Jumat, 27 September 2019

ALHAMDULILLAH, MEREKA SUDAH MEMBAIK DAN SEHAT


Minggu ini, bagi saya terasa sangat luar biasa. Luar biasa bukan karena saya mendapat pasif income yang besarnya berjibun. Tetapi keluar biasaan minggu ini ditimbulkan ada banyak kabar gembira yang saya peroleh dari orang-orang pernah konsul dan saya bantu terapi bioenergy dengan system quantum energinya . Dan tidak jarang metode tersebut di gabung dengan penerapan hypno terapi – walau belum bisa betul tapi, Alhamdulillah hasil yang ditimbulkan juga cukup lumayan efektif.


Oh ya… penerap hypno terapy treatmen bertujuan membongkar konsepsi serta pola pikir yang terdapat dalam diri seorang pasien yang mengatakan bahwa dirinya selalu merasa sakit. Karena konsep pikir atau blue print yang tertancap diotak bawah sadar semacam ini tidak dapat dihilangkan hanya  dengan mengandalkan obat medis kimiawi saja. Bahkan bisa dikatakan tidak ngefek sama sekali.  Makanya seringkali kita mendengar dan menjumpai orang yang acap kali datang ke dokter dan secara teori medis dinyatakan sehat tetapi si pasien masih tetap merasakan sakit. Ya  karena hanyalah masalah psikologis – kejiawaan saja. Kelainan semacam ini akan sangat efektif bila penanganannya mengunakan hypno terapi.  Rentang waktunya pun sangat singkat 10 saja sudah cukup untuk menghapus dan merubahnya dengan pemrograman konsep pikir yang baru. Asalkan si pasien percaya dan menuruti arahan yang diberikan. Disni perlu adanya rasa believe (keyakinan) dan  trust (kepercayaan) pasien pada penerapi , selain itu juga harus dilengkapi dengan kuatnya  will (keinginan) pasien untuk sembuh.

Oh ya hampir kelewatan, info atau kabar gembira tersebut datang dari tetangga yang bernama Cempleng Oi di fb telah terpapar sakit typus dan sudah menjalani perawatan medis. Setelah bebarapa hari pulang dari RS orangnya mengungah setatus bahwa dirinya tetap lemas, lambung kuang nyaman dan kepala pusing. Singkat cerita, Cempleng oi diterapi sekali dan Alhamdulillah dia tidak merasakan adanya perubahan. Tetapi saat saya tanya satu persatu sesuai yang saya rasakan dia membenarkan.  Pertanyaan saya, saya awali dengan perubahan pada pusingnya “ lek rumangsaku pusinge kok karek tenggal dikit, yo po ora?”
“Yo kang. Sak iki wis bedo karo sak durunge” , timpalnya.
“Lha terus lambunge koyok e yow is luwih penak. Ho oh po ora?”, tanya ku.
“Yo bener kang”, balasnya. 
“Terus awak e sak iki kroso luwih anget lan gak lemes maneh to?”, lanjutku.
“Yo bener kang. Matur suwun banget kang bantuane”,  ucapnya penuh semangat.
“Ok, sama-sama. Sesok lek jik kroso kurang penak biso diterapi meneh lo!” pesanku.
“Yo kang, siap”, balasnya. Ternyata sampai beberapa hari dia tidak menghubungi dan saat buka fb saya mendapati dia memposting foto dia sendang minum air dingin dari dalam botol plastik. Secara sepontan saya pun langsung komentari dan sekaligus saya tanya “lho kok udah minum air dingin to, apa udah sehat betulan?”.
“Alhamdulillah wis kang”, jawabnya.
“Lha terus lambunge pie?”, tanyaku penuh rasa penasaran.
“Alhamdulillah wis kang. Iki aku malah wis wani ngarit meneh”, jawabnya meyakinkan ku.
“Oh gitu to. Yo pokok e gak entuk kerjo berat lo!”, pesan ku mewanti-wantinya.
********************
Yang kedua, tapatnya Selasa pagi kemarin ketika saya daftar antrian berobat anak saya yang terkena radang tenggorokan di dokter pribadi yang ada di Rejotangan. Disitu saya ketemu dengan adik angkatan saya waktu sekolah di SMP I/MTsPSM Tanen dan ternyata dia masih teringat dengan saya. Kemudian kami saling basa-basi memulai pembicaraan sambil membuka kembali memori tengtang masa-masa SMP dulu. Kami pun saling tanya, siapa yang sakit, sakit apa dan juga sekarang tugasnya dimana. Yang jelas dan yang saya tahu dia adalah seorang guru. Dari percakapan tersebut saya tahu kalu dia saat ini mengajar di MAN 2 Tulungagung dan sedang mengalami kecetik.

Kemudian pembicaraan kami saya kembangkan dan melebar sedikit. Saya mencooba menanyakan keadan seorang ibu guru yang kebetulan masih family dengannya – istri pamannya. Dia mengatakan bahwa buliknya sudah sehat. Dia juga mengatakan bahwa dia juga merasa heran ternya buliknya bisa sehat lagi padahal dulu sudah cukup lumayan “  “ dan cukup mencemaskan. {saat pertama kali wa saya anaknya mengatakan kalu ibu nya mengalami persalahan dengan badan sakit, suli digerakkan dan sedikit permasalahan dengan darahnya}.

Dengan bebekal penjelasan dari wa tersebut yang saya gunakan untuk menelusuri trauma yang dialami si ibu tadi. Awal mula saya tanya tentang kondisi lambung dan juga apakah pernah mengalami kecelakaan atau gimana. Ternyata benar, lambungnya juga ada masalah dan juga pernah mengalai kecelakaan, tangan kirinya pernah patah dan saat itu tidak bisa digerakkan.  Eksekusi penanganan dan pemberian treatmenpun saya lakukan. Pertama saya tumbuhkan rasa optemisme dan kenyakinan untuk sembuh dan pulih lagi. Saya katakana  keajaiban selalu ada dan kesembuhan pasti ada yang penting yakin pada Allah SWT. Kalau Allah berkehendak apapun jalan pasti bisa terjadi – mungkin gayaku saat itu mirip A. Gimnastiar atau mungkin Mario Teguh itu. Padahal saya belum selevel dengan beliau-beliau itu. Tapi gak apalah yang benting sugesti bisa dibangun dan kesembuhan bisa mulai dibangkitkan. Terapi pun dilakukan beberapa kali baik jarak jauh maupun jarak dekat, hingga suatu saat beliaunya menyatakan sudah cukup  terapinya.  Hingga berita terbaru saat saya terima dari adik angkatan sekolah tadi.

Kemudian dia menceritakan “entah dapat saran dari mana pak lik dan bu liknya tadi menyalurkan (membagi-bagikan) sedekah ke anak yatim. Mendengar itu saya hanya menganggukkan kepala saja, karena saya tidak ingat betul apakah itu saran yang saya berikan atau bukan. Kalaupun itu saran dari saya, berarti itu pesan yang saya nasihatkan berdasarkan pada buku Rahasia Magnet Rezeki -  disitu disebutkan salah satu manfaat sedekah ke anak yatim dan begitu pula yang diinspirasi oleh Ustad Yusuf Manshur dalam buku dan dakwahnya.

Dari obrolan tersebut, kemudian saya mengatakan kalu dulu saya juga pernah membatu untuk menerapinya hingga beberapa kali. Dan temen saya yang pak guru tersebut jadi penasaran “terapinya bagaimana? Alatnya apa? Apakah juga menggunakan obat-obatan herbal”, tanyanya penuh rasa ingin tahu.

“Dengan terapi bioenergy. Tidak menggunakan media dan tidak perlu menum obapaun jamu herbal. Cukup sediakan air mineral saat diterapi setalah itu airnya diminum. Cukup begitu saja”, jawabku mencoba menjelaskan. “Selain itu, terapi model ini bisa dilakukan jarak dekat maupun jarak jauh dan kedua-duanya sama efektifnya.  Selain itu terapi ini juga baik untuk menangani diabetes lo. Terbukti peberapa klien yang sudah dirujuk untuk melakukan tindakan operasi akhirnya bisa terbebas dan sehat kembali”, imbuhku menyakinkan.
*************
Ketiga, kabar dari seorang bu guru yang kebetulaan kakak angakatan watu kuliah di UMM – Bahasa Inggris. Si kakak angakatan mengalami gangguan sakit typus dan terpaksa harus cuti karena kondisi belum memungkinkan untuk masuk kerja. Kabar terbaru pagi ini, katanya badanya sudah membaik. Kebetulan mbak ini masih baru diterapi sekali yaitu kemarin malam.
*******************
 Keempat, semalem saya menerima kabar dari seorang klien yang tinggal di Bandung Tulungagung, yang intinya mengabarkan keadaannya sudah sangat baik. dan saat saya tanyakan keadaan istrinya, katanya juga sudah sehat. Dulu saat datang kerumah, mereka – pasutri yang didampingi saudaranya yang kebetulan bertetangga satu desa dengan saya, yang sampai saat ini saya belum tahu posisi rumahnya. Ternyata saya sangat kuper nih. Awalnya pasutri tersebut mengalami keluhan masalah lambung beserta keluhan penyertanya, baik verigo, migren, hipertensi dan lain sebagainya. Khusus untuk yang laki saya saranin untuk terapi lagi biar keluhatan bisa tuntas atau lebih permanen kesembuuhannya. Oh ya, si laki salah satunya sering kali mengalami  gerak tubuh yang tak terkendali. Katanya keluhan tersebut mulai muncul saat berlatih tenaga dalam beberapa tahun yang lalu.

Semoga mereka semua semakin sehat dan hidupnya penuh keberkahan. Aamiin.










0 komentar:

Posting Komentar