Selasa, 17 September 2019

SISI LAIN DUNIA PENDIDIKAN



Judul                : Sisi Lain Dunia Pendidikan
Penulis             : Komunitas Guru Pegiat Literasi Tulungagung.
Editor               : Budi harsono
Penerbit            : CV. Mudilan Group
Tebal                : 147 hlm, ilus., 14,8 x 21 cmcm
Cetakan 1         : 2019
ISBN                : 978-602-5655-904

Buku yang berjudul Sisi Lain Dunia Pendidikan merupakan buku antologi – sebuah buku karya bareng yang digagas oleh para guru penulis yang tergabung dalam komunitas GPLT. Tentu saja kontributor pengadaan naskahnya adalah guru-guru yang peduli dengan budaya literasi yang ada di Tulungagung. Buku ini merupakan buku pertama yang hadir setelah berdiri dan diresmikannya GPLT oleh Kadindikpora Suharno, M.M di Aula kantor PGRI Tulungagung.

Sesuai dengan judul yang tertera di covernya yaitu  Sisi Lain Dunia Pendidikan, di dalam buku ini memamng mengupas – banyak bercerita tentang sisi lain dari dimensi pendidikan yang selama ini kita fahami. Sisi lain dalam pembahasan ini bukanlah sisi astral yang penuh dengan rasa horor dan mistik. Melainkan sisi lain yang ditinjau dari titik pandang yang sedikit berbeda dan cenderung terlupakan. Namun, kesemuanya masih tetap berkaitan erat dengan ranah pendidikan – baik pengajaran, pendidikan, pembimbingan, transfer ilmu pengetahuan, eksistensi murid dan juga esensi peran guru di dalamnya.

Yang jelas dari tulisan yang ada, saya merasakan kuatnya rasa human sence terutama rasa simpati dan empati para guru selaku praktisi pendidikan sekaligus contributor naskahnya. Hal ini bisa kita temukan pada buku ini nilai-nilai positif yang sangat penting, antara lain:
Pertama, berupa keefektifan dialogis empati yang dilakukan seorang kepala sekolah dalam mengubah kebengalan karakter salah satu siswanya yang cenderung brutal berubah menjadi baik dan disiplin ( Kamu Hebat: 38; Bandar Permainan; Kasih Sayang yang Menghantarkan Masa Depan; Kisah Ayah dan anak: 65 Aku anak Haram: 43).

Kedua, nilai semangat, disiplin dan pantang menyerah dalam memperjuangkan cita-cita – (Tatapan Mata Anak Berkarakter: 101; Meski Kamu Bukan Anakku: 110; Saat Kereta Tertunda di Stasiun Kertosono: 133; Tiga Orang Tua: 153).
Ketiga, nilai keyakinan dan optimism (Menebar Impian Di Bumi Pasir: 121; Cita-Citaku Bukan Guru: 161).

Keempat, nilai tulus ikhlas dalam menjalani aktifitas hidup (Lukisan Hati Sang Pejuang Pengabdian: 33; Warna Yang Tertukar: 52; Pendidikan Di Balik  Layar: 85; Antara aku Perpustakaan Dan Kaos Kaki: 91).

Sedangkan kelemahan dari buku ini yaitu masih terdapat beberapa kekurang telitian dalam penulisan, sehingga terdapat huruf yang hilang di beberapa buah kata yang ada. Namun secara redaksional kekurangan tersebut tidak berpengaruh terhadap penyampaian esensi dari pesan yang tersajikan dalam tulisan tersebut.  Yang jelas buku ini, sangat layak untuk dibaca, terutama bagi para guru yang ingin mengembangkan metode pendekatan – problem solving terhadap permasalahan anak didiknya maupun yang berkeinginan untuk mengembangkan keterampilan menulisnya.

0 komentar:

Posting Komentar