Beberapa hari ini saya sering
mendapat pertanyaan dari murid-murid saya di kelas IV. Kalimat pertanyaannya
sama persis dengan judul yang saya tulis diatas yaitu “Pak boleh menulis
cerita???”. Dari pertanyaan tersebut, tentu saja jawaban yang keluar dari
mulut saya adalah “boleh”. Boleh karena inilah salah satu dari tujuan yang saya
canangkan sebagai target akhir atau main goal dari program literasi yang saya
geliatkan dikelas IV yang pengang. Dan Alhamdulillah
salah satu dari 11 murid kelas ini sudah menyelesaikan sebuah cerita pendek ,
yang insyaalloh nanti sepulang sekolah akan dikirim ke WA saya guna untuk saya
cek untuk dilakukan pengeditan seperlunya saja.
Terus terang saya sangat salut
dengan mereka semua, karena mereka sangat respek untuk menyambut ajakan saya
untuk belajar menulis. Buktinya pada tahun ajaran kemarin saat mereka masih
duduk di kelas III beberapa dari mereka sudah berhasil membuat beberapa buah
cerita. Padahal saat itu saya hanya sempat memotivasinya sekitar 4 kali pertemuan saja, yaitu ketika
guru kelas III sibuk membereskan
penyusunan laporan dana BOS. Ketika itu saya memotivasinya dengan menceritakan
beberapa riwayat penulis sukses besar yang ada di Indonesia mulai dari Andrea
Herata, Habiburrahman, Tere Lie, kang Dewa Prayoga, - mulai dari karya
tulisnya yang meledak hingga gambaran
finansial yang didapat sebagai resiko dari kerja kerasnya.
Tapi sungguh sangat disayangkan,
ketika awal masuk kelas IV saya tanyakan keberadaan tulisannya mereka menjawab
bahwa tulisannya semua sudaah hilan semua. Bahkan bukunya saja mereka semua
sudah tidak ingat bukunya. Maklum saja ketika itu saya belum siap menampung tulisanya
karena saya sedang repot untuk
menyelasaikan editing dan finishing naskah-naskah
yang tergabung dalam buku “Ternyata Kami Bisa” - dan alhamdulillah saat ini ISBN nya sudah turun
dan masuk dalam proses cetak.
Dari fenomena semacam ini,
tentunya rasa senang penuh kebanggaan menggelora di dada saya. Selain itu
program literasi yang mencakup empat
elemen penting bisa tereralisasi dengan baik. Ke empat elemen literasi tersebut meliputi:
membaca, menulis, publikasi, dan sharing.
1. Untuk program literasi – membaca, saya menargetkan tiap siswa
mampu menyelesaikan membaca 5 buku dengan tema dan judul bebas diluar buku
pelajaran. Dalam program ini setiap kali selesai membaca siswa diwajibkan
membuat tulisan singkat tentang pesan yang ditangkap dari lembar-lembar yang
telah dibaca. Kemudian dari rangkaian ringkasan tersebut bisa disusun sebagai
ringkasan atau resume.
2. Untuk program menulis – hasil akhirnya yang ingin dicapai adalah
setiap murid mampu mengekspresikan pengalaman dan pemikiran secara verbalis
tekstual sesuai dengan kompetensi serta kapabilitasnya masing-masing. Lewat sisi
inilah saya munculkan jiwa writing prenurship agar kemampuan menulisnya mampu
menunjang sisi finansial di kemudian harinya.
3. Untuk program publikasi – harapan yang diinginkan adalah mampu
menerbitkan/mempublikasikan hasil karyanya baik ber ISBN atau pun tidak ber ISBN.
Yang jelas dari adanya publikasi mampu memunculkan rasa percaya diri dan juga
kebanggaan pada diri setiap siswa.
4. Untuk program sharing – untuk sisi ini sangat diharapkan semua
siswa mampu melakukan sharing /tukar wawasan, gagasan, pendapat, dan pemikiran secara aktif dengan
yang lain lewat diskusi baik mapun lewat medsos.
Paling tidak dengan metode
contextual teaching learning semacam ini setiap siswa akan mampu merekonstruksi
penegetahuannya secara lebih riil dengan apa yang telah dialaminya. Dan pada
tahap selanjutnya setiap murid bisa mengaktualisasikan diri secara baik dan penuh
percaya diri.









0 komentar:
Posting Komentar