibel dan akurasinya sangat tinggi.

 Semoga saja kesembuhan segera menghampirinya, seperti saat terapi keluhan yang sebelumya. Sebuah keluhan yang cukup berkepanjangan, yaitu selama 7 bulan harus berdiam dirumah karena badan tidak bertenaga, lambung sakit, dan kepala pusing. Kondisi yang sangat menguras tenaga dan menelan banyak biaya karena harus menjalai rawat inap di RS Madinah dan juga RSUD dr. Iskak Tulungagung tapi hasilnya nihil. Nol besar tanpa ada perubahan yang signifikan. Bahkan keponakan tersebut sempat dilakukan ruýah, dibawa ke ahli saraf, dan ahli pijat urat. Dan Alhamdulillah karena pertolongan Allah SWT semua keluhan tersebut bisa teratasi dengan mediasi terapi bioenergy jarak jauh yang saya lakukan. Dan saya berharap dengan bantuan doa dari rekan-rekan dumay trauma pada lambung kiri keponakan saya bisa segera sembuh, aamiin.

Tegalrejo, 23/08/2020


0 komentar:

Posting Komentar