Senin, 30 September 2019

PANCASILA TETAP SAKTI


Pada pagi ini selasa 01/10/2019 saya ketiban sampur (kebagian tugas) untuk menjadi Pembina upacara bendera lagi. Upacara kali ini dalam rangka untuk memperingati hari kesaktian Pancasila. Untuk upacara kal ini memang terdapat sedikit pembedanya bila dibandingkan dengan upacara yang rutin dilaksanakan tiap hari senin pagi.

Bedanya untuk upacara pagi ini adalah terdapat  pada tugas Pembina upacara.  Biasanya Pembina upacara bertugas untuk membacakan teks Pancasila dan juga memberikan sambutan terkait pelaksanaan upacara, penyampaian pengumuman serta penyampaian pesan-pesan kepada seluruh peserta upacara. Sedangkan untuk upacara kali ini, Pembina upaca bertugas untuk membacakan teks Pancasila dan juga IKRAR   yang teksnya sudah dikirim dari pusat/Jakarta. Dan yang lebih sepesial lagi, saat pembacaan IKRAR sudah selesai salah satu rekan guru senior yang ada di sekolah memberi isyarat pada saya untuk menambah dengan sedikit pesan terkait dengan pelaksanaa peringatan hari kesaktian Pancasila.

Secara sepontan dan  reflektif  intuisi saya membujuk diri saya untuk menyampaikan tiga kejadian yang terjadi pada bulang September hingga bulan Oktober. Tiga peristiwa tersebut adalah: G 30 S PKI; hari Kesaktian Pancasila; dan Hari ABRI.

Dalam kesmpatan tersebut saya terangkan bahwa ke tiga titik kejadian tersebut memiliki keterikatan yang sangat kuat terutama dalam ranah psiko-history (kejiwaan sejarah) bangsa Indonesia tercinta ini. yang mana satu sama lainnya tidak bisa dipilah apalagi di distorsikan (dibenturkan) satu dengan yang lainnya.

Kemudian dari situ saya kembangkan penjelasan saya mulai dari items yang pertama yaitu peristiwa S 30 S PKI yang pada tulisan kemarin telah sedikit diulas dengan judul  “Mempertanyakan Urgensitas Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa”. Dan sabagai kelanjutan dari yang kemarin saya pun sedikit memberikan sedikit penjelasan dengan konteks keterkaitannya dengan hari kesaktian Pancasila. Untuk itu saya jelaskan secara singkat tengtang pengkhianatan gerombolan PKI yang secara terang-terangan tidak mau menerima Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Disamping itu, juga saya paparkan bahwa mereka yang tergabung dalam gerakan  30 September  dan terwadahi dalam partai komunis/PKI secara jelas melakukan  pengingkaran terhadap adanya Sang Pencipta  serta penihilan nilai-nilai sosiokultural humanis yang tumbuh mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Setelah itu, penjelasan tersebut saya lanjutkan kearah yang  berkaitan dengan peringatan hari kesaktian Pancasila yang dilaksanakan hari ini. Dari sini saya sebutkan bahwa idiologi Pancasila telah berhasil membuktikan kesaktian walaupun negeri ini terpaksa harus kehilangan putra-putra terbaiknya. Dengan semangat dan jiwa Pancasila, bangsa Indonesia mampu mempertahankan eksistensinya dalam peradaban dan percaturan dunia internasional. Dan dengan jiwa yang sakti Pancasila mampu membuktikan kedigdayaan serta kesaktiannya, terutama untuk memperkukuh persatuan kesatuan bangsa.

Dan yang ketiga, yaitu hari ABRI yang akan kita peringati pada tanggal 5 Oktober  - hari Sabtu mendatang. Tentu saja lahirnya hari ABRI memiliki keterkaitan yang sangat lekat dengan  dua perista sebelumnya karena ABRI sebagai salah satu unsur utama dalam system penjagaan ketahanan serta keutuhan bangsa – Negara Indonesia. Signifikansi dan urgensi peran ABRI dibuktikan secara nyata baik saat perjuang mempertahankan kemerdekaan maupun dalam pembongkaran dan penumpasan pemeberontakan yang dilakukan oleh orang-orang yang tergabung dalam partai komunis/PKI. Baik yang dilakukan pada tahun 1948 maupun pada tahun 1965 – yang lebih terkenal dengan sebutan G 30 S PKI.

Mungkin inilah pesan-pesan tambahan yang dapat saya tambahkan selaku Pembina upacara dalam memperingati hari kesaktian Pacasila hari ini. semoga sedikit penjelasan tadi bisa menggugah jiwa dan semangat nasionalisme pada diri anak didik SDN 1 Kacangan – khususnya dan umumnya bagi seluruh generasi bangsa ini.  Sehingga dengan kuatnya cengkeraman cakar garuda didada dalam menghunjamkan nilai-nilai Pancasila sakti kedalam sanubari seluruh anak bangsa bisa terlaksana dengan sempurna.

Jaya bangasaku, terbang tinggi negeriku dengan jiwa suci nan sakti Pancasila saktiku.
Kacangan, 01/10/19.

1 komentar:

  1. Jayalah Indonesiaku tumpah darahku. Pancasila dasar Negaraku. Saktilah Pancasila di Nusantara 💪
    Semangatlah Samsudinathafu raih prestasimu 👌

    BalasHapus