Minggu ini,
bagi saya terasa sangat luar biasa. Luar biasa bukan karena saya mendapat pasif
income yang besarnya berjibun. Tetapi keluar biasaan minggu ini ditimbulkan ada
banyak kabar gembira yang saya peroleh dari orang-orang pernah konsul dan saya
bantu terapi bioenergy dengan system quantum energinya . Dan tidak jarang
metode tersebut di gabung dengan penerapan hypno terapi – walau belum bisa
betul tapi, Alhamdulillah hasil yang ditimbulkan juga cukup lumayan efektif.
Oh ya… penerap
hypno terapy treatmen bertujuan membongkar konsepsi serta pola pikir yang
terdapat dalam diri seorang pasien yang mengatakan bahwa dirinya selalu merasa
sakit. Karena konsep pikir atau blue print yang tertancap diotak bawah sadar
semacam ini tidak dapat dihilangkan hanya dengan mengandalkan obat medis kimiawi saja. Bahkan
bisa dikatakan tidak ngefek sama sekali.
Makanya seringkali kita mendengar dan menjumpai orang yang acap kali
datang ke dokter dan secara teori medis dinyatakan sehat tetapi si pasien masih
tetap merasakan sakit. Ya karena
hanyalah masalah psikologis – kejiawaan saja. Kelainan semacam ini akan sangat
efektif bila penanganannya mengunakan hypno terapi. Rentang waktunya pun sangat singkat 10 saja
sudah cukup untuk menghapus dan merubahnya dengan pemrograman konsep pikir yang
baru. Asalkan si pasien percaya dan menuruti arahan yang diberikan. Disni perlu
adanya rasa believe (keyakinan) dan trust
(kepercayaan) pasien pada penerapi , selain itu juga harus dilengkapi dengan
kuatnya will (keinginan) pasien untuk
sembuh.
Oh ya hampir
kelewatan, info atau kabar gembira tersebut datang dari tetangga yang bernama
Cempleng Oi di fb telah terpapar sakit typus dan sudah menjalani perawatan
medis. Setelah bebarapa hari pulang dari RS orangnya mengungah setatus bahwa
dirinya tetap lemas, lambung kuang nyaman dan kepala pusing. Singkat cerita,
Cempleng oi diterapi sekali dan Alhamdulillah dia tidak merasakan adanya
perubahan. Tetapi saat saya tanya satu persatu sesuai yang saya rasakan dia
membenarkan. Pertanyaan saya, saya awali
dengan perubahan pada pusingnya “ lek rumangsaku pusinge kok karek tenggal
dikit, yo po ora?”
“Yo kang. Sak iki
wis bedo karo sak durunge” , timpalnya.
“Lha terus
lambunge koyok e yow is luwih penak. Ho oh po ora?”, tanya ku.
“Yo bener kang”,
balasnya.
“Terus awak e
sak iki kroso luwih anget lan gak lemes maneh to?”, lanjutku.
“Yo bener kang.
Matur suwun banget kang bantuane”,
ucapnya penuh semangat.
“Ok, sama-sama.
Sesok lek jik kroso kurang penak biso diterapi meneh lo!” pesanku.
“Yo kang, siap”,
balasnya. Ternyata sampai beberapa hari dia tidak menghubungi dan saat buka fb
saya mendapati dia memposting foto dia sendang minum air dingin dari dalam
botol plastik. Secara sepontan saya pun langsung komentari dan sekaligus saya
tanya “lho kok udah minum air dingin to, apa udah sehat betulan?”.
“Alhamdulillah
wis kang”, jawabnya.
“Lha terus
lambunge pie?”, tanyaku penuh rasa penasaran.
“Alhamdulillah
wis kang. Iki aku malah wis wani ngarit meneh”, jawabnya meyakinkan ku.
“Oh gitu to. Yo
pokok e gak entuk kerjo berat lo!”, pesan ku mewanti-wantinya.
********************
Yang kedua,
tapatnya Selasa pagi kemarin ketika saya daftar antrian berobat anak saya yang
terkena radang tenggorokan di dokter pribadi yang ada di Rejotangan. Disitu saya
ketemu dengan adik angkatan saya waktu sekolah di SMP I/MTsPSM Tanen dan
ternyata dia masih teringat dengan saya. Kemudian kami saling basa-basi memulai
pembicaraan sambil membuka kembali memori tengtang masa-masa SMP dulu. Kami pun
saling tanya, siapa yang sakit, sakit apa dan juga sekarang tugasnya dimana. Yang
jelas dan yang saya tahu dia adalah seorang guru. Dari percakapan tersebut saya
tahu kalu dia saat ini mengajar di MAN 2 Tulungagung dan sedang mengalami
kecetik.
Kemudian pembicaraan
kami saya kembangkan dan melebar sedikit. Saya mencooba menanyakan keadan
seorang ibu guru yang kebetulan masih family dengannya – istri pamannya. Dia mengatakan
bahwa buliknya sudah sehat. Dia juga mengatakan bahwa dia juga merasa heran ternya
buliknya bisa sehat lagi padahal dulu sudah cukup lumayan “ “ dan cukup mencemaskan. {saat pertama kali
wa saya anaknya mengatakan kalu ibu nya mengalami persalahan dengan badan
sakit, suli digerakkan dan sedikit permasalahan dengan darahnya}.
Dengan bebekal
penjelasan dari wa tersebut yang saya gunakan untuk menelusuri trauma yang
dialami si ibu tadi. Awal mula saya tanya tentang kondisi lambung dan juga
apakah pernah mengalami kecelakaan atau gimana. Ternyata benar, lambungnya juga
ada masalah dan juga pernah mengalai kecelakaan, tangan kirinya pernah patah
dan saat itu tidak bisa digerakkan. Eksekusi
penanganan dan pemberian treatmenpun saya lakukan. Pertama saya tumbuhkan rasa
optemisme dan kenyakinan untuk sembuh dan pulih lagi. Saya katakana keajaiban selalu ada dan kesembuhan pasti ada
yang penting yakin pada Allah SWT. Kalau Allah berkehendak apapun jalan pasti
bisa terjadi – mungkin gayaku saat itu mirip A. Gimnastiar atau mungkin Mario
Teguh itu. Padahal saya belum selevel dengan beliau-beliau itu. Tapi gak apalah
yang benting sugesti bisa dibangun dan kesembuhan bisa mulai dibangkitkan. Terapi
pun dilakukan beberapa kali baik jarak jauh maupun jarak dekat, hingga suatu
saat beliaunya menyatakan sudah cukup
terapinya. Hingga berita terbaru
saat saya terima dari adik angkatan sekolah tadi.
Kemudian dia
menceritakan “entah dapat saran dari mana pak lik dan bu liknya tadi
menyalurkan (membagi-bagikan) sedekah ke anak yatim. Mendengar itu saya hanya
menganggukkan kepala saja, karena saya tidak ingat betul apakah itu saran yang
saya berikan atau bukan. Kalaupun itu saran dari saya, berarti itu pesan yang
saya nasihatkan berdasarkan pada buku Rahasia Magnet Rezeki - disitu disebutkan salah satu manfaat sedekah
ke anak yatim dan begitu pula yang diinspirasi oleh Ustad Yusuf Manshur dalam
buku dan dakwahnya.
Dari obrolan
tersebut, kemudian saya mengatakan kalu dulu saya juga pernah membatu untuk
menerapinya hingga beberapa kali. Dan temen saya yang pak guru tersebut jadi penasaran “terapinya
bagaimana? Alatnya apa? Apakah juga menggunakan obat-obatan herbal”, tanyanya penuh
rasa ingin tahu.
“Dengan terapi bioenergy.
Tidak menggunakan media dan tidak perlu menum obapaun jamu herbal. Cukup sediakan
air mineral saat diterapi setalah itu airnya diminum. Cukup begitu saja”,
jawabku mencoba menjelaskan. “Selain itu, terapi model ini bisa dilakukan jarak
dekat maupun jarak jauh dan kedua-duanya sama efektifnya. Selain itu terapi ini juga baik untuk
menangani diabetes lo. Terbukti peberapa klien yang sudah dirujuk untuk
melakukan tindakan operasi akhirnya bisa terbebas dan sehat kembali”, imbuhku
menyakinkan.
*************
Ketiga, kabar
dari seorang bu guru yang kebetulaan kakak angakatan watu kuliah di UMM –
Bahasa Inggris. Si kakak angakatan mengalami gangguan sakit typus dan terpaksa
harus cuti karena kondisi belum memungkinkan untuk masuk kerja. Kabar terbaru
pagi ini, katanya badanya sudah membaik. Kebetulan mbak ini masih baru diterapi
sekali yaitu kemarin malam.
*******************
Keempat, semalem saya menerima kabar dari
seorang klien yang tinggal di Bandung Tulungagung, yang intinya mengabarkan
keadaannya sudah sangat baik. dan saat saya tanyakan keadaan istrinya, katanya
juga sudah sehat. Dulu saat datang kerumah, mereka – pasutri yang didampingi
saudaranya yang kebetulan bertetangga satu desa dengan saya, yang sampai saat
ini saya belum tahu posisi rumahnya. Ternyata saya sangat kuper nih. Awalnya pasutri
tersebut mengalami keluhan masalah lambung beserta keluhan penyertanya, baik
verigo, migren, hipertensi dan lain sebagainya. Khusus untuk yang laki saya
saranin untuk terapi lagi biar keluhatan bisa tuntas atau lebih permanen
kesembuuhannya. Oh ya, si laki salah satunya sering kali mengalami gerak tubuh yang tak terkendali. Katanya keluhan
tersebut mulai muncul saat berlatih tenaga dalam beberapa tahun yang lalu.
Semoga mereka
semua semakin sehat dan hidupnya penuh keberkahan. Aamiin.








0 komentar:
Posting Komentar