Pagi ini untuk
mengisi jam istirahat disela-sela jam mengajar saya sempatkan untuk melihat
lagi beberapa tulisan artikel yang sedianya saya ubah menjadi materi dalam buku mandiri saya.
Tema pokoknya tentang menulis. Disinilah terjadi proses tarik ulur guna untuk
menata ulang bab-bab serta pengelompokan artikel yang telah ada, dan yang tidak
kalah pentingnya adalah melengkapi artikel pelengkap yang dibutuhkan karena
judulnya sudah saya buat.
Tarik ulur
terkait penempatan artikel untuk buku yang ke satu “Cara Mudah Melejitkan
Kemampuan Menulis” atau buku yang kedua “The Magic Power Of Wring: Ketika
Tulisan Berbicara”. Awal mula tema ini saya tulis dalam satu buku kemudian ada
masukan dari teman saya (Adhis) yang saat ini tengah menjalani proses
penyelesaian thesis doktoralnya di IAIN Tulungagung. Teman saya menyarankan
atas dasar masehat yang pernah diterimanya dari Prof. Ngainun Naim yang
mengatakan bahwa untuk menulis buku jangan terlalu tebal dengan
mempertimbangkan beberapa alasan mulai keterjangkauan harga dan juga minat
pembaca. Kalau tebal tentunya lebih mahal bahkan juga membosankan.
Untuk menyikapi
dua hal tersebut maka saya bulatkan hati untuk membaginya me jadi dua bagian
atau menjadi dua seri yang mandiri walau memiliki kaitan yang cukup erat dalam
semangat kepenulisannya. Maka saya mulai membuat oret-oretan layaknya mind
maping (peta konsep) sebagai gambaran kerangka buku yang sedang saya lakukan
swa editing (self editing).
Oh iya hampir
lupa, proses rekonstruksi dan editing ini saya lakukan mungkin juga sebagai reaksi atas pertanyaan
embak-embak dari salah satu penerbit indi tentang sejauh mana proses editing
naskah saya selama ini, yang seharusnya sudah kelar pada bulan Agustus kemarin.
Ya maklumlah saya terlalu asik dengan kemalasan saya sehingga semua mengalami
penundaan dan akhirnya terbengkelai sampai saat ini.
Semoga saja
proses ini bisa segera kelar dan dua buah buku cantik tersaelesaikan secara
apik pula. Aamiin.








0 komentar:
Posting Komentar