Pada pagi ini selasa 01/10/2019 saya ketiban sampur (kebagian
tugas) untuk menjadi Pembina upacara bendera lagi. Upacara kali ini dalam
rangka untuk memperingati hari kesaktian Pancasila. Untuk upacara kal ini
memang terdapat sedikit pembedanya bila dibandingkan dengan upacara yang rutin
dilaksanakan tiap hari senin pagi.
Bedanya untuk upacara pagi ini adalah terdapat pada tugas Pembina upacara. Biasanya Pembina upacara bertugas untuk
membacakan teks Pancasila dan juga memberikan sambutan terkait pelaksanaan
upacara, penyampaian pengumuman serta penyampaian pesan-pesan kepada seluruh
peserta upacara. Sedangkan untuk upacara kali ini, Pembina upaca bertugas untuk
membacakan teks Pancasila dan juga IKRAR yang teksnya sudah dikirim dari
pusat/Jakarta. Dan yang lebih sepesial lagi, saat pembacaan IKRAR sudah selesai
salah satu rekan guru senior yang ada di sekolah memberi isyarat pada saya
untuk menambah dengan sedikit pesan terkait dengan pelaksanaa peringatan hari
kesaktian Pancasila.
Secara sepontan dan reflektif
intuisi saya membujuk diri saya untuk
menyampaikan tiga kejadian yang terjadi pada bulang September hingga bulan
Oktober. Tiga peristiwa tersebut adalah: G 30 S PKI; hari Kesaktian Pancasila;
dan Hari ABRI.
Dalam kesmpatan tersebut saya terangkan bahwa ke tiga titik
kejadian tersebut memiliki keterikatan yang sangat kuat terutama dalam ranah
psiko-history (kejiwaan sejarah) bangsa Indonesia tercinta ini. yang mana satu
sama lainnya tidak bisa dipilah apalagi di distorsikan (dibenturkan) satu
dengan yang lainnya.
Kemudian dari situ saya kembangkan penjelasan saya mulai dari items
yang pertama yaitu peristiwa S 30 S PKI yang pada tulisan kemarin telah sedikit
diulas dengan judul “Mempertanyakan
Urgensitas Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa”. Dan sabagai kelanjutan dari
yang kemarin saya pun sedikit memberikan sedikit penjelasan dengan konteks
keterkaitannya dengan hari kesaktian Pancasila. Untuk itu saya jelaskan secara
singkat tengtang pengkhianatan gerombolan PKI yang secara terang-terangan tidak
mau menerima Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Disamping itu,
juga saya paparkan bahwa mereka yang tergabung dalam gerakan 30 September
dan terwadahi dalam partai komunis/PKI secara jelas melakukan pengingkaran terhadap adanya Sang
Pencipta serta penihilan nilai-nilai
sosiokultural humanis yang tumbuh mengakar dalam kehidupan masyarakat
Indonesia.
Setelah itu, penjelasan tersebut saya lanjutkan kearah yang berkaitan dengan peringatan hari kesaktian
Pancasila yang dilaksanakan hari ini. Dari sini saya sebutkan bahwa idiologi
Pancasila telah berhasil membuktikan kesaktian walaupun negeri ini terpaksa
harus kehilangan putra-putra terbaiknya. Dengan semangat dan jiwa Pancasila,
bangsa Indonesia mampu mempertahankan eksistensinya dalam peradaban dan
percaturan dunia internasional. Dan dengan jiwa yang sakti Pancasila mampu
membuktikan kedigdayaan serta kesaktiannya, terutama untuk memperkukuh
persatuan kesatuan bangsa.
Dan yang ketiga, yaitu hari ABRI yang akan kita peringati pada
tanggal 5 Oktober - hari Sabtu mendatang.
Tentu saja lahirnya hari ABRI memiliki keterkaitan yang sangat lekat
dengan dua perista sebelumnya karena
ABRI sebagai salah satu unsur utama dalam system penjagaan ketahanan serta
keutuhan bangsa – Negara Indonesia. Signifikansi dan urgensi peran ABRI
dibuktikan secara nyata baik saat perjuang mempertahankan kemerdekaan maupun
dalam pembongkaran dan penumpasan pemeberontakan yang dilakukan oleh
orang-orang yang tergabung dalam partai komunis/PKI. Baik yang dilakukan pada
tahun 1948 maupun pada tahun 1965 – yang lebih terkenal dengan sebutan G 30 S
PKI.
Mungkin inilah pesan-pesan tambahan yang dapat saya tambahkan
selaku Pembina upacara dalam memperingati hari kesaktian Pacasila hari ini.
semoga sedikit penjelasan tadi bisa menggugah jiwa dan semangat nasionalisme
pada diri anak didik SDN 1 Kacangan – khususnya dan umumnya bagi seluruh
generasi bangsa ini. Sehingga dengan
kuatnya cengkeraman cakar garuda didada dalam menghunjamkan nilai-nilai Pancasila
sakti kedalam sanubari seluruh anak bangsa bisa terlaksana dengan sempurna.
Jaya bangasaku, terbang tinggi negeriku dengan jiwa suci nan sakti
Pancasila saktiku.
Kacangan, 01/10/19.








Jayalah Indonesiaku tumpah darahku. Pancasila dasar Negaraku. Saktilah Pancasila di Nusantara 💪
BalasHapusSemangatlah Samsudinathafu raih prestasimu 👌