Kemarin malam saya kedatangan 3 tamu - Rabu, 2/10/2019. Mereka bertiga adalan
sepasang pasutri berserta anak laki-lakinya. Mereka datang untuk membantu
menerapi anak laki-laki dengan dua tujuan yaitu untuk menigkatkan kemampuan
otaknya (kecerdasan dan daya ingatnya) dan yang kedua untuk penyembuhan
ambeiennya yang sudah dialaminya sejak kecil. Dan untuk saat ini, si anak masih
berumur 8 tahun – kelas 3 SD. Khusus untuk kesempatan ini saya ulas tentang upaya penigkatkan kemampuan otak saja. sedangkan masalah ambeiennya dibahas dalam bagian terpisah agar pembahasannya bisa dilakukan secara lebih mendetail.
Poin yang pertama yaitu meningkatkan kemampuan. Guna untuk optimalisasi kemampuan otak maka
perlu dilakukan pemrograman ulang kinerja system syaraf otak dan system
peredaran darah keotaknya. Dengan pemberlakuan tersebut diharapkan aliran darah
keotak bisa lancar, sehingga suplay oksigen dan juga asupan zat-zat yang
dibutuhkan otak bisa terpenuhi dengan baik. dan pada tahap selanjutnya akan berdampak
pada peningkatan kinerja neuron-neuron otak dalam mendokumentasikan informasi
yang telah didapatkannya secara baik pula. Untuk lebih jelas terkait
pemrograman kemampuan otak, silahkan untuk membaca dalam buku antologi saya
yang berjudul “Banyak Jalan Menuju Sehat” atau dalam artikel sebelumnya dengan judul
yang sama yaitu “Pemrograman Ulang Sistem
Kerja Syaraf Otak” https://samsudinathafu72.blogspot.com/2019/09/pemrograman-ulang-sistem-kerja-syaraf.html.
Oh ya, dalam memberikan penjelasannya bapaknya juga umenanmbahkan
kalau si anak juga mengalami kesulitan untuk fokus dalam belajarnya. Dan untuk
menanggapi keluhan tersebut maka saya mencoba memberinya penjelasan pada si
bapak dengan mengacu pada kajian ilmu psikology pendidikan yang mengklasifikasikan
gaya belajar anak kedalam tiga bagian , yaitu: gaya belajar visual; gaya
belajar auditori; dan gaya belajar kinestetik. Dan selanjutnya saya berikan
tips atau saran berdasar pada informasi yang ada pada buku Membaca Buku 1
halaman/detik karya Agus Setiyawan.
Gaya
belajar visual Gaya. Anak yang memiliki gaya beajar model visual ini ditandai dengan kuatnya kemampuan belajar yang
didasarkan pada penglihatan. Dengan demikian, orang yang tergolong dalam
kelompok ini orangnya sangat teliti dan tajam penglihatanya. Maka tidak perlu heran bila kita mendapati
anak tipe ini memiliki kemampuan belajar pada tingkatan yang menonjol terutama
bila berhubungan dengan ini matematika, bahasa arab, bahasa jepang, simbol-
simbol, dan lainnya yang berkaitan dengan bentuk.
Sedang ciri-ciri yang mudah dikenali dari anak kelompok visual
adalah: mereka bisa mengingat dengan lebih cepat dan kuat dengan cara
melihat; tidak terpengaruh oleh suarabising;
gemar membaca, sangat kuat dalam mengingat warna; mengingat bentuk; dan
kemampuan pada pemahaman artistic. Selain itu, anak tipe ini memiliki
penampilan yang rapi tetapi kurang suka mendengarkan penjelasan guru. Hal ini
disebabkan oleh dominasi kemampuan visual – melihatnya. Dan metode pengajaran
yang sangat bermakna dengan kesan yang sangat mendalam adalah pengajaran yang
melibatkan kemampuan visual anaka, yaitu lewat percobaan atau peragaan. Metode
pembelajaran yang tepat yaitu dengan metode mindmap, video ilustrasi, alat
tulis berwarna, pembelajaran menggunakan bentuk.
Gaya Belajar Auditori. Orang yang masuk dalam kategori ini ditandai dengan
menonjolnya kemampuan indera pendengaran
yang lebih baik dan lebih terfokus dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu
orang dengan gaya belajar tipe ini lebih mudah memahami sesuatu dengan cara mendengarkan.
Hal ini berpengaruh terhadap proses menghafal, membaca, atau soal cerita.
Ciri- ciri yang bisa kita kenali dari anak yang
bergaya belajar auditori, adalah: Memiliki kemampuan mengingat yang baik dari mendengarkan, sulit berkonsentrasi dalam suasana yang bising, dan suka diskusi. Sedangkan sisi negative dari anak yang
bergaya belajar auditori yaitu anak mudah dan kurang suka membaca. Anak model ini lebih suka bertanya dari pada
mencari sendiri dari dalam buku.
Gaya Belajar Kinestetik.
Gaya belajar kinestetik yaitu gaya belajar yang ditandai oleh
banyak gerak. Hal –hal yang melibatkan gerakkan fisik yaitu seperti olahraga, menari, memainkan
musik, percobaan laboratorium, dan lainnya. Metode pembelajaran yang cukup
efekktif diterapkan untuk anak model ini adalah pembelajaran yang aktif atau
permainan. Karena dengan penerapan metode ini anak akan mencapai perkembangan otak secara baik. Dan tentu saja, anak tipe ini
memiliki sifat yang sangat menonjol yaitu berkecenderungan tidak bisa diam. Karena anaknya suka bergerak dan
berpindah-pindah tempat serta sedikit usil maka penerapan metode pembelajaran dengan membuat permainan
peran, drama, praktik skill, menari, dan memainkan alat music dianggap lebih
sesuai.
Gaya Belajar Global. Anak yang masuk dalam kategori ini ditandai adanya kemampuan untuk
memahami segala sesuatu secara menyeluruh. Pemahaman meliputi gambaran secara
global (besar) dan juga hubungan antara satu objek dengan yang lainnya. Selain
itu anak dengan tipe ini juga mampu
mengartikan hal-hal yang tersirat dengan bahasanya sendiri secara baik. sedangkan
secara umum anak yang bergaya belajar global ini memiliki stylis/gaya belajar sbagai
berikut: mampu melakukan banyak tugas dalam waktu bersamaaan; memeiliki
kemampuan dalam bekerjasama dengan orang lain secara baik; memiliki sensitifitas/kepekaandalam melihat permasalahan dengan baik; dan juga cakap mengutarakan
apa yang dilihatnya dengan kata-kata sendiri secara baik.
Namun disisi lain, anak dengan gaya belajar global memiliki
kecenderungan kurang rapid an dalam
melakukan suatu pekerjaan seringkali berantakan (tidak teratur). Karena anak tipe
global sering kali memikirkan bnayak hal
sekaligus maka sebagai resikonya dia kurang
mampu untuk tetap focus pada satu pekerja yang pada akhirnya akan berdampak
pada terbeklainya tugas yang dikerjakan tadi. Dibalik kelemahan tersebut, anak tipe
ini sangat peka terhadap lingkungan sekitarnya
termasuk perasaan orang lain dan merasa senang untuk bekerja keras membuat
orang lain senang.
Gaya Belajar Analitik. Anak yang bertipe analitik memikili kemampuan dalam memandang
sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci, spesifik, dan
teratur. Dalam mengerjakan segala sesuatunya dilakukan secara bertahap, urut
dan rinci. Dengan karakter tersebut anak ini memiliki ciri gaya belajar sebagai
berikut: Berfokus mengerjakan satu tugas hingga tuntas; cara berpikirnya logis berbasis pada data dan fakta, tidak suka
ada hal yang terlewatkan dalam melaksanakan tugas, dan juga memiliki keteguhan/konsistensi
secara baik.
Sedangkan
metode pembelajaran paling sesuai dan baik untuk diterapkan pada anak tipe ini
yaitu dengan cara membuat jadwal belajar yang terstruktur dan penentuan sasaran
belajar yang ditargetkan secara jelas.
Berdasarkan
pertimabangan diatas – gaya belajar anak, maka kedua orang tua dari anak tadi
saya jelaskan kalau anaknya termasuk dalam kategori kinestetik yang
mana anaknya selalu aktif dan agak susah untuk focus dalam melaksanakan
pembelajaran. Dan untuk menyiasatinya bisa dilakukan terapi untuk optimalisasi
kemampuan otaknya yang melikputi daya kreatif dan daya ingatnya. Hal ini bisa
dilakukan secara rutin satu bulan satu kali.
Selain
cara tersebut, saya juga kasi saran tambahan yng mengacu pada cara kerja otak
bawah sadar manusia dalam posisi gelombang otak alfa yang saya baca
dalam buku Agus Setiyawan – Membacakilat 1 Halaman/Detik. Berdasarkan informasi
tersebut maka saya anjurkan kalau habis membaca/belajar diusahakan anaknya
untuk memejamkan matanya selama 10 – 20 menit. Karena ksaran rentang waktu tersebut
yang dibutuhkan otak bawah sadar memproses penyimpanan informasi kedalam otak
bawah sadar secara sempurna.
Mengapa
harus memejamkan mata? Ya karena hanya dengan memajamkan mata otak sadar
khususnya kritikael area dari otak kita tidak dapat bekerja. Sebagai dampak
positifnya semua informasi yang tekah kita peroleh bisa tersemipan kedalam
memori jangka panjang otak bawah sadar kita. Dan kondisi semacam inilah yang
disebut sebagai kondisi jenius otak manusia untuk melakukan pembelajaran, yang
tentu saja akan membuahkan hasil yang sangat optimal bila hal ini bisa
diterapkan.
Sedangkan
untuk dapat memanggil ulang informasi yang terkemas dalam memori bawah sadar
jangka panjang disaat-saat infomasi dibutuhkan bisa saja dilakukan kapan saja. Dan
untuk tingkat kemudahan dalam pemanggilan informasi yang tersimpan kita butuh
latihan secara baik yang mungkin akan diulas dalam artikel selanjutnya. Semoga pengalaman
ini mampu menginisiasi baik baik para guru maupun para orangtua dalam mengenali
dan menyikapi gara belajar anak.








Mantab. Saya baca berulang-ulang karena guru harus menguasai gaya belajar siswa. Bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat
Hapusaamiin
Hapusalhamdulillah dan makasih atas kunjungannya bu.
BalasHapusaamiin
BalasHapus