Judul
: Sisi Lain Dunia Pendidikan
Penulis :
Komunitas Guru Pegiat Literasi Tulungagung.
Editor : Budi harsono
Penerbit
: CV. Mudilan Group
Tebal
: 147 hlm, ilus., 14,8 x 21 cmcm
Cetakan
1 : 2019
ISBN
: 978-602-5655-904
Buku yang berjudul Sisi Lain
Dunia Pendidikan merupakan buku antologi – sebuah buku karya bareng yang digagas
oleh para guru penulis yang tergabung dalam komunitas GPLT. Tentu saja kontributor
pengadaan naskahnya adalah guru-guru yang peduli dengan budaya literasi yang
ada di Tulungagung. Buku ini merupakan buku pertama yang hadir setelah berdiri
dan diresmikannya GPLT oleh Kadindikpora Suharno, M.M di Aula kantor PGRI
Tulungagung.
Sesuai dengan judul yang tertera
di covernya yaitu Sisi Lain Dunia
Pendidikan, di dalam buku ini memamng mengupas – banyak bercerita tentang sisi
lain dari dimensi pendidikan yang selama ini kita fahami. Sisi lain dalam
pembahasan ini bukanlah sisi astral yang penuh dengan rasa horor dan mistik.
Melainkan sisi lain yang ditinjau dari titik pandang yang sedikit berbeda dan
cenderung terlupakan. Namun, kesemuanya masih tetap berkaitan erat dengan ranah
pendidikan – baik pengajaran, pendidikan, pembimbingan, transfer ilmu
pengetahuan, eksistensi murid dan juga esensi peran guru di dalamnya.
Yang jelas dari tulisan yang
ada, saya merasakan kuatnya rasa human sence terutama rasa simpati dan empati
para guru selaku praktisi pendidikan sekaligus contributor naskahnya. Hal ini
bisa kita temukan pada buku ini nilai-nilai positif yang sangat penting, antara
lain:
Pertama, berupa keefektifan dialogis
empati yang dilakukan seorang kepala sekolah dalam mengubah kebengalan karakter
salah satu siswanya yang cenderung brutal berubah menjadi baik dan disiplin ( Kamu
Hebat: 38; Bandar Permainan; Kasih Sayang yang Menghantarkan Masa Depan; Kisah
Ayah dan anak: 65 Aku anak Haram: 43).
Kedua, nilai semangat, disiplin
dan pantang menyerah dalam memperjuangkan cita-cita – (Tatapan Mata Anak
Berkarakter: 101; Meski Kamu Bukan Anakku: 110; Saat Kereta Tertunda di Stasiun
Kertosono: 133; Tiga Orang Tua: 153).
Ketiga, nilai keyakinan dan optimism
(Menebar Impian Di Bumi Pasir: 121; Cita-Citaku Bukan Guru: 161).
Keempat, nilai tulus ikhlas
dalam menjalani aktifitas hidup (Lukisan Hati Sang Pejuang Pengabdian: 33;
Warna Yang Tertukar: 52; Pendidikan Di Balik Layar: 85; Antara aku Perpustakaan Dan Kaos
Kaki: 91).
Sedangkan kelemahan dari buku
ini yaitu masih terdapat beberapa kekurang telitian dalam penulisan, sehingga
terdapat huruf yang hilang di beberapa buah kata yang ada. Namun secara
redaksional kekurangan tersebut tidak berpengaruh terhadap penyampaian esensi
dari pesan yang tersajikan dalam tulisan tersebut. Yang jelas buku ini, sangat layak untuk
dibaca, terutama bagi para guru yang ingin mengembangkan metode pendekatan –
problem solving terhadap permasalahan anak didiknya maupun yang berkeinginan
untuk mengembangkan keterampilan menulisnya.








0 komentar:
Posting Komentar