Senin, 02 September 2019

PAK BOLEH MENULIS CERITA???




Beberapa hari ini saya sering mendapat pertanyaan dari murid-murid saya di kelas IV. Kalimat pertanyaannya sama persis dengan judul yang saya tulis diatas yaitu “Pak boleh menulis cerita???”. Dari pertanyaan tersebut, tentu saja jawaban yang keluar dari mulut saya adalah “boleh”. Boleh karena inilah salah satu dari tujuan yang saya canangkan sebagai target akhir atau main goal dari program literasi yang saya geliatkan dikelas IV yang pengang.  Dan Alhamdulillah salah satu dari 11 murid kelas ini sudah menyelesaikan sebuah cerita pendek , yang insyaalloh nanti sepulang sekolah akan dikirim ke WA saya guna untuk saya cek untuk dilakukan pengeditan seperlunya saja.

Terus terang saya sangat salut dengan mereka semua, karena mereka sangat respek untuk menyambut ajakan saya untuk belajar menulis. Buktinya pada tahun ajaran kemarin saat mereka masih duduk di kelas III beberapa dari mereka sudah berhasil membuat beberapa buah cerita. Padahal saat itu saya hanya sempat memotivasinya  sekitar 4 kali pertemuan saja, yaitu ketika guru kelas III sibuk  membereskan penyusunan laporan dana BOS. Ketika itu saya memotivasinya dengan menceritakan beberapa riwayat penulis sukses besar yang ada di Indonesia mulai dari Andrea Herata, Habiburrahman, Tere Lie, kang Dewa Prayoga, - mulai dari karya tulisnya yang meledak hingga  gambaran finansial yang didapat sebagai resiko dari kerja kerasnya. 

Tapi sungguh sangat disayangkan, ketika awal masuk kelas IV saya tanyakan keberadaan tulisannya mereka menjawab bahwa tulisannya semua sudaah hilan semua. Bahkan bukunya saja mereka semua sudah tidak ingat bukunya. Maklum saja  ketika itu saya belum siap menampung tulisanya karena saya sedang repot  untuk menyelasaikan editing  dan finishing naskah-naskah yang tergabung dalam buku “Ternyata Kami Bisa” -  dan alhamdulillah saat ini ISBN nya sudah turun dan masuk dalam proses cetak.

Dari fenomena semacam ini, tentunya rasa senang penuh kebanggaan menggelora di dada saya. Selain itu program literasi  yang mencakup empat elemen penting bisa tereralisasi dengan baik. Ke empat elemen literasi tersebut meliputi: membaca, menulis, publikasi, dan sharing.

1.    Untuk program literasi – membaca, saya menargetkan tiap siswa mampu menyelesaikan membaca 5 buku dengan tema dan judul bebas diluar buku pelajaran. Dalam program ini setiap kali selesai membaca siswa diwajibkan membuat tulisan singkat tentang pesan yang ditangkap dari lembar-lembar yang telah dibaca. Kemudian dari rangkaian ringkasan tersebut bisa disusun sebagai ringkasan atau resume.

2. Untuk program menulis – hasil akhirnya yang ingin dicapai adalah setiap murid mampu mengekspresikan pengalaman dan pemikiran secara verbalis tekstual sesuai dengan kompetensi serta kapabilitasnya masing-masing. Lewat sisi inilah saya munculkan jiwa writing prenurship agar kemampuan menulisnya mampu menunjang sisi finansial di kemudian harinya.

3.   Untuk program publikasi – harapan yang diinginkan adalah mampu menerbitkan/mempublikasikan hasil karyanya baik ber ISBN atau pun tidak ber ISBN. Yang jelas dari adanya publikasi mampu memunculkan rasa percaya diri dan juga kebanggaan pada diri setiap siswa.

4.   Untuk program sharing – untuk sisi ini sangat diharapkan semua siswa mampu melakukan sharing /tukar wawasan,   gagasan,   pendapat, dan pemikiran secara aktif dengan yang lain lewat diskusi baik mapun lewat medsos.

Paling tidak dengan metode contextual teaching learning semacam ini setiap siswa akan mampu merekonstruksi penegetahuannya secara lebih riil dengan apa yang telah dialaminya. Dan pada tahap selanjutnya setiap murid bisa  mengaktualisasikan diri secara baik dan penuh percaya diri. 


0 komentar:

Posting Komentar